21/08/2021
SEMINAR NASIONAL REFLEKSI TOLERANSI DALAM UPAYA MODERASI BERAGAMA "CINTA ADALAH ESENSI DALAM SETIAP AGAMA"
Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai suku bangsa, budaya dan agama yang beragam. Keberagaman agama dan keyakinan khususnya, di satu sisi menjadi peluang untuk menopang keutuhan bangsa melalui sikap toleransi terhadap perbedaan, dan di sisi lain dapat memiliki kecenderungan melahirkan konflik serta perpecahan yang bersumber dari truth claim (klaim kebenaran) masing-masing kelompok.
Beberapa tahun belakangan isu-isu yang berkaitan dengan pertentangan keyakinan nampak meningkat di beberapa tempat di Indonesia. Apalagi di era globalisasi dengan kecanggihan teknologi informasi, berbagai peristiwa sederhana cenderung mudah meledak menjadi sebuah isu yang besar. Hal itu disebabkan oleh berubahnya secara signifikan nilai-nilai dan gaya hidup yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat modern. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius namun perubahan gaya hidup modern yang menuntut harus bergerak serba cepat, sibuk dengan kompetisi ekonomi, politik dan berbagai pemenuhan kebutuhan hidup lainnya sering tidak memungkinkan untuk menginsyafi lebih dalam nilai-nilai spiritual dari agama yang dianutnya. Akibatnya, umat beragama di zaman sekarang relatif mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang memecah kerukunan baik di dalam internal agama itu sendiri akibat beberapa perbedaan pandangan/tafsir, maupun dengan umat lain. Semua ajaran agama pada tataran terdalam memiliki intisari yang sama yaitu mencintai Tuhan dan mencintai makhluk hidup yang merupakan bagian dari ciptaanNya. Ketika seseorang karena sesuatu dan lain hal belum menemukan esensi ini maka ia hanya akan melihat perbedaan-perbedaan pada tataran ritual pada semua agama. Melihat hanya di permukaan seringkali melahirkan kesalah pahaman.
Perbedaan adalah sebuah ketetapan dari Tuhan YME. Diperlukan sikap moderasi berupa pengakuan atas keberadaan pihak lain, memiliki sikap toleran, penghormatan atas perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak dengan cara kekerasan. Semua kelompok masyarakat memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi aktif bagi tercapainya keharmonisan dan kedamaian.
Dari latar belakang tersebut, maka Yayasan Bhaktivedanta Institute Indonesia dan Yayasan Prasasti Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Cinta Adalah Esensi Semua Agama”. Cinta adalah prinsip dasar kehidupan dan bahasa universal yang dipahami oleh setiap makhluk. Seminar nasional ini bermaksud untuk merefleksikan nilai-nilai terdalam dan universal yang ada di setiap ajaran agama.
Dengan melakukan refleksi diharapkan kita mengingat kembali persamaan hakikat sebagai umat manusia, sesama insan beragama dan warga negara Indonesia yang masih berproses untuk mencapai tujuan hidup tertinggi, sehingga muncul rasa persaudaraan dan persatuan sebagai sesama anak-anak Tuhan sekaligus sebagai anak bangsa Republik Indonesia.
Silakan "ngangsu kaweruh" kepada para narasumber. Yang perlu sertifikat, disediakan secara gratis dengan mengisi form ini https://s.id/seminarmoderasi2021 Salam toleransi...
*Live on Institut Bhaktivedanta Indonesia