Belajar Bahasa Inggris dengan mudah.....tanpa menghapal, menulis...dan dalam waktu singkat. Sangat c We break every traditional english learning rule .
KUANTA INDONESIA, Learning English Through Subconscious-Installing Method . We don't do anything normally...
BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MUDAH
Mau yang cepat ? PERTAMA DAN SATU-SATUNYA DI INDONESIA BAHKAN DUNIA ! MENGUASAI BAHASA INGGRIS DALAM WAKTU SINGKAT TANPA MENGHAFAL KOSAKATA, TANPA MENULIS DAN TANPA BERPIKIR BERAT TAPI PEMBELAJARAN INI MELALUI PENGINSTALAN DAN AKTIFASI OTAK BAWAH SADAR.
Introduksi
Learning English Through Subconscious-Installing Method merupakan sebuah terobosan baru dalam metodologi pembelajaran bahasa Inggris yang berfokus pada optimalisasi penggunaan otak bawah sadar. Otak bawah sadar merupakan komponen terbesar dari otak (88%) yang memegang peranan sangat penting, namun seringkali terlupakan dalam keberhasilan proses pembelajaran. Di bagian inilah fungsi memori permanen berada dan merupakan lokasi istimewa dimana keahlian / keilmuan pada tingkatan otomatis tersimpan, yang merupakan tujuan akhir dari semua pembelajaran yaitu self mastery (penguasaan suatu keilmuan pada tingkatan otomatis). Secara teknis metode ini berbasis pada aktivasi gelombang alfa pada otak, yang menempatkan seorang peserta didik berada dalam kondisi yang paling optimal (super learner) untuk menguasai suatu keilmuan. Pada kondisi ini otak bawah sadarlah yang paling dominan melakukan tugasnya, menyerap semua informasi secara genial dan utuh tanpa banyak diinterupsi oleh pikiran kritis dan analitis, yang sengaja diminimalkan fungsinya pada tahapan ini. Efeknya, peserta didik akan belajar dengan sangat santai, fokus, tanpa beban, dan menyenangkan, sebagaimana anak kecil belajar sesuatu, tanpa banyak melibatkan pikiran sadar (kritis-analitis). Tanpa disadari peserta didik akan mengalami fenomena instalasi bawah sadar yang berdampak pada penyerapan dan penguasaan yang sangat tinggi terhadap informasi yang diberikan. Karena prosesnya di bawah sadar, tidak jarang peserta didik akan keheranan ketika menemukan kenyataan bahwa mereka mampu menghasilkan output yang sedemikian bagus – tingkat penguasaan yang tinggi, terhadap segala hal yang mereka pelajari. Mereka seakan tiba-tiba bisa / mampu, tanpa proses belajar yang berat dan membebani pikiran. Di dalam prosesnya, Learning English Through Subconscious-Installing Method melakukan 7 hal yang sangat mendasar bagi peserta didik, yaitu;
1. Memberikan wawasan dan kecerdasan berbahasa Inggris.
2. Membuka kesadaran diri akan kemampuan dan pemahaman berbahasa Inggris.
3. Membangkitkan semangat dan motivasi berbahasa Inggris dan memahami kekurangannya.
4. Membangkitkan kesadaran diri dan kemauan untuk belajar bahasa Inggris.
5. Membangkitkan kreativitas pelajar secara berkesinambungan.
6. Menjadikan kreativitas yang timbul tersebut akan berlangsung secara berkesi-nambungan.
7. Memberikan proses untuk memahami bahasa Inggris secara utuh yang meliputi bahasa Inggris lisan dan tulis (vocabulary, listening, speaking, reading, dan writing). Keunggulan
Selama proses pembelajaran, peserta didik tidak boleh menggunakan pikiran kritis dan analitis terlalu berat, menulis, menghapal, tetapi cukup menyimak dengan rileks semua materi yang diberikan oleh pengajar. Dalam kondisi demikian, proses transfer informasi akan berlangsung optimal tanpa banyak mengalami gangguan, yang berdampak pada meningkatnya penguasaan materi. Dengan demikian peserta didik akan senantiasa bersemangat dan tertarik untuk terus belajar bahasa Inggris dengan pemahaman yang menyeluruh mencakup kemampuan bahasa lisan dan tulis. Dengan kata lain, peserta didik;
Akan belajar bahasa Inggris dengan rileks namun tetap dalam kondisi yang sangat fokus. Tidak memerlukan hafalan yang intensif, namun mampu menyerap dengan maksimal materi yang diajarkan. Tidak perlu menulis, tapi memiliki kemampuan menulis dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar. Tidak ada pengulangan materi secara berulang-ulang dalam proses pembelajaran. Lompatan atau akselarasi keilmuan sangat cepat dan akurat. Akan menciptakan output secara otomatis bagi dirinya yang mempunyai kesulitan dalam belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris akan menjadi mudah, efisien, dan efektif. Tidak perlu latihan percakapan secara intens, namun outputnya peserta didik memiliki kemampuan percakapan bahasa Inggris bebas secara otomatis (tanpa terkonsep dalam bentuk dialog). Permasalahan
Berdasarkan fakta / penelitian yang ada di berbagai sekolah yang dilakukan oleh peserta didik / guru / dosen di sekolah mereka sendiri baik di tingkat SMP, SMU / SMK, atau Universitas, dengan responden 100 siswa yang memiliki nilai bahasa Inggris minimal 7, baik sekolah negeri maupun swasta di Indonesia telah menunjukkan sebagai berikut:
Mayoritas mereka tidak dapat menggunakan bahasa Inggris praktek dengan baik. Mereka kurang mampu dalam listening. Mayoritas pelajar tidak menyukai bahasa Inggris. Siswa hanya mengejar nilai dan kelulusan saja. Berdasarkan studi tersebut, terlihat bahwa murid yang memiliki nilai bahasa Inggris minimal 7, menunjukkan ketidakmampuan dalam hal keterampilan menggunakan bahasa Inggris. Dan dari data tersebut terlihat p**a secara umum keberadaan pelajaran bahasa Inggris tidak dis**ai oleh siswa, dan hampir keseluruhan siswa hanya mengejar nilai sebagai persyaratan kenaikan kelas ataupun kelulusan. Sebagaimana diketahui bahwa bahasa merupakan sarana komunikasi antar umat manusia, terlebih lagi bahasa Inggris yang merupakan alat komunikasi internasional, maka sangat penting bagi peserta didik untuk memiliki tingkat penguasaan berbahasa Inggris yang baik, karena dapat menunjang bagi keberhasilannya di Era Globalisasi Teknologi Informasi dan Pasar Bebas Dunia
VISI DAN MISI
- Visi
Mewujudkan kemampuan dan keterampilan pada semua peserta didik untuk mampu berbahasa Inggris secara aktif dengan baik dan benar, yang berujung pada meningkatnya kemampuan peserta didik untuk sukses dalam pergaulan internasional.
- Misi
Menciptakan kondisi pendidikan dan pengajaran yang baik dan menyenangkan bagi semua peserta didik yang berdampak pada meningkatnya perasaan s**a dan moti-vasi untuk belajar bahasa Inggris. Memotivasi, mendukung, dan membantu para peserta didik yang belum bisa dan kurang mampu berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta didik di bidang pengetahuan bahasa Inggris. Teknologi Level Kuanta
Inovasi teknologi yang diambil dan menjadi basis bagi metodologi pembelajaran yang dikembangkan dinamakan Teknologi Level Kuanta. Teknologi ini bertumpu pada proses digitalisasi dan transformasi ilmu di level energi. Teknologi ini dibangun dari beberapa unsur paradigma dasar, Pertama: fakta bahwa dalam pandangan dunia kuantum, unsur penyusun semua benda di dunia ini adalah energi yang bervibrasi dengan frekuensi tertentu. Semakin tinggi vibrasinya, semakin tidak bisa ditangkap oleh panca indra. Sebaliknya, semakin rendah vibrasinya, semakin terlihat dan mampu ditangkap oleh panca indra. Dalam paradigma ini, ilmu dikategorikan p**a sebagai ‘benda’ yang juga ada unsur penyusunnya, yaitu energi yang memiliki vibrasi sangat tinggi. Kedua: Teknologi otak, bahwa otak bekerja dengan cara tertentu yang sangat spesifik dan alamiah. Semua informasi – termasuk juga ilmu, diolah dan disimpan dengan cara tertentu p**a. Sebagai konsekuensinya perhatian terhadap cara kerja otak ini sangat menentukan keberhasilan sebuah proses pembelajaran, terutama perhatian terhadap potensi bagian otak yang sangat luar biasa, yaitu otak bawah sadar. Di sinilah semua informasi pada tingkatan otomatis disimpan. Tujuan pembelajaran sebuah ilmu pada akhirnya adalah penguasaannya pada tingkatan otomatis – yang merupakan fungsi dari otak bawah sadar. Jadi pemahaman yang benar terhadap cara bekerja otak bawah sadar ini sangatlah dibutuhkan untuk keberhasilan proses pembelajaran. Ketiga: Teknologi komputer, bahwa di dalam cara otak bekerja terdapat banyak sekali proses-proses yang mirip proses komputerisasi yang dilakukan komputer, akan tetapi ia dalam taraf yang jauh lebih canggih dan jauh lebih cepat. Pemisahan antara proses recording (merekam) dan proses utilizing (menggunakan) data atau informasi amatlah menentukan keberhasilan proses pembelajaran, karena berbeda tahapan, berarti berbeda p**a perlakuannya. Tidak bisa dicampur-adukkan, karena hanya akan menghasilkan kesulitan dalam proses belajar yang berdampak pada rendahnya tingkat keberhasilan pembelajaran. Level Kuanta Mastering English
Level Kuanta Mastering English adalah sebuah lompatan dan terobosan baru dalam metode pembelajaran bahasa Inggris. Metode ini dibangun dan dikembangkan dari pemanfaatan keunggulan-keunggulan Teknologi Level Kuanta, yang menitikberatkan pada proses digitalisasi (pemaknaan dalam) terhadap ilmu di level energi. Bila dilihat dari cara bekerja otak, pada umumnya proses penguasaan (mastering) terhadap sebuah keilmuan dan skill / keterampilan apapun dilakukan melalui 4 level:
Unconscious – Incompetent
(seseorang tidak menyadari kalau dia tidak memiliki kemampuan). Conscious – Incompetent
(menyadari kalau tidak mampu) sehingga melakukan proses belajar. Conscious – Competent
(menyadari kalau sudah memiliki kemampuan) karena proses belajar. Unconscious – Competent
(tidak menyadari lagi dalam menggunakan kemampuannya) karena skill atau keilmuannya sudah memasuki level otomatis dan tersimpan di bawah sadar. Level II dan level III adalah tahapan yang paling tidak nyaman. Pada tahap ini pada umumnya orang mengerahkan tenaga, pikiran, dan konsentrasinya untuk menguasai sebuah ketrampilan. Biasanya dengan menghafal, membaca berulang-ulang, mengerjakan latihan-latihan, dan sebagainya. Ketika sudah bisapun belum terasa nyaman, karena belum biasa dan ada rasa kekhawatiran akan hal-hal yang membawa pada kegagalan. Dalam metode pembelajarannya, Level Kuanta Mastering English melakukan proses percepatan / akselarasi – bahkan bisa juga dikatakan melakukan by-pass (mempersingkat) proses pembelajaran dari level I langsung ke level IV. Level I dan III dipotong / dilalui dengan cepat. Sehingga proses belajar menjadi sangat mudah dan menyenangkan. Akibatnya, aktivitas belajar yang secara umum dianggap tidak nyaman, sulit, mengerahkan banyak tenaga, pikiran, dan konsentrasi dirubah sedemikian rupa menjadi sebuah proses yang asyik dan menyenangkan, sehingga menjadi sebuah kebutuhan. Belajar tidak lagi harus “berdarah-darah”, namun cukup dilakukan dengan tenang, rileks, dan menyenang-kan, sebab ilmu adalah kekuatan, kenikmatan, dan semangat, bukan beban berat yang ter-paksa harus dijalani. Jadi seharusnya menguatkan bukan malah membebani, mem-bosankan, atau malah melelahkan.