Majelis Taklim As-Sa'adatul 'Ummah

Majelis Taklim As-Sa'adatul 'Ummah

Share

Tepat di Kampung Stangkle dimulailah Majelis Taklim As-Sa'adatul 'Ummah yang hadir dalam rangka mendidik generasi berakhlak mulia, sholeh/ah dan mandiri. Amiin.

Puji syukur hanya untuk Allah pemilik dan pemelihara alam semesta, pemberi Rezeki dan Pengampun bagi ummatnya. Shalawat dan salam semoga tersampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan insya Allah kepada kita para pembaca yang tetap istiqomah mengikuti sunnahnya hingga yaumil kiyamah. Hadir dengan latar belakang kecemasan akan masa depan musholla disudut kampung kecil, kampung Stangk

14/03/2023

Belajar Fawatihussuwar

Alif Lam Miim

Surat Al Baqoroh Ayat 1

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan manfaat, juga berikan kebaikan untuk kita semua. Aamiin

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
========================
Info, Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
WA: 088212522273
wa.me/6285732013473
wa.me/6288212522273












24/02/2023

Belajar Surah Al Fatihah part 1



Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan manfaat, juga berikan kebaikan untuk kita semua. Aamiin

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
========================
Info, Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
WA: 088212522273
wa.me/6285732013473
wa.me/6288212522273












05/04/2022

Kajian "Standar Keberhasilan Bulan Ramadhan"
Kajian SMK
Bersama Ust. Luqmanul Hakim
DKM Kapal Munzalan

Photos from Majelis Taklim As-Sa'adatul 'Ummah's post 08/02/2022

Yuk ngaji lagi tipis2 . Catatan 👇🏻

⚠️Ketika ngucapin huruf sukun, pengucapan harakat harus diperhatikan dengan baik dan benar ya
⚠️jangan ngerubah lin pada ya’ ي menjadi imalah (semacam bunyi e)
⚠️jangan ngerubah lin pada waw و menjadi vokal “o”.
⚠️Saat baca lin , jangan bunyinya seolah menambah hamzah kasrah (إِ)pada lin ya’ ي atau menambahkan hamzah dhommah (أُ) pada lin waw و (cek tutorial video)☝🏻

Semoga bermanfaat buat yang pengen perbaiki bacaan Al-Qur’an🙌

Btw, agar bacaan kita lebih sempurna, jangan lupa belajar langsung sama guru ngaji ya.

Source : Syarh Manzhumah Al-Fatihah | Ust. M. Laili Al-Fadhli S.Pd.I

🏷SAVE post ini buat belajar nanti kalo sewaktu-waktu kalian lupa.
🏷SHARE post ini , supaya yang lain tau tentang cara ngucap ini.
🏷COMMENT post ini, kalo ada yang pengen ditanyakan ya

Follow .id

Siapa Aja Bisa belajar ngaji lagi dari dasar pake bantuan IQRO’ disini 🙌

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈

=========================


Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
wa.me/6285732013473










https://www.instagram.com/p/CZtmou3pyIQ/

04/01/2022

"...Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu (orangtua)..."(QS Luqmān [31]: 14)

Doakan Orangtua Setelah Sholat

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
.id

Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
wa.me/6285732013473

16/12/2021

JIKA TINGGAL SHOLAT!!
Meninggalkan sholat bukanlah satu perkara yang ringan tanggung jawabnya di pengadilan Allah ﷻ. Dalam kitab Irsyâdu al-‘Ibâd karya Syekh Zainuddin al-Malibari dalam bab Fadhlish Shalâtil Maktûbah dikabarkan bahwa terdapat 15 keburukan yang akan diberikan kepada orang-orang yang meninggalkan shalat.

Enam siksaan ketika di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan ketika di alam kubur, dan tiga siksaan ketika dibangkitkan dari alam kubur.

Enam siksaan di dunia:
(1) di angkat keberkahan umurnya;
(2) dihilangkan ciri-ciri keshalihan diwajahnya;
(3) segala amal baiknya tidak akan mendapatkan pahala;
(4) doanya tidak dikabulkan;
(5) tidak dapat bagian doa dari doanya orang-orang shalih;
(6) akan dibenci oleh kebanyakan orang.

Tiga siksaan ketika meninggal:
(1) mati dalam kondisi terhina;
(2) mati dalam kondisi lapar
(3) mati dalam kondisi haus, yang apabila diminumkan satu lautan pun tidak mungkin akan dapat menghilangkan dahaganya.

Sedangkan tiga siksaan di alam kubur:
(1) kuburannya menyempit sehingga tulang-tulang rusuk saling bersimpangan;
(2) ruang kubur dipenuhi api sehingga sehari-hari hidup bergelimangan di atas bara;
(3) di alam kuburnya akan ditemani ular besar utusan Allah untuk menyiksa yang diberi nama Asy-Syuja’ Al Aqra’.

Tiga siksaan ketika dibangkitkan dari kubur menuju padang makhsyar:
(1) hisab yang berat; (2) dibenci Allah ﷻ; (3) dimasukkan ke dalam neraka. (Syekh Zainuddin ibn Abdul Aziz al-Malibari, Irsyâdu al-‘Ibâd, Semarang: Toha Putra. hlm. 12).

Semoga kita semua, pembaca, guru, santri dan yang mendukung Fanpage ini termasuk orang-orang yang selalu istiqamah menjaga shalat 5 waktu dan dijauhkan dari siksa-siksa-Nya Amiin.

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈

Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
wa.me/6285732013473


15/12/2021

Di antara beberapa akhlak mulia/terpuji (akhlaqul karimah) yang terdapat di dalam Al Quran
1. Jujur | Benar
2. Rendah Hati
3. Lemah Lembut
4. Kasih Sayang
5. Sabar
6. Malu
7. Amanah
8. Pemaaf
9. Bersyukur
10. Istiqomah
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈

Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
wa.me/6285732013473

Photos from Majelis Taklim As-Sa'adatul 'Ummah's post 14/12/2021

*ILMU YANG SUDAH JARANG DITEMUKAN DI ZAMAN INI*
Suatu hari, Umar RA. sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, Wahai Amirul Mukminin..!"
"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini.. !".
Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda..?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."
"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah hukum Allah atasnya..!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,
"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu...?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Nakk.., tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu..?", tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku..?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.
"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman Al Farisi yang berkata.
"Salman..?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa_sallam yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.
Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat
seperti Salman akan dikorbankan.
Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.
”Itu dia..!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya..!”.
Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.
”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”
”Demi Allah..!”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,
“Mengapa kau susah payah kembali..? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang..?” tanya Umar.
_*”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...”*_ jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal..?"
Kemudian Salman menjawab : _
_*Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.*_
Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.
”Allahu Akbar.. !”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.
“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.
Semua orang tersentak kaget.
“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini..? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.
Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
_*”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.*_
”Allahu Akbar..!” teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan s**acita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan Al Islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada di jalan_NYA .
Allahu Akbar ..
Beginilah layaknya contoh umat islam yg sebenarnya, bukan malah saling menghujat satu sama lainnya...

Photos from Majelis Taklim As-Sa'adatul 'Ummah's post 18/09/2021

6 Alasan Anak Harus Main Di Luar Bukan Main Gadged!

Anak VS Gadget

09/07/2021

https://www.instagram.com/p/CRBHCJRDibG/

Gengs, gak kerasa udah setahun lebih nih belajar dari rumah, tapi ngaji dari rumah juga dah 3 hari eni nih kite libur...☹️
Gimana rasanya belajar online setahun lebih nih? Kalian lebih s**a belajar ngaji di rumah atau di musholla?
Yuk tulis di kolom komentar👇🏻

Yuk share dan mention juga ke temen kamu yang lain👌🏻

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈

Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
wa.me/6285732013473



09/07/2021

Gengs, gak kerasa udah setahun lebih nih belajar dari rumah, tapi ngaji dari rumah juga dah 3 hari eni nih kite libur...☹️
Gimana rasanya belajar online setahun lebih nih? Kalian lebih s**a belajar ngaji di rumah atau di musholla?
Yuk tulis di kolom komentar👇🏻

Yuk share dan mention juga ke temen kamu yang lain👌🏻

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈

https://www.instagram.com/p/CQ_SI4KLl5s/?utm_source=ig_web_copy_link

Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
wa.me/6285732013473



09/07/2021

Repost: Alilakids
Ayah Budiman dan Bunda shalihah, memang benar jika si kecil saat ini belum memasuki masa baligh. Itu artinya belum ada balasan dosa ataupun pahala yang harus mereka tanggung atas perbuatannya.

Namun bunda, perkara halal dan haram sebaiknya sudah mulai kita tanamkan pada si kecil. Bukan hanya halal haram dalam urusan makanan, tapi perkara berpakaian dan pergaulan yang telah islam atur untuk seluruh ummat.

Bunda dengan kita mendidik anak-anak sejak dini, harapan kita kelak jika mereka sudah memasuki masa baligh maka tak sulit bagi kita untuk meminta mereka untuk taat kepada aturan Allah. Mungkin akan ada beberapa anggapan, bahwa kita bersikap berlebihan dalam mendidik. Namun, percayalah bunda, bahwa perkembangan zaman dan terpaan dari luar begitu kuat untuk pengaruhi anak kita pada hal yang jauh diluar aturan islam.

Oleh karenanya, yuk tanamkan perkara halal dan haram sejak dini (pra-baligh), agar aturan islam senantiasa mereka ikuti hinggak kelak dewasa nanti.

Taat sejak dini, tuk lahirkan generasi Islami

Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈
Follow .assadatul.ummah 👈

https://www.instagram.com/p/CQ8AayMLi93/?utm_source=ig_web_copy_link

Registrasi & Donasi:
WA: 085732013473
wa.me/6285732013473


Want your school to be the top-listed School/college in Depok?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Margonda Raya Gang Kedondong Kp. Stangkle RT. 02/16 Kemirimuka/Beji/(Musholla As-Sa'adatul Ummah)
Depok
16423