30/12/2025
1 MENIT TADABUR AKHLAK
Sobat Yufid, bacaan 1 menit di bawah ini sungguhlah menginspirasi...
Yuk, sejenak kita baca:
Di antara ujian terbesar bagi manusia dalam kehidupannya adalah ujian akhlak di masa sulit, bukan di waktu lapang. Karena bukan hal yang sulit untuk tampil baik ketika kita sedang dalam keadaan lapang dan damai.
Bahkan orang yang terkenal s**a cemberut pun akan tersenyum ketika langit menghujaninya dengan kebaikan, dan bahkan orang bengis pun akan berubah lemah lembut ketika memperoleh keinginannya, menemukan orang yang menyetujui pendapatnya dan membalas cintanya.
Namun, akhlak yang hakiki tidak diukur di hari-hari penuh nikmat, tapi akan tersingkap pada saat jatuh bangun, di sudut-sudut gelap kehidupan, ketika kebutuhan mendesak, pada masa nafas terasa sesak, saat kesabaran diuji, dan jati diri ditampilkan.
Hal yang dapat mengungkap jati diri seseorang bukanlah ucapannya ketika menjadi orang yang dis**ai, tapi ketika dia diperlakukan dengan buruk.
Adabnya bukan pada sikapnya terhadap orang yang mengagungkan kedudukannya, tapi terhadap orang yang tidak mampu memberi keuntungan apapun untuknya.
Kelembutan hatinya bukan terhadap orang yang bersepakat dengannya, tapi terhadap orang yang menyelisihi, menyakiti, dan menentangnya.
Hanya di situ jati diri seseorang akan terlihat dan hakikatnya akan tersingkap, apakah itu sekedar kebiasaan sosial yang dipakai seperti halnya pakaian, atau menjadi ibadah yang dipersembahkan kepada Allah Subhanahu Wa Taโala semata?
Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุฅููููู
ูุง ุจูุนูุซูุชู ููุฃูุชูู
ููู
ู ู
ูููุงุฑูู
ู ุงููุฃูุฎูููุงูู
"Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah Subhanahu Wa Taโala) untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
Akhlak bukanlah kemewahan sosial, bukan p**a hiasan yang kita pakai untuk bersolek di hadapan manusia, tapi ia merupakan bagian agama sebagai ibadah yang dipersembahkan kepada Allah Subhanahu Wa Taโala.
Bahkan, ia termasuk salah satu ibadah terbesar dan amalan yang paling berat timbangannya pada Hari Kiamat kelak.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ู
ูุง ู
ููู ุดูููุกู ุฃูุซููููู ููู ู
ููุฒูุงูู ุงููุนูุจูุฏู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ู
ููู ุญูุณููู ุงููุฎููููู
"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amal seorang hamba pada Hari Kiamat daripada akhlak yang baik." (HR. At-Tirmidzi).
Ketika kamu menahan amarah, kamu tidak melakukannya karena lemah, tapi karena kamu menguatkan diri dengan Allah Subhanahu Wa Taโala.
Ketika kamu memaafkan, kamu tidak sedang menghinakan kehormatan diri, tapi kamu sedang memuliakan diri di sisi Tuhanmu.
Ketika kamu tetap bersikap lembut kepada orang yang berbuat buruk kepadamu, kamu bukan sedang berpura-pura baik kepadanya, tapi kamu sedang mendeklarasikan bahwa kamu mulia karena akhlakmu, bukan karena mereka.
Allah Subhanahu Wa Taโala berfirman:
ููููุง ุชูุณูุชูููู ุงููุญูุณูููุฉู ููููุง ุงูุณูููููุฆูุฉู ุงุฏูููุนู ุจูุงูููุชูู ูููู ุฃูุญูุณููู
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (balaslah) kejahatan itu dengan cara yang lebih baik." (QS. Fusshilat: 34).
โ
Dikutip dari KonsultasiSyariah.com, salah satu website yang dikelola tim Yufid