Institut Bhaktivedanta Indonesia

Institut Bhaktivedanta Indonesia

Share

Yayasan Institute Bhaktivedanta Indonesia
- Sekretariat: Jalan Tukad Batanghari V, No. 18 Denpasar, Bali-Indonesia

Photos from Institut Bhaktivedanta Indonesia's post 10/09/2024

Kerjasana dengan PNB


07/10/2021

Webinar From Illness to Recovery: A Spiritual Perspective.
bit.ly/WebinarFITR

07/09/2021
03/09/2021

Sabtu 04 September 2021.
Jam 20.00 wita

Pengantar
Akhir-akhir ini semakin banyak org mengalami gangguan kesehatan mental, bahkan angka kematian karena bunuh diri semakin meningkat selama masa pandemi ini. Tekanan hidup begitu keras, sehingga pikiran dan kecerdasan seseorang menjadi buntu hingga mengambil jalan pintas, bunuh diri. Oleh karena itu, kita perlu memahami cara kerja pikiran dan cara peningkatan kesadaran untuk meningkatkan kesehatan mental. Mari belajar bersama....

Jam 20.00 wita

You are cordially invited to the webinar series on Science & Spirituality.

Topic: *Understanding the Mind and Consciousness for Mental Health: A Vedantic Perspectives*

Speaker: *Aristotle Motii Nandy, SPIRITON Renaissance International*

Please Join the Lecture on *04 September 2021 (Saturday)* @ *5:30 pm* by the following link:

https://us02web.zoom.us/j/84513533984?pwd=THlVWGJ5WWxWUzJYSWdYTlg4Q0lvQT09

21/08/2021

SEMINAR NASIONAL REFLEKSI TOLERANSI DALAM UPAYA MODERASI BERAGAMA "CINTA ADALAH ESENSI DALAM SETIAP AGAMA"

Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai suku bangsa, budaya dan agama yang beragam. Keberagaman agama dan keyakinan khususnya, di satu sisi menjadi peluang untuk menopang keutuhan bangsa melalui sikap toleransi terhadap perbedaan, dan di sisi lain dapat memiliki kecenderungan melahirkan konflik serta perpecahan yang bersumber dari truth claim (klaim kebenaran) masing-masing kelompok.

Beberapa tahun belakangan isu-isu yang berkaitan dengan pertentangan keyakinan nampak meningkat di beberapa tempat di Indonesia. Apalagi di era globalisasi dengan kecanggihan teknologi informasi, berbagai peristiwa sederhana cenderung mudah meledak menjadi sebuah isu yang besar. Hal itu disebabkan oleh berubahnya secara signifikan nilai-nilai dan gaya hidup yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat modern. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius namun perubahan gaya hidup modern yang menuntut harus bergerak serba cepat, sibuk dengan kompetisi ekonomi, politik dan berbagai pemenuhan kebutuhan hidup lainnya sering tidak memungkinkan untuk menginsyafi lebih dalam nilai-nilai spiritual dari agama yang dianutnya. Akibatnya, umat beragama di zaman sekarang relatif mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang memecah kerukunan baik di dalam internal agama itu sendiri akibat beberapa perbedaan pandangan/tafsir, maupun dengan umat lain. Semua ajaran agama pada tataran terdalam memiliki intisari yang sama yaitu mencintai Tuhan dan mencintai makhluk hidup yang merupakan bagian dari ciptaanNya. Ketika seseorang karena sesuatu dan lain hal belum menemukan esensi ini maka ia hanya akan melihat perbedaan-perbedaan pada tataran ritual pada semua agama. Melihat hanya di permukaan seringkali melahirkan kesalah pahaman.

Perbedaan adalah sebuah ketetapan dari Tuhan YME. Diperlukan sikap moderasi berupa pengakuan atas keberadaan pihak lain, memiliki sikap toleran, penghormatan atas perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak dengan cara kekerasan. Semua kelompok masyarakat memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi aktif bagi tercapainya keharmonisan dan kedamaian.

Dari latar belakang tersebut, maka Yayasan Bhaktivedanta Institute Indonesia dan Yayasan Prasasti Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Cinta Adalah Esensi Semua Agama”. Cinta adalah prinsip dasar kehidupan dan bahasa universal yang dipahami oleh setiap makhluk. Seminar nasional ini bermaksud untuk merefleksikan nilai-nilai terdalam dan universal yang ada di setiap ajaran agama.

Dengan melakukan refleksi diharapkan kita mengingat kembali persamaan hakikat sebagai umat manusia, sesama insan beragama dan warga negara Indonesia yang masih berproses untuk mencapai tujuan hidup tertinggi, sehingga muncul rasa persaudaraan dan persatuan sebagai sesama anak-anak Tuhan sekaligus sebagai anak bangsa Republik Indonesia.

Silakan "ngangsu kaweruh" kepada para narasumber. Yang perlu sertifikat, disediakan secara gratis dengan mengisi form ini https://s.id/seminarmoderasi2021 Salam toleransi...

*Live on Institut Bhaktivedanta Indonesia

28/07/2019

Former President Dr. Kalam on Science and Spirituality:

'Every religion has a central component - Spirituality that is driven by compassion and love. Rationality and logic are intrinsic to Science and Spirituality. A spiritual experience is the goal of a deeply religious person whereas a major discovery or an invention is the goal of a scientific mind. I both aspects are unified, amalgamated in our own patterns, we can transcend to that level of thinking in which unity is a cohesive aspect. For this environment the two major components, Science and Spirituality have to interact. A peace prayer can be the foundation of both.'
Excerpt from an article written by Dr. A.P.J.Abdul Kalam 'The Joy of Human Life' book presented in the book "Towards a culture of Peace and Harmony" edited by His Holiness Damodar Swami. Swamiji is a pioneer on Science and Spirituality dialogue. He presents the book to the former president at Rastrapati Bhavan, New Delhi, 2003.

15/07/2019

IHDN Denpasar bekerja sama dengan YIBI, hari ini menyelenggarakan sebuah seminar berjudul sebagai berikut:

Photos from Institut Bhaktivedanta Indonesia's post 05/01/2018

Life after death from perspevtive vedanta

Want your school to be the top-listed School/college in Denpasar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Denpasar