23/08/2013
apakah itu siwa dalam hindu bali :
kata siwa sudah tidak asing lagi didengar oleh seluruh umat hindu di bali maupun di dunia , SIWA yang dalam hindu merupakah sebuah keyakinan yang berujung pada sebuah aliran dan ajaran,
namun dibalik itu semua siwa juga dilambangkan dengan bentuk manusia bertangan empat duduk bersila dan sedang bertapa , itu bukanlah bentuk nyata dari siwa itu sendiri , siwa ini merupakan kekuatan yang selalu diarahkan pada hal kekuatan tuhan , namun adakah yang dapat memikirkan siwa itu sendiri ,, TIDAK ,, karena beliau tak terpikirkan dan tak berwujud siapa yang dapat memahami semua gerak gerik beliau , hanya ada satu cara untuk melihat sang siwa yaitu melaksanakan ajaran agama dan menyatu pada atma yang merupakan percikan hyang siwa , umum terjadi di masyarakat ,, dia teruss bersemedi terus bertapa tapi tak satupun yang ia pahami soal itu , berhatihatilah karena orang yang gagal dalam berkonsentrasi akan bingung dan keliru atas pemikirannya .....
23/08/2013
siwa tattwa
om swastyastu
TUHAN DALAM SIWA TATTWA
A.PENGERTIAN UMUM
DALAM SIWA TATTWA TUHAN DISEBUT SANG HYANG WIDHI WASA – SANG HYANG TITAH (BHS.BALI). SEBUTAN SANG HYANG WIDHI TIDAK DITEMUKAN DALAM LONTAR-LONTAR YANG ADA DI BALI, YANG ADA ADALAH BETARA SIWA. DI BALI BETARA SIWA ADALAH SEBUTAN DARI SANG HYANG WIDHI DAN SEBUTAN INI SANGAT POPULER DAN SANGAT DI AGUNGKAN OLEH MASYARAKAT BALI.
DALAM SASTRA HINDU INDONESIA AJARAN TSB DIATAS DISEBUT SEBAGAI AJARAN SAIVASIDDHANTA. NAMA INI MENGINGATKAN KITA KEPADA NAMA SAIVA SIDDHANTA DI INDIA SELATAN. NAMUN BILA DIAMATI TERDAPAT PERNEDAAN PERBEDAAN ANTARA SAIVASIDDHANTA INDONESIA DENGAN SAIVASIDDHANTA INDIA.
•
Ajaran Ketuhanan dalam Veda mengajarkan bahwa Tuhan adalah Esa, namun ia meliputi segalanya, mempunyai banyak nama. Dalam Rg.Veda I–164.46 disebutkan sebagai berikut:
Indram, mitram, varuna agnim, ahur, atho, divyah, sasuparno, garutman - Ekam sad vipra bahuda vadantyagnim yamam matarisvanam ahuh
Artinya:
Mereka menyebutkan Indra, Mitra, Varuna, Agni, dan Dia yang bercahaya, yaitu Garutman yang bersayap elok. Satu itu (Tuhan), sang bijaksana menyebut dengan banyak nama seperti Agni, Yama Matarisvan.
•
Dalam Lontar Jnanasiddhanta Tuhan dinyatakan
sebagai berikut:
Sa eko bhagavan sarvah, siva karana karanam
Aneko viditah sarvah, catur vidhasya karanam
Ekatwanekatwa swalaksana bhatara, ekatwa ngaranya, kahidep makalaksana ng Siwatattwa. Ndan tunggal, tan rwatiga kahidepanire, mangelaksana siwa karana juga, tanpaprabheda. Aneka ngaranya kahidepan bhatara makalaksana cathurda, caturdha ngaranya laksananiram sthuta suksme parasunya.
•
Berdasarkan etimologi istilah Siwa Tattwa terdiri dari dua kata yaitu Siwa dan Tattwa. Kata Siwa berasal dari bahasa Sansekerta yang dalam bentuk ajektivenya berarti mulia, dan dalam bentuk noun masculinenya bermakna dewa atau tunau. Sedangkan istilah Tattwa juga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti intisari kebenaran yang sejati. Dengan demikian istilah Siwa Tattwa berarti intisari kebenaran yang sejati daripada Tuhan atau yang disebut p**a filsafat ke-Tuhanan atau Widhi Tattwa.
08/08/2013
om swastyastu .
sebelum dimulainya halaman hindu bali ini terlebih dahulu kita membahas agama hindu di bali serta adat istiadatnya.
sebelum kita mengenal pengetahuan hindu ita mulai dari agama hindu bali.
hindu bali .
agama hindu di bali tidak seperti agama hind di india seperti aneka ragam persembahannya struktur tempat sucinya mantra mantra, TETAPI walaupun kita semua berbeda jauh weda atau ajaran sumber pengetahuan kita tetap satu yaitu weda , yang merupakan sumber dari ajaran agama hindu.
08/08/2013
Dalam bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta). [5] Dalam Reg Weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Hal ini mendekati dengan kata Hapta-Hendu yang termuat dalam Zend Avesta (Vendidad: Fargard 1.18) — sastra suci dari kaum Zoroaster di Iran. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai Sindhu. Hindu sendiri sebenarnya baru terbentuk setelah Masehi ketika beberapa kitab dari Weda digenapi oleh para brahmana. Pada zaman munculnya agama Buddha, agama Hindu sama sekali belum muncul semuanya masih mengenal sebagai ajaran Weda.
08/08/2013
Agama Hindu (Sanskerta: Sanātana Dharma सनातन धर्म "Kebenaran Abadi" [1]), dan Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.[2][3] Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam dengan jumlah umat sebanyak hampir 1 miliar jiwa.[4]
Penganut agama Hindu sebagian besar terdapat di anak benua India. Di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini. Agama ini pernah tersebar di Asia Tenggara sampai kira-kira abad ke-15, lebih tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit. Mulai saat itu agama ini digantikan oleh agama Islam dan juga Kristen. Pada masa sekarang, mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat Bali, selain itu juga yang tersebar di p**au Jawa,Lombok, Kalimantan (Suku Dayak Kaharingan), Sulawesi (Toraja dan Bugis - Sidrap).