yayasankin

yayasankin

Share

PONODOK PESANTREN KEPEMIMPINAN ILHAN NUSANTARA
(KAUM MISKIN DAN DHUAFA)

Photos 05/04/2020












05/04/2020

*LELAKON MANUSIA*

Dalam rintihan kesakitan

Dan desan nafas yang tertekan

Butiran keringat menetes deras

Tak lama terdengar tangisan lepas

Saat itu kegembiraan menyeruak

Senyum lebar sang bunda lega

Diiringi rasa syukur sang ayah menahan tangis

Sebuah kelahiran seorang anak manusia

Lalu tumbuh perlahan mengikuti sunatuLlah

Tampak tampan berbinar menatap masa depan

Berdiri gagah seolah tiada lawan

Berjalan yakin menengadahkan wajah

Seakan yang lain dicipta untuk melayani nya

Senyum sinis menyungging hambar

Beredar sebuah episode manusia durjana

Dia berhidung lancip bagaikan aeorang Setiyaki

Dengan mata sedikit mengernyit licik

Bibir tipis tersenyum dari hati yang dengki

Menatap tajam setiap hitamnya rambut

Seakan yang lainnya diciptakan untuk mengabdi kepadanya

Atau nanar merah mata membeliak

Dengan otot-otot wajah menegang melampias geram

Menengok ke kanan dan ke kiri penuh selidik

Seolah yang lain disanding hanya untuk dihina

Dan dia melangkah membusungkan dada

Dilengkapi sebuah misai yang melengkung

Angkuh seolah tak mengenali gunung dan lembah

Menganggap yang lain diwujudkan untuk menjadi miliknya

Sungguh manusia menghabiskan episod nya hanya berpura-pura

Sedang dia pun sadar kala lahir dia tak tahu dari rahim siapa

Dia pun mengerti bila tumbuh tanpa dirancangnya

Sedang mata telinga dan hatinya sudah tersedia tanpa dia pinta

Bahkan fikirannya pun tak tahu terdiri dari apa

Kadang terdengar suara di telinganya

Namun kadang ada yang berbisik tanpa rupa

Tulang belulangnya pun dia tidak mengerti bagaimana mengeras kukuh

Sedang dia tidak pernah menjaganya setiap waktu

Tangannya penuh dengan peluh berbuah harta

Sedang dia tidak tahu berapa jatahnya secara sempurna

Namun Tuhan dianggap hanya ada kala perih menghiris jiwa

Dan lantunan doa hanya perlu saat mengalir darah celaka

Tangisan mengharu biru kala kekasih meninggalkannya

Terbujur kaku tiada mampu mengukir senyuman

Namun dengan kuasanya, dizalimi saudaranya sesama anak Adam

Dengan ilmunya, dia tipu kawannya sesama manusia

Dengan hartanya di injak sahabatnya sesama makhluk

Dengan kekarnya, dia intimidasi temannya sesama yang bernyawa

Wahai diri, lupakah siapa sebenarnya dirimu

Wahai manusia, lupakah siapa sesungguhnya penciptamu

Wahai jiwa, lupakah siapa yang menganugerahimu

Wahai hati, lupakah siapa sebenarnya pemberi makanmu

Wahai badan, lupakah siapa yang membentukmu

Wahai basyar, waktumu tidak lama lagi

Mempertanggung jawabkan segala perbuatanmu

Kala menghadap pada Nya sendiri-sendiri di padang Mahsyar

Tuk menerima segala tuntutan dan persoalanmu

Dihadapan Hakim nan Maha Agung lagi Berdiri Sendiri

Tiada riswah ataupun sogokan

Tiada kompensasi maupun rayuan

Sedang gemuruh neraka terdengar menggelegar

Sedang aroma syurga menyentuh lembut hanya bagi mereka yang sadar diri

Di situlah lelakon manusia dipertikaikan

Adakah tercabik-cabik melewari shirathal mustaqim

Ataukah selamat menuju pintu kebahagiaan hakiki

Dan kematian belumlah menjadi akhir segala lelakon

Karena sadarlah bahwa lelakonmu terletak pada iman dan takwamu itu...

Depok, 5 April 2020












02/04/2020

*Lebah pun adalah Guru kita*

Lebah satu makhluk Nya yang hebat

Semakin kecil badannya, semakin tinggi daya bisa nya

Semakin taat menjadi tentara Nya

Ketika terbang bersendirian

Tiada sesiapa mendengar dengungnya

Lembut menerobos langit dan menyusuri belahan bumi

Namun kala bersama, dengungnya bahkan menggetarkan jiwa

Apalagi, jika marwahnya dicederai para durjana

Sengatan bisanya, mampu membunuh gajah yang ribuan kali besarnya

Namun, lebah nan cantik molek bentuknya pun ada

Memesona pandangan mata

Memukau pandangan jiwa

Terbang mengelilingi bunga-bunga

Mencari celah-celah untuk bertukar manfaat

Menukik kala melihat bunga mengandung madu

Menyedutnya dan menyimpannya dalam kantungnya

Kakinya memijak putik dan membawa terbang bersamanya

Kemudian hinggap pada bunga yang lain

Menyedut madu dan mengawinkan putik yang melekat pada kakinya

Kadang lebah hinggap di dedaunan ataupun ujung-ujung kelopak bunga

Tanpa mematahkan dan tanpa merusaknya

Matanya mensyukuri karunia keindahan ciptaan Nya

Sedang mulutnya, bertasbih memuji Nya

Dan badannya, bergerak memberi manfaat kepada sesama makhluk Tuhannya

Lebah memiliki indera yang tajam, mampu mencium wangi madu dari jarak yang jauh

Makan sari madu terbaik yang juga menjadi obat bagi manusia

Air ludahnya, yaitu propolis-pun menjadi antibiotik terbaik di dunia

Lebah makan dari karunia terbaik dan kotorannya juga menjadi obat terbaik

Lebah taat kepada tugasnya

Jika harus keluar mencari makanan, madu yang di makannya bukan untuk dirinya semata

Dia bawa kesarangnya dan dikumpulkan untuk bekal induknya

Sang ratu lebah, mempunyai tugas melahirkan lebah-lebah muda

Mengatur dan memerintahkan tentara-tentaranya

Memimpin koloninya dengan panduan aturan dan sunnah Rabbnya

Lebah jantan mencari makanan dan siap ikut berperang dalam menjaga kedaulatan koloninya

Menjadi tentara cadangan yang tidak takut dan malas

Bahkan tidak pernah terfikir takut, siapapun musuhnya

Lebah prajurit, dilahirkan untuk berjuang

Dan dia siap mati dalam mempertahankan kedaulatan koloninya

Tidak banyak berdebat sesama mereka, tetapi segala tindak tanduknya bermanfaat untuk seluruh alam

Makanannya bermanfaat sekaligus memicu bunga untuk berproduksi mengeluarkan madu

Ketika hinggap, kakinya menjadi wasilah perkawinan pohon bunga yang satu dengan yang sejenis lainnya

Ketika terbang, menjadi ilmu bagi manusia mempelajari caranya

Agar manusia mengambil manfaat dalam teknologi pesawatnya

Ketika berkumpul di sarangnya, beristirahat bagi para tentara memulihkan staminanya

Dak lebah-lebah jantan mencumbu sang betina untuk terus berproduksi

Ketika diganggu, maka tidak ada sesiapa pun yang absen dalam jihadnya

Bahkan mereka siap syahid membela komunitasnya

Mempersembahkan jiwa dan raga terbaiknya bagi tegaknya aturan Rabbnya

Ketika bertengger, dia tidak merusak lingkungannya

Lebah tidak mematahkan ranting-ranting dan dedaunan

Tidak juga putik dan ujung-ujung nya yang lembut

Selalu bersatu memperjuangkan ideologinya dalam beribadah kepada Allah

Selalu memberi manfaat, bahkan bisa-nya bisa menjadi obat

Para terapis bekam berterima kasih kepada nya

Para pesakit bersyukur kepada Allah atas karunianya

Oleh karena itu, kita perlu belajar kepada lebah

Sebagaimana Rasul SAW bersabda

"Sesunghuhnya orang-orang beriman, bagaikan seekor lebah"

Depok, 2 April 2020












31/03/2020

*Perjalanan nan Panjang*

Jalan hidup manusia
Bagaikan rel kereta api
Ia lurus dan panjang

Kadang melewati pepohonan hutan

Kadang merentasi perbukitan

Kadang melalui jurang nan dalam

Kadang melintasi tanah lapang

Kadang p**a menjejaki butiran salju

Kereta api melalui tempat-tempat persinggahan

Berhenti sejenak seolah hendak menghabiskan secangkir kopi

Atau berhenti karena pergantian jalur

Atau berhenti untuk menambah amunisi

Atau berhenti karena menurunkan penumpang yang telah tiba masanya

Tergantung jenis trip yang dinaiki

Apakah kelas ekonomi

Atau kelas eksekutif

Atau kelas bisnis

Atau hanya kereta barang

Masing-masing mempunyai harga tiket yang berbeda

Yang pasti kereta api adalah sebuah rangkaian

Yang dikendalikan oleh seorang pemimpin, masinis namanya

Dibantu oleh team dan crew serta petugas logistik dan kebersihan

Dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing

Mereka mempunyai tugas dan panduan yang harus diikuti

Ada manual dan tuntunan yang wajib dirujuk secara tepat

Sebab sebuah kesalahan berakibat fatal

Sebuah keteledoran berbuntut musibah

Sebuah anggapan remeh berdampak kehancuran

Sebuah gurauan ber-impak kerusakan

Mereka wajib menepati waktu-waktu yang telah ditentukan

Menepati jadwal-jadwal yang telah ditetapkan

Menepati jalur-jalur yang telah digariskan

Dan penunpang hanya duduk menunggu jarak dan waktu

Mengikuti arah-arah destinasi menunggu panggilan turun di destinasinya

Mereka tidak memiliki usulan atau pandangan

Mereka hanya ikut tanpa mampu membuat pilihan baru

Kecuali pilihan itu atas resiko sendiri

Dan kereta api melaju tanpa mendengar celoteh penumpang yang bercengkerama

Karena kereta api harus tetap melaju meniti rel nya

Memutar roda-roda merentasi jaringan rel

Dan jaringan itu memiliki waktu dan perjuangannya sendiri

Kalaupun jaringan itu dimulai, ia dibangun dari rel demi rel

Maka ia ada awal dan ada akhirnya

Ada rentang yang pendek dan yang panjang

Sejak nabi Allah Adam sehingga Muhammad SAW

Adalah satu jaringan rel sejarah kehidupan

Maka dia pun ada akhirnya

Ketika itu semua besi-besi pun remuk redam

Tanah dan perbukitan luluh lantak tiada berbekas

Jurang dan lembah tidak lagi tersisa keindahan

Bahkan bumi dan langit semesta lenyap ditelan lubang hitam

Yang tersisa hanya hamparan padang mahsyar

Tempat transit untuk pengadilan-Nya yang Maha Adil

Berkumpul tanpa kejelasan menunggu dibukanya buku-buku

Dan setiap nama dipanggil mempertanggung jawabkan perbuatannya selama meniti rel sejarahnya

Dan setiap diri meratap karena tidak satupun yang dapat lari

Atau bersembunyi dibalik apapun

Atau berlindung kepada sesama makhluk

Hanya Allah, Tuhan yang Agung berkuasa Tunggal

Setiap diri menunduk merenungi sejarahnya

Setiap jiwa mengingati setiap janji yang diikrarkan

Setiap yang berakal mengimbas setiap inci perbuatan

Sehingga ada yang berjalan dalam kegelisahan

Dan ada yang berjalan dalam genangan air setinggi mata kaki

Atau setinggi lutut kakinya

Atau sedalam pinggangnya

Atau bahkan tenggelam sampai kepalanya

Ada yang berjalan dengan tangannya

Atau berjalan dengan perutnya

Atau masing-masing membawa nasib perbuatan dan perilakunya di dunia

Dan tiada seorangpun yang bebas tertawa bergurau mempermainkan agama atai kata-kata

Atau bercengkerama dengan anak dan istrinya

Sedang bayi yang digendongnya dicampakkan

Kala itu setiap diri mencari selamat

Semua menunggu dan menunggu

Mungki seratus atau seribu tahun

Atau beribu-ribu tahun dalam ketakutan dan ketidak pastian nasibnya

Sedang yang Maha Sempurna tidak dapat diintervensi atau disuap serta diatur hasilnya

Kala penghuni neraka sudah memastikan tempatnya

Gelegak dan gelegar suaranya menusuk setiap telinga

Menggoncang dan memecah jantung para penghuninya

Bagi yang mendengarnya pun, hati terkesiap dengan tubuh gemetar hebat

Namun bagi yang dipenuhi karunia-Nya

Berjalan dengan naungan dan limpahan nikmat-Nya

Menuju pintu-pintu yang wanginya semerbak

Tercium dari jarak timur dan barat

Ketika penghuni neraka semua sudah memasuki tempat tinggalnya

Dan penghuni semua surga sudah berada di dipan-dipan rumahnya

Saat itulah jaringan rel sejarah ditutup

Karena Allah yang Gagah lagi Perkasa perlu di muliakan dan diagungkan

Maka Allah akan menciptakan lagi makhluk untuk menyembah-Nya

Tuk mengakui ke-sempurna-an dan ke-besar-an-Nya

Maka sebuah jaringan rel sejarah akan membentang lagi...

Mungkin dengan besi yang serupa atau dengan bahan dan cara yang lain

Hanya Allah pemegang rahasia-Nya sendiri

Dan tiada sesiapapun menyamainya

Dia adalah Esa lagi Tunggal

Dia berdiri sendiri dan tak memerlukan sekutu

Sedang makhluk hanya makhluk

Yang semestinya tunduk dan patuh

Bagaikan unta yang diikat, mengikuti tuan yang membawanya...

Depok, 31 Maret 2020












30/03/2020

*Ketika Ombak Menyapa Pantai*

Diwaktu pagi angin semilir menggoyang dedaunan kelapa

Laut membisu khidmat mengguman tasbih

Sejenak mentari mulai membuka mata, cahaya menguning

Sederet ombak perlahan menyapa pantai

Perlahan alunan dzikir dan wirid dari balik mushala mulai menghilang

Berganti kesibukan suara nelayan menyandarkan perahu

Membongkar muatan ikan yang tergeletak tiada daya

Memasrahkan diri sebagai bentuk ketundukan kepada Ilahi

Tercungap-cungap disebalik kegembiraan insani

Namun kadang keindahan nan harmoni itu tiba-tiba berganti

Kala gelegar suara gaung di tengah laut, memecah bumi

Ombak semakin hilang berganti daratan seolah gersang

Anak-anak dan orangtuanya berteriak gembira

Melihat ikan-ikan menggelepar ditepi pantai

Sebetulnya mereka memberi isyarat kepada yang memiliki hati nurani

Bahwa sebentar lagi sapaan ombak akan berbeda dimensi

Maka datanglah gelombang besar menggunung bagai dipukul tongkat nabi Musa

Semua hati terkesiap, memutus asa

Setiap jiwa tidak sanggup lagi menerima gejolak air laut
Yang tadi lembut menyapa

Berubah garang menggulung siapa saja

Jerit-jerit kematian melolong seolah nyawa tercerabut sebelum saatnya

Bilakah kita mengingat? Kenapa laut seolah meradang

Dan bumipun menggeram memandang dengan garang

Anginpun ikut sibuk mengiyakan perintah Tuhan

Dan segala tentara Allah dari berbagai jenis ikut mengaminkan

Tangan siapakah yang menjadi penyebabnya?

Sedangkan ada tuduhan, Tuhan telah murka

Padahal ar-Rahman sudah memberikan peringatan

Nasehat dan petunjuk-Nya setiap saat dibacakan
Dalam wirid...
Dalam dzikir...
Dalam shalat...
Dalam shalawat...
Dalam takbir...
Dalam tahlil...
Dalam tamhid...
Dalam percakapan dan untaian nasyid-nasyid...

Bukankah Allah telah berikan akal dan fikiran yang hebat?
Namun seolah tumpul karena maksiyat

Bukankah Dia telah limpahkan berkat?
Namun seolah diliputi oleh kesombongan dan bejat

Bukankah Rabb menyusunkan nasehat?
Namun kebanggan diri menutup hati dan berkarat

Bukankah Tuhan telah menebarkan wasiat?
Namun kelicikan kadang seolah menjadi obat

Bukankah Pencipta telah membisikan ayat-ayat?
Namun telinga dan mata tak lagi dapat melihat...

Ombakpun menyapa dengan cara-Nya

Anginpun ikut andil dengan perintah-Nya

Tanahpun mengangguk akur atas arahan-Nya

Matahari, bulan dan bintang-bintang menggaungkan tasbih dengan petunjuk-Nya

Lantas kenapa manusia masih saja merasa besar dan berpunya

Lantas kenapa yang memimpin negeri-negeri seperti buta

Lantas kenapa jiwa-jiwa ikut bertakbir karenanya

Lantar kenapa pemikir-pemikir menambal dengan dalil-dalil nya

Lantas kenapa para pujangga ikut menabuh gamelan setujuinya

Lantas kenapa kaki dan tangan ikut bertepuk

Wahai jiwa, ombak yang halus dan kecil itu
Ketika kalian ganggu kesimbangannya dengan maksiyat itu
Dia pun berubah kekar dan perkasa

Wahai diri, ingatlah angin yang semilir lembut itu
Ketika kalian rusak dengan berbagai kefasikan
Dia berubah menjadi mendesir dan menggulung

Wahai akal, perhatikan tanah yang lembut berpasir itu
Ketika kalian rubah-rubah hukum-hukum-Nya
Dia berubah menjadi gumpalan yang melindas dan menggerus

Wahai jasad, renungkan tetumbuhan yang hijau menyedapkan mata itu
Ketika kalian rusak ekosistem dengan perbuatan curang, menipu dan berdusta
Ia akan berubah menjadi memberontak dan mendengus marah

Kembalilah kepada Allah

Tunaikanlah kewajibanmu untuk memenuhi hak-hak-Nya

Patuhilah hukum dan undang-undang-Nya

Hormatilah adab dan perilaku karena makhluk lainpun memerlukan kebaikan dan kebenaran-Nya

Sertailah segala jerih payah mereka yang mengharap kasih sayang-Nya

Karena kekafiranmu menyengsarakan dunia

Karena kezalimanmu menghasilkan derita

Karena kebodohanmu melahirkan bencana

Karena kemaksiyatanmu memproduksi angkara

Karena kemusyrikanmu mendatangkan durjana

Deburan ombak tetap menyapa pantai
Walupun ribuan nyawa melayang akibat perbuatan manusia

Depok, 30 Maret 2020












27/03/2020

Semoga ramadhan ini tanpa corona diantara kami













Photos 27/03/2020

*GUGUR PUN PERLU DIRENCANAKAN*

Perjalanan memerlukan persiapan
Dan bekal pun menjadi sangat didambakan

Apalagi jika perjalanan yang panjang lagi berat
Yang hanya sedikit orang yang siap menitinya
Dan beberapa gelintir, yang berwakaf diri untuknya

Dengan beban yang bukan miliknya
Beban yang dia tidak tahu kecuali firman-Nya yang menentukannya
Bahkan dia serahkan jiwa dan raganya
Untuk ummat, berbanding keluarganya

Oleh karena itu...
Letih sering menyapanya...
Bosan kadang tersenyum menjemputnya
Kecewa juga ikut melambaikan tangannya
Marah dan geram sesekali mengedipkan matanya

Bagai kata guruku;
Berjalanlah terus hingga letih lelah mengajakmu
Berlarilah hingga kecewapun bosan mengejarmu
Bersungguhlah hingga futurpun futur mengikutimu

Karena jika tidak...

Bagaikan dedaunan yang hijau indahpun...
Ia akan menguning...
Sebagai bentuk seleksi-Nya melalui alam

Jika terlena, daun itu akan mengering dan gugur

Maka tetaplah bergerak agar vitalitas tetap prima
Dan kesegaran senantiasa memeluk mesra
Gejolak jiwa menjadi bertahan lebih lama
Dan gelombang fikiran berdesir menepis pikun
Dan suara-suara selalu merdu walau berbisik

Namun jika saatnya gugur...
Jangan gugur dan jatuh dalam onggokan sampah
Atau gugur mengering berkecai menjadi serpihan tak berguna
Apalagi jika gugur kemudian disambar api membakar

Tetapi
Gugurlah bagai daun yang tersangkut di dahan
Yang dilihat orang dan disangka masih bagian dari pohon
Atau gugurlah sebagai bagian dari pupuk yang menyuburkan tanah-tanah
Atau gugurlah dengan nama yang harum dikenang manusia
Atau gugurlah hingga manusia dan alam berterima kasih padanya
Atau gugurlah sebagai saksi yang kejatuhannya ditangisi makhluk-makhluk-Nya
Atau gugurlah sebagai pemberi syafaat bagi keluarga
Atau sebaik-baik gugur yang diberi anugerah oleh Allah, untuk memberi syafaat bagi keluarga dan sahabatnya dan kematiannya dirindu oleh surga-Nya

Depok, 27 Maret 2020












Photos 26/03/2020

*BERATNYA BEBAN ADALAH BERKAH*

Seiring tumbuh mekarnya dakwah

Mereka yang bermekaran ikut berkembang

Dengan hati bening dan pikiran jernih
Jiwa nya, kokoh mentalnya pahlawan

Langkah kakinya bagai harimau
Wibawanya bagai singa

Ditempa disudut-sudut kawah candradimuka
Hanya yang bahunya bidang dan dadanya lebar
Yang akan menyambut prosesi ikrar

Sememangnya kita ber DNA pejuang dan pemenang
Siap memikul beban yang bukan miliknya

Beban itu yang membuat kita berkarya
Beban itu yang membuat kita ditempa
Beban itu yang membuat kita berjaya

Semakin berat beban itu
Semakin kita kuat dan tangguh
Semakin kita perelu kebersamaan
Semakin kita perlu melakukna persiapan
Semakin kita perlu bergegas mengorak langkah
Semakin kita perlu bersandar pada yang Maha Kuat lagi Perkasa
Semakin kita sadar perlunya tujuan yang jelas
Semakin kita perlu rambu dan langkah yang benar

Kala itu kita perlu melambat dijalan yang sempit
Perlu memacu dijalan yang lapang
Perlu perlahan ketika membelok
Atau terpaksa berhenti ketika mengisi amunisi

Jika tidak, jalannya akan tertatih dan perlahan
Atau bahkan terbungkuk kehabisan nafas
Atau terkapar dilindas musuh-musuh
Berdarah-darah sebelum sampai destinasinya

Sebenarnya...
Beban itulah guru kita
Beban itulah pemandu kita
Beban itulah penyemangat kita
Beban itu p**a yang mendewasakan kita

Allah meletakkan beban untuk mendidik kita
Untuk mengingatkan kita..

Bahkan beban yang berat itulah yang kadang menyelamatkan kita...

Depok, 26 Maret 2020












Photos 21/03/2020

*Muhasabah Diri*

KETIKA ALLAH SWT TAK MAU MENERIMA KITA DI RUMAHNYA.
TANYA KENAPA.

Allah SWT menurunkan mahluk-Nya yang tak dapat dilihat mata karena terlalu kecil;
bernama CORONA di awal November,
di sebuah negeri yang tak mengenalNya : Wuhan.

Kini si mahluk kecil itu memporak porandakan segala sendi kehidupan 2/3 dunia.
Ekonomi global mengalami anomali yang sulit dinalar.

Ketakutan dimana mana.
Kematian cukup banyak hanya dalam waktu singkat saja.

Saat umroh dilarang oleh otoritas Saudia,
. kita masih tidak terlalu risau karena hanya orang mampu dan terpanggil yang bisa melakukannya.

Kita masih bisa berapologi :
" ...Ah umroh kan gak wajib. Lagian rumah Allah kan bukan cuma di Mekkah Madinah.. masih ada Masjid².. Gak masalah Umroh ditutup..."

Pada detik itu,
Hanya berfikir : Allah menutup pintu rumah besarNya hanya untuk kaum - kaum jauh.
Allah hanya memberikan kesempatan pada penduduk sekitar dan para pelayan sejati yang diperbolehkan bertawaf di baitul atiqNya...

Namun tadi malam,
. Majelis Ulama Indonesia MUI mengeluarkan fatwa pelarangan Sholat Jumat, Taraweh Ramadhan dan pelaksanaan Sholat Iedul fitri untuk daerah terdampak corona yg ditetapkan pemerintah.
Dan bisa jadi meluas dari yang sekarang.
Bahkan Mudikpun akan dilarang..

Bertanya dalam renung.
Apakah Engkau marah Rabb-ku ?
Ketika sebelum ini :
Masjid² Megah namun Sepi..
Musholla² Bertebaran namun Berdebu...
Taraweh Ramai namun hanya di Awal Ramadhan..
Lebaran katanya Mudik, namun tetap hanya notifikasi WA-lah yang saling Bermaafan...

Ya Rabb..

Saat tak dibebaskan lagi bagi kami bersujud di rumahMu yang suci,
Saat terbatasi bagi kami berjamaah dengan para jamaah saudara seiman kami,
Baru kami Paham :
Arti Kehilangan

Betapa mulai sunyi pengeras suara masjid disekitaran kami dari celoteh kanak² dan pujian².

Betapa sepi jalanan depan rumah kami dari ramainya TPA dan ibu² yang hendak pengajian.

Betapa terasa saat semua hal yang selama ini kami abaikan itu, telah selanjutnya jadi pelarangan.

Nikmat yang Dicabut itu,
Barulah menggerogoti Relung Kedamaian.

Ya Allah,
Pesan Cinta apa yang ingin Kau sampaikan?

Atau memang sudah tak sudi lagi,
Engkau melihat wajah kami, bersambung..

Photos 17/03/2020

Doa mohon perlindungan dari covid - 19. Semoga Allah melindungi kita semua..












Photos 04/03/2020

*Iman Tergerus pun dianggap Indah*

Rintik hujan masih mengguyur di sela-sela genting

Titisan nya terasa sejuk menyentuh relung jiwa

Sendu menggayut, malas merengkuh

Walau kewajiban memanggil dengan lantang

Tak terusik telinga oleh getar kalbu

Maka seribu alasan coba dirangkai

Bagaikan peluru senjata mesin memuntahkan kelongsong terserak

Dan alasan-alasan mengena dengan sejumput keindahannya

Jika merenung ke lubuk jiwa yang dalam

Sebenarnya keyakinan iman mulai menipis

Karena berbagai janji hanya tinggal janji

Sedangkan begitu banyak hati menjadi saksi

Namun diulang lagi dan diulang lagi

Karena kala sepi dari gejolak jiwa memberontak

Dan iman menjadi korban, perlahan robek tergerus

Namun bentuknya menjadi penuh sentuhan seni tingkat tinggi

Kelihatan indah berwarna warni

Syetan berhasil memperdaya dan menyelewengkan persepsi

Dunia pun ikut beraksi

Di telan hawa nafsu yang siap menungu-nunggu

Iman tergeruspun, menyisakan sebuah keindahan

Terkapar lalai, dilindas zaman keemasan sirah Nabi

Tak berdaya, lunglai dalam buaian dan kehangatan semu

Karena api neraka siap menunggu penghuni nya yang sejati

Bangun... bangun... perindu Tuhan

Saatnya tunaikan janji dan selamatkan harga diri

Jangan terbuai dan menghinakan diri

Terlempar dari barisan suci

Para pencinta dan perindu Ilahi

Depok, 29 Februari 2020












Photos from yayasankin's post 04/03/2020

Bismilahirahmannirahim..

Insya Allah disini akan dibangun masjid dan sekolah / pondok pesantran kepemimpinan Ilham nusantara seluas 5 hektar di desa kalisaleh kec Belik pemalang. Sekolah ini deperuntukan untuk

*kaum *Miskin, Yatim dan Dhuafa*

*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda*
*مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ*
*Barangsiapa membangun masjid dari hartanya, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga” (HR Ibnu Majah Dari Ali bin Abi Thalib RA)*

*Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan Q.S. 18:46, "*

sedekah berkali-kali sampai hari kiamat tiba. Pahala Sedekah berkali kali bertambah dan bertambah hingga dapat menyelamatkan kita di Hari Pembalasan.

*"Sambut Hari Mu dengan Amal Terbaik mu (Zakat/ Infaq Sedekah /Wakaf ) " salurkan melalui BNI Syariah No Rek 8511110006 An. Yayasan Kepemimpinan ILham Nusantara (KIN)*

Konfirmasi diperlukan apabila sudah transfer untuk kerapihan pembukuan Yayasan

*Bantu kami dengan memfollow dan membagikan ke 3 teman dan saudara agar bisa membantu sesama*

FB : http://bit.ly/FBYayasanKIN
IG : http://bit.ly/IGYAYASANKIN

*Semoga menjadi Amal Jariyah dan Allah Swt membalas semua kebaikan*

*Profile Yayasan Kepemimpinan Ilham Nusantara* http://bit.ly/profileyayasankin

PENDIRI YAYASAN
Prof. DR. H. Agus Priyono
PEMBINA YAYASAN
Ir. H.Helmi Najamudin, M.Eng.Sc
KETUA YAYASAN
Echsan Rahman L, SE, MBA
BENDAHARA
Coach Dany laksana, SE
SEKRETARIS
Drs. Wiratno Budi Santoso, MAP

Akta Pendirian: Notaris Jauhar Arifin, SH. No: 5 Tanggal 17 November 2019
SK KEMHUMHAM NO AHU-0016832.AH.01.04. TAHUN 2019












Want your school to be the top-listed School/college in Depok?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Perumahan Taman Manggis Permai, Blok D No 06, Sukamaju, Cilodong
Depok
16415