27/10/2025
InsyaAllah akan ada sharing dari Dr. Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan. Bagi teman teman yang ingin menyaksikan dapat melalui chanel youtube Indonesia https://youtube.com/?si=j-Fh7IQ2szhaPjOW
07/05/2025
🕌 *MA'HAD ALY BINA DAI CENDEKIA DEPOK*
📚 *FULL BEASISWA*
*PENDAFTARAN MAHASANTRI BARU*
°°° *PROKADA* °°°
(Program Kaderisasi Dai & Ulama)
*PROFIL PROGRAM*
📙Masa pendidikan 4 th + 1 th pengabdian
📙Hafal Al-Qur'an 30 juz + Bahaasa Arab + Pengetahuan Syari'ah Islam
📙Khusus Putra
*KEUNGGULAN*
⭐ Beasiswa penuh
⭐ Lokasi dan suasana yang kondusif
⭐ Tenaga pendidik yang berpengalaman
⭐ Kurikulum terpadu
⭐ Kelas yang kondusif
⭐ Pembinaan akhlak
⭐ Pembinaan Leadership, Public Speaking, Karakter dan Kompetensi
*STANDAR LULUSAN*
🖊️Hafal Al-Quran 30 juz
🖊️Hafal 500 Hadits Ahkam
🖊️Terampil bahasa Arab tingkat lanjut
🖊️Pengetahuan islam memadai
🖊️Berakidah lurus, beribadah benar & berakhlak baik
🖊️Terampil berdakwah dengan hikmah
*===PENDAFTARAN===*
*==MAHASANTRI BARU==*
*===TAHUN 2025===*
*SYARAT*
1⃣Berkelakuan baik (tidak ada catatan kriminal, seperti mencuri, pacaran, merokok, mabuk)
2⃣Bersedia menyelesaikan masa pendidikan selama 4 tahun + 1 thn pengabdian
3⃣Bersedia belajar dan tinggal di asrama selama masa pendidikan
4⃣Siap dikirim kemanapun saat pengabdian
5⃣Rekomendasi dari guru,tokoh atau ormas islam
6⃣Mempunyai Ijazah Pesantren/MA (tidak lebih dari 3 tahun, nilai rata-rata 7.5)
7⃣Lulus seleksi
*KETENTUAN*
🔹Waktu Pendaftaran : 25 April 2025 – 20 Juni 2025
🔹Jadwal Seleksi 22-23 Juni 2025,
Pengumuman hasil seleksi : 25 Juni 2025
Mulai belajar : 1 Juli 2025
🔹Materi Tes :
- Al Quran
- Bahasa Arab
- Wawasan keislaman
🔹Bentuk seleksi
- Wawancara (Online)
🔹Format pendaftaran melalui WA :
Nama- Asal Daerah- Asal Sekolah- TTL
*Kirim ke :
082113455677 /
081310753015 /
085366039559*
🔹Untuk pendaftaran cukup mengirimkan foto ijazah dan nilai
*LOKASI*
Komplek perum Adhi Karya, Jl. Adhi Karya No 45 E ,Rt 01 / 15 kec. Pancoran Mas, DEPOK Jawa Barat 16431
📧: [email protected]
Untuk mendaftar silahkan klik link di bawah ini:
https://forms.gle/CRt4qMvXWzErE1df8
***********
_Mohon berkenan untuk menyebarkan, barangkali ada saudara kita yg membutuhkan._ 🙏🏻
_Semoga menjadi a'mal jariyah, syukron, wa jazaakumullah khairon_
25/11/2024
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata: “Ketika kami sedang dudukw di masjid, Rasulullah shallallahu alaih wasallam tiba-tiba keluar dan duduk bersama kami. Maka seakan-akan di atas kepala2 kami ada burung, sehingga tidak ada satu pun dari kami yang berbicara -karena takzim kami-.” (HR. al-Bukhari)
.....
Perhatikanlah Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu anhuma, dengan kedudukan dan kemuliaannya, beliau mau menuntun tali kendaraan Zaid bin Tsabit al-Anshari radhiallahu anhu dan berkata: “Demikianlah kami diperintahkan memperlakukan ulama kita.” (HR. al-Hakim) ......
Imam Abu Hanifah ketika hendak berguru kepada Hammad bin Abu Sulaiman, salah satu gurunya. Ia selalu menunggu Hammad di depan pintunya, tanpa merasa malu atau risih. Padahal ia adalah seorang pedagang kaya di Kufah.
....
Imam Asy-Syafi’i berkata, “Aku senantiasa membuka kertas kitab di hadapan Malik dengan lembut agar ia tidak mendengarnya, karena hormat kepada beliau.”
.... Ar-Rabi’, sahabat asy-Syafi’i sekaligus muridnya, mengatakan, “Aku tidak berani minum air sedangkan Asy-Syafi’i melihatku, karena menghormatinya.”
....
kisah Imam An-Nawawi, suatu hari ia dipanggil oleh gurunya, Al-Kamal Al-Irbili, untuk makan bersamanya. Maka ia mengatakan, “Wahai Tuanku, maafkan aku. Aku tidak dapat memenuhinya, karena aku mempunyai uzur syar’i.” Dan ia pun meninggalkannya. Kemudian seorang kawannya bertanya kepadanya, ‘Uzur apa itu?’ Ia menjawab, ‘Aku takut bila aku menyuap makanan mendahului guruku."
.... Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, “Diantara hak gurumu terhadapmu adalah engkau mengucapkan salam kepada orang secara umum dan mengucapkannya secara khusus kepadanya, engkau duduk didepannya, jangan menunjuk dengan tanganmu disisinya, dan jangan memberi isyarat dengan matamu, jangan p**a engkau mengatakan, ‘Fulan mengatakan yang berbeda dengan yang Tuan katakan’, jangan mengghibah seseorang di hadapannya, jangan bermusyawarah dengan temanmu di majelisnya, jangan memegang bajunya apabila ia bangun, jangan mendesaknya apabila ia tampak sedang malas, dan jangan p**a berpaling darinya.” Demikian disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitabnya, At-Tibyan fi Adabi Hamalah al-Qur’an
31/10/2024
Mungkin sebelumnya ada diantara kita pernah menyaksikan video pendek yang menampilkan wawancara anak kecil dari Korea atau China yg beragama Islam, ketika dia ditanya "kenapa kamu belajar Bahasa Arab?", spontan dia menjawab " Karena aku muslim".
Kira2 itulah jawaban ringkas dan padat, jika kita ditanya kenapa mesti belajar bahasa arab. Keterkaitan kita sebagai seorang muslim dg beragam aktifitas ibadah ritual yg penuh dengan do'a-do'a, yg pastinya bahasa arab, maka tak dapat disanggah betapa urgennya belajar bahasa arab di kehidupan kita.
Sabtu lalu 26 Oktober, MABDA INDONESIA akhirnya mendapatkan peluang untuk mengundang seorang pakar bahasa arab, dosen senior di LIPIA Jakarta, tidak lain dan tidak bukan beliau adalah Ustadz Dr Budiansyah, sintaktisi dan morfolog-nya bahasa arab yg sudah masyhur di Indonesia.
Di seminar bahasa arab ini, Mabda yg menjadikan Bahasa Arab sebagai kurikulum induk -disamping Al-Qur'an dan Ulum Syari'ah- begitu antusias untuk menggali metodologi belajar mengajar bahasa arab yg cocok untuk berbagai kalangan.
Pada awal pembukaannya, Dr Budiansyah menceritakan sedikit problematika yg sering dihadapi para pelajar di ma'ahid dan pesantren, sebagaimana dulu yg beliau rasakan ketika mondok di Pesantren Gontor, diantaranya adalah menyusun kalimat-kalimat dalam bahasa arab tidak mengikuti kaidah dan ta'bir yg dipakai oleh orang arab asli. Kebanyakan hanya mengandalkan kosakata2 yg disambung2.
Padahal menurut beliau, Anashir atau unsur-unsur bahasa arab itu ada 3, yaitu:
- Ashwat (Suara, pelafalan huruf dan kata harus pas dengan intonasi dan frekuensi yg sebisa mungkin mirip dengan gaya berbicara orang arab)
- Mufrodat (Kosakata, baik yg klasik maupun kontemporer)
- Tarokib (Susunan kalimat yg dipakai orang arab dalam berdialog maupun dalam sistematika menulis)
Problematika selanjutnya adalah, sebagai 'ajam, lidah orang kita sering kesulitan melafalkan huruf yg tidak ada dalam alfabet indonesi, seperti ث ، ح ، ع، ض dll..
Sambil berkelakar, beliau bilang, Jama' dimaklumi, bahwa huruf asli dalam bahasa indonesia itu terbatas, bahkan huruf seperti F, X, Z itu bukan termasuk alfabet kita.
Buktinya, jika ada satu kosakata yg dimulai dari huruf itu, bisa dipastikan itu kata serapan dari bahasa asing.
Selanjutnya beliau juga menekankan bahwa, untuk mahir berbahasa arab, maka sudah semestinya untuk mempelajari dan menguasai 4 maharot atau kemahiran berbahasa :
- Istima' (mampu mendengar dan memahami perkataan & pembicaraan yg berbahasa arab)
- Muhaddatsah (mampu dan berani berbicara berbahasa arab)
- Kitabah (mampu menulis dan mengarang dengan bahasa arab)
- Qiro'ah (mampu membaca dan memahami berbagai teks berbahasa arab)
Tak lupa beliau juga memberikan nasihat kepada Civitas MABDA, bahwa untuk berhasil dalam belajar maupun mengajar, terutama bahasa arab, diperlukan keikhlasan niat, 'azzam yg kuat, hubb atau cinta pada pelajaran tersebut, juga kuat dalam kesabaran.
Semoga seminar singkat lalu memberikan manfaat dan view yg lebih luas lagi bagi Mabda untuk membumikan bahasa arab di indonesia.
20/10/2024
MABDA sebagai salah satu wadah pendidikan berbasis pesantren, yg meskipun terhitung masih sangat kecil, namun terus berusaha mencoba meriset, merancang dan mengembangkan beberapa sistem dan program pendidikan yg dianggap akan dibutuhkan para santri, baik di masa sekarang maupun akan datang.
Diantaranya adalah pengadaan program JIMAT, JITU,dan JIHAD.
Sebuah program yg melibatkan para santriwan/wati yg dipandu para asatidzah untuk menyampaikan kajian-kajian berbasis kitab dengan berbagai bidangnya yg diampuh.
Bentuk kegiatan ini diantaranya ialah; para santri diminta memaparkan satu tema dari kitab dalam setiap penampilannya, dengan persiapan yg matang, retorika dan diksi yang cakap, didukung tampilan2 slide yg elegan.
Pertanyaan, sanggahan, dan kritikan akan siap menghujani di tengah maupun di akhir penampilan.
Kegiatan semacam ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah melatih mental para santri untuk tampil di podium menyampaikan materi dan mempertahankan argumen2nya.
MABDA ingin menyadarkan peserta didiknya bahwa ilmu itu bukan sekedar apa yg diterima saja, namun juga apa dan bagaimana menyampaikannya kembali.
Tidak kalah penting juga, dengan program seperti ini membentuk karakter pelajar yang serius dalam berpegang pada validitas sumber dalam menyampaikan materi.
Program ini meskipun menguji nyali, tapi sangat menarik bagi para santri.
Program yang tadinya cuma sepekan sekali, sekarang menjadi tiga kali.
JIMAT (Kajian ilmiah malam Jum'at)
JITU (Kajian ilmiah sore Sabtu)
JIHAD (Kajian ilmiah malam Ahad).
15/09/2024
--REPOST--
Sabtu, 2 pekan lalu, seluruh mahasantri/wati dan asatidzah ma'had MABDA Indonesia mendapatkan kesempatan pelatihan menanam sayuran dengan sistem Hidroponik atas inisiasi salah satu tamu yg berkunjung, yang mana awalnya beliau melihat tanaman di teras asrama santriwati yg ditanam secara sederhana.
Mungkin batin beliau, jika minat dan kesungguhan santri terhalang oleh fasilitas, maka sudah seharusnya disupport supaya berhasil dan berkembang.
Selaras dengan asa beliau, MABDA sebagai lembaga juga sangat berharap dengan diadakannya pelatihan ini, ide-ide inovatif dan jiwa kreativitas peserta didiknya terbangun dalam dunia wirausaha dan bisnis dalam kehidupan masa depan mereka nantinya, dan berguna dalam menopang jalan dakwah mereka kelak.
Disamping itu, mudah-mudahan jika pelatihan ini berhasil, itu akan menjadi solusi untuk kemandirian pangan Pesantren MABDA, terkhusus dalam memenuhi suplai sayur-mayur konsumsi para santri sehari-harinya kedepannya.
*****************
Pelatihan yang dilaksanakan langsung di kebun hidroponik Pagi Farm Ciluar, Bogor Utara, membuat semangat mahasantri semakin antusias. Sehingga jam 6 pagi sudah meluncur dari Depok menuju Bogor.
Selama kurang lebih 7 jam, materi budidaya hidroponik disampaikan oleh Pak Dadan selaku Praktisi dan Founder beberapa kebun hidroponik daerah Bogor.
Mahasantri diajak memahami betapa pentingnya bertani, karena generasi muda sekarang seolah memutus estafet pekerjaan mulia leluhurnya, yaitu menjadi petani.
Hanya saja, sesuai dengan perkembangan zaman, sistem pertanian pun berkembang, selain model konvensional, ada juga sistem organik dan juga hidroponik yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam.
Sistem Hidroponik dianggap cocok untuk pesantren yang tidak memiliki lahan seperti MABDA, maka mahasantri ditekan betul menguasai minimal satu dari beberapa sistem hidroponik, seperti sistem Wick/Sumbu, DFT, NFT, DWC, Fertigasi, maupun Aeroponik.
Setelah itu...
Mahasantri memulai dengan mengenal macam-macam media tanam untuk sistem hidroponik, semisal rockwool, cocopit, hidroton dll.
Lalu diajarkan cara menyemai benih, secara teori maupun prakteknya. apa yang harus dilakukan ketika pra-semai, memperhatikan daun kotil dan daun sejati, pencahayaan, nutrisi, suhu air dan PH airnya dll.
Di akhir materi, peserta diberi benih beberapa jenis sayuran dan media tanamnya, yang akan disemai dan ditanam secara hidroponik ketika sudah kembali ke Pesantren MABDA.
Mudah-mudahan ilmu hidroponik yang dipelajari bisa dipraktekkan dengan baik, dan berhasil menjadikan MABDA sebagai salah satu pesantren yang bisa swasembada sayuran sehat.