20/09/2015
🌿🌺 Dosa Besar Yang Diremehkan Remaja 🌺🌿
Hi guys! ... Tahu gak, banyak lho hal-hal yang dianggap biasa saja oleh kita, ternyata di sisi Allah ﷻ termasuk dosa-dosa besar. Tapi, karena dianggap biasa akhirnya kita menganggap itu tidak apa-apa, padahal fatal.
Nah .., di sini akan saya paparkan beberapa contoh dosa besar yang diremehkan remaja-remaja masa kini. So, .. duduk yang manis dan perhatikan!
1⃣ Percaya Ramalan Bintang
Pasti tahu kan ..., Libra, Sagitarius, Gemini, Ta**us, de el el. Kalau kamu baca ini, biasanya akan ada rasa penasaran, katanya sih sekadar mau tahu. Tapi lama-lama terpancing ingin membuktikan, akhirnya bisa lahir rasa antara percaya dan tidak. Nah itulah kesyirikan, yaitu kita menjadikan selain Allah ﷻ sebagai penentu nasib kita. Ini merupakan penyakit terparah dalam aqidah tauhid dan dosa terbesar. Biasanya dalam daftar ramalan bintang, akan diramal jodoh, percintaan, keuangan, dan kesehatan.
👉 Padahal Allah ﷻ sudah menegaskan:
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (QS. At Taubah: 51)
Jadi, apa pun yang kita alami adalah dalam pengetahuanNya dan berjalan sesuai kehendakNya, bukan karena ramalan bintang yang nebak-nebak secara sembarang itu. Tahu kan matematika peluang? Nah logikanya mirip dengan ramalan bintang tersebut. Orang yang bintang Gemini, Libra, dan lainnya, tentu banyak sekali, mungkin jutaan manusia. Si peramal akan meramal bebas, asal bicara, pasti akan ada yang cocok dengan pembacanya. Bukan karena dia tahu atau jago meramal, tapiiii ….. karena memang yang berbintang Gemini, Libra, dan lainnya itu banyak. Wajarlah kalau berpeluang ada yang cocok.
👉 Allah ﷻ berfirman tentang dosa syirik:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisa: 48)
2⃣ Durhaka Kepada Orang Tua
Hayoo ngaku … siapa yang pernah melawan orang tua? Baik membantah perkataannya, menolak perintahnya yang baik-baik, bahkan pernah menghardiknya? Kalau pernah, buru-buru deh minta maaf dan mohon ampun kepada Allah ﷻ. Tahu gak, itu termasuk terlarang keras dalam Islam. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua selalu digandengkan dengan penyembahan kepada Allah ﷻ., sebagaimana larangan durhaka kepada orang tua selalu digandengkan dengan larangan syirik kepada Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman tentang perintah berbakti kepada kedua orang tua:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An Nisa: 36)
Dengan tegas oleh Nabi Muhammad ﷺ bahwa durhaka kepada orang tua adalah DOSA BESAR:
إِنَّ أَكْبَرَ الْكَبَائِرِ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
Sesungguhnya termasuk dosa besar yang paling besar adalah durhaka kepada kedua orang tua. (HR. Ahmad No. 7004, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 7004)
Ibnu Umar Radhiallahu 'Anhuma mengatakan:
بكاء الوالدين من العقوق والكبائر
Membuat kedua orang tua menangis adalah kedurhakaan dan termasuk dosa besar. (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 31. Syaikh Al Albani: shahih. Lihat Ash Shahihah No. 2898)
Sa’id bin Abi Sa’idberkata: Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ka’ab tentang durhaka kepada orang tua: “Apakah kamu dapati dalam Al Quran dan As Sunnah tentang durhaka?”
Beliau menjawab:
إِذَا أَقْسَمَ عَلَيْهِ لَمْ يُبْرِرْهُ، وَإِنْ سَأَلَهُ لَمْ يُعْطِهِ، وَإِذَا ائْتَمَنَهُ خَانَهُ، فَذَلِكَ الْعُقُوقُ
Jika dia bersumpah tidak dibenarkan sumpahnya, jika dia meminta tidak diberikan keinginannya, dan jika dia memberikan amanah dikhianati amanahnya. Itulah durhaka (kepada orang tua).” (Lihat Jami’ Ma’mar bin Rasyid Al Azdi, No. 20131)
3⃣ Mengejek Teman Dengan Nama-Nama Hewan
Aduh sakit kan .. kalau kamu dipanggil, “eh nyet ...” ... “Woi ... babi!”. Periih!!
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekump**an orang laki-laki merendahkan kump**an yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan p**a sekump**an perempuan merendahkan kump**an lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah s**a mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Hujurat: 11)
Secara khusus, kita juga dilarang memaki dengan memanggil saudara kita dengan menyebutnya sebagai hewan.
Ibrahim An Nakha’i berkata:
كَانُوا يَقُولُونَ: إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ؛ قَالَ اللَّهُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتَرَانِي خَلَقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا
Dahulu mereka mengatakan: “Jika ada seorang laki-laki yang berkata kepada laki-laki lainnya: “Wahai keledai, wahai anjing, wahai babi.” Maka Allah akan berkata kepadanya pada hari kiamat: “Apakah kau melihat Aku menciptakannya sebagai anjing? Atau keledai? Atau babi?” (Al Mushannaf Ibni Abi Syaibah, No. 26102. Semua perawinya terpercaya)
Dari Al ‘Ala bin Al Musayyib dari ayahnya, katanya:
لَا تَقُلْ لِصَاحِبِكَ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ. فَيَقُولَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتُرَانِي خُلِقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟
Jangan kamu katakan kepada sahabatmu: Wahai keledai, wahai anjing, wahai babi. Sebab, akan dikatakan kepadamu pada hari kiamat nanti: “Apakah kau melihat aku menciptakannya sebagai anjing? Atau keledai? Atau babi?” (Ibid, No. 26100)
Nah, jelas kan larangannya? Bakan sangat keras. Jadi, jangan deh ngejek, atau memanggil teman kamu dengan nama-nama hewan. Bukankah Allah ﷻ menciptakan mereka sebagai manusia? Kenapa kita memanggilnya dengan nama-nama hewan?
4⃣ Berbohong kepada Orang Tua dan Guru
Naah kayanya ini sering nih. Berbohong itu muara semua kejahatan lho. Mencontek ketika ujian, mengambil uang sekolah, bolos dari sekolah, bahkan kejahatan tingkat tinggi seperti korupsi itu karena diawali hobi bohong sebelumnya.
Wajar sekali jika berbohong merupakan awal banyak kejahatan. Dari Abdullah bin Mas’ud , bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَالْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
Hati-hatilah kamu terhadap dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka. Seseorang terus melakukan kedustaan hingga akhirnya Allah ﷻ catat dirinya sebagai pendusta. (HR. Ahmad No. 4108. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 4108)
Nabi ﷺ menyebut bahwa ini merupakan salah satu ciri munafik. Coba nih baca:
Dari Abu Hurairah , bahwa Nabi ﷺ bersabda:
آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Ciri munafiq ada tiga: Jika berbicara dia berbohong, jika berjanji dia ingkar, jika diberi amanah dia berkhianat. (HR. Al Bukhari No. 33)
5⃣ Tawuran dan Mem-bully
Dua hal ini enggak mirip-mirip amat, tapi ada kesamaan yaitu menzalimi orang lain dengan lisan dan fisik. Ada yang mengejek, sampai menyakiti secara fisik, baik melukai bahkan membunuh. Ini jelas dosa besar yang luaaaarrrr biasa.
Nabi ﷺ juga bersabda:
سِبَابُ المُسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
Memaki seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran. (HR. Bukhari No. 48)
Dari Jabir bin Abdullah , bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Takutlah terhadap kezaliman, sesungguhnya kezaliman akan membawa kegelapan pada hari kiamat nanti. (HR. Muslim No. 2578)
Dari Abu Musa Al Asy’ary , bahwa Nabi ﷺ bersabda:
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الإِسْلاَمِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ، وَيَدِهِ»
Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, Islam apakah yang paling utama? Beliau bersabda: “Yaitu orang yang muslim lainnya aman dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari No. 11, Muslim No. 42)
Sebenarnya masih banyak lagi ..., tapi itu saja dulu ya.. Semoga setiap kita bisa menjadi anak yang shalih, kebanggaan orang tua di dunia dan akhirat.
Wallahu A’lam
🔶🔷🔶🔷
Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S.