Praktisi harus menyadari sedang berada pada alam samsara yang sesungguhnya dapat digambarkan dengan aksara.
Hidup dialam semesta raya, dengan berbagai wujud mahluk hidup yang diwarnai dengan beraneka macam p**a warna kehidupan mahluk hidup, seperti s**a duka lara pati dan lainnya, digambarkan dalam wujud aksara whreastra yang berjumlah 18 aksara dan 2 aksara pengunci sebagai aturan dalam dua hukum alam ( F20 ).
Vajrajnana Yoga & Meditation Centre
Vajrajnana adalah praktek jnanayoga yang memadukan dua buah àlam yakni àlam sekãla dan sūnyãta.
Tidak hanya wujud spiritual masyarakat umum saja, aktivasi aura kilaya juga banyak menghasilkan pribadi-pribadi yang unggul, dan dijadikan media menyelesaikan permasalahan kehidupan yang berskala besar.
Pelayanan Graha TakshuKu ; menghancurkan efek fitnah keji, perasaan sedih, dukalara, kehilangan motivasi, traumatik, fsikomatik/kecemasan dan kegilaan.
MAHA KESADARAN VAJRAJNANA ||
Pribadhi, Nirsasraya, itulah kebijaksanaan dari jati-diri sejati yang suci murni, sebagai manuver hidup yang hakiki.
Isi dari ajarannya sangat terpendam didasar mahakesadaran hidupnya, tanpa wujud dan tampak apapun ( dale’m ).
Sadhana yang tidak mengandung dharma nyata, metode yang tidak menarik bagi seorang yang mengagungkan agama standar, sebab tidak ada warna rasa dan kebanggaan pribadi yang perlu dipertontonkan sebagai kebanggaan pada ranah sosial relegius.
Vajrajnana adalah putik dari bunga Padma ( siwa ), dan akar dari seluruh bunga apapun ( budha ).
Salam Bali Kuno
04/10/2021
KUALITAS KEBAIKAN PADA AJARAN VAJRAJNANA.
[ moral dan prilaku yang baik adalah buah dari kompilasi 2 pengetahuan yang dikenal vajrajnāna ]
Pengetahuan sejati manusia adalah serapan bathin manusia atas apa yang terjadi didalam proses kehidupannya.
Kemampuan menyerap tergantung dari sejauh mana kebangkitan spirit yang diawali dengan kesadaran bathin, cerdasnya pikiran manusia tersebut.
Kesadaran bathin atau buddhi tergantung juga pada disiplin manusia melakukan meditasi bhavana vikrama tingkat dasar. Disiplin meditasi tergantung sejauh mana manusia itu memiliki hasrat berbuat kebajikan dan memegang teguh prinsip moral ( bhavana vikrama madhya ).
Prinsip moral manusia sangat tergantung dari kepekaan dan kepedulian manusia itu terhadap masyarakat disekitarnya akan kebahagiaan dan kedamaian bersama pada kehidupannya dengan kualitas pengetahuannya memahami hubungan karma.
Tanpa ada hubungan karma, disamping tindakannya sia-sia, juga sangat rentan terjadi lompatan karma buruk yang tidak bisa dihindari oleh si penolong ( * tidak sedikit para dermawan yang jatuh sakit, bahkan penderitaan yang tiada sebab ).
KEPEKAAN dan KEPEDULIAN ternyata menjadi dasar atau pondasi pengetahuan yang sesungguhnya pada penggalian ajaran parimitha.
Apa yang dimaksud kepekaan dan kepedulian itu ..... ?
Keterbukaan, kejujuran, kesadaran serta jiwa besar sangat dibutuhkan dalam hal ini.
Wujudnya adalah ketenangan pikiran, tenangnya pikiran adalah buah atau bentuk penggalian kepedulian dan kepekaan yang dilandasi pengertian tertinggi tentang parimitha.
Bagaimana manusia mampu melakukan semua ini, adalah dengan sering berkumpul bersama pada sebuah kelompok positif dimana didalam setiap pertemuan itu selalu menghasilkan energi positif, kesimp**an positif dan aksi manusia positif.
Perkump**an - perkump**an inilah seharusnya menjadi penyangga kuatnya sebuah agama dan kelompok kerohanian karena dilandasi dengan hubungan karma ( dattikarma ). Kebaikan yang dilakukan pada perkump**an kerohanian tidak akan terjadi lompatan karma buruk atau sejenisnya, karena mereka telah berjanji untuk saling menguatkan dan menyempurnakan.
Ikatan karma yang dimaksud dikenal SANGGA.....
Selamat berkumpul dan beraksi yang positif pada kelompok kerohanian yang dilandasi ajaran guru yang berkualitas, bukan karena motif bergerombol.
Rahayu.
JNANA YOGA
Yoga melahirkan Catur Lokhapala.
Bagaimana caranya mengangkat dan mencedaskan masyarakat agar memenuhi standar sebagai manusia cerdas dengan memahami kesadaran tuhan dalam dirinya ( pribadi ) juga menyadari tuhan pada semesta yang luas ( Mahadewa ), dikenal buwana alit dan buwana agung, yang dikenal Bavana Vikrama.
Melalui Bhavana Vikrama Madhya, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan mental spiritualnya, meningkatkan kesehatannya, taraf hidupnya serta strata sosialnya pada masyarakat luas.
Mental spiritual yang berkembang akan mampu melahirkan prinsip moralitas yang sempurna yakni mampu menjaga kestabilan mental sendiri, juga mampu membantu masyarakat lainnya.
Pengembangan lainnya adalah pada pengertian yang benar pada sistem rohani manusia, dimana rohanilah yang berhak melakukan keterhubungan, bukan tubuh fisik ataupun halusinasinya.
Roh manusialah yg keterhubungan dengan roh lainnya, entah itu roh agung Tuhan, para dewa, para reshi, para pitra, para bhuta dsb.
Sebagai puncak pencapaian jnanayoga tahap dasar adalah para praktisinya akan menyadari Bentuk PIKIRAN, BATHIN, dan ROHANI, sebelum sampai pada jnāna yoga ataupun jnanamarga mustahil mampu memahami apa yang dimaksud ketuhanan.
PIKIRAN akan melahirkan wujud idealisme ( rancangan hidup ), yang dihubungkan dengan dengan catur bavana yakni pada shanti bavana ( dunia para dewa ), wredha bavana ( dunia preta ), sunya bavana ( dunia ghaib ) dan usmi bavana ( dunia masyarakat ).
BATHIN akan melahirkan prinsip ketetapan atau keabadian yang bersumber dari data statistik hidup mahluk hidup yang sama dari masa kemasa, yang berhubungan dengan energi Akasa ( Mula Yoga ), Energi Bhumi ( Wasana Yoga ), Energi Sunya ( Anta Yoga ) dan Energi mahluk hidup lainnya ( Madhya Yoga ).
ROHANI akan mewujudkan segala kehendak pikiran dan bathin yang dilakukan oleh indra manusia, dengan melakukan Catur Sadhana Yoga yakni Raja Yoga, Jnanayoga, Karmayoga dan Bhaktiyoga.
Sehingga segala hal yang dilaksanakan sudah melalui proses pikiran panjang, sesuai dengan kehendak bathin, dan apapun yang dilaksanakan akan mencapai pada kualitas tindakan yang sempurna, dan dapat dipertanggungjawabkan lahir maupun bathin.
Demikianlah konsep belajar spiritual melalui intermedia yakni media sosial dan telekomunikasi lainnya, tetapi tetap pada rambu sistem yang benar berspiritual yakni selalu terhubung dengan bathin pembimbingnya sebagai pengawasan atas perkembangan sifat alamiah spiritualnya.
Sebelum mulai berlatih jnanayoga, kami kirimkan materi sebagai pedoman terlebih dahulu, sebagai pengantar belajar jnana dalam bentuk modul yang berlapis-lapis, baru kemudian dilaksanakan latihan yoga bersama secara langsung.
Rahayu ||
07/09/2021
PRAKTEK VAJRAJNANA YOGA PADA HARI TUMPEK LANDEP
manjing ring urangka-urangka manjing ring keris.
Setelah sekian banyak pengetahuan yang digali sebagai landasan dan filsafat kehidupan, serta wahana dalam mengembangkan mental spiritual, maka selanjutnya wajib mengaplikasikan dengan melaksanakan Sat Angga dan Sat Karma.
Sebagai disiplin hidup sehari hari, para praktisi wajib melaksanakan meditasi bavana vikrama dasar, sebagai landasan mendisiplinkan diri serta selanjutnya melakukan pendewasaan dan pengembangan mental spiritual lebih lanjut dengan meditasi bavana vikrama madhya.
Pada praktek bavana vikrama madhya, para praktisi dikenalkan dengan meditasi mahaguhya dan paramaguhya.
Mahaguhya dilandasi dengan prinsip catur bawana yang melahirkan mandala, serta catur yoga melahirkan catur yoga samhita.
Sedangkan Paramaguhya dengan landasan meditasi adhwaya, adhwayajnana, dan nidra, melahirkan catur lokha phala yang menjadi prilaku dasar kepanditan nusantara.
Penyempurnaan Bavana Vikrama Madhya ini dengan melakukan sat angga meliputi pelaksanakan pemurnian diri melalui sadhana puja mandala Kalacakra di dalam gedong suci masing-masing.
Untuk didepan sanggah atau tempat suci lakukanlah jamasan brahma kavaca, yakni penyucian diri melalui mandala agni, lalu penyucian sarasvati dengan tirtha pavitra ( pancaka tirta ) yakni gabungan air hujan, air laut, air tanah, air buah kelapa, dan tirta pavitra yang diambil dari asimilasi air api pada ritual jamasan.
Sat Karma wajib menyucikan diri dengan tindakan berdasarkan AUM ( agni-udhar-manah ), yang mengewejawatah pada Kaya Wak Citta yang sempurna, sehingga apapun yang dilakukan akan membuahkan kesuksesan dan kebahagiaan.
Tindakan lanjutan agar energi vajra tetap bertumbuh didalam tubuh fisik para praktisi adalah dengan selalu berdasarkan dasa parimitha, sebagai disiplin sehari-hari ajaran vajrajnana. Juga wajib menambahkan terus wawasan pengetahuan melalui mendengar wejangan dari guru penuntun, serta guru wahyu lainnya. Sehingga setiap saat kita bisa melancipkan rohani pada sumber ajaran dan sumber kehidupan yakni Ghana Ung ( Gunung ).
Catur Vipala sebagai pedoman kita seimbang dalam memahami memperoleh hasil dari setiap karma, sehingga kita benar - benar faham bahwa hidup harus seimbang antara kebutuhan fisik dan rohani...jangan munafik memaknai prinsip spiritualitas.
Catur yoga paramitha adalah pengembangan selanjutnya setelah catur bavana sudah diresapi sebagai mandala bathin yang suci ( maitrī ), selalu mengajak masyarakat untuk melakulan puja mandala agar bisa memahami apa itu kesucian ( karunā ), serta dimana pun kita berada adalah alam kesucian itu sendiri ( mudittā ), sehingga kitalah sumber kesucian itu ( upekshā ).
Demikianlah makna Tumpek Landep untuk para praktisi Vajrajnana sebagai laku pelancipan sebuah ajaran dengan prilaku yang jelas, benar dan dengan cara yang benar p**a.
Selamat berlatih .....
Selamat menikmati mamfaatnya.....
03/09/2021
ROGA SENGARA BHUMI
leluhur yang terabaikan *)
Nihan Widhi Śāstra ;
Roga Sangara Bumi, saking nīti Bhagawān Dharmaloka, katama de Sang Aji ring Majapahit, tekaning Bali Madya.
apa luwirnya ;
ritatkalaning ganti kali bhūmi, dewata matilar ring madhyapada, mantuk maring swargan mahameru, ginantianing bhūta, sabhūmi sami wang kasusupan bhūta, bahur ikāng jagat perang sumelur, ratu ameseh lawan pada ratu, gering sasab marana tan pegat pegat, ngendah laraning wang, gumigil panas uyang, akweh pejah, desa tepi ning tasik tebening agering, mutah mising kadadak ita bingung,
Weda mantra tanpa sari, mati, mantra usada punah. pan aywa tan yatna Sang Bhujangga Aji, angemit praja mandala.
Anggawe kayowananing rat, danakena watek paṇḍitaaji, angūncaraken weda, angūndurakẹṇ gering marana ika, anggelaraken mantra, ākāśāstawa. Ita Buddhi, anggelaraken Weda, bāyu astawa, sang pandita byuh sisya, anggelaraken teja astawa, sādhana wedyasuci, mapanggungan ring pangabhaktyan sang ratu, lukat ikang bhūmi antuk HOMA TIRTHA PAVITRA, duluran nawa ratna paideran, tekaning jadma kabeh ka angabhakti aneda urip dulurin pracaru ring lawang lawang.
Mwang sang amawa bhumi, sabanwarakrama, sapunpunya teka wenang mapinunas, āra ring giri, ring hyang Druwaresi ākāśa, ngaturang guru piduka, Bhatara Bali, mwah ring Hyang Baruna, ring Hyang Catur Raksa Gni, mangkana kajaring Widhi Śāstra,
Mantra;
Om, Pukulun hyang Ratnangkara, Hyang sagara geni, manusanira nunas urip bhuktinen sajinira dana becik.
Ong, sidhirastu yanamah swaha.
Situasi semakin buruk, kehancuran alam, bencana alam, penyakit mewabah, racun menjadi makanan biasa, pembunuhan , perang antar kelompok..... gambaran kondisi seperti ini sudah dituliskan pada lontar Roga Sengara Bhumi serta solusinyapun juga sudah diberikan, tapi kenapa sang bhaka masih tidak sadar dan eling juga ?
Kami dari Sangga Vajrajnana, Padukuhan Budhaireng akan melaksanakan ritual Homa Wisudha Bhumi, Nawa Ratna dan Pangunduran Bhuta Cuil, pada akhir bulan katiga, sebagai wujud kepedulian kami pada bhumi.
Dipaparkan juga dalam tutur Budha Kstigarbha, bahwasanya masa transformasi bhuta cuil dan preta sudah berakhir berkeliaran di atas bhumi dan harus kembali melanjutkan masa pemurnian dialam Niraka Avici.
Untuk itu kami dalam mengaplikasikan tutur widi sastra tersebut yakni mengikuti arahan sebagai Sang Bhujangga Aji untuk ikut andil dalam pembukaan pintu Niraka Avici melalui alunan Jambhala Samadhi, agar bisa mengalirkan air pavitra pada Sapta Samudra, dengan membuat Agni Mandala Samudra dengan olahan batin para praktisi Vajrajnana, yakni Mahaguhya dan Paramaguhya.
Demikianlah informasi dari redaksi sangga Vajrajnana, semoga para pemirsa dan para sahabat dapat memikirkan lebih dalam lagi, bahwasanya, masih banyak ritual leluhur Bali Kuno yang belum tergali, dan jangan sampai dikonversi ritual ajaran luar yang belum tentu benar dan sesuai dengan arahan atau warisan leluhur nusantara.
Rahayu Rahayu Rahayu....
MANDALA
Ajaran Vajrajnana
Agni Mandala berupa K***a Asmi adalah wujud ajaran Pembangkitan Divarupa oleh Sanghyang Bhojangga Aji
Sarwa Mandala berupa Sanggar Pamujaan, Pura dan Tempat Suci lainnya, adalah wujud ajaran Sang Siwa, sebagai tempat masyarakat memuja para dewa.
Sanghyang Mandala berupa Yantra Dharma Cakra adalah wujud ajaran Sang Bodha pada saat menarik dengan Asta Vajra keempat energi ( Catur Bavana ) dalam proses Jnanayoganya.
Kutipan Sanghyang Kamahyanikan ;
Engkau telah diberikan rupa,
Engkau telah diberikan perasaan,
Engkau telah diberikan jiwa,
Engkau telah diberikan pikiran,
Lalu dimana kesadaranMu ?
Wahai Jinnã ?
Demikianlah sang maha empu bertanya kepada sang hidup yang sedang mengalami kebingungan.
Kebingungan karena telah banyak menyerap ajaran dan berbagai filsafat, namun belum bisa mengaplikasikan dalam tindakan kehidupan.
Manusia adalah mahluk yang paling cerdas dan memiliki kemampuan mentransformasi dirinya dari sifat energi catur Bavana, yakni sifat bhuta sampai sifat dewata yang berlandaskan darma nyata dan sunyata.
Lalu..... kenapa takut menjalankan Sanghyang Aji Darma ?
Bila timbul keragu-raguan pada diri, itu artinya kita sedang dibungkus kegelapan rohani yakni kebodohan dan sifat keserakahan, segeralah sadari racun hidupmu yang sedang mengalir pada darahmu, dan segera limpahkan pada Sanghyang Mandala sebagai wujud dunianya.
Sanghyang Mandala adalah sumber segala pengetahuan dan energi divarupa ( energi hidup ) seluruh mahluk hidup, maka itu nyalakan lah terus mandala bathinmu dan selalulah melakukan Jambhala Samadhi.
Apalagi sampai memahami ajaran Darma Vajra Wishva, didalamnya berkembang ajaran Cakraphala yakni mampu mengelola racun yang mematikan didalam darah, menjadi air suci Tirta Pavitra dan Sapta Gangga sebagai mamfaat Jambhala Samadhi.
Wahai sang pemegang Vajra Wishva, Gantha dan Purva, air suci itu dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian dirimu sebagai pribadi, serta dapat menyucikan seluruh rohani mahluk dialam semesta, baik nyata maupun sunyata.
Jangan membicarakan Dharma Cakra, begitu p**a tentang Vajra, Gantha dan Phurva kepada mereka yang tidak mampu melihat Mandala ( Agni-Sarva-Sanghyang ), jangan sampai ajaran ini disalahartikan karena sejatinya mereka tidak mempercayai hakekat hidup dan tujuan mulyaNya pada jalan terang yang satu arah yakni Maha Kesadaran Semesta ( Satipattana ).
Mereka yang yakin dengan Sanghyang Mandala, pengetahuan akan bersemayam didalam bathinNya, yang akan memberikan keuntungan yang maksimal sebagai kebahagiaan, kemasyuran, penghargaan sampai kemakmuran yang menjadi landasan hidup dijaman kali secara nyata.
Untuk itu buka mata para pendusta bahwa ajaran darma cakra ini adalah ajaran pembebasan dan arah menuju p**au yang sangat indah yang dikenal Nirvana.
Gate gate paragate..
Parasamgate bodi svaha...
Sura Dira Jayaningra - Lebur Dening Pangastuti ;
berani melakukan kewajiban darma walaupun sendiri, masih jauh lebih baik daripada berdusta walaupun berbanyak orang ( gerombolan ).
Rahayu Rahayu Rahayu....
01/09/2021
GANDAWYUHA [ MAHAGUHYA - PARAMAGUHYA ]
GANDA PARA PRAKTISI VAJRAJNANA
Peran ganda seorang manusia lahir dibhumi ini sangat dibutuhkan pada kondisi saat ini, disaat dimana pandemi atau wabah virus corona menerpa siapa saja, dan bisa saja bernasib meninggal dunia.
Peran ganda seperti apa yang dimaksudkan tersebut adalah sebuah penggalian ajaran, sikap atau prilaku berlandaskan jnāna yoga, yakni dalam rangka mencapai kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, juga tetap bisa menolong masyarakat dan mahluk lain, agar terbebaskan dari penderitaan hidup yang mereka rasakan akibat kurang bangkitnya kesadaran tingkat jnāna.
Gandawyuha adalah sebuah prinsip ajaran yang menekankan pada kecerdasan pikiran, ketenangan bathin dan dinamisnya rohani dalam pribadi manusia.
Prinsip ini akan mengantarkan perjalanan pranajiwa seseorang pada ruang esoteris yang dipenuhi bunga dan percikan api rohani yang sangat indah didalam proses pembangkitan bathinnya.
Ajaran mahayana memang sangat luas, berlogika, bahkan khususnya bagi para praktisi vajrajnana, ajaran ini merupakan jalur terindah, walaupun butuh kecerdasan tingkat supra, dalam khasanah pelbagai ajaran kasuksman apapun yang berkembang saat ini.
Dalam menggali serta mendedikasikan ajaran ketuhanannya, para praktisi tidak terbelenggu oleh sikap-sikap agama yang fanatik serta mendominasi pada golongannya sendiri. Dalam hal ini bisa dikatakan merupakan sikap spiritualitas yang universal dan berusaha menunjukan esensi dari ajaran, bukan kulitnya, sehingga tidak lagi terjebak pada asesoris agama yang terkesan eksklusif.
Inilah sikap altruisme yang paling sempurna pada saat kondisi seperti ini oleh para praktisi vajrajnana, dalam menunjukan pribadinya diantara penganut agama lainnya di nusantara.
Gandawyuha identik dengan pohon beringin disaat panas yang sangat menyengat, mampu menjadi tempat berlindung yang sangat baik. Begitup**a disaat hujan yang sangat lebat, cabang dan ranting Beringin mampu menjadi payung hujan tanpa tetesan air.
Sikap ajaran gandawyuha merupakan pengayom bagi siapa saja, tak terkecuali mereka yang hanya berkeyakinan tanpa identitas agama, bahkan kepada masyarakat gembel yang tak mampu membeli peralatan agamapun bisa menjalankannya, saking murah, efektif dan efisien.
Agama dengan kualitas ajaran standar atau sering kami nyatakan sebagai " ajaran kodian " sudah tidak relevan sekarang ini, karena hampir tidak bisa terlaksana dengan sempurna dimana semua fasilitas serba terbatas, semua komponen mental telah rusak karena kepanikan, mustahil bisa menghasilkan mamfaat bathin yang sempurna walaupun dengan berbagai ibadah dan ritual.
Sebagai pandangan lain, seharusnya corona dijadikan kode alam oleh masyarakat luas untuk kembali pada ajaran bhumi nusantara yang sangat tangguh pada kondisi apapun .
Rahayu Rahayu Rahayu
Sura Dira Jayaningrat - Lebur Dening Pangastuti.
BHAVANA VIKRAMA MEDITASI
lengkap pada Lontar Darma Panuluh.
Visi hidup saat ini adalah yang menentukan arah kehidupan dimasa yang akan datang, sebaliknya adanya hidup hari ini karena tindakan kita dimasa lalu.
Menyia-nyiakan hidup disaat ini adalah pertanda tidak ada masa depan yang terang dan gemilang, begitu juga kegalauan hidup saat ini karena ulah dimasa lalu yang pernah menyia-nyiakan waktu.
Melihat rumusan hidup diatas, berarti WAKTU sangat penting untuk dijadikan momen kesadaran dalam kehidupan. Momen kesadaran adalah pintu kebahagiaan hidup saat ini, dan momen kesadaran juga merupakan ruang kedamaian dimasa yang akan datang.
Kesadaran adalah sifat pengetahuan, memahami fenomena hidup saat ini, sampai mengenali sebab terjadinya fenomena hidup adalah sifat atau prinsip dari BHAVANA VIKRAMA MEDITASI.
Pengetahuan yang ditawarkan dalam penggalian Bhavana Vikrama Meditasi adalah peta dari kesadaran yang lalu, kesadaran hari ini dan kesadaran masa yang akan datang, serta rencana kehidupan matang dimasa sekarang dan yang akan datang.
...maka itu kesadaran yang dilandasi pengetahuan yang mapan dikenal JNĀNA. Pengetahuan ini akan membawa manusia pada tingkatan hidup yang lebih mulya, sejahtera dan damai sepanjang waktu.
Pengetahuan hanya mampu diserap melalui terbukanya kelima otak manusia pada tiga posisi aktifnya, dikenal Pranavajra. Pengetahuan yang turun kedalam tubuh manusia harus ditempatkan pada terbukanya lima helai kelopak padma bathin yang sempurna, dikenal Vajranala. Pengetahuan hanya mampu diwujudkan pada sepuluh indra terbaik melalui Samadhi.
Jalan meditasi Bhavana Vikrama adalah tindakan pada ruang dan waktu yang tepat untuk menyerap pengetahuan yang sempurna yang berasal dari alam semesta, berasal dari kehidupan masa lalu, agar bisa dijadikan pengetahuan dimasa kini yang supragenius, untuk dapat mengungguli musim penderitaan saat ini dengan wujud covid 19.
Menyadari kehidupan yang penuh misteri dan sangat rumit ini, jika dipikirkan secara manusia standar tidaklah sanggup, maka gunakanlah pikiran yang supragenius yang bersumber pada kompilasi atau gabungan serapan pengetahuan alam yang sangat luas dengan kump**an karma kebajikan dari masa lalu, kini dan rencana baik kedepan.
Itulah yang ditawarkan dalam MEDITASI BHAVANA VIKRAMA sebagai praktek Vajrajnana Yoga tingkat dasar pada Sangga Jnana Budhaireng.
Salam Rahayu Rahayu Rahayu ||¹
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Denpasar