Kajian Musa

Kajian Musa

Share

Majelis Taklim

05/05/2023

🔖Musa Daily
Berbagi satu kebaikan setiap hari✨

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
📔 HUKUM BERBURUK SANGKA DAN MENCARI-CARI KESALAHAN...
Oleh:
Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr.

Allah Ta’ala berfirman;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain.. " [QS. Al-Hujurat: 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus.
Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, terutama yang terus ingin dicari aibnya adalah orang-orang beriman, hal ini biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Rasulullah ﷺ bersabda;
إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا
“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563]

Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata, “Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”

Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain, menaruh curiga atau prasangka buruk yang terlarang adalah prasangka jelek pada orang beriman dan pelaku kebaikan, dan itulah yang dominan dibandingkan prasangka pada ahli maksiat. Kalau menaruh curiga pada orang yang gemar maksiat tentu tidak wajar. Adapun makna, janganlah ‘tajassus’ adalah jangan mencari-cari dan mengikuti kesalahan dan ‘aib

21/01/2023

🔖 *Musa Daily*
*Berbagi satu kebaikan setiap hari* ✨

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Roda kehidupan terus berputar. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada s**a, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan.

Tidak ada manusia yang tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama.

Maka, situasi apapun yang tengah kita jalani saat ini, semoga Allah tenangkan dan terangkan hati kita.
Sebab, *_sering munculnya perasaan sedih dan galau bisa jadi bersumber dari hati yang gundah._*

Ibnul Qoyyim _rahimahullah_ berkata :
إنما تكون الهموم والغموم والأحزان من جهتين؛ إحداهما، الرغبة في الدنيا والحرص عليها؛ والثاني: التقصير في أعمال البر والطاعة
*“Sesungguhnya kesedihan, kesusahan dan kegalauan tiada lain datang dari dua arah :*
*1. Cinta dunia dan ambisi terhadapnya.*
*2. Kelalaian dalam beramal kebajikan dan ketaatan.”*
_(Udatus Shobirin : 256)_

Ya Allah, jauhkanlah kami dari ambisi cinta dunia dengan kelalaiannya, dan mampukan kami dalam ketaatan serta hati yang tenang dalam menjalani roda kehidupan ini 🤲 _Amin Yaa Mujibas Sa’ilin._

_Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi sallam._ 😇

https://www.instagram.com/p/CnqK5hWhmzD/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Sumber: https://www.google.com/amp/s/shahihfiqih.com/tazkiyatun-nafz/sebab-sering-munculnya-perasaan-sedih-dan-galau/amp/

20/01/2023

🔖 *Musa Daily*
*Berbagi satu kebaikan setiap hari* ✨

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Mulailah berAmal karena Allah* 💐
📚 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah _rahimahullah berkata_ :
Setiap kecintaan yang tidak karena Allah adalah batil (tidak bermanfaat).
Setiap amalan yang tidak dikehendaki dengannya Wajah Allah juga batil.

*“Dunia itu tercela, dan semua yang ada di dalamnya adalah tercela, kecuali sesuatu yang karena Allah.”*
Tidaklah sesuatu itu karena Allah kecuali apabila ia dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, dan itulah perkara yang disyariatkan. _(Al ‘Ubudiyyah: 120)_

Setiap amalan haruslah diawali dengan niat yang ikhlas, demi mengharapkan Ridho-Nya Allah Ta'ala. Meskipun amalan itu sedikit (kecil), maka berbuatlah ikhlas untuk amal yang sedikit.

📚 Abul Qosim Al-Qusyairi mengatakan, _*“Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan.*_ _Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sehingga yang dilakukan bukanlah ingin mendapatkan perlakuan baik dan pujian dari makhluk atau yang dilakukan bukanlah di luar mendekatkan diri pada Allah.”_

Maimun bin Mihran _rahimahullah_ (seorang tabiin) berkata:
‏إِنَّ أَعْمَالَكُمْ قَلِيلَةٌ
‏فَأَخْلِصُوا هَذَا الْقَلِيلَ …
*"Sungguh amal kalian itu amatlah sedikit.*
*Berbuat ikhlaslah untuk yang sedikit ini."*
_(Abu Nuaim dalam Al-Hilyah, 4:29)_

Amalan yang kecil (sedikit) saja harus ikhlas, apalagi amalan yang besar. Karena amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Dan janganlah merasa kita telah banyak beramal, apalagi tanpa diiringi niat ikhlas.
Semoga semua amal kita diterima oleh Allah _Subhanahu wa Ta'ala_ dan selalu ikhlas meraih Ridho-Nya. _Aamiin_ 🤲

***********
*Selamat Hari Jum'at,*
*Jangan lupa berAmal dan bersholawat* 😇
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

https://www.instagram.com/p/CnnxU9qL0PD/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Sumber: https://rumaysho.com/28566-amal-kita-masih-sedikit.html
https://ucapansalaf.com/tag/ikhlas/

19/01/2023

🔖 *Musa Daily*
*Berbagi satu kebaikan setiap hari* ✨

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*"Mari dimulai dari Syukuri yang Sedikit"*

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,_
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
*“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.”* _*(HR. Ahmad, 4/278.* Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)_

Hadits ini benar sekali. _Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak, jikalau rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri saja sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati._

Teruslah bersyukur atas nikmat dan rizki yang Allah beri, apa pun itu meskipun sedikit. Yang namanya bersyukur adalah dengan meninggalkan maksiat dan selalu taat pada Allah. Abu Hazim mengatakan, *“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.”* Mukhollad bin Al Husain mengatakan, *“Syukur adalah dengan meninggalkan maksiat.”* _(‘Uddatush Shobirin, hal. 49, Mawqi’ Al Waroq)_

Sebagai seorang muslim hendaknya kita harus selalu bersyukur kepada Allah, bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita. Yakinlah pada janji Allah dalam surat Ibrahim ayat 7, yaitu;

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
*"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”* _(QS. Ibrahim: 7)_

Semoga Allah mampukan kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur dan dijauhkan dari sifat kufur.. _Wallahu waliyyut taufiq_ 🤲

https://www.instagram.com/p/CnmD8YMrUWO/?igshid=MDJmNzVkMjY=

11/01/2023

*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk (kebaikan), maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.”* _(HR. Muslim no. 2674)_
============================================================

🌸 *KAJIAN RUTIN* 🌸
🌟 *TADABBUR AL QUR'AN* 🌟

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Al-Qur'an* adalah ruh bagi siapa saja yang membaca, _mempelajari dan mengamalkannya._ Memberikan _ketenangan di saat gundah, resah, tidak tenang bahkan akan menjadi obat ketika kita sakit dan sebagai perantara kedekatan_ kita dengan Allah Ta'ala.
Mari kita sirami lagi ruh dalam diri dengan berinteraksi mengkaji ayat-ayat Al -Qur'an, Setelah 2 pekan kemarin kita tidak berjumpa dan berkumpul di majelis ilmu.
InsyaAllah, kita akan melanjutkan kembali untuk Kajian Rutin Tadabbur Al-Qur'an di majelis Musa pekan ini, pada;

📆 *Hari : Rabu, 11 Januari 2023*
⏰ *Pukul : 9.30 - 11.30 WIB,*
👳‍♀️ *Pemateri : Ustadz Lukmanul Hakim, MA*
📚 *Materi : Tadabbur Qur'an Surah Al-Lail : 12-21*
🏠 *Aula Lt.2 Gedung Depan Kuttab Quranuna*
📌 _JL. Curug ilir No. 85 Bojongsari - Depok_

📲 Pastikan kehadiran Ukhti / Ummahat sekalian dan dapat mengajak sahabat² tercintanya serta dapat _menShare informasi jadwal kajian ini._
Semoga Allah selalu merahmati kita semua dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqomah bersama Al-Qur'an serta Allah ringankan langkah kita untuk menghadiri Majelis Ilmu 🤲🏻😇
*_Sampai Bertemu di hari Rabu_* 💞

Tertanda:
🔖 *MUSA*
_Majelis Ummahaat Shalihaat_ 💐 ✨

10/01/2023

_*Undangan kajian Bulanan Kuttab Quranuna*_

‎بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ssstt.....
Ada yang lain nih di bulan Januari 2023, spesial buat Ayah-Bunda yang cinta dengan Buah Hatinya.

Di ajang Piala dunia Qatar yang lalu, heboh tentang larangan LGBT oleh tuan rumah. Dan sempet di protes oleh beberapa team sepakbola dari negara lain bahkan dari negaranya.

Kok sampai segitunya sih, LGBT ini sampai level dunia. Ini bahaya banget nih....

Jangan sampai deh generasi kita, anak cucu kita terpapar atau bahkan menjadi LGBT.

Gimana caranya?

Alhamdulilah, *Kuttab Quranuna* bersama *HAQQON & MUSA* menyelenggarakan

*Bedah Buku, Talkshow interaktif*
*Agar si Buah Hati Tak Menjadi Eljibiti*

📆 *Hari : Sabtu 14 Januari2023*
⏰ *Pukul : 8:00 - Selesai*
👳‍♀️ *Pemateri : *Kak Sinyo Egie*
*Ustadz* *Lukmanul Hakim, MA*
📚 *Materi* : *Bedah Buku*
*Agar Si Buah Hati Tak Menjadi Eljibiti*

🏠 *Aula Lt.2 Gedung Depan Kuttab Quranuna*
📌 _JL. Curug ilir No. 85 RT. 02/RW. 09 Bojongsari - Depok_

✍🏻 mengingat pentingnya acara tersebut, Semoga Allah mempermudah Ayah-Bunda untuk hadir dalam acara ini.
Jangan sungkan untuk berbagi informasi yang berharga ini kepada kerabat.

Konfirmasi peserta:
https://forms.gle/WLgummewDUPCoFYCA

** *informasi kajian & pemesanan Buku:*
📲 Dawud: +62 816-932-983

*Dapatkan bukunya*
_Early bird_ Rp. 80.000
_On The Spot_ Rp. 90.000

05/01/2023

🔖Musa Daily
Berbagi satu kebaikan setiap hari✨

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Salah satu perkara penting dan paling utama diperhatikan oleh seorang muslim adalah keadaan imannya; "Apakah imannya sedang bertambah atau berkurang." Dan hal ini juga mengisyaratkan kepada kita bahwa melalaikan keadaan iman merupakan jalan menuju kehancuran.

Imam Hasan al-Bashri رَحِمَهُ اللهُ pernah berkata,,
“Sesungguhnya diantara lemahnya imanmu (adalah) engkau lebih percaya kepada harta yang ada di tanganmu dari pada apa yang ada di sisi Allah..”
[ Jami’ul ‘Uluum wal Hikam 2/147 ]

Orang yang qona’ah tidak terpedaya dengan harta dunia yang mengkilau, dan ia tidak hasad kepada orang-orang yang telah diberikan Allah harta yang berlimpah. Ia qona’ah, yaitu ia menerima semua keputusan dan ketetapan Allah Ta'ala.

Bahwasanya ia pun benar-benar telah mengumpulkan banyak amalan-amalan hati yang sangat tinggi nilainya. Ia senantiasa berhusnudzon kepada Allah, bahwa apa yang Allah tetapkan baginya itulah yang terbaik baginya.
Ia bertawakkal kepada Allah dengan menyerahkan segala urusannya kepada Allah, sedikitnya harta di tangannya tetap menjadikannya bertawakkal dan ia lebih percaya dengan janji Allah daripada keindahan dunia yang ada di hadapan matanya. Dan itulah yang akan menambah keimanannya kepada Allah Ta'ala.

Semoga Allah anugerahi kita dengan kecukupan dunia agar tidak silau dengan harta yang berlimpah, dan dijadikannya kita sebagai orang yang qona'ah pandai bersyukur.
Wallahu waliyyut taufiq 🤲

'ah

31/12/2022

🔖 *Musa Daily*
*Berbagi satu kebaikan setiap hari* ✨

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Hadits berikut disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab _Riyadhus Shalihin_ ketika menyebutkan Bab _“Bersegera dalam melakukan kebaikan …“._ Di mana hadits ini berisi pelajaran agar tetap taat dan patuh pada pemerintah betapa pun bengis dan kejamnya. Ini adalah pertimbangan memilih _mudharat_ yang lebih ringan daripada memilih untuk memberontak.

📖 Lihatlah ketika Anas bin Malik _Radhiyallahu ‘anhu_ ditanya bagaimana sikap kita ketika menghadapi pemimpin yang kejam dan zalim seperti Al Hajjaj bin Yusuf yang dulu terkenal sebagai pemimpin yang kejam dan bengis.
Nasehat Anas bin Malik -sebagaimana yang ia dengar dari Rasul _shallallahu ‘alaihi wa sallam_– bahwa cara menghadapi kebengisan tersebut adalah dengan *bersabar.* Artinya tetap taat dan tidak memberontak. Hal ini berbeda dengan sikap sebagian saudara kita yang menyikapi pemimpin yang zalim dengan cara yang tidak sabar.

Dalam sebuah Hadits;
عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِىٍّ قَالَ أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الْحَجَّاجِ فَقَالَ « اصْبِرُوا ، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلاَّ الَّذِى بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ » . سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ – صلى الله عليه وسلم –

_Dari Az Zubair bin ‘Adiy, ia berkata, “Kami pernah mendatangi Anas bin Malik. Kami mengadukan tentang (kekejaman) Al Hajjaj pada beliau. Anas pun mengatakan,_ *“Sabarlah, sesungguhnya tidaklah datang suatu zaman melainkan keadaan setelahnya lebih buruk dari sebelumnya sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian. Aku mendengar wasiat ini dari Nabi kalian _shallallahu ‘alaihi wa sallam.”_* _(HR. Bukhari no. 7068)_

📖 Beberapa faedah dari hadits di atas;
- Kepemimpinan Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi terkenal bengis (zalim)
- Orang yang berilmu memiliki pandangan yang lebih jauh dan mendalam dibanding orang awam.
- Dianjurkan untuk bersabar ketika menghadapi fitnah.
- *Perintah untuk segera beramal shalih karena zaman berikutnya dikabarkan lebih parah dari sebelumnya.*
- Di akhir zaman banyak kerusakan yang timbul.
- Menolak masfadat (kerusakan) yang lebih besar dengan mengambil mafsadat yang lebih ringan. _Seandainya Anas bin Malik mewasiatkan untuk memberontak tentu akan timbul kerusakan yang besar ketika itu. Namun beliau perintahkan untuk bersabar sebagaimana wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam._

Demikian suatu zaman disebut zaman terbaik apabila banyaknya alim ulama dan orang-orang baik yang hidup, sementara zaman terburuk ialah manakala wafatnya para ulama sehingga yang tersisa orang-orang yang tidak faham akan agama.
_Wallahu a’lam bish-shawab_🤲

https://www.instagram.com/p/Cm0n9M6rWYq/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Sumber: https://muslim.or.id/17956-menyikapi-pemimpin-bengis-seperti-al-hajjaj.html

28/12/2022

🔖 *Musa Daily*
*Berbagi satu kebaikan setiap hari* ✨

*Salah satu karakter wanita shalihah adalah mampu menyenangkan hati suami ketika suami melihatnya,* baik karena pakaian, dandanan atau sebab-sebab yang lainnya. Lebih-lebih karena sang istri tersebut senantiasa menaati suami dan merespon perintah suami dengan penuh ketaatan, tanpa diiringi rasa sombong (congkak) atau merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada suami.

*Wanita yang paling baik*💞
Marilah kita renungkan sebuah hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Hurairah _radhiyallahu 'anhu,_ ketika Rasulullah ﷺ ditanya, *"Perempuan seperti apa yang paling baik?"*

Rasulullah _shallallahu 'alaihi wa sallam_ menjawab,

الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

*"Yang paling menyenangkan jika dilihat suami, mentaati suami jika suami memerintahkan sesuatu, dan tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci oleh suaminya."* _(HR. An-Nasa'i no. 3231, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)_

Maksud dari *"tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci oleh suaminya",* misalnya sang suami tidak s**a melihat istri memakai baju jenis tertentu, padahal baju tersebut sangat dis**ai oleh sang istri. Maka seorang istri shalihah akan mendahulukan keinginan suami daripada selera dirinya sendiri.

Inilah karakter wanita (istri) yang terbaik yaitu dia berusaha memperbagus dan mempercantik dirinya ketika berada di hadapan suaminya atau setiap kali dia bersama dengan suami. _Demikian p**a, perhatian dan fokus utama seorang istri adalah berkaitan dengan kebutuhan, keinginan, dan perintah sang suami._

Semoga Allah mudahkan segala aktivitas seorang istri untuk terus berusaha mentaati suaminya, menyenangkan, merawat, membersihkan dan menghias dirinya sendiri di hadapan suami serta menjalankan segala rumah tangganya. Karena Inilah yang kita dapatkan dari syariat Nabi _shallallahu ‘alaihi wa salam._ 🌹
_Wallahu a’lam bish-shawab_🤲

https://www.instagram.com/p/CmtQ8fDLbWa/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Sumber: muslim.or.id

22/12/2022

🔖 *Musa Daily*
*Berbagi satu kebaikan setiap hari* ✨

Berbakti kepada orang tua khususnya ibu memang lebih dianjurkan oleh agama Islam. Karena memang ibu sangat besar jasanya bagi anak-anaknya melebihi bapak. Oleh karena itu berbakti kepada Ibu didahulukan daripada berbakti kepada Bapak. Sebagaimana dalam hadits Nabi ﷺ,

Dari Abu Hurairah _radhiyallaahu ‘anhu,_ Beliau berkata, _“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata,_
*‘wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’* _Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab,_ *‘Ibumu!’* _Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’_
_Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab,_ *‘Ibumu!’* _Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab,_ *‘Ibumu’.* _Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi’, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,_ *‘Kemudian ayahmu’”.*
_(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)._

📖 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin رَحِمَهُ اللهُ berkata,
والأم أحق من أن يحتفى بها يومًا واحدًا في السنة، بل الأم لها الحق على أولادها أن يرعوها، وأن يعتنوا بها، وأن يقوموا بطاعتها في غير معصية الله -عز وجل- في كل زمان ومكان.
*“Seorang ibu lebih berhak untuk senantiasa dihormati sepanjang tahun, daripada hanya satu hari saja, bahkan seorang ibu mempunyai hak terhadap anak-anaknya untuk dijaga dan dihormati serta ditaati selama bukan dalam kemaksiatan terhadap Allah _Subhanahu wa Ta’ala,_ di setiap waktu dan tempat”.*
_(Majmu’ Fatawa wa Rasa’il no. 535 2/302, Darul wathan, 1413 H, Asy Syamilah)._

📆 Pandangan Islam Terhadap Perayaan Hari Ibu.
Hari ibu biasanya dirayakan setiap tanggal 22 Desember, berikut _fatwa Al-Lajnah Ad- Daimah (semacam MUI di Saudi)_ mengenai hal ini. Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “kapan tanggal yang tepat untuk memperingati hari ibu?”

Mereka menjawab:
🏷 *“Tidak boleh mengadakan peringatan yang dinamakan dengan peringatan hari ibu, dan tidak boleh juga memperingati perayaan peringatan tahunan yang dibuat-buat (tidak ada tuntunannya dalam al-Qur’an dan As-sunnah, karena perayaan (ied) tahunan yang diperbolehkan dalam Islam hanya Idul Fitri dan Idul Adha).*

Nabi ﷺ bersabda,
من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد
*“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak pernah kami tuntunkan, maka amalan itu tertolak”.* _(HR. Al-Bukhari dalam Ash-Shulh: 2697)_

Perayaan hari ibu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat _radhiallahu 'anhum_ dan para imam salafus shalih. Perayaan ini adalah sesuatu yang diada-adakan dan menyerupai orang kafir _(tasyabbuh)._
_(Fatawa Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi, jilid 3 hal. 85)._

Mari kita hormati ibu setiap waktu dan senantiasa mendoakan mereka;
رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
*"Yaa Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"* _(QS. Al-Isra: 24)_

https://www.instagram.com/p/CmdPgNsr9Ew/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Sumber: https://muslim.or.id/19315-hari-ibu-setiap-hari-bukan-setahun-sekali.html

09/12/2022

🔖 *Musa Daily*
*Berbagi satu kebaikan setiap hari* ✨

Salah satu bentuk adab yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim yang berkaitan dengan makanan adalah adanya "Larangan untuk mencela (menghina) makanan." Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah _radhiyallahu ‘anhu_, bahwa Nabi ﷺ bersabda;

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
*“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera (s**a), beliau memakannya. Apabila beliau tidak s**a, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya).”* _(HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064)_

*Mengapa Dilarang Mencela Makanan?*
Sebab larangan tersebut adalah karena makanan (pada hakikatnya) merupakan ciptaan Allah Ta’ala, sehingga tidak boleh dicela. Ada sisi (penjelasan) yang lain terkait larangan ini, yaitu celaan terhadap makanan akan menyebabkan adanya rasa sedih dan menyesal di dalam hati orang yang telah membuat dan menyiapkan makanan tersebut. Maka Nabi ﷺ menutup pintu ini sehingga tidak ada jalan masuknya rasa sedih ke dalam hati seorang muslim. Dan syariat selalu memperhatikan hal ini. _(Kitaabul Adab, hal. 164)_

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin _rahimahullah_ berkata,
*“Yang hendaknya dilakukan oleh seseorang jika dihidangkan makanan adalah menyadari besarnya nikmat Allah Ta’ala kepadanya dengan memudahkannya (mendapatkan makanan) dan juga bersyukur atasnya. Dan seseorang hendaknya tidak mencela makanan tersebut. Jika dirinya berselera dan senang (s**a) terhadap makanan tersebut, hendaklah dimakan. Jika tidak, maka tidak perlu dimakan, dan tidak mengomentari makanan tersebut dengan komentar yang berisi celaan dan hinaan."* _(Syarh Riyadhus Shalihin, 1; 817)_

Makanan adalah nikmat dari Allah Ta’ala, karena itu janganlah sekali-kali kita mencelanya. _Jika kita s**a maka makanlah, namun jika tidak maka tinggalkanlah,_ sebagaimana yang Rasulullah ﷺ ajarkan.
*Ingatlah,* bisa jadi makanan yang tidak kita s**ai itu sangat diharapkan oleh seseorang yang kurang mampu yang harus banting tulang bekerja keras hanya untuk mendapat sesuap makanan. Semoga Allah Ta'ala menganugerahi kita rasa menghargai yang tinggi untuk pandai bersyukur pada-Nya.
_Wallahu a’lam bish-shawab_ 🤲

https://www.instagram.com/p/Cl5KG4FL-zD/?igshid=MDJmNzVkMjY=

Want your school to be the top-listed School/college in Depok?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Curug Ilir, Bojongsari
Depok
16517