01/05/2026
Di Hari Buruh 2026 ini, kami mengajak untuk merefleksikan satu pertanyaan yang sering luput: apa hubungan antara demokrasi dan kehidupan kerja sehari-hari?
Melalui lensa interdisipliner, mempertemukan ilmu ekonomi dan sosiologi, catatan ini menelusuri bagaimana prekaritas bekerja di Indonesia dan Thailand. Bagaimana ketidakpastian kerja bukan sekadar nasib individu, tapi hasil dari bagaimana sistem dirancang. Dan bagaimana demokrasi, pada akhirnya, adalah juga tentang siapa yang punya suara dalam menentukan arah ekonomi.
Refleksi ini bersandar pada tiga publikasi artikel:
š Vaccaro et al. (2023) ā Labour Market Transitions in South Africa and Indonesia
š Yasih (2022) ā Normalizing and Resisting the New Precarity
š Hewison & Tularak (2013) ā Thailand and Precarious Work
Ketiga artikel dapat diakses di: bit.ly/prekaritas