15/05/2026
Dua menit. Itu saja waktu yang dimiliki setiap peneliti untuk menyampaikan temuan terbaik mereka.
Tidak ada slide yang panjang. Tidak ada jargon akademis yang bertele-tele. Hanya esensinya saja yang disampaikan: apa temuanmu, mengapa itu penting, dan apa yang harus dilakukan pemerintah atau industri hari ini juga.
Hasilnya? Ruangan jadi hidup! Karena ketika peneliti dipaksa bicara dalam 120 detik, mereka justru menemukan jantung dari penelitiannya sendiri.
Akhir April lalu saya menjadi moderator di KONEKSI Knowledge and Innovation Exchange. Talkshow bertajuk "From Research to Policy Delivery" ini menghadirkan peneliti dan pengambil kebijakan dari Australia dan Indonesia, termasuk Bappenas, Kemdiktisaintek, DFAT Australia, hingga pelaku industri.Â
Kami semua berada di satu ruangan untuk menjawab satu pertanyaan besar:
📌 Kenapa bukti dari riset yang kuat masih sering gagal menjadi kebijakan yang nyata, atau belum bisa ditingkatkan skalanya oleh pelaku usaha?Â
Jawabannya bukan soal kualitas riset. Tapi ada di jembatan yang hilang antara siklus penelitian dan siklus kebijakan, antara jurnal ilmiah dan meja pengambil keputusan.
Untuk itulah kita berada. Orang yang hadir di acara KONEKSI KIE adalah mereka yang bisa membangun jembatan tersebut. Dan summit bulan lalu membuktikan: jembatan itu memang sedang dibangun.
RPJPN2045 AustraliaIndonesia EvidenceBasedPolicy