14/03/2026
"al-Maqshid al-Asna fi Syarh AsmaiLlah al-Husna", Imam al-Ghazali, ke-5
Rumah Ukhuwwah Hujjatul Islam
Alhamdulillah... Kajian al-Asma` al-Husna yang telah berlangsung sejak Ramadhan 1442 H, dengan bimbingan Dr. Muhammad Ardiansyah ini telah berjalan dengan sangat baik. Pada tahun ini bermula pada 20-24 Ramadhan 1447/10-14 Maret 2026. Pada tahun ini dihadiri oleh 41 peserta, membahas nama Allah mulai dari al-Hasīb hingga al-Wakīl.
Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dalam mendukung ini. Jazaakumullah ahsanal jaza, wa barakallahu fikum.
Mudah-mudahan rahmat dan ridha Allah menyertai kita, memberi umur barakah, untuk sampai pada kajian mengenal asma` Allah berikutnya, Ramadhan tahun depan.
Selamat ber-taqarrub di hari-hari terakhir Ramadhan, menjemput ampunan dan cinta dari Allah Al-Karīm. Semoga kita tercurah asma`-Nya senantiasa. Semoga Allah mengkaruniakan tawfiq dan ma'rifah. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
Sampai jumpa kembali pada kesempatan berikutnya.
30/12/2025
Khataman Kitab Asrār al-Shaum
Alhamdulillah... Semalam HATI (Halaqah Taṣawwuf Ihyā` 'Ulūmiddīn) telah sampai pada sesi ke-221. Lebih istimewa lagi, karena atas rahmat dan berkat dari Allah SWT, kami diizinkan menyelesaikan pembahasan Kitab Asrār al-Shaum, kitab keenam dalam Ihyā` 'Ulūmiddīn karya Imam al-Ghazali.
Dengan bimbingan Dr. Muhammad Ardiansyah, pembahasan kitab ini berlangsung dalam 5 pertemuan. Bermula pada 13 Jumāda al-Ūla 1447/3 November 2025 hingga 9 Rajab 1447/29 Desember 2025.
Imam al-Ghazali membahas yang zahir sebelum yang bathin. Beliau menjelaskan shaum ada 3 tingkatan. Pada derajat ketiga (yang paling tinggi), khusus khusus, adalah menahan qalbu dari keinginan yang rendah. Menahan hatinya dari selain Allah secara keseluruhan. Jika memikirkan urusan duniawi (yang tidak terkait akhirat), maka batal (gagal).
..
Adapun ulama akhirat menyatakan bahwa SAH itu DITERIMA. Dengan diterimanya (shaum) itulah baru sampai kepada Allah. Yang mereka fahami supaya kita berakhlaq dengan sifat "shamadiyah" (kosong, tidak punya perut, tidak memerlukan apapun, tidak makan, tidak minum).
Sesungguhnya hawa nafsu kita lebih buruk daripada 70 syaithan. Para Ulama mengingatkan agar memperbanyak lapar (dan haus) untuk dapat menundukkannya. Shaum pun bagian dari wirid, bukan hanya dzikr. Dengan izin-Nya, shaum akan membersihkan hati kita.
Segala puji hanya bagi Allah... Kami menutup 2025 dengan khatam kitab "Asrār al-Shaum" yang sangat penting ini. Semoga Allah memberkahi kita di Rajab ini dan mengizinkan kita berjumpa dengan bulan Ramadhan yang mulia.
Semoga Allah memberikan taufiq, menjadikan sebagai ilmu yang bermanfaat dan melimpahkan keberkahan serta keistiqamahan hingga akhir hayat.
26/10/2025
Khataman Kitab Asrār al-Zakāh
Alhamdulillah... Hari ini HATI (Halaqah Taṣawwuf Ihyā` 'Ulūmiddīn) telah sampai pada sesi ke-213. Lebih istimewa, karena atas rahmat dan berkat dari Allah SWT, kami diizinkan menyelesaikan pembahasan Kitab Asrār al-Zakāh, kitab kelima dalam Ihyā` 'Ulūmiddīn karya Imam al-Ghazali.
Dengan bimbingan Dr. Muhammad Ardiansyah, pembahasan kitab ini berlangsung dalam 18 pertemuan. Bermula pada 23 Syawwal 1446/21 April 2025 hingga 5 Jumāda al-Ūla 1447/26 Oktober 2025. Khataman diselenggarakan secara hibrida di rumah Syarifah Balgis Alkaff, salah seorang Sahabat RUHI (Rumah Ukhuwwah Hujjatul Islam).
Semoga Allah menjadikan sebagai ilmu yang bermanfaat dan melimpahkan keberkahan dan keistiqamahan hingga akhir hayat.
17/10/2025
Bincang Disertasi Rumah Ukhuwwah Hujjatul Islam (RUHI)
"Konsep Pendidikan Akhlak al-Mawardi dan al-Ghazali dalam Membentuk Karakter Pemimpin" (Studi Deskriptif-Komparatif)
👳🏼♀️ Habib Dr. Muhammad Hanif Alatas
📅 : Sabtu, 8 November 2025 | 17 Jumāda al-Ūla 1447
⏰ : Pukul 13.00-16.00 WIB (GMT+7)
🏫 : WAMY Indonesia
Jalan Moch. Kahfi II No.42 RT8/RW8, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan *(luring/offline)*
💻 : Zoom Meeting *(daring/online)*
💳 Biaya Program:
Luring: Rp100.000,- (mendapat potongan khusus untuk pembelian buku "Mutiara Pemikiran Imam al-Ghazali")
Daring via Zoom: Rp125.000,-
*Pendaftaran*:
*Narahubung*: Rani +62 815 4640 4540
=====================================
_Degradasi akhlak menjadi akar krisis kepemimpinan dalam bernegara. Al-Amir Syakib Arsalan mengidentifikasi salah satu sebab utama keterbelakangan umat Islam adalah rusaknya akhlak umat secara umum dan akhlak umara secara khusus. Sementara itu, Imam al-Ghazali menyatakan bahwa kerusakan rakyat bersumber dari rusaknya penguasa, kerusakan penguasa bersumber dari rusaknya ulama, dan akar kerusakan ulama adalah dominasi cinta harta dan kedudukan pada diri. Fenomena ini sejalan dengan konsep the loss of adab yang dikemukakan Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas. Pada titik inilah, urgensi pendidikan akhlak menjadi solusi fundamental._
_Bincang Disertasi ini akan membahas dua imam, yakni Imam al-Mawardi dan Imam al-Ghazali, yang memiliki pandangan mendalam mengenai pendidikan akhlak untuk membentuk pemimpin berakhlak lagi berintegritas. Bincang ilmiah ini merupakan disertasi Habib Dr. Muhammad Hanif Alatas yang berhasil dipertahankannya ketika beliau menempuh Program Doktoral Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah belum lama ini._
_Disertasi yang akan dipaparkan pada kesempatan ini adalah sebuah studi komparatif-deskriptif Imam al-Mawardi dan Imam al- Ghazali serta sintesis konsep kedua Imam. Pendidikan akhlak Imam al-Mawardi menekankan pendekatan praktis-administratif, sedangkan Imam al-Ghazali mengembangkan pendekatan spiritual-transformatif melalui model syajarah al-iman yang holistik. Sintesis kedduanya menghasilkan Tarbiyah Sulthāniyyah, suatu konsep pendidikan untuk membentuk karakter pemimpin dengan ruh al-Ghazali, di dalam jasad al-Mawardi._
=====================================
*kenal RUHI lebih dekat, kunjungi https://linkr.bio/ruhindonesia*
10/09/2025
Shuhbah, Khidmah, dan Relasi Guru-Murid dalam Tradisi Keilmuan Islam
(Sekelumit Penggalan Wawancara Sidogiri Media bersama Dr. Muhammad Ardiansyah, M.P.D.i)
Dalam sistem atau tradisi pendidikan Islam itu ada yang disebut dengan konsep shuhbah. Sebenarnya konsep relasi antara kiai dan santri lebih cocok disebut dengan shuhbah. Sebagaimana dalam syair al-Imam asy-Syafii disebut, salah satunya adalah wa-shuhbatu ustādzihi. Jadi hubungannya itu terus bersahabat dengan guru. Jadi dekat tapi tidak kehilangan rasa hormat. Namun jangan terlalu jauh juga, kalau terlalu jauh nanti kehilangan berkah. Jadi tetap adil.
Hubungan antara guru dan murid itu sangat indah kalau masing-masing mengamalkan adab. Santri mengamalkan adab kepada kiainya, kiai mengamalkan adab kepada santrinya.
Khidmah dan tawadhu tidak hanya untuk santri, tetapi untuk kiai juga. Hanya saja beda dalam bentuk khidmahnya. Kalau kita buka dalam kitab-kitab ulama salaf, Imam al-Ghazali mengatakan bahwa khidmahnya kiai itu dengan cara mengajar, menulis, dan menyampaikan ilmu. Itulah bentuk pendekatan kiai kepada Allah SWT.
Santri yang belum mencapai level tersebut, khidmah dalam bentuk membantu kiai sesuai dengan kemampuannya. Jadi, semua itu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah melalui khidmah masing-masing. Begitu juga dengan tawadhu. tawadhu itu bukan hanya untuk santri kapada gurunya, guru pun tidak boleh sombong kepada santrinya.
Bahkan kata Imam al-Ghazali, guru atau kiai mesti bersyukur karena ada santrinya. Karena tanpa kehadiran santri, guru tidak bisa menyampaikan ilmunya, dan tidak punya ladang pahala. Maka, konsep ini harus benar-benar dipahami dengan baik.
Ketika kita baca fakta sejarah, banyak sekali relasi indah antara santri dan kiai. Contoh yang paling gampang adalah antara Imam Malik dan Imam asy-Syafii, relasi guru dan murid. Mereka banyak perbedaan tapi tetap beradab. Bukan berarti ketika ada perbedaan dianggap tidak beradab.
Imam asy-Syafii menulis kitab Khilafu Malik, yang berisi pandangan-pandangan beliau yang berbeda dengan Imam Malik. Beliau mengarang kitab tersebut karena sebagian murid Imam Malik terlalu mengultuskan Imam Malik. Tapi Imam asy-Syafii menulis kitab demikian perlu waktu dan istikharah selama satu tahun.
Ini adalah adab yang luar biasa. Namun perlu digaris-bawahi, yang ditulis bukan karena sentimen kepada gurunya, tapi berdasarkan argumen. Hal itu biasa dalam ranah keilmuan Islam.
Begitu juga Imam asy-Syafii punya murid yang bernama Imam Ahmad bin hanbal. Ada banyak perbedaan antara Imam Ahmad bin Hanbal dengan gurunya, Imam asy-Syafii.
Coba perhatikan, Imam asy-Syafii dan Imam Malik, hubungan guru dan murid, pendapat mereka berbeda tapi tidak ada yang saling mencela. Begitu juga gurunya tidak pernah mengatakan kualat dan tidak berkah. Imam asy-Syafii dan Imam Ahmad juga seperti demikian. Imam asy-Syafii tidak pernah menyumpahi muridnya. "Kenapa Anda berbeda dengan saya? Kenapa Anda membuat mazhab baru? Tidak! beliau berdua bahkan saling mendoakan dan saling support.
20/07/2025
Tasyakkuran 5 Tahun HATI
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
29/04/2025
Bincang Buku "Mutiara Pemikiran Imam al-Ghazali"
Catatan Pengalaman RUHI dan Perjalanan HATI
Assalamu'alaikum.
Media sosial yang awalnya menjanjikan ruang berbagi ilmu dan pemahaman, kini lebih sering berubah menjadi arena perdebatan yang seolah-olah tidak mengenal ujung. Alih-alih memperkaya pemahaman, justru kebisingan dan keyakinan yang kuat tanpa landasan menjadi pemandangan sehari-hari. Robiansyah, S.E, M.Sc (Dosen Universitas Mulawarman) akan menjelaskan pandangan dan hikmah dari Imam al-Ghazali agar kita tidak terjebak di dalamya dan lebih bijak meresponnya.
Ada apa dengan jiwa manusia? Mengapa akhir-akhir ini masalah kesehatan jiwa menjadi "trending topic" berita atau pembicaraan terutama di media sosial? Seberapa besar masalah kesehatan jiwa ini sebenarnya dan apa dampaknya? dr. Valeria, Sp.OG (dokter di RS Permata Cibubur) akan membahas kaitan kesehatan jiwa dan ilmu tasawuf dari Imam al-Ghazali.
Diri yang jauh dari sempurna. Tak jarang terbersit di dalam benak, bagaimana mungkin diri kita sebagai manusia yang serba kekurangan dan memiliki banyak kelemahan mampu mencapai kedudukan mulia di sisi Allah SWT? Imam al-Ghazali akan membimbing kita untuk menempuh cara khususnya. Syarifah Fatimah Alatas, S.E, M.E. (Pengajar dan Pengelola Pondok Pesantren Babul Khairat, Purwosari, Pasuruan) akan memaparkannya di hadapan kita.
Dengan ini RUHI mengundang Saudara-saudari untuk hadir dalam bincang buku ini, in sya Allah diselenggarakan pada:
Hari, Tanggal: Selasa, 29 April 2025 | 2 Zulqa'dah 1446
Waktu: 19.45 WIB
Prolog&Epilog: Dr. Muhammad Ardiansyah
Tempat: Ruang zoom
https://us06web.zoom.us/j/84738615505?pwd=mK2lJ1SEp99FrprwDOOKPIsUtqhgOv.1
ID: 84738615505
Passcode: al-ghazali
Acara ini tidak berbayar. Mohon berkenan untuk membagikan dan mengajak serta keluarga, sahabat, dan kerabat tercinta.
Wassalam,
Rumah Ukhuwwah Hujjatul Islam
18/04/2025
Di antara pelajaran dari saudara-saudari yang selama ini belajar di Halaqah Tasawuf Ihya' Ulumiddin. Menjadi sebagian isi buku "Mutiara Pemikiran Imam al-Ghazali"
H-2 sebelum PO berakhir
Pemesanan ke https://wa.me/+62895384451740
18/04/2025
Alhamdulillah, buku "Mutiara Pemikiran Imam al-Ghazali" telah selesai cetak. Buku ini akan diadakan Grand Launching sekaligus Halal bi Halal RUHI hari Ahad ini. Setelah itu akan dikirimkan kepada kawan-kawan yang sudah memesan buku ini di masa pemesan di muka.
Masih ada waktu untuk mendapatkan harga diskon .000, sampai hari Sabtu, 19 April 2025.
Setelah itu buku ini kembali ke harga normal .100.000.
Dapatkan potongan harga khusus untuk reseller.
Pemesanan di sini
https://wa.me/+62895384451740
07/04/2025
Pemesanan di Muka
Assalamu'alaikum.
RUHI membuka pemesanan di muka untuk buku "Mutiara Pemikiran Imam al-Ghazali". Tulisan sahabat RUHI di buku ini bukan sebatas hasil membaca buku karya Imam al-Ghazali secara autodidak, tapi hasil pengalaman dari belajar bersama guru yang membimbingnya. Selain itu, isi tulisannya juga berdasarkan pengalaman yang sudah dirasakan sendiri oleh para penulisnya. Latar belakang pendidikan sahabat RUHI ini juga beragam. Sehingga, kita bisa melihat bagaimana mutiara pemikiran Sang Hujjatul Islam ini diungkapkan dari berbagai sudut pandang. Beginilah tasawuf, bukan sebatas mengetahui dan memahaminya, tapi tentang rasa (dzawq) yang sebenarnya lebih indah dari sekadar kata-kata.
Masa akhir pemesanan, 19 April 2025.
Harga khusus selama pemesanan di muka .000
(Harga normal .000)
Ada potongan harga khusus bagi reseller.
In sya Allah pengiriman mulai 21 April 2025.
Pemesanan dan keterangan lebih lanjut, hubungi: +62895384451740
26/03/2025
NIAT KHATAM
Oleh: Robiansyah, M.Si
Dosen Universitas Mulawarman, Samarinda
Terkadang, dan bahkan seringkali, saya mengikuti kajian dalam kondisi yang jauh dari ideal. Antara kantuk yang tak tertahan dan kelelahan yang tak bisa diajak kompromi, saya hanya bisa duduk pasif menyimak sambil terus berjuang melawan rasa ingin rebahan. Namun, entah mengapa, hati ini tetap ingin hadir, tetap ingin terhubung dengan majelis ilmu—meski kadang hanya dengan setengah sadar dan telinga yang berusaha fokus menyerap hikmah.
Pagi Bersama Asmaul Husna
Pagi ini pun saya kembali mengikuti kajian online rutin yang hadir setiap sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan. Kitab yang kami pelajari adalah Maqashidul Asna fi Syarh Asma’illah al-Husna, karya agung Imam al-Ghazali. Sejak empat tahun lalu, kajian ini dibimbing oleh al-Ustadz Dr. Muhammad Ardiansyah, seorang guru yang tidak hanya menyampaikan isi kitab, tetapi juga menghadirkan kedalaman makna dan refleksi kehidupan.
Tahun ini, kami sampai pada pembahasan nama Allah al-Hafizh. Dari total 99 Asmaul Husna, baru sekitar 30-an nama yang berhasil dikaji cukup mendalam. Artinya, masih ada lebih dari 60 nama yang belum dibahas. Jika laju kajian tetap rata-rata sepuluh nama per tahun, maka perjalanan ini akan memakan waktu sekitar enam tahun lagi. Tapi siapa yang bisa memastikan bahwa kita masih akan punya waktu selama itu?
Selengkapnya di:
https://hujjatulislam.com/niat-khatam/