Putra Putri Kampus Ajeg Bali

Putra Putri Kampus Ajeg Bali

Share

Official Account Putra Putri Kampus Ajeg Bali
(Education Ambassador of Bali)
"Jnanah Yajnah Pharamtapa"

Photos 13/06/2016

SAVE OUR EARTH START FROM OURSELF

Yuk ikut membantu menjaga kebersihan hutan mangrove! Dampaknya tidak hanya dinikmati pribadi, tapi oleh seluruh penduduk Bali.
Sekarang waktunya tunjukan kalau kita memang mencintai alam kita.
Acara kita nanti akan diajarkan cara membersihkan alam sambil bermain, kita akan isi dengan bersih" mangrove sambil bermain kano..
Serta akan diajarkan juga cara pembibitan mangrove yg benar.
Jadi jangan lupa datang dan ramaikan..
Sabtu, 18 Juni 2016. Acara mulai dari jam 06.30 - 09.00 tempat di kampoeng kepiting, Jl. I Gusti Ngurah Rai, Tuban - Badung.

Photos 06/06/2016

05/06/2016
Perwakilan Putra Putri Kampus Ajeg Bali menghadiri sekaligus mengikuti Acara Rembug Budaya dengan tema "Menjaga Palemahan dalam Konsep Veda" yg di selenggarakan oleh Kelompok diskusi Dipa Bhawana Unversitas Hindu Indonesia yang Berkerjasama langsung dengan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. acara Rembug Budaya ini Rutin diadakan setiap Rahina Tilem di Pura Lokanatha Denpasar. pada diskusi kali ini, berbagai topik yang bisa di garis bawahi pada rembug budaya kali ini. khususnya bagaimana kita sebagai manusia mampu menyelaraskan dan menjalankan konsep Tri Hita Karana dengan Ilmu Pengetahuan Alam (agama dan ilmiah). karena "agama tanpa ilmu pengetahuan akan buta, dan ilmu pengetahuan tanpa agama akan lumpuh"
*admin*

Photos 01/06/2016

Sejarah lahirnya Pancasila

Perjalanan panjang lahirnya Pancasila pada masa-masa akhir Perang Dunia II, kekalahan Jepang pada sekutu dalam perang Pasifik tidak lagi bisa disembunyikan.

Hal ini mendesak Jenderal Kuniaki Koisi yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Jepang untuk mengumumkan sebuah rencana untuk negeri zamrud khatulistiwa ke depannya pada tanggal 7 September 1944.

Hal yang diumumkan oleh Koisi ternyata adalah sebuah rencana untuk memerdekakan Indonesia ketika Jepang berhasil memenangkan perang Asia Timur. Pengumuman tersebut diharapkan akan membuat Indonesia berpikir bahwa pasukan sekutu adalah perenggut kemerdekaan mereka.

Bibit itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia. Di mana muncul ketika pada 1 Maret, Kumakichi Harada memberitahukan tentang pembentukan badan yang bertugas menyelidiki usaha persiapan kemerdekaan dengan namaDokuritsu Junbi Cosakai BPUPKI.

Ketika BPUPKI secara resmi dibentuk pada 29 April 1945, yang ditunjuk menjadi ketua adalah Radjiman Wedyodiningrat, didampingi oleh Raden Pandji Soeroso dan satu orang Jepang sebagai wakil ketuanya.

Soeroso telah memegang posisi ganda, yaitu sebagai kepala sekretariat BPUPKI bersama Abdoel Gafar dan Masuda Toyohiko. Ketika didirikan, BPUPKI memiliki 67 anggota dengan 7 diantaranya merupakan orang Jepang yang tidak memiliki hak suara.

Pada 28 Mei 1945, BPUPKI mengadakan sidang pertama mereka di gedung Volksraad, Jalan Pejambon 6, Jakarta Pusat. Sidang hari pertama ini hanya merupakan upacara pelantikan, dan sidang sesungguhnya baru dimulai keesokan harinya selama empat hari.

Pada sidang ini, Muhammad Yamin menyampaikan pidato dan merumuskan hal yang menjadi awal sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia, yaitu ideologi Kebangsaan, ideologi kemanusiaan, ideologi ketuhanan, ideologi kerakyatan, dan ideologi kesejahteraan.

Adapun pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mencetuskan dasar-dasar kebangsaan, internasionalisme, kesejahteraan, ketuhanaan, dan mufakat sebagai dasar negara. B**g Karno juga memberi nama dasar-dasar tersebut Pancasila, dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau azas.

Usulan Pancasila milik Soekarno kemudian ditanggapi dengan serius, menyebabkan lahirnya Panitia Sembilan yang berisi Soekarno, Mohammad Hatta, Marami Abikoesno, Abdul Kahar, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, dan Wahid Hasjim.

Panitia ini kemudian bertugas untuk merumuskan ulang Pancasila yang telah dicetuskan oleh Soekarno dalam pidatonya.

Rumusan selanjutnya yang nantinya menjadi pencipta sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia adalah ketika dibuatnya Piagam Jakarta, di sebuah rapat nonformal pada 22 Juni 1945 dengan 38 anggota BPUPKI.

Pada pertemuan ini, terjadi debat antara golongan Islam yang ingin Indonesia menjadi negara Islam dan golongan yang ingin Indonesia menjadi negara sekuler. Ketika mereka mencapai persetujuan, dibuatlah sebuah dokumen bernama Piagam Jakarta yang di dalamnya terdapat usulan bahwa pemeluk agama Islam wajib menjalankan syariat Islam.

Rancangan ini akhirnya dibahas secara resmi pada tanggal 10 dan 14 Juli 1945, di mana dokumen ini dipecah menjadi dua, bernama Deklarasi Kemerdekaan dan Pembukaan.

Singkat cerita, di penghujung tahun 1949, Republik Indonesia harus menerima rumusan penggantian bentuk pemerintahan menjadi negara federal dan hanya menjadi negara bagian Belanda.

Pada masa kini, sudah terbentuk kerangka Pancasila yang hampir mengikuti Pancasila modern. Beberapa bulan setelah menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), banyak negara bagian yang memilih bergabung dengan RI Yogyakarta, dan setuju mengadakan perubahan konstitusi RIS menjadi Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS).

Pada era kehancuran RIS ini, kerangka Pancasila belum berubah dari era awal RIS dibentuk oleh Belanda.

Berlanjut pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno akhirnya memutuskan untuk menetapkan UUD yang disahkan pada 18 Agustus oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) untuk menggantikan UUDS yang gagal menciptakan kestabilan negara pada saat itu.

Menyusul penggunaan kembali UUD 1945, Pancasila yang menjadi rumusan resmi adalah Pancasila dalam pembukaan UUD, yang merupakan Pancasila yang berlaku hingga di era modern saat ini. (dari berbagai sumber)
*Admin*

Photos 01/06/2016

28/05/2016
Perwakilan Putra Putri Kampus Ajeg Bali yang di wakili oleh Putra favorit Dewa Ardinata, Putri Favorit Rindra Prameswari, dan Finalis Putri Utami, serta Finalis Putra Pande menghadiri Malam HUT AKPAR Denpasar yg ke-29.
Trimakasi atas Undangannya.
*admin*

Photos 01/06/2016

Halloo..
Selamat Sore --
Generasi muda Bali berprestasi penerus bangsa Indonesia (*)

Salam Yayasan Teruna Teruni Bali

Photos 30/05/2016

Putra Putri Kampus Ajeg Bali 2016 mendukung kegiatan International Day of Yoga 2016 yang diselenggarakan oleh Konsulat Jendral India Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2016 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, dan hari ini telah dilaksanakan Press Conference : International Day of Yoga 2016 di gedung Consulate General of India

Photos 30/05/2016

29/05/2016
Rapat perdana Ikatan Putra Putri Kampus Ajeg Bali 2016 yg di Selenggarakan di kampus STIKES Bali.
pada rapat kali ini, Ikatan Putra Putri Kampus Ajeg Bali 2016 beserta Ketua Yayasan Sita Vedastiti membahas agenda program kerja untuk 1 tahun ke depan. sebagai Duta Pendidikan Provinsi Bali semoga kedepannya bisa berkontribusi yang positif kepada masyarkat Bali. khususnya Generasi Muda.
*Admin*

29/05/2016

Pemenang Putra Putri Kampus Ajeg Bali 2016

Topan Krisna Aditya (Atro Bali) - Putra Kampus Ajeg Bali 2016

Ni Luh Putu Darmayanti (Stikes Bali) - Putri Kampus Ajeg Bali 2016

I Gede Wahyu Wira Guna ( STD Bali) - Wakil I Putra Kampus Ajeg Bali 2016

Ni Komang Alit Ary Sumartini (PNB) - Wakil I Putri Kampus Ajeg Bali 2016
Ketut Ngurah Arya Krisna Satria Dharma (Stikes Bina Usada Bali) - Wakil II Putra Kampus Ajeg Bali 2016
Luh Putu Wiwien Widhyastuti (Stikom Bali) - Wakil II Putri Kampus Ajeg Bali 2016
I Dewa Gede Putra Ardinata (Undiksha Singaraja) - Putra Kampus Ajeg Bali Favorit 2016

Rindra Prameswari Sampadha Putri
(Poltekkes Denpasar) - Putri Kampus Ajeg Bali Favorit 2016

I Gede Ega Riantama (Unhi) - Putra Kampus Ajeg Bali Intelegensia 2016
Diva Surya Ningrum (Udayana) - Putri Kampus Ajeg Bali Intelegensia 2016

29/05/2016

15 Besar Finalis Putra Putri Kampus Ajeg Bali 2016
Finalis Putra:
1. I Dewa Gede Putra Ardinata
2. I Wayan Adi Mahendra
3. Muhamad Bily Agassi
4. I Gede Alit Triguna
5. Dewa Gede Raka Wiguna
6. BGS Gede Yoga Jaya Mahardika
7. I Gede Wahyu Wiraguna
8. I Dewa Gede Adnyana Pamungkas
9. I.B Hiroshi Wijaya
10. I Made Dwi Pradnyana Negara
11. Ketut Ngurah Arya Krisna Satria D
12. I Komang Pande Priantara
13. I Gede Ega Riantama
14. Topam Krisna Aditya
15. I Kadek Agus Dharma Putra

Finalis Putri:
1. Ni Kadek Budi Sintya Wati
2. Murni Handayani
3. Gusti Ayu Putu Ardaba Kory
4. Ni Putu Arias Tami Utami
5. Ni Luh Gede Putri Udiani
6. Novita Cahyanti
7. Luh Putu Wiwin Widyastuti
8. Dewa Ayu Putu Ratih Permata Putri
9. Diva Surya Ningrum
10. Ni Luh Putu Darmayanti
11. Rindra Rameswari Sampadha Putri
12. Ni Komang Alit Ari Sumartini
13. Ni Wayan Eka Parwati
15. Sri Jenani Swari

Want your school to be the top-listed School/college in Denpasar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jln. Ken Arok No. 10 Denpasar
Denpasar