Milu-milu Tuwung

Milu-milu Tuwung Milu-milu Tuwung

Indonesia sedang menjajaki kerja sama ambisius dengan Rusia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tera...
24/06/2026

Indonesia sedang menjajaki kerja sama ambisius dengan Rusia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung guna mempercepat swasembada energi nasional. Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi nuklir Rusia yang sudah matang sebagai langkah strategis dalam tiga tahun mendatang. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan energi bersih tapi juga membawa alih teknologi serta pengembangan sumber daya manusia yang mumpuni.
Dalam KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Sugiono menyampaikan komitmen Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi melalui opsi teknologi nuklir yang aman dan berkelanjutan. Pengalaman Rusia di bidang ini menjadi modal kuat bagi kedua negara. Namun Indonesia menegaskan bahwa setiap langkah harus memenuhi standar keselamatan internasional tertinggi agar manfaatnya dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Selain PLTN terapung, Indonesia juga melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia sebanyak 150 juta barel secara bertahap hingga akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan energi di tengah ketidakpastian global. Kerja sama energi ini diharapkan semakin mempererat hubungan kedua negara dan mendukung stabilitas pasokan di kawasan Asia Tenggara.
Sumber: Kompas

Cek Promo Dibawah ini
Promo Aksesoris HP grosir terbaru
https://s.shopee.co.id/3LL3RSC42w

Promo Produk Bahan Kue
https://s.shopee.co.id/3qHK2QUwoG



Promo Produk Skincare
https://s.shopee.co.id/70ELoL3Glc

Promo Produk Kebersihan
https://s.shopee.co.id/BO1k88PzR

Promo Jasa Web Design dan Marketing Online
https://shopee.co.id/shop/149612974

Aksi perundungan berujung kekerasan terjadi di salah satu SMP di Bandar Lampung pada Senin (25/5/2026), ketika seorang s...
23/06/2026

Aksi perundungan berujung kekerasan terjadi di salah satu SMP di Bandar Lampung pada Senin (25/5/2026), ketika seorang siswa kelas 1 berinisial KA (13) nekat menusuk perut teman sekelasnya, V (13), sebanyak tiga kali menggunakan pisau. Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, tindakan nekat pelaku dipicu oleh rasa sakit hati karena kerap menjadi korban bullying oleh korban, yang sering menghinanya dengan kata-kata kasar hingga membawa-bawa nama orang tuanya. Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke RS Abdul Moeloek untuk mendapatkan perawatan intensif pada luka tusuknya, sementara penanganan kasus hukum kini berjalan dengan melibatkan pihak sekolah serta keluarga mengingat kedua belah pihak masih di bawah umur.



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

Usai meresmikan penggunaan di China beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) tahun ini juga akan memperluas penggunaan Q...
23/06/2026

Usai meresmikan penggunaan di China beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) tahun ini juga akan memperluas penggunaan QRIS Antarnegara ke India, Hongkong, dan Timor Leste. Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, perluasan ini dilakukan untuk merealisasikan target penggunaan QRIS Antarnegara tahun ini yang ditargetkan dapat digunakan di 8 negara.
"Kita juga akan memperluas kerja sama QRIS Crossborder. Mungkin di tahun 2026 ini kita akan menargetkan dengan India, dengan Hongkong, dan juga dengan Timor Leste," ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (20/5/2026).
Dia mengungkapkan, saat ini nilai transaksi QRIS Antarnegara terus menunjukkan peningkatan, baik dari sisi penggunaan oleh masyarakat Indonesia di negara mitra (outbound) maupun penggunaan oleh turis asing di Indonesia (inbound).
Tercatat, nilai transaksi QRIS Antarnegara oleh turis asing yang berbelanja di Indonesia telah mencapai Rp 2,28 triliun sejak sistem pembayaran digital antarnegara ini diluncurkan.
"Saat ini sudah terhubung dengan enam negara dan baik transaksi QRIS inbound maupun outbound itu menunjukkan peningkatan," kata dia.
Bersamaan dengan itu, Pertumbuhan penggunaan QRIS di Indonesia terus menunjukkan tren positif yang signifikan, dengan nilai transaksi domestik telah menyentuh angka Rp 7,83 miliar, serta berhasil menjangkau 63 juta pengguna dan 45,3 juta merchant yang kian mendekati target ambisius tahun ini. Fili menekankan bahwa ekspansi masif sistem pembayaran digital ini, baik di dalam negeri maupun lintas negara, bukan sekadar peningkatan angka statistik, melainkan langkah strategis Bank Indonesia untuk menggerakkan roda ekonomi nasional dengan mempermudah akses transaksi keuangan.
"Ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan digital ekonomi dan financial inclusion ingin menjangkau minimal 66 persen UMKM karena kita tahu UMKM ini menyumbang sekitar 61 persen dari PDB," tuturnya.
Adapun saat ini QRIS Antarnegara telah digunakan di 6 negara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

Sebuah inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) dikembangkan oleh warga di Bali sebagai solusi...
22/06/2026

Sebuah inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) dikembangkan oleh warga di Bali sebagai solusi atas persoalan sampah sekaligus kebutuhan energi di tengah harga BBM yang terus mengalami kenaikan. Inovasi tersebut dijalankan oleh Komunitas Get Plastic di Desa Sibang Kaja, Badung, Bali, yang mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis.
Dipelopori oleh Dimas Bagus Wijanarko, teknologi ini mampu mengolah 10 kilogram sampah plastik menjadi sekitar 10 liter BBM dalam waktu tiga jam dengan biaya produksi sekitar Rp7.000 per liter. Selain membantu mengurangi volume sampah yang sulit didaur ulang, hasil olahannya juga dimanfaatkan untuk kebutuhan nelayan, petani, hingga mesin generator sebagai alternatif bahan bakar yang lebih terjangkau.



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

Petani di Kabupaten Lamongan menerima ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bantuan infrastruktur irigasi da...
21/06/2026

Petani di Kabupaten Lamongan menerima ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bantuan infrastruktur irigasi dari pemerintah pusat setelah daerah tersebut berhasil melampaui target luas tambah tanam yang ditetapkan pemerintah. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau dan perubahan cuaca ekstrem terhadap sektor pangan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah pemerintah pusat mempelajari rencana aksi yang disusun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk menghadapi potensi kekeringan dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian. “Ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat setelah mempelajari rencana aksi yang kami buat dalam rangka menghadapi musim kering atau perubahan cuaca ekstrem yang akan datang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (11/6/2026). Hal itu disampaikan Yuhronur saat menyerahkan secara simbolis mesin rotavator kepada tujuh kelompok tani (poktan) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Kamis.
Lamongan tercatat berhasil melakukan panen pada lahan seluas 193.000 hektar (ha) dari luas baku sawah sekitar 95.000 ha. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan intensitas tanam sekaligus melampaui target luas tambah tanam yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito menegaskan bahwa seluruh bantuan disalurkan kepada kelompok tani (poktan), bukan kepada individu. “Bantuan pertanian ini berbasis kelompok tani, bukan individu,” katanya.
Kompas



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

Pemerintah Kota Jayapura menyiapkan sekitar 100 hektare lahan di Distrik Muara Tami untuk pengembangan tanaman padi seba...
20/06/2026

Pemerintah Kota Jayapura menyiapkan sekitar 100 hektare lahan di Distrik Muara Tami untuk pengembangan tanaman padi sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengatakan lahan pertanian potensial di wilayah Muara Tami hingga kawasan perbatasan RI–Papua Nugini masih tersedia dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Selain lahan yang siap ditanami, Pemkot Jayapura juga mengusulkan program cetak sawah tambahan seluas 200 hingga 300 hektare guna meningkatkan produksi pangan di daerah tersebut. Pemerintah kota menilai potensi lahan yang tersedia mampu mendukung penguatan ketahanan pangan di Papua maupun secara nasional.
Tak hanya sektor pertanian, Pemkot Jayapura juga mengajukan dukungan kepada Kementerian Pertanian untuk pengembangan perkebunan kakao seluas 100 hektare di Distrik Muara Tami. Program ini diharapkan dapat memperluas aktivitas pertanian produktif sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Melalui pengembangan padi dan kakao, pemerintah berharap sektor pertanian dan perkebunan di Kota Jayapura semakin berkembang, memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

PT PAL Indonesia bersiap mencatatkan pencapaian baru di pasar ekspor pertahanan. Dalam hitungan hari, Landing Platform D...
20/06/2026

PT PAL Indonesia bersiap mencatatkan pencapaian baru di pasar ekspor pertahanan. Dalam hitungan hari, Landing Platform Dock (LPD) ketiga pesanan Angkatan Laut Filipina dijadwalkan memasuki tahap peluncuran, menandai kemajuan penting dalam proyek kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Filipina.
Kapal ini merupakan bagian dari kontrak lanjutan yang diberikan Filipina kepada PT PAL setelah keberhasilan pengoperasian LPD generasi sebelumnya. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan industri galangan kapal Indonesia semakin diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam pembangunan kapal perang berukuran besar.
Dengan bobot mencapai ribuan ton dan kemampuan mengangkut pasukan, kendaraan tempur, serta helikopter, LPD memiliki peran penting dalam mendukung operasi amfibi, bantuan kemanusiaan, hingga penanggulangan bencana. Kehadiran kapal ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan Angkatan Laut Filipina dalam menjalankan berbagai misi di wilayah kepulauannya.
Proses pembangunan yang terus menunjukkan kemajuan juga menjadi kabar positif bagi industri pertahanan nasional. Peluncuran kapal ini bukan hanya menjadi tonggak bagi PT PAL, tetapi juga memperlihatkan bahwa produk pertahanan buatan Indonesia mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan dari negara lain.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peluncuran LPD ketiga Filipina akan menjadi salah satu momen penting bagi PT PAL pada tahun 2026. Keberhasilan proyek ini berpotensi membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kapal perang terkemuka di kawasan.



Cek Promo Dibawah ini
Promo Aksesoris HP grosir terbaru
https://s.shopee.co.id/3LL3RSC42w

Promo Produk Bahan Kue
https://s.shopee.co.id/3qHK2QUwoG

Promo Produk Skincare
https://s.shopee.co.id/70ELoL3Glc

Promo Produk Kebersihan
https://s.shopee.co.id/BO1k88PzR

Promo Jasa Web Design dan Marketing Online
https://shopee.co.id/shop/149612974

Selama bertahun-tahun, dapur masyarakat Indonesia sangat akrab dengan LPG 3 kg. Tabung hijau yang sering disebut gas mel...
20/06/2026

Selama bertahun-tahun, dapur masyarakat Indonesia sangat akrab dengan LPG 3 kg. Tabung hijau yang sering disebut gas melon itu sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Dari rumah tangga, warung makan, pedagang gorengan, penjual nasi, sampai usaha rumahan, banyak yang bergantung pada gas ukuran kecil ini.
Karena sudah begitu dekat dengan masyarakat, setiap kabar soal bahan bakar memasak baru pasti menarik perhatian. Apalagi belakangan muncul pembahasan tentang CNG 3 kg, gas alam yang sedang dikaji sebagai alternatif LPG 3 kg untuk kebutuhan memasak.
CNG merupakan singkatan dari Compressed Natural Gas. Secara sederhana, CNG adalah gas alam yang dimampatkan ke dalam tabung bertekanan tinggi. Gas ini bukan barang baru di Indonesia. Selama ini CNG sudah digunakan di beberapa sektor, seperti hotel, restoran, industri, hingga kendaraan berbahan bakar gas.
Yang baru adalah rencana membawa CNG ke ukuran kecil, mendekati kebutuhan rumah tangga. Pemerintah mengkaji CNG 3 kg agar energi ini dapat lebih dekat dengan dapur masyarakat. Ukurannya dibuat kecil karena kebiasaan konsumen Indonesia sudah lama terbentuk dengan tabung LPG 3 kg.
Pembahasan ini muncul bukan tanpa alasan. LPG 3 kg selama ini memang sangat membantu masyarakat, terutama rumah tangga dan usaha kecil. Namun, kebutuhan LPG Indonesia masih banyak dipenuhi dari impor. Di sisi lain, negara juga menanggung beban subsidi yang besar agar harga LPG 3 kg tetap terjangkau.
Dari sinilah CNG mulai dilirik. Bahan bakunya berasal dari gas alam, dan Indonesia memiliki sumber gas bumi sendiri. Artinya, CNG punya peluang untuk memperkuat penggunaan energi dalam negeri. Bukan sekadar mengganti tabung di dapur, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada energi impor.
Namun, CNG dan LPG bukan gas yang sama. LPG adalah Liquefied Petroleum Gas, yaitu gas hasil pengolahan minyak bumi dan gas bumi yang disimpan dalam bentuk cair. Sementara CNG adalah gas alam, terutama metana, yang dimampatkan dalam tekanan tinggi agar dapat masuk ke dalam tabung.
Perbedaan ini membuat cara penyimpanannya juga berbeda. LPG disimpan dalam tekanan yang lebih rendah. CNG membutuhkan tekanan jauh lebih tinggi. Karena itu, tabung CNG tidak dapat disamakan dengan tabung LPG biasa. Ia membutuhkan teknologi tabung khusus yang dirancang untuk menahan tekanan besar.
Pemerintah mengkaji penggunaan tabung tipe 4 berbahan komposit atau fiber. Tabung jenis ini disebut lebih ringan, kuat, dan mampu menahan tekanan tinggi. Jadi CNG 3 kg bukan hanya urusan gas baru, tetapi juga teknologi penyimpanan baru yang harus memenuhi standar keamanan.
Bagi konsumen, bagian ini penting untuk dipahami. CNG bukan sekadar tabung berbeda warna atau bentuk baru dari gas melon. Karakternya berbeda, tekanannya berbeda, dan standar keamanannya juga harus disiapkan secara khusus. Maka sebelum digunakan luas, pengujian tabung, regulator, selang, dan sistem distribusi perlu benar-benar matang.
Dari sisi keamanan, CNG punya karakter menarik. Gas ini lebih ringan daripada udara. Saat terjadi kebocoran, CNG cenderung naik dan menyebar ke udara. Sementara LPG lebih berat daripada udara, sehingga dapat berkumpul di bagian bawah ruangan. Meski begitu, semua jenis bahan bakar gas tetap harus digunakan sesuai aturan keselamatan.
Artinya, masyarakat tetap perlu edukasi yang jelas. Cara memasang regulator, cara menyimpan tabung, cara mengecek kebocoran, dan tindakan saat mencium bau gas harus dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami. Energi dapur tidak cukup hanya modern, tetapi juga harus aman dan nyaman dipakai setiap hari.
Dibanding LPG, CNG punya beberapa potensi manfaat. Pertama, bahan bakunya dapat berasal dari gas dalam negeri. Kedua, ketergantungan pada impor LPG dapat ditekan. Ketiga, beban subsidi energi berpeluang lebih ringan. Keempat, masyarakat mendapat pilihan bahan bakar baru untuk kebutuhan memasak.
Namun, LPG tetap punya keunggulan besar yang tidak dapat diabaikan. Jaringannya sudah luas, pangkalannya tersebar, dan masyarakat sudah terbiasa memakainya. Dari sisi kebiasaan, LPG sudah sangat kuat. Karena itu, CNG 3 kg lebih tepat dipahami sebagai alternatif yang sedang disiapkan bertahap, bukan pengganti mendadak yang langsung hadir di semua dapur.
Penerapan bertahap menjadi penting karena urusan gas rumah tangga tidak hanya soal produksi. Ada distribusi, tempat pengisian, standar tabung, harga, pangkalan, hingga kesiapan masyarakat. Gas baru akan diterima lebih mudah saat konsumen merasa tidak direpotkan.
Salah satu hal yang juga diperhatikan adalah perlengkapan memasak. Pemerintah menyebut sistem CNG 3 kg dirancang agar masyarakat tidak perlu banyak mengubah kebiasaan memasak. Namun, penggunaan tetap harus mengikuti standar resmi, terutama pada regulator, selang, dan tabung yang sesuai dengan karakter CNG.
Skema tabung juga sedang dibahas agar tidak membebani masyarakat. Dalam rencana yang muncul, tabung CNG dapat dipinjamkan melalui distributor. Polanya dibuat agar konsumen tidak harus membeli tabung baru dengan biaya besar di awal. Hal seperti ini penting, karena transisi energi seharusnya tidak membuat masyarakat merasa diberi beban tambahan.
Yang paling dibutuhkan konsumen sebenarnya sederhana. Gasnya aman, mudah didapat, harganya jelas, dan cara pakainya tidak membingungkan. Teknologi boleh maju, istilahnya boleh terdengar canggih, tetapi di dapur masyarakat, ukurannya tetap praktis. Dapat dipakai memasak dengan tenang.
Menariknya, Indonesia disebut berpotensi menjadi negara pertama yang memakai CNG 3 kg untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Ini menjadi fakta yang cukup unik. Biasanya Indonesia mengikuti teknologi yang sudah lebih dulu digunakan negara lain. Kali ini, Indonesia justru berpeluang mengenalkan format baru dalam energi dapur.
Namun, status pertama di dunia bukan tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah manfaatnya terasa oleh masyarakat. Program seperti ini akan berhasil bukan karena terdengar hebat, tetapi karena benar-benar mudah dipahami, mudah diakses, dan aman digunakan.
CNG 3 kg membuka ruang baru dalam pembahasan energi rumah tangga. Selama ini masyarakat hanya mengenal LPG 3 kg sebagai bahan bakar utama untuk memasak. Ke depan, CNG dapat menjadi pilihan tambahan yang memanfaatkan gas alam dalam negeri.
Perubahan seperti ini tentu tidak perlu dipahami sebagai sesuatu yang menakutkan. Justru masyarakat perlu mengenalnya sejak awal. Dengan begitu, saat program ini mulai diuji atau diperkenalkan lebih luas, konsumen sudah memahami bedanya CNG dengan LPG, manfaatnya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, CNG 3 kg bukan cuma cerita tentang tabung baru. Ini adalah upaya mencari energi dapur yang lebih mandiri, lebih dekat dengan sumber daya dalam negeri, dan tetap ramah bagi konsumen. LPG sudah lama membantu masyarakat. CNG hadir sebagai kemungkinan baru yang perlu disiapkan dengan hati-hati.
Bagi rakyat, energi yang baik bukan hanya yang hemat untuk negara. Energi yang baik adalah yang aman dipakai, mudah ditemukan, harganya masuk akal, dan tidak membuat bingung saat masuk ke dapur. CNG 3 kg punya peluang menuju ke sana, asalkan pengenalannya dilakukan dengan jelas, bertahap, dan benar-benar berpihak pada kebutuhan konsumen.



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

PT Danantara Investment Management (DIM) melaporkan penerbitan obligasi global (global bond) perdana berdenominasi dolar...
19/06/2026

PT Danantara Investment Management (DIM) melaporkan penerbitan obligasi global (global bond) perdana berdenominasi dolar AS senilai USD1,5 miliar diminati investor global. Tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai lebih dari tiga kali lipat dari emisi.
Berdasarkan factsheet dikutip Jumat (12/6/2026), investor Amerika Serikat (AS) hingga Eropa memburu obligasi dengan kupon di atas 5 persen tersebut. Untuk obligasi dengan tenor 10 tahun, investor AS menyerap 52 persen alokasi, disusuk investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) sebesar 31 persen, serta Asia 17 persen. Sementara untuk tenor 5 tahun, investor EMEA menjadi pembeli terbesar dengan porsi 41 persen, diikuti AS 38 persen dan Asia 21 persen.
Tingginya minat investor Amerika Serikat menunjukkan kuatnya kepercayaan pasar keuangan global terhadap prospek Danantara sebagai sovereign-linked investment vehicle Indonesia yang baru dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.
Secara keseluruhan, penerbitan obligasi global perdana Danantara melalui DIM memperoleh permintaan yang sangat besar. Nilai pemesanan puncak (peak orderbook) mencapai USD4,6 miliar atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan nilai penerbitan sebesar USD1,5 miliar. Minat tersebut datang dari investor institusi yang berasal dari AS, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.
Baca selengkapnya di
https://www.idxchannel.com/.../obligasi-global-danantara...



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

INDONESIA RESMI TEKUK PROTEKSIONISME UNI EROPA! SAVING COST 157,28 T DANPOTENSI NILAI TAMBAH DEVISA 24,68 T!​Buah sawit ...
19/06/2026

INDONESIA RESMI TEKUK PROTEKSIONISME UNI EROPA! SAVING COST 157,28 T DAN
POTENSI NILAI TAMBAH DEVISA 24,68 T!
​Buah sawit merah merona,
Tumbuh subur di bumi nusantara.
Langkah hukum tegak di WTO,
Kedaulatan energi bersinar bersama.
Pagi pagi kita up dan bangun rasa optimisme!
​Di hadapan Bu Guru, berserakan bundel dokumen pdf putusan hukum internasional berselampung logo World Trade Organization (WTO) dengan dua kode kasus yang sangat krusial: DS593 dan DS618. Tepat di sampingnya, menyala layar gawai menampilkan transkrip pernyataan resmi dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta dinamika persiapan implementasi program B50 per Juni 2026.
​Sebuah babak baru diplomasi perdagangan luar negeri kita baru saja mencatatkan sejarah penting di Jenewa. Melalui proses adjudikasi multilateral yang panjang, argumen hukum Indonesia atas diskriminasi produk hilir kelapa sawit akhirnya diterima oleh Panel WTO.
​Selama bertahun-tahun, opini publik global kerap dipengaruhi oleh narasi sepihak yang menyudutkan daya saing biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) tanah air.
Namun, melalui keputusan hukum ini, argumen proteksionisme tarif yang diterapkan Uni Eropa terbukti tidak memiliki landasan bukti objektif yang kokoh di bawah hukum perdagangan internasional.
​Kita bedah arsitektur pertempuran dagang ini secara berimbang, elegan, dan berbasis data. Agar sebagai pembaca yang cerdas, kita tidak hanya larut dalam glorifikasi, melainkan memahami kalkulasi strategis di baliknya.
​Curious?
So let's start...
​---------👀✨️
Anatomi Sengketa Dagang & Uji Logika Hukum
​Dimulai dengan membuka laci sejarah regulasi internasional agar kita tidak mudah terombang-ambing oleh bias informasi. Pertempuran hukum Indonesia di WTO sebenarnya berjalan pada dua jalur koordinat yang berbeda namun saling berkaitan:
​Pertama, kasus DS593 (European Union – Certain Measures Concerning Palm Oil and Oil Palm Crop-Based Biofuels). Kasus ini berfokus pada kebijakan teknis Renewable Energy Directive II (RED II) Uni Eropa yang secara sepihak mengklasifikasikan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku berisiko tinggi terhadap perubahan penggunaan lahan tidak langsung (high ILUC-risk).
Panel WTO pada Januari 2025 memutuskan bahwa proses peninjauan data dan kriteria sertifikasi yang diterapkan Uni Eropa terbukti diskriminatif dan melanggar prinsip Most-Favoured-Nation (MFN). Karena Uni Eropa melewati batas waktu kepatuhan hingga 24 Februari 2026, Indonesia mengambil langkah tegas dengan mengajukan permohonan otorisasi penangguhan konsesi dagang (suspend concessions) pada Maret 2026 guna menjaga hak ekonominya.
​Kedua, kasus DS618 (European Union – Countervailing Duties on Imports of Biodiesel from Indonesia). Jalur ini menggugat pengenaan Bea Masuk Imbalan (BMI) sebesar 8% hingga 18% oleh Komisi Eropa sejak 2019 atas tuduhan adanya subsidi terselubung melalui BPDPKS. Laporan Panel yang dirilis pada Agustus 2025 memenangkan mayoritas klaim penting Indonesia. Panel menyatakan bahwa pungutan ekspor kelapa sawit domestik tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan subsidi finansial pemerintah yang mendistorsi pasar global.
​Meskipun demikian, kita harus melihat realitas ini secara objektif. Pada akhir September 2025, Uni Eropa mengajukan banding atas laporan panel DS618. Karena Badan Banding WTO saat ini mengalami kelumpuhan struktural (Appellate Body paralysis), tindakan Uni Eropa tersebut secara de facto menangguhkan kewajiban mereka untuk mencabut tarif BMI. Ini adalah celah hukum internasional yang membuat penyelesaian tarif di lapangan masih membutuhkan negosiasi bilateral yang ulet.
Biar membumi, Bu Guru carikan analogi sederhana memahami kasus di atas : Bayangkan Koperasi Desa (Indonesia) berhasil menjual hilirisasi minyak kelapa (biodiesel) murah berkat efisiensi produksi. Pemilik Swalayan Kota (UNI EROPA/Negara Asing) yang merasa tersaingi sengaja mengenakan biaya tambahan tinggi dengan tuduhan sepihak bahwa koperasi menerima subsidi ilegal. ​Tak terima, koperasi membawa bukti transparan kepada Bupati (WTO). Setelah diperiksa secara objektif, Bupati menyatakan tuduhan swalayan tidak terbukti dan memerintahkan agar biaya tambahan tersebut segera dicabut demi persaingan yang adil.
​Menakar Dampak Finansial dan Rantai Nilai Global
​Kita beralih sejenak ke analisis angka (Literasi Numerasi). Kebijakan BMI 8-18% sejak 2019 telah menjadi tembok tebal bagi ekspor biodiesel kita.
​Perhatikan fluktuasi volume ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa berikut:
​Tahun 2019 (Sebelum Hambatan Tarif): Mencapai 1,32 juta kiloliter (kL).
​Tahun 2020 (Pasca-Pengenaan BMI): Merosot tajam menjadi hanya 36.000 kL.
​Tahun 2024: Tertahan di level 27.000 kL.
​Selama masa-masa sulit tersebut (2020–2024), rata-rata nilai ekspor tahunan biodiesel Indonesia ke Uni Eropa bertahan di angka USD 319,7 juta. Dengan adanya putusan WTO yang mendelegitimasi keabsahan BMI tersebut, pemerintah memproyeksikan target pertumbuhan ekspor biodiesel ke Eropa dapat kembali stabil pada tingkat 6.7% per tahun.
​Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan:
​"Kemarin kita menang di WTO untuk kelapa sawit. Jadi itu satu hal yang membuktikan bahwa dalam kasus kelapa sawit dan biodiesel, diakui Eropa melakukan diskriminasi terhadap Indonesia. Dan kemenangan ini merupakan bukti bahwa negara Indonesia kita bisa fight dan kita bisa menang..."
​Putusan ini menjadi pembuktian penting bagi integritas tata kelola hilirisasi sawit domestik. Namun, membanjiri kembali pasar Eropa bukanlah perkara mudah tanpa adanya kesepakatan final dalam perundingan kemitraan komprehensif Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
​B50 dan Dilema Keseimbangan Makroekonomi
​Di sisi domestik, kedaulatan energi nasional diakselerasi melalui implementasi program mandatori biodiesel B50 yang dijadwalkan meluncur pada 1 Juli 2026.
​Dari perspektif Kementerian ESDM, program B50 ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi indikator makro:
1). ​Penyelamatan Devisa: Potensi penghematan devisa dari pengurangan impor solar fosil diperkirakan mencapai Rp 157,28 triliun per tahun.
2). ​Nilai Tambah & Tenaga Kerja: Menghasilkan nilai tambah domestik sebesar Rp 24,68 triliun serta menyerap sekitar 2,21 juta tenaga kerja di sektor hulu-hilir.
3). ​Optimisme Bebas Impor: Didukung oleh beroperasinya kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan secara masif, Indonesia diproyeksikan mampu menghentikan impor solar sepenuhnya.
​Namun, sebagai analis yang jernih, kita wajib melihat sisi koin lainnya. Para ekonom energi mengingatkan bahwa peningkatan bauran menjadi B50 membutuhkan pasokan CPO domestik yang sangat besar (mencapai alokasi total 15,65 juta kL biodiesel untuk tahun 2026). Konsekuensinya, volume ekspor CPO mentah diperkirakan akan terpangkas sekitar 4 hingga 5 juta ton per tahun.
​Hal ini memicu dilema fiskal: berkurangnya ekspor CPO mentah berisiko menurunkan penerimaan pungutan ekspor (export levy) yang dikelola oleh BPDPKS. Padahal, dana pungutan tersebut adalah instrumen utama untuk menutup selisih harga indeks pasar biodiesel dalam skema subsidi Public Service Obligation (PSO).
Jika rantai pasok tidak dikelola dengan hati-hati, peningkatan serapan CPO untuk energi berpotensi menciptakan tekanan harga pada industri pangan domestik, khususnya minyak goreng. Pemerintah sendiri telah merancang mitigasi ketat guna memastikan ketersediaan bahan baku pangan tetap aman dan tidak terdistorsi oleh program bioenergi ini.
​Catatan Akhir Bu Guru
​Kemenangan hukum di WTO memberikan legasi penting bagi reputasi perdagangan internasional kita. Namun, perjalanan menuju ketahanan energi yang mapan tidak cukup hanya dengan memenangkan sengketa tarif. Ke depan, efisiensi produksi, keberlanjutan lingkungan, dan keseimbangan alokasi hulu-hilir antara pangan, energi, serta pasar ekspor harus terus dikelola secara presisi dan matang. MASIH BANYAK PR PEMERINTAH UNTUK MEWUJUDKAN KEDAULATAN BANGSA INI.
Tugas kita untuk mengawasi, kritisi (jika ada yg melenceng) dan apresiasi jika ada pencapaian yang dilakukan. Tak ada manfaatnya skeptis berlebihan sayang ...
Apalagi tidak diiringi tabayun dan mudah terbawa narasi penggiringan opini negatif.
Hanya akan menambah sesak di dada, mengurangi syukur dan membuat kita murah mengumpat.

Tetap lah kritis, dan tulis apa pendapat kalian di kolom komentar. Share agar warga NKRI optimis negara dan pemerintahannya tengah berbenah total. Bu Guru tak kan berhenti untuk up pencapaian agar rasa sayang dan cinta NKRI serta rasya syukur ini terus bertumbuh.
Salam Sayang, Literasi Numerasi
Bu Guru 💕



Jangan Lupa Mampir
iPhone 15 Pro Fullset Mulus – LCD Original 100% No Refurbish
https://s.shopee.co.id/1BI0lE3Pa0

Nike Air Jordan 1 Retro Hi Og Black White
https://s.shopee.co.id/8fO1h6udnE

PayDay Voucher s/d 12%] HUAWEI Band 11 Series
https://s.shopee.co.id/2g6oYBSG30

Infinix Hot 60i 6/128GB - Up to 12GB Extended RAM
https://s.shopee.co.id/8KlBIhPusf

Address

Jalan Gandapura
Denpasar
464096

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Milu-milu Tuwung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category