30/09/2022
*Merawat Dan Menjaga Jiwa.*
Manusia merupakan makhluk Allah SWT sekaligus tanda kebesaranNya.
Manusia diciptakan dalam bentuk rupa yang sempurna.
Allah SWT berfirman :
*لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم*
"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik." (At tin : 4)
Baiknya bentuk fisik juga dilengkapi dan disempurnakan dengan adanya jiwa.
Allah SWT berfirman :
*ونفس وما سوّىٰها*
"Demi jiwa serta penyempurnaannya". (As Syams : 7)
Manusia menjadi makhluk yang sempurna karena diciptakan memiliki raga dan juga jiwa.
Maka dari itu pentingnya kita menjaga raga dan juga jiwa sebagai bentuk syukur kita kepada Yang Maha Kuasa, Allah Sang Maha Pencipta.
Menjaga diri itu bukan hanya dengan mengurus dan merawat tubuh saja, tapi jiwanya juga perlu diberi perhatian.
Kenapa jiwa ini perlu diurus dan dirawat?
Secara leksikal, dalam kamus bahasa Arab jiwa disebut Nafsun (Nafs). Yang diantara artinya menunjukkan kepada dua makna.
Yang pertama adalah menunjukkan kepada makna udara atau angin yang keluar berhembus dari hidung atau mulut, atau yang biasa kita sebut napas.
Dalam suatu riwayat Nabi menganjurkan umatnya untuk mengisi perut secara proporsional dan tidak boleh kekenyangan. Yaitu dengan membaginya menjadi tiga ruang; sepertiga untuk makanan (tha'am), sepertiga untuk minuman (syarab) dan sepertiganya lagi untuk napas (nafas).
Dan yang kedua menunjukkan kepada makna darah. Maka dari itu, perempuan yang habis melahirkan mengeluarkan darah. Darahnya disebut darah Nifas.
Jiwa disebut Nafs karena mempunyai kesamaan dengan napas dan darah.
Keduanya ada dalam diri, tersembunyi dan tidak mudah untuk dikendalikan.
Itulah kenapa jiwa harus dijaga dan dirawat serta diperhatikan dengan baik.
Selain itu, jiwa juga mempunyai dua kecendrungan, yaitu berbuat baik dan buruk.
Allah SWT berfirman :
*فألهمها فجورها وتقوىٰها*
"Maka Dia menjelaskan kepadanya jalan keburukan dan ketakwaan". (As Syams : 8)
Pada dasarnya jiwa itu baik.
*كل مولود يولد على الفطرة*
"Setiap bayi terlahir dalam keadaan suci". (HR Bukhari dan Muslim)
Nabi juga bersabda :
*يقول الله - عز وجل - : إني خلقت عبادي حنفاء فجاءتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم*
"Allah 'azza w jalla berkata : sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaKu itu baik (condong kepada kebenaran), maka datanglah setan lalu memalingkan mereka dari agamanya". (HR Muslim)
Itulah kenapa jiwa harus dijaga.
*Bagaimana menjaga dan merawat jiwa?*
1. *Dengan menyucikannya.*
Allah SWT berfirman :
*قد أفلح من زكّىٰها*
" Sungguh beruntung orang yang menyucikannya". (As Syams : 9)
Maka sungguh beruntung orang yang mampu mengurus dan merawat jiwanya dengan menyucikannya.
2. *Tidak mengotorinya*
Allah SWT berfirman:
*وقد خاب من دسّىٰها*
"Dan merugi orang yang mengotorinya". (As Syams : 10)
Menyucikan jiwa itu dengan ketakwaan dan ketaatan.
Sedang mengotorinya dengan dosa dan kemaksiatan.
Mudah-mudahan kita semua senantiasa diberikan nikmat islam,iman, ihsan dan keistiqamahan dalam ketaatan sampai akhir kehidupan.
Sawangan, Depok
Jum'at, 4 Rabi'ul Awwal 1444/30 September 2022
Sandi Andriansyah (SA)