11/05/2026
Di tengah dunia yang memuja “kuat”, banyak jiwa diam-diam lelah. Banyak yang tersenyum di luar, tapi perang di dalam tak pernah benar-benar reda. Manusia, makhluk yang bisa mengirim roket ke langit tapi masih kalah oleh pikirannya sendiri.
Padahal Allah memperkenalkan diri-Nya hampir di setiap surah dengan kasih terlebih dahulu:
Ar-Rahman, Ar-Rahim.
Bukan tanpa alasan. Karena jiwa manusia memang rapuh, dan rahmat Allah memang disiapkan untuk merangkul yang rapuh.
Islam tidak mengajarkan kita menjadi batu tanpa emosi. Islam mengajarkan kita mengelola luka tanpa kehilangan arah, menangis tanpa putus asa, bersalah tanpa membenci diri sendiri, serta takut tanpa kehilangan tawakal.
Kadang kesehatan mental bukan dimulai dari hilangnya masalah, tetapi dari berubahnya keyakinan dalam hati. Sebab jiwa yang mengenal rahmat Tuhan, akan selalu punya alasan untuk p**ang dan pulih.