WAZIR ARWANI MALIK HS.

WAZIR ARWANI MALIK HS. Al Hamdulillah

*KATA HIKMAH QIYAMUL LAIL*Ekspresi kegembiraan dan penghormatan perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk *mahabbah* (cinta)...
16/09/2024

*KATA HIKMAH QIYAMUL LAIL*

Ekspresi kegembiraan dan penghormatan perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk *mahabbah* (cinta) kepada Nabi Muhammad saw, refleksi dan manifestasi kosmopolitanisme maulid nabi ini memiliki pengaruh psikologis bukan kepada Nabi saja namun berdimensi membangun *mahabbah* kepada saudara seiman dan lingkungan sosial.

Maulid Nabi memberi nilai, makna dan penguatan integratif dan dialogis terhadap pembentukan nilai-nali iman sehingga terhindar dari rasa iri, dengki dan hasut, untuk menstransformasikannya pada struktur-struktur dunia subjektif kedalam struktur-struktur kesadaran objektif.

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا.

Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. (Qs. Maryam ayat 33).

*KATA HIKMAH QIYAMUL LAIL*Al-qur’an mendorong manusia agar mengadakan perjalanan di muka bumi ( *ekspedisi*) dan memperh...
22/08/2021

*KATA HIKMAH QIYAMUL LAIL*

Al-qur’an mendorong manusia agar mengadakan perjalanan di muka bumi ( *ekspedisi*) dan memperhatikan makhluk-makhluk yang ada di dalam alam semesta ( *riset*), sembari merenungkan dan memikirkannya ( *analisis*). Alqur’an telah memberikan kontribusi yang besar dalam mendorong manusia untuk belajar dan menimba ilmu, sebagaimana di tegaskan dalam ayat pertama kali di turunkan ( *Iqra* / bacalah).

Al-qur’an mengungkapkan pujian atas keutamaan ilmu, kemuliaan *ulama’* (orang-orang yang berilmu pengetahuan) dan keluhuran derajat ulama’. Tidak ada yang lebih menunjukkan penghormatan Al-qur’an terhadap ilmu dan ulama' selain ungkapan *Lil ladziina utul ilma* (orang-orang yang di beri ilmu) yang di sebut sebelum kata *Aamanu* (iman). Hal demikian di maksudkan agar umat islam termotivasi untuk belajar (mengkaji) ilmu-ilmu dalam Al-qur’an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ.

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya *Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman* di antaramu dan *orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat*. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Mujadiilah ayat 11) arwani malik, serambi masjid girikusuma #

EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN YAYASAN PONDOK PESANTREN ALHADI GIRIKUSUMA, MRANGGEN, DEMAK, JAWA TENGAH.Pendidikan dalam kontek...
27/06/2018

EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN YAYASAN PONDOK PESANTREN ALHADI GIRIKUSUMA, MRANGGEN, DEMAK, JAWA TENGAH.

Pendidikan dalam konteks Islam inheren dengan konotasi istilah “tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib”, adalah pendidikan yang menitik beratkan pada keberhasilan setiap individu untuk menjadi manusia sempurna (insan kamil) dan beradab.

Pendidikan yang mencetak insan kamil merujuk kepada pendidikan holistik, dalam artian proses pendidikan terjadi di seluruh aspek manusia baik itu kognitif, psikomotorik, afektif, spiritual dan lain sebagainya.

Terwujudnya cita-cita pendidikan holistik tidak akan tercapai apabila pola pikir bahwa pendidikan identik dengan kursi, bangku dan pengajaran searah guru-murid dihapus dari benak para stakeholders pendidikan.

Pendidikan adalah penugasan, dimana ketika para peserta didik mendapatkan tugas, lalu mengerjakannya dan menyelesaikannya.

Pendidikan juga adalah proses pembiasaan, pemaksaan, pemberian hukuman, dan pemberian pujian bagi setia peserta didik.

Pendidikan harus memfokuskan diri pada pembentukan individu-individu supaya menjadi insan kamil dan beradab, ketika individu-indivdu peserta didik telah memahami dan menghayati kemanusiaan mereka, hendaknya mereka digiring pada orientasi pendidikan kemasyarakatan.

Sebagaimana Rosulullah Muhammad saw berujar bahwa manusia yang terrbaik di antara kita adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya (Khoirunnas anfauhum linnas).

Insya Allah model pendidikan seperti ini akan mashlahat bagi kemajuan ummat.

YAYASAN PONDOK PESANTREN AL HADIGIRIKUSUMA MRANGGEN DEMAKT.A. 2018 / 2019 MENERIMA PESERTA DIDIK BARUJENJANG PENDIDIKANP...
14/06/2018

YAYASAN PONDOK PESANTREN AL HADI
GIRIKUSUMA MRANGGEN DEMAK
T.A. 2018 / 2019 MENERIMA PESERTA DIDIK BARU
JENJANG PENDIDIKAN
PAUD,
ROUDLOTUL ATHFAL DAN TPQ (TK),
MADRASAH IBTIDAIYYAH DAN DINIYYAH ULA DAN WUSTHO (SD),
MADRASAH TSANAWIYYAH DAN DINIYYAH TSANI (SMP) DAN
MADRASAH ALIYAH DAN DINIYYAH ALY (SMA).

YAYASAN PONDOK PESANTREN AL HADIGIRIKUSUMA MRANGGEN DEMAKT.A. 2016 / 2017 MENERIMA PESERTA DIDIK BARUJENJANG PENDIDIKANP...
23/04/2016

YAYASAN PONDOK PESANTREN AL HADI
GIRIKUSUMA MRANGGEN DEMAK
T.A. 2016 / 2017 MENERIMA PESERTA DIDIK BARU
JENJANG PENDIDIKAN
PAUD,
ROUDLOTUL ATHFAL DAN TPQ (TK),
MADRASAH IBTIDAIYYAH DAN DINIYYAH ULA DAN WUSTHO (SD),
MADRASAH TSANAWIYYAH DAN DINIYYAH TASNI (SMP) DAN
MADRASAH ALIYAH DAN DINIYYAH ALY (SMA).

15/01/2016

Kata Hikmah menjelang Fajar :

WAJIB BELAJAR dengan TALAQQI

Membaca adalah sarana untuk belajar dan kuncinya ilmu pengetahuan. Islam mengajarkan kepada pemeluknya dalam bentuk perintah “ Bacalah “. Perintah membaca dimaksud di sebutnya tiga kali dalam kitab tuntunannya Al Quran, yaitu dua kali disebut pada surat yang pertama kali turun surat Al Alaq, dan berikutnya disebut satu kali pada Qs.Al Isra’.

Secara etimologis membaca dimaksud adalah membaca huruf-huruf yang tertulis pada Al Quran, buku-buku pelajaran, maupun terminologis yakni membaca Alam Semesta. Terma “ Kalam “ memperjelas bahwa makna hakiki membaca sebagai alat belajar, pengulangan perintah membaca disertai dengan pensifatan-Nya yang Maha Pemurah, hal ini mengisyaratkan bahwa walau obyek yang dibaca sama namun kemurahan-Nya mengantar pembacanya menemukan rahasia dan wawasan baru yang belum ditemukannya pada pembacaan sebelumnya.

Dalam surat Al Qolam, Tuhan bersumpah dengan kata “ Kalam “, ini memberikan pelajaran bahwa dengannya ilmu ditransfer dari individu ke individu dari generasi ke generasi atau dari umat ke umat yang lain. Salah satu belajar adalah menghadap kepada guru dengan jalan mendengarkan dan menirukan serta hadir di majelisnya (madrasah, sekolah, kuliah, pengajian, majlis taklim dst) dan Al Quran mengajak kepada sekelompok manusia untuk mencari ilmu pengetahuan dan tafaquh fid-din dengan metodologi demikian.

Kalam “فَلَوْلَا نَفَرَ “ dengan tema al-Nafiir digunakan dalam konteks Jihad, ini memberikan isyarat bahwa mencari ilmu adalah salah satu bentuk Jihad. Berangkatnya sekelompok ummat islam untuk memperdalam agama (ilmu pengetahuan) dengan menghadap para ulama (guru) yang terpercaya yang mereka mengamalkan dan mengajarkan ilmunya dengan mendekat dan menghadap mereka secara langsung, menanyakan apa yang belum diketahui dan mendiskusikan yang diragukan, maka dengan system yang demikian intensif akan terbina otoritas ilmiah dan kemampuan intelektual sehingga lahirlah individu-individu yang mengetahui kebenaran melalui perantaraan dalil-dalilnya, inilah yang biasa disebut bangunan “ TALAQQI “.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ , خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ , اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ , الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ , عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ .

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(Qs. Al Alaq 1-5).

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ.

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya untuk berjuang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (Qs. At Taubah 122).

مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ.( سنن الترمذى)

Barang siapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga kembali.
(HR. Sunan At Tirmidzi).

03/01/2016

AL QURAN adalah SURAT CINTA

Al Quran adalah surat cinta dari Allah untuk hamba-Nya, karena itu etika membaca al-Quran yang sangat penting adalah berusaha berdialog dan berinteraksi dengan al-Quran yang dibaca dengan akal dan hatinya, efek positif al-Quran bukan saja bagi pembacanya tetapi juga bagi pendengarnya, jika al-Quran menjadi ibadah dengan membacanya, ia juga menjadi ibadah dengan mendengarkannya.

Bacaan al-Quran pada Qiyamul Lail (tahajud) malam ini adalah suarat Al Muzammil :

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (4) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا (5) إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا (6) إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا (7) وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا (8) رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا (9) وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا (10) وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا (11) إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالًا وَجَحِيمًا (12) وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا (13) يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا (14) إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولًا (15) فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا (16) فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا (17) السَّمَاءُ مُنْفَطِرٌ بِهِ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولًا (18) إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا (19)

03/01/2016

DIA YANG AWAL dan YANG AKHIR, DIA MAHA PENCIPTA dari segala apa yang DIA CIPTA.

Pertanyaan tentang bagaimana alam semesta berasal, ke mana bergeraknya, dan bagaimana hukum-hukum mempertahankan keteraturan dan keseimbangan, mereka yang berpandangan filsafat materialis menyatakan bahwa alam semesta mempunyai ukuran yang tidak terbatas, ada tanpa awal, terus ada untuk selama-lamanya dan menurut pandangan ini, yang disebut "model alam semesta statis", alam semesta tidak mempunyai awal ataupun akhir, pandangan ini menolak adanya Pencipta seraya masih berpendapat bahwa alam semesta merupakan sekump**an zat yang konstan, stabil, dan tidak berubah.
Dengan berakar pada filsafat Yunani kuno dan semakin diterimanya materialisme di abad ke-19, sistem pemikiran ini menjadi terkenal dalam bentuk materialisme dialektis Karl Marx.
George Politzer, dalam bukunya yang berjudul Principes Fondamentaux de Philosophie, menyatakan berdasarkan model alam semesta statis bahwa "alam semesta bukan merupakan obyek yang diciptakan", di lain perkataanya p**a ia menyatakan bahwa alam semesta pasti diciptakan sekaligus oleh Zat Yang Maha Mencipta dan dijadikan dari ketiadaan. Untuk menghasilkan ciptaan, maka di tempat pertama, Penciptanya harus menghasilkan keberadaan tersebut pada waktu alam semesta tidak ada, dan bahwa segala sesuatu muncul dari ketiadaan.
Ketika Politzer menyatakan bahwa alam semesta tidak terbuat dari sesuatu yang tidak ada, ia berpijak pada model alam semesta statis abad 19 tersebut, dan mengira bahwa ia berpandangan ilmiah. Namun begitu, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memutarbalikkan konsep-konsep lama seperti model alam semesta statis yang menjadi dasar bagi ilmuwan yang menganut materialisme.
Kini, di awal abad ke-21, dengan eksperimen, observasi dan perhitungan, fisika modern telah membuktikan bahwa alam semesta memiliki suatu awal dan diciptakan dari ketiadaan melalui ledakan dahsyat.
Bahwa alam semesta memiliki suatu awal berarti kosmos bukan dihasilkan dari sesuatu yang tidak ada, melainkan diciptakan. Jika ciptaan itu ada (yang sebelumnya tidak ada), maka tentu saja ada Pencipta alam semesta. Ada dari tiada ialah sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh benak manusia. (Manusia tidak dapat memahaminya karena tidak berkesempatan untuk mengalaminya). Karena itu, ada dari tiada itu sama sekali bukan pengump**an obyek-obyek untuk membentuk obyek baru sekaligus (seperti karya seni atau penemuan teknologi). Alam semesta sendiri merupakan ayat Allah yang menciptakan segalanya sekali-jadi dan dalam satu peristiwa saja dengan sempurna, karena benda-benda yang diciptakan itu sebelumnya tidak bercontoh dan bahkan tidak ada waktu dan ruang untuk menciptakannya.

Munculnya alam semesta dari tiada menjadi ada tersebut merupakan bukti terbesar diciptakannya alam semesta. Belajar dari fakta ini akan mengubah banyak hal. Ini membantu manusia memahami arti kehidupan dan memperbaiki sikap dan tujuannya. Karena itu, banyak kalangan ilmuwan berupaya mengabaikan fakta penciptaan yang tidak dapat mereka pahami sepenuhnya, meskipun buktinya jelas bagi mereka. Kenyataan bahwa semua bukti ilmiah mengarah pada keberadaan Yang Maha Pencipta telah memaksa mereka untuk mencari alternatif-alternatif yang bagi alam pikiran orang awam membingungkan, meskipun demikian, bukti ilmu pengetahuan sendiri jelas-jelas mengakhiri perjalanan teori-teori matrealisme.

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ.

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ.

03/01/2016

SABAR dan SHALAT

Sabar adalah fondasi horizontal yang membangun keakraban dengan sesama manusia, sedangkan shalat adalah bangunan vertikal yang mengakrabkannya antara hamba dengan yang Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Kuat dan Maha Perkasa, dalam kenyataan hidup ini kita dapati bahwa orang yang sabar ketika menghadapi musibah jumlahnya lebih banyak dari orang yang sabar ketika memperoleh nikmat.

03/01/2016

DIA adalah AL HAYYU dan AL QOYYUM

Bagaimana mungkin kita mengira bahwa keseimbangan di dunia ini timbul secara kebetulan bila keserasian alam yang luar biasa ini pun bisa teramati dengan mata telanjang kita ? Hal ini menyiratkan bahwa alam semesta dan semua unsurnya ini adanya keberadaan Sang Maha Pencipta.

Karena itu, pada keseimbangan yang bisa dilihat di mana-mana dimaksud dari tubuh kita sampai ujung-ujung terjauh alam semesta yang luasnya tak terbayangkan ini pasti ada pemiliknya. Jadi, siapakah Pencipta ini yang mentakdirkan segala sesuatu secara cermat dan menciptakan semuanya ?

Dia adalah Al Hayyu dan Al Qoyyum

Ia tidak mungkin zat material yang hadir di alam semesta ini, karena Ia pasti sudah ada sebelum adanya alam semesta dan menciptakan alam semesta dari sana. Pencipta Yang Mahakuasa ialah yang mengadakan segala sesuatu, sekalipun keberadaan-Nya tanpa awal atau pun akhir.

Lihatlah tubuh kita begitu banyak bukti untuk memahami keberadaan-Nya dan kita bukan satu-satunya objek makhluk sebagai bahan pemikiran. Kehidupan itu ada di setiap milimeter bidang di bumi ini, entah bisa diamati oleh manusia entah tidak. Dunia ini mengandung begitu banyak makhluk hidup, dari organisme uniseluler hingga tanaman, dari serangga hingga binatang laut, dan dari burung hingga manusia. Jika kita menjumput segenggam tanah dan memandangnya, di sini pun kita bisa menemukan banyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Di kulit kita pun, terdapat banyak makhluk hidup yang namanya tidak kita kenal. Di isi perut semua makhluk hidup terdapat jutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan. Pop**asi hewan di dunia ini jauh lebih banyak daripada pop**asi manusia. Jika kita juga mempertimbangkan dunia flora, kita lihat bahwa tidak ada noktah tunggal di bumi ini yang tidak mengandung kehidupan. Semua makhluk ini yang tertebar di suatu bidang seluas lebih daripada jutaan kilometer persegi itu mempunyai sistem tubuh yang berlainan, kehidupan yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda terhadap keseimbangan lingkungan. Dan ini memberikan pelajaran bahwa semua ini muncul bukan secara kebetulan tanpa maksud atau pun tujuan. Tidak ada makhluk hidup yang muncul melalui kehendak atau upaya mereka sendiri. Tidak ada peristiwa kebetulan yang bisa menghasilkan sistem-sistem yang serumit itu dan seteratur itu.

Semua bukti ini mengarahkan kita ke suatu kesimp**an bahwa alam semesta berjalan dengan "kesadaran" (consciousness) tertentu. Lantas, apa sumber kesadaran ini ? Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu pun yang menjaga keserasian tatanan ini. Keberadaan dan keagungan Allah mengungkap sendiri melalui bukti-bukti yang tak terhitung di alam semesta. Sebenarnya, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan bukti ini dalam hati sanubarinya. Sekalipun demikian, mereka masih mengingkarinya "secara lalim dan angkuh, kendati hati sanubari mereka meyakininya" (Qs.an-Naml, 14).

Bukti-bukti keberadaan Allah yang tak terbantah dan menyaksikan bahwa keberadaan Allah mencakup segala benda: "akal" mengetahui hal ini. Sebagaimana Ia menciptakan tatanan yang menyeluruh ini, Dialah yang juga memeliharanya dengan tak henti-hentinya.

03/01/2016

WAKTU dan KERUGIAN

Dalam ilmu fisika dikenal hukum entropi yang menyatakan bahwa ketidakteraturan dalam suatu sistem akan bertambah kuat seiring bertambahnya waktu kecuali kita menambahkan energi ke dalam sistem itu. Pada Qs. Al 'Ashr disebutkan bahwa ;

"Demi masa, sungguh manusia ada dalam kerugian",

Kehidupan anda akan tercerai berai seiring perjalanan waktu kecuali anda merengkuh dasar-dasar keimanan dengan penuh energi, kemudian menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

وَالْعَصْرِ.
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ.
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

03/01/2016

KILAS BALIK MAULID NABI MUHAMMAD SAW PERUBAH TATANAN KEHIDUPAN MANUSIA YANG BERPERADABAN ALLAH YANG ESA (AHAD).

Dihari Senin 12 Robiu’ul Awwal menjelang fajar AMINAH yang ditemani seorang pembantu bernama JARIAH (Ethiopia) dan BAROKAH UMMU AIMAN, telah melahirkan seorang bayi laki-laki dalam proses normal, berita gembira kelahiran disampaikannya kepada ABDUL MUTHOLIB (mertua) yang saat itu sedang dalam berthowaf di Ka’bah, dan di hari ketujuh ABDUL MUTHOLIB menyembelih beberapa ekor binatang dengan menjamu kerabat karib dan sahabat-sahabatnya dengan diberikan nama “ MUHAMMAD”. AMINAH menyusukan MUHAMMAD beberapa hari lamanya, lalu dilanjutkan oleh TSUWAIBAH AL-ASLAMIYAH.
Sebagaimana kebiasaan masyarakat Arab, lalu MUHAMMAD disusukan di kampung pedesaan bani SA’AD yaitu HALIMAH AS-SA’DIYAH. Diusinya yang tumbuh masa balita disuatu saat MUHAMMAD bersama dengan saudara sepersusuannya menggembala, dan terjadi peristiwa yang oleh HALIMAH dan keluarganya menakutkan bahwa MUHAMMAD telah di datangi oleh orang yang tidak dikenalnya (malaikat Jibril) dan dibelah dadanya, dan dikabarkan oleh teman-temannya ke keluarga Halimah bahwa MUHAMMAD terbunuh. Maka orang-rang datang menemui MUHAMMAD dan dia ditemukan dengan wajah pucat. Karena ketakutannya HALIMAH mengembalikannya MUHAMMAD kepada ibunya. Sekembalinya MUHAMMAD ke ibundanya AMINAH, lalu oleh AMINAH MUHAMMAD diajaknya berziarah ke makam Ayahnya dengan di temani oleh BAROKAH UMMU AIMAN bersama kafilah menuju Madinah, dan setibanya di Madinah, AMINAH, MUHAMMAD dan BAROKAH UMMU AIMAN memisahkan diri menuju perkampungan Bani an-Najjar, disana AMINAH menunjukkan kepada MUHAMMAD rumah tempat ayahnya menghembuskan nafas terakhir dan menunjukkan makam ayahnya.
Sebulan AMINAH, MUHAMMAD DAN BAROKAH UMMU AIMAN tinggal di Madinah, kemudian kembali p**ang ke Makah dan dalam perjalanan p**ang Aminah sakit lalu menghembuskan nafas terakhirnya lalu di antarnya jenazah ke al-Abwa’ satu desa berjarak sekitar 37 km dari Madinah. Kemudian oleh BAROKAH UMMU AIMAN dibawanya p**ang ke Makah dan Muhammad hidup bersama kakeknya Abdul Mutholib. Kebersamaan MUHAMMAD bersama kakeknya tidaklah lama, dan ABDUL MUTHOLIB diusinya yang sudah senja telah berpesan kepada anaknya ABU THOLIB (paman Muhammad) untuk memelihara cucunya kesayangannya MUHAMMAD. Tak lama setelah penunjukan ABU THOLIB, ABDUL MUTHOLIB wafat diusia delapan puluh tahun. Kepergian kakek tercinta menjadikan Muhammad diliputi kesedihan yang mengantar beliau banyak merenung.
Perhatian Abu Tholib kepada Muhammad sangatlah besar melebihi anak-anaknya. Diusianya remaja (12 tahun) Muhammad diajak pamannya berdagang ke Syam dan sesampainya di Bahsra mereka bertemu dengan pendeta Nasrani bernama BAHIRA. Pendeta ini memberikan isyarat kepada ABU THOLIB tentang tanda-tanda kenabian MUHAMMAD dan untuk segera p**ang dan kembali ke Makah.
Profil MUHAMMAD tak asing bagi sodagar Makah salah satunya adalah KHODIJAH, MUHAMMAD terkenal kejujurannya. Melalui ABU THOLIB, sodagar KHODIJAH mengajak kerja sama berdagang dengan bagi hasil dan MUHAMMAD diminta sebagai mitranya dengan KHODIJAH mengutus MAESAROH dalam mendampingi MUHAMMAD berdagang.
Banyak hal yang dilihat oleh MAESAROH bersama MUHAMMAD dalam perjalanan berdagang ke Syam, sehingga oleh MAESAROH menceritakan peristiwa tanda-tanda kenabian sebagaimana mereka bertemu dengan pendeta Nasthur kepada KHODIJAH.

Dari profil dan ciri-ciri kenabian ini KHODIJAH tertarik dan melalui NUFAISAH binti MUNYAH untuk menyampaikan niatnya bersedia hidup bersama membina rumah tangga. Dan diusianya yang ke dua puluh lima tahun MUHAMMAD melamar KHODIJAH dan menikahlah.
Semasa perkawinan dengan KHODIJAH, beliau tidak sama dengan orang kebanyakan yang mengenal kehidupan glamor, foya-foya, apalagi perjudian dan minuman keras, juga tidak sekalipun melakukan praktik-praktik peribadatan yang dilakukan oleh kaum musyrik Mekah dan tidak pernah berkunjung kepada orang pintar (peramal) serta beliau tidak senang bahkan tidak menjawab bila ada yang bertanya atau meminta sesuatu kepada beliau dengan berucap “Demi berhala al-Lat atau al-Uzza.
Menjelang usianya 40 tahun nabi banyak bertafakur dan dzikir (perenungan) mensyukuri dan menagungkan Allah yang Maha Esa serta mensucikan-Nya dari segala sifat yang tidak wajar bagi-Nya.
Pada malam ketujuh belas bulan Ramadhan, setelah melalui usia kesempurnaan yakni empat puluh tahun, tepatnya di gua Hira malaikat Jibril atas perintah Allah datang menemui Muhammad yang ketika itu dalam keadaan penuh kesadaran menyampaikan wahyu al-Quran yang pertama kali :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

Momentum ini merupakan awal kenabian sekaligus ke-Rasulan beliau untuk merubah tatanan perilaku kehidupan manusia dengan cara menanamkan Aqidah Allah Yang Esa dengan memberikan contoh akhlaq mulia, etika dan moral (uswatun khasanah) dalam bimbingan wahyu (al-Quran) hingga tutup usianya umur 63.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.

Kehidupan Nabi Muhammad saw merupakan cermin kehidupan ideal dan tetap relevan untuk setiap waktu dan tempat, karena beliau adalah figur yang patut diteladani (uswatun hasanah) dalam segala hal, ajarannya komprehenship dan universal.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ.

Sebagai bentuk terima kasih untuk selalu bersholawat kepadanya :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

Address

Girikusuma, Mranggen
Demak
59567

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when WAZIR ARWANI MALIK HS. posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to WAZIR ARWANI MALIK HS.:

Shortcuts

Share

Category