02/12/2020
Mengenal Metode Tartili (1)
Untuk membantu umat muslim belajar membaca al Quran dengan benar, mudah, efisien, dan menyenangkan, lahirlah berbagai metode pembelajaran.
Bagi generasi dulu, masih ingat bagaimana para guru mengajarkan dengan metode legendaris :
" alif fathah (di atas) a, alif kasroh (di bawah) i, alif dhommah (depan) u
A - i - u "
Itu dikenal sebagai metode Baghdadi
Kemudian di Indonesia lahir metode Iqra susunan Ustadz As’ad Humam. Metode ini sangat luas digunakan hingga saat ini. Ada p**a metode Qiroati susunan KH Dahlan Salim Zarkasyi. Selain itu p**a ada metode Dirosati, Tartila, Yanbu’a, dan lain-lain.
Metode Tartili dibuat oleh Ustadz Syamsul Arifin Al-hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah, Kesilir, Wuluhan, Jember, Jawa Timur. Yang bersangkutan awalnya adalah koordinator Qiroati se-Jawa dan Bali.
Berawal dari kesulitan yang dialami ustadz Syamsul memperoleh buku pedoman Qiroati, dan adanya tuntutan untuk membuat pembelajaran lebih cepat, tidak terlalu ketat, menyenangkan dan tidak mudah lupa, maka lahirlah metode Tartili.
Sejak pertama kali metode tartili muncul, yaitu mulai pertengahan tahun 2000 – sekarang, Alhamdulilah sudah berkembang pesat lebih dari 850 Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang memakai metode Tartili, khususnya di Wilayah Jawa Timur, Kudus, Semarang, Jakarta,dan Bali, bahkan baru-baru ini telah berkembang di Wilayah Sumatera.
(Bersambung)
Dirangkum dari :
https://www.nu.or.id/post/read/109206/metode-tartili-memesona-sejumlah-guru-tpq-di-mimika-papua
http://zimantartili.blogspot.com/2013/04/cara-cepat-belajar-al-quran-metode.html