30/07/2026
Dalam Islam, menolak secara tegas anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan sial (thiyarah). Anggapan bahwa bulan Safar membawa kemalangan, bencana, atau tidak boleh mengadakan hajat (seperti menikah, memulai usaha, atau bepergian) adalah mitos sisa tradisi Jahiliyah yang bertentangan dengan akidah tauhid.
1. TEGURAN TEGAS DARI ROSULULLAH SAW.
Rasulullah SAW secara eksplisit menghapus keyakinan bahwa Safar membawa sial. Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:
لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ
"Tidak ada penyakit yang menular (dengan sendirinya tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (anggapan sial karena sesuatu), tidak ada burung hantu (pembawa sial), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."
— HR. Bukhari (No. 5757) & Muslim (No. 2220)
2. PANDANGAN ISLAM DALAM MENYIKAPI BULAN SAFAR
A. Meluruskan Akidah dan Tawakal
S**a dan duka, rezeki dan musibah, segalanya terjadi atas izin dan takdir Allah SWT. Tidak ada nama hari, tanggal, atau bulan yang memiliki kekuatan sendiri untuk membawa nasib buruk.
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi maupun pada dirimu melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya..."
— QS. Al-Hadid: 22
Mempercayai bahwa suatu waktu secara mandiri membawa sial bisa merusak kesempurnaan tawakal, bahkan terjebak dalam syirik kecil (menyakini ada kekuatan selain Allah yang mengatur nasib).
B. Menghentikan Larangan-Larangan Mitos
Di masyarakat, sering kali timbul anggapan tidak boleh menikah, membangun rumah, atau memulai perjalanan di bulan Safar. Dalam Islam, semua aktivitas kebaikan boleh dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Safar. Para sahabat Nabi pun tetap melangsungkan hajat dan ekspedisi penting pada bulan ini tanpa rasa takut.
C. Memahami Hakikat Kesialan yang Sebenarnya
Kesialan dalam Islam bukanlah karena pengaruh nama bulan, melainkan akibat dari dosa dan kemaksiatan manusia itu sendiri. Jika seseorang mengalami musibah di bulan Safar, itu adalah ketetapan takdir atau ujian atas perbuatannya, bukan karena pengaruh bulan tersebut.
Berikut adalah doa yang dianjurkan untuk dibaca saat memasuki awal bulan baru dalam kalender Hijriah (termasuk bulan Safar atau bulan-bulan lainnya).
اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ ، وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ ، وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيْطَانِ
"Ya Allah, masukkanlah bulan ini kepada kami dengan membawa rasa aman, keimanan, keselamatan, keislaman, keridaan dari Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih), serta perlindungan dari (gangguan) setan."
(HR. Al-Baghawi dalam Mu’jam as-Shahabah & Ibn Hajar Al-Asqalani)