LTQ Assalam Studio Alam DEPOK

LTQ Assalam Studio Alam DEPOK Lembaga Tahsin Tahfidz Al-Qur`an

11/05/2016

Alhamdulillah Sekarang Daftar Tahsin di LTQ Assalam sudah Bisa Daftar Online!

07/05/2016
05/05/2016

LTQ Assalam Kembali Membuka Pendaftaran Program Tahsin Tahfidz Angkatan III, pelatihan manasik gratis, Pelatihan Manasik, Umroh Tadabbur, Ruqyah Shar`iyyah Serta Pelatihan Ruqyah Shar`iyyah Kunjungi : www.ltq-assalam.blogspot.com

05/05/2016

Jenis Kesalahan Dalam Tahfidz
Posted by LTQ ASSALAM

Bismillah..
Agar kita benar2 memiliki hafalan qur’an yang mumtaz dan teliti, maka kita perlu mengenali jenis2 kesalahan/ketidaksempurnaan yang mungkin terjadi dalam hafalan kita, antara lain:
1. ragu-ragu
Pada saat ini, kita ragu apakah kata ini atau kata itu.. tanpa yakin mana yang benar. Jika setelah berpikir belum yakin juga, sebaiknya kita menanyakan ke sahabat/ustadz yang nyimak, manakah yang benar.. atau melihat mushaf (jika muraja’ah dilakukan sendirian) kemudian membuat rumus ingatan di ayat itu. misalnya dengan membuat jenis ingatan makna atau jenis ingatan huruf yang sama. (kayaknya yang ini lebih enak kalau praktek langsung daripada sekedar ditulis…:) )

2. meloncat
Meloncat dari satu ayat ke ayat lain bisa berupa loncatan:
-dalam satu halaman.. biasanya ini terjadi karena akhir ayatnya sama. Tapi bisa disiasati dengan jenis ingatan makna.
-satu halaman ke halaman lain..
misalnya:
seseorang membaca ayat di lembar ke-3, lalu meloncat ke lembar ke-5 atau membaca lembar ke-4 meloncat ke lembar ke-6.. kenapa bisa begitu? karena sama2 di lembar sebelah kanan atau sama2 di lembar sebelah kiri.
-satu surat ke surat lain..karena ayatnya mirip sekali.
misalnya:
seseorang membaca: Alladzii ja’ala lak*mul ardho.. (di QS. Al-Baqarah ayat 22), lalu ia melanjutkan bacaannya dengan kata dzaluulan. Padahal seharusnya ia membaca firoosyan.. Ayat ini memang mirip dengan ayat di QS.Al-Mulk: 15, yaitu: Huwalladzii jaala lak*mul ardho dzaluulan..

3. salah huruf
Biasanya ini terjadi pada dhamir (kata ganti). misalnya: k*m menjadi hum..
4. salah harokat
5. salah kata
6. salah mad
7. kurang qolqolah
8. kesalahan membaca tasydid
9. salah urutan kata

www.ltq-assalam.blogspot.com

05/05/2016
05/05/2016

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Cara Membaca Al-Qur`an Sesuai Sunnah

Al-Qur’an adalah kalamullah Ta’ala. Kalam-Nya secara hakiki yang diturunkan melalui Malaikat Jibril yang terpercaya kepada Nabi Muhammad saw. Allah berbicara dengannya secara hakiki, bukan kata-kata hati atau yang selainnya. Contoh: Allah Ta’ala berfirman dalam salah satu ayat Al-Qur'an:
وَإِنۡ أَحَدٌ۬ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٱسۡتَجَارَكَ فَأَجِرۡهُ حَتَّىٰ يَسۡمَعَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ
Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah,... (Q.S. At-Taubah: 6).
Tilawah/membaca Al-Qura’an wajib atas setiap Muslim, sebagaimana firman Allah Ta’ala: yang artinya: "... karena itu bacalah apa yang mudah [bagimu] dari Al Qur’an....:" (Q.S. Al-Muzammil: 20). Membaca Al-Qur’an sesuai adab akan mendapat berkah dari bacaannya serta meraih pahala yang sempurna.

1. Beberapa Adab Membaca Al-Qur'an
1. Niat yang Benar
Maksudnya adalah ikhlas karena Allah Ta'ala semata. Karena Allah telah bersabda:..... وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam [menjalankan] agama dengan lurus..(Q.S. Al-Bayyinah: 5)
Rasulullah saw. juga telah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلَ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
"Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak menerima suatu amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata mengharapkan wajah-Nya." [1]
2. Mengharapkan Pahala
Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan miim satu huruf." [2]
3. Membaca al-Qur’an dalam Keadaan Suci
Pahala menjadi lebih sempurna apabila seseorang membaca al-Qur'an dalam keadaan bersuci. Meskipun demikian, ia juga boleh membaca al-Qur'an tanpa berwudhu' jika ia membacanya dengan hafalan.
4. Bersuci ketika Hendak Menyentuh Mus-haf al-Qur’an
Nabi saw. bersabda:
لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ
"Janganlah menyentuh al-Qur'an kecuali dalam keadaan bersuci." [3]
Adapun menyentuh al-Qur'an tanpa berwudhu, terdapat perbedaan pendapat tentang huk*mnya. Untuk kehati-hatian hendaknya berwudhu' ketika ingin menyentuh mushaf al-Qur'an. Mayoritas ulama mensyaratkan hal ini, meskipun ada sebagian ulama yang berpendapat bolehnya menyentuh mushaf tanpa berwudhu'.
5. Menghadap Kiblat
Boleh juga membaca al-Qur’an tanpa menghadap kiblat, tidak ada salahnya. Namun, menghadap kiblat lebih mendorong untuk khusu’ dan lebih utama daripada tidak menghadap kearahnya.
6. Membaca al-Qur’an dengan Duduk.
Maksudnya adalah untuk lebih menghormati kitabullah Ta’ala dan mengagungkan sya’ir-sya’irnya’ Jika seseorang membacanya dengan berdiri atau sambil berjalan, hal itu juga diblolehkan. Sebab Rasulullah saw. Selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan.
7. Bersiwak Tujuannya adalah untuk mengharumka bau mulut yang keluar darinya kalamullah Ta’ala. Dalam sebuah hadits Nabi saw. Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melakukan shalat malam, maka bersiwaklah. Sesungguhnya apabila salah seorag dari kalian membaca dalam shalatnya, maka Malaikat meletakkan mulutnya pada mulut orang tersebut. Tidaklah keluar sesuatu (bacaan al-Qur’an) dari mulutnya, melainkan akan masuk ke mulut Malaikat.” [4].
8. Membaca Secara Tartil
Tartil maksudnya adalah membaca secara perlahan-lahan (tidak terburu-buru), membetulkan lafadz dan huruf-hurufnya, serta menjaga huk*m-huk*m tilawah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلاً
... Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan..... (Q.S.Al-Muzammil: 4) .
يَتۡلُونَهُ ۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦۤ...mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya....,(Q.S.Al-Baqarah:121)
9. Membaguskan Suara Saat Membaca al-Qur’an
Nabi saw. Bersabda:
زَيِّنُوْا اْلقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ فَإِنَّ الصَّوْتَ الْحَسَنَ يَزِيْدُ اْلقُرْآنَ حَسَنًا
“Hiasilah al-Qur’an dengan suara kalian. Sesungguhnya suara yang bagus menambah bagus al-Qur’an”[5].
Beliau saw. Juga bersabda:
مَا أَذِنَ اللهُ بِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيِّ حُسْنَ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يُجْهِرُ بِهِ
“Tidaklah Allah mendengarkan sesuatu seperti mendengarkan seorang Nabi yang bersuara merdu ketika membaca al-Qur’an dan mengeraskannya.”[6].
10. Menampakkan Rasa Sedih dan Khusyu’
Yakni berusaha untuk semampunya sedih dan khusyu’, bukan riya dan sum’ah serta bukan untuk dilihat orang lain. Sebab, perbuatan tersebut merupakan riya’, bahkan syirik yang dapat menghancurkan amal. Nabi saw. Bersabda:
إِنَّ أَحْسَنَ النَّاسِ قِرَاءَةً : الَّذِي إِذَا قَرَأَ رَأَيْتَ أَنَّهُ يَخْشَى اللهَ
”Orang yang paling baik bacaan al-Qur’annya adalah yang jika ia membaca engkau melihatnya takut kepada Allah.” [7].
11. Menangis atau Menampakkan Seolah-olah Menangis
Selayaknya bagi seorang qaari’ untuk menangis semampunya ketiak ia membaca kalamullah Ta’ala. Jika ia tidak mampu, maka tunjukkan sikap seolah-olah ia menangis, yaitu berusaha menangis.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهِۦۤ إِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡہِمۡ يَخِرُّونَ لِلۡأَذۡقَانِ سُجَّدً۬ا (١٠٧) وَيَقُولُونَ سُبۡحَـٰنَ رَبِّنَآ إِن كَانَ وَعۡدُ رَبِّنَا لَمَفۡعُولاً۬ (١٠٨) وَيَخِرُّونَ لِلۡأَذۡقَانِ يَبۡكُونَ وَيَزِيدُهُمۡ خُشُوعً۬ا
Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, (107) dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi". (108) Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (109) (Q.S. al-Isra’: 107-109).
Tangisan itu merupakan bukti hadirnya hati ketika membaca al-Qur’an.
12. Tadabbur (Menghayati) dan Tafakkur (Merenungi Maknanya)
Yakni mengambil faedah dari bacaan al-Qur’annya, kemudian merenungkannya.
Allah Ta’ala berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (Q.S.Muhammad: 24).
13. Memohon Rahmat, meminta Perlindungn Diri, dan Sejenisnya
Disebutkan bahwasanya apabila Nabi saw. Membaca ayat berisi ancaman, maka beliau berlindung darinya; apabila membaca ayat yang berisi rahmat, beliaupun memohonnya; dan apabila membaca ayat yang berisi pensucian Allah, beliau saw bertasbih.
14. Membaca denga Lisan Disertai Kehadiran Hati
Al-Qur’an merupakan jenis dzikir yang paling afdhal dan paling tinggi secara mutlak, karena itu bacalah al-Qur’an dengan hati dan lisan, hingga anggota badan ini turut berdzikir kepada Allah Ta’ala.
15. Memanjangkan Suara Saat Membaca (Sesuai Tajwid)
Ini akan membantu mentadaburi dan memikirkannya, serta menjauhkan kita dari sikap tergesa-gesa ketika membaca Al-Qur’an. Dikatakan dalam sebuah hadits, bahwa Nabi saw. Memanjangkan suara beliau ketika membaca al-Qur’an. [8].
16. Tidak Berlebihan Ketika Membaca al-Qur’an
Seseorang yang terlalu memaksakan diri dalam membaca, ia membuka mulut lebar-lebar dan berlebih-lebihan dalam mempraktikan huk*m-huk*m bacaan (menurut anggapannya), maka rusaklah bacaannya, disamping berat bagi orang yang mendengarnya.
17. Tidak Menghatamkan al-Qur’an Kurang dari Tiga Hari
Nabi saw. Pernah bersabda kepada Ibu ‘Amr r.a.
اقْرَإِ القُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ.... .لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ
“Khatamkan al-Qur’an dalam setiap bulan... tidak akan dapat memahaminya orang yang menghatamkannya kurang dari tiga hari.” [9]. Diriwayatkan juga dari Rasulullah saw. Bahwasanya beliau tidak pernah menghatamkan al-Qur’an kurang dari tiga hari.”[10].
18. Menjaga al-Qur’an dengan Selalu Membacanya
Rasulullah saw. Bersabda:
تَعَاهَدُوا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنْ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا
“Ulang-ulangilah (hafalan) al-Qur’an. Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya al-Qur’an itu lebih cepat hilang dari hati manusia daripada unta yang terlepas dari ikatannya.” [11].
19. Mengamalkan al-Qur’an
Pada dasarnya al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan. Oleh sebab itu, barangsiapa membaca al-Qur’an namun tidak mengamalkannya, berarti ia telah meninggalkan al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:.. مَثَلُ ٱلَّذِينَ حُمِّلُواْ ٱلتَّوۡرَٮٰةَ ثُمَّ لَمۡ يَحۡمِلُوهَا كَمَثَلِ ٱلۡحِمَارِ يَحۡمِلُ أَسۡفَارَۢا‌ۚ
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya [1] adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal... (Q.S.Al-Jumu’ah: 5).
20. Berk*mpul untuk Membaca al-Qur’an dan Mempelajarinya
Nabi saw. Bersabda:
ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم إلا نزلت عليهم السكينة ، وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده
“Tidaklah suatu kaum berk*mpul di salah satu rumah diantara rumah-rumah Allah, membaca kitabullah, dan mempelajarinya diantara mereka kecuali akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka dinaungi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah memuji mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.”[12].
21. Membubarkan Diri Jika Terjadi Perselisihan Tentang al-Qur’an
Rasulullah saw bersabda:
اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ قُلُوْبُكُمْ فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فَقُوْمُوْا عَنْهُ
“Bacalah al-Qur’an yang akan menyatukan hati-hati kalian. Jika kalian berselisih, maka bubarlah.” [13].
22. Tidak Mencari Dunia dengan al-Qur’an
Rasulullah saw. Bersabda: "Bacalah al-Qur’an, amalkanlah, jangan kalian remehkan dan berlebih-lebihan di dalamnya, serta jangan mencari makan dan memperbanyak kekayaan dengannya.”[14].
23. Mengambil Sikap Pertengahan Antara Berlebihan dan Meremehkan
Maksudnya pertengahan dalam hal jumlah bacaan maupun tata caranya. Jika berlebihan dikhawatirkan akan bosan dan terputus (berhenti membaca lagi), sementara jika meremehkan, dikhawatirkan akan mendapat akibat buruk berupa terputus (ketidakpedulian) dari kitabullah Ta’ala.
Rasulullah saw. Bersabda:
أَحَبُّ الأَْعْمَال إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَل
“Amal yang paling disukai oleh Allah adalah yang dilakukan secara berkesinambungan meskipun sedikit.”[15].
24. Memperbanyak Membaca Surat-Surat yang Telah Disebutkan Keutamaannya.
Diantaranya: surat al-Baqarah, Ali-‘Imran, al-Kahfi, Bani Israil (al-Isra’), az-Zumar, Tabaarak (al-Mulk), al-Falaq, an-Nas, dan sebagainya.
kunjungi kami : www.ltq-assalam.blogspot.com

03/09/2015

Lembaga Tahsin Tahfidz Al-Qur`an

03/09/2015
03/09/2015

BISMILLAH,
LTQ ASSALAM MEMBUKA PROGRAM TAHSIN-TAHFIZH AL QUR’AN & BAHASA ARAB UNTUK PELAJAR/MAHASISWA/ IKHWAN AKHWAT JUGA UMUM

PENDAFTARAN DIBUKA MULAI MEI 2016

PROGRAM TAKHASSUS TAHSIN DAN TAHFIDZ

Program Tahsin dan Tahfidz LTQ Assalam merupakan sebuah program yang mengkhususkan kepada para peserta untuk bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Tingkatan Tahsin yang ditawarkan oleh LTQ Assalam adalah sebagai berikut :

1.Mustawa Awwal (Tingkat Pertama)

Merupakan sebuah program tingkat pertama yang dikhususkan bagi para peserta baik yang belum bisa maupun yang sudah bisa (tapi belum bertajwid mengenalkan kepada peserta beberapa huk*m tajwid sembari berlatih melancarkan bacaan AlQuraan.Tajwid yang dipelajari di antaranya adalah huk*m nun sukun dan tanwin serta huk*m mim sukun ,Selain belajar membaca Al Qur’an para peserta juga akan dibiasakan untuk bisa menulis Bahasa Arab dan menghapal surat-surat pendek pada juz 30.
Target : Peserta mulai dapat memahami bacaan Al Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid dalam rentang waktu 2 bulan Insya Allah.*
Waktu : 18 kali pertemuan (2 kali pertemuan/pekan), 1 pertemuan = 90 menit.
Untuk mustawa awwal ada 2 program yang ditawarkan oleh LTQ Assalam :
Reguler
Kapasitas : Maksimal 15 orang (minimal 7 orang)
Privat
Kapasitas : Satu kelas 1 s/d 3 orang.
Tempat belajar : Kantor Assalam (sesuai kesepakatan antara peserta dan pengajar).

2. Mustawa Tsani (Tingkat kedua)

Merupakan sebuah program lanjutan dari Mustawa Awwal. Pada Mustawa Tsani akan digunakan metode Tahsin yang biasa digunakan di lembaga-lembaga tahsin yang lain dengan bimbingan menghafal surat-surat pendek juz 30 melanjutkan hafalan dari Mustawa Awwal.
Target : Peserta dapat menguasai tahsin dengan baik dan benar, pengenalan makhroj dan sifat-sifat huruf sesuai kaidah-kaidah ilmu tajwed.*
Waktu : 18 kali pertemuan (2 kali pertemuan/pekan), 1 pertemuan = 90 menit.
Untuk mustawa tsani ada 2 program yang ditawarkan oleh LTQ Assalam:
Reguler
Kapasitas : Maksimal 15 orang (minimal 7 orang)
Privat
Kapasitas : Satu kelas 1 s/d 3 orang.

3. Mustawa Tsalits(Tingkat ketiga)

Merupakan sebuah program lanjutan dari Mustawa Tsani dan juga diperuntukkan bagi para peserta yang sudah mampu menerapkan tahsin dalam membaca Al Qur’an, namun belum bisa secara ragam (memperindah dan memperlancar bacaan dengan murottal), dilevel ini peserta sudah dituntut lancar membaca Al Qur’an .
Target : Peserta mampu memperindah dan memperbagus bacaan Al Qur’an sesuai bacaan standar, mengerti bacaan pembuka surat ( fawatihus suwar ) dan mengenalkan bentuk bacaan-bacaan tipis dan tebal pengenalan bacaan asing (ghoroibul qiroah) dan alwaqfu wal ibtida.*
Waktu : 18 kali pertemuan (2 kali pertemuan/pekan), 1 pertemuan = 90 menit.
Untuk mustawa tsalits ada 1 program yang ditawarkan oleh LTQ Assalam:
Reguler
Kapasitas : Maksimal 15 orang (minimal 7 orang)

PROGRAM TAKHASSUS
TAHFIZHUL QUR`AN

Program Tahfizh LTQ Assalam merupakan sebuah program yang ditawarkan bagi mereka yang ingin memiliki hafalan Al Qur’an,Program ini diperuntukkan bagi yang sudah lancar dan menguasai huk*m-huk*m bacaan Al Qur’an serta memiliki keinginan kuat untuk menghafal Al Qur’an.
Paket yang ditawarkan oleh program Tahfizh Assalam adalah sebagai berikut :

Tahfidz Reguler

Kapasitas : Maksimal 15 orang (minimal 10 orang)
Target: peserta memiliki hafalan sampai 3 juz dalam jangka waktu 1 semester Insya Allah.**
Waktu : 32 kali pertemuan (2 kali pertemuan/pekan),
1 pertemuan = 90 menit.

Tahfizh Tematik

Merupakan program tahfizh yang dikhususkan untuk menghapal surat-surat tematik yang ada pada Al Qur’an. Seperti :
Al Mulk,Al jumuah,Al-qiyamah,Yasiin, Atthur
Alwaqiah, Arrahman, Al-kahfi
Kapasitas : Maksimal 15 orang (minimal 7 orang)
Target: peserta memiliki hafalan surat sesuai keinginan dalam jangka waktu 2 bulan.**
Waktu : 18 kali pertemuan (2 kali pertemuan/pekan),
1 pertemuan = 90 menit.


PROGRAM TAKHASSUS
BAHASA ARAB (INTENSIF)

Merupakan sebuah program belajar Bahasa Arab dengan kajian Materi: Qira’ah, Kitabah, Muhaddatsah, fahmul Masmu’ Nahwu shorof, dan mempelajari tata bahasa dalam bahasa Arab keseharian serta kajian kebahasaan Al Qur’an.
Kapasitas : Maksimal 15 orang
Target : Peserta mampu berbicara dalam bahasa arab dengan baik, mampu memahami kaidah-kaidah dasar bahasa arab (nahwu dan sharaf)**.
Waktu : 4 bulan = 2 level sebanyak 32 kali pertemuan (2 kali pertemuan/pekan), 1 pertemuan = 90 menit

Notes
* : maksimal tidak hadir 2 x pertemuan
** : maksimal tidak hadir 1x pertemuan

Buku panduan tahsin tahfizh:
7 Kunci pokok belajar membaca
Al-quraan,Qur`anuna,Panduan Tahsin Tilawah, Pedoman Dauroh Al qur`an (disusun secara aplikatif) dll
Buku panduan B.Arab: Duruusulloghoh,
Al madaarij, Duruus fi Al-arabiyyah, dll
Waktu/pilihan belajar sabtu dan ahad
(bisa disesuaikan)
Penjelasan PTT:
1. Waktu belajar 90 menit:
a. Talaqqi Jama`i/Qiroah mitsaliyah 30 menit
b. Penjelasan materi/pembacaan
tadribat 30 menit
c. Talaqqi fardi 30 menit
2. Sarana penunjang kaset murottal CD MP3murottal/VCD Tahsin

Penjelasan PBA:
1.Waktu belajar 90 menit
a. Qiro`ah Jama`iyya 20 menit
b. Kitabah 30 menit
c. Muhadatsah 30 menit
d.Tamrinaat/tadribaat 10 menit

SYARAT PENDAFTARAN

- Mengisi formulir pendaftaran
- Foto copy KTP/Kartu Pelajar (bagi siswa sekolah)
- Pas foto 3x4, 2 lembar

BIAYA PENDAFTARAN

Biaya Kursus Tahsin Tahfidz Rp. 200.000,-/Persemester

Biaya kursus untuk buku paket & ujian
Biaya Pendidikan Gratis

Fasilitas : Al-Qur`an hafalan, Buku Paket, Cd Murottal 30 Juz

Informasi Pendaftaran:

Ust. H.A.Hudaya Aziz Al-Hafidz: 082210405164
Al-Akh Ridho Aziz : 085694922062
Al-Akh Zakaria : 08888323437

Address

Jalan Raden Saleh No. 4 Studio Alam Sukma Jaya Depok
Depok Dua Tengah
16412

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LTQ Assalam Studio Alam DEPOK posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category