07/08/2023
"PETUNJUK KEPADA KEBAIKAN ATAU KE ARAH KESESATAN"
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ دَعَا إِلَى هُدَىً ، كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أجُورِ مَنْ تَبِعَه ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أجُورِهمْ شَيئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ ، كَانَ عَلَيهِ مِنَ الإثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ ، لا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيئًا. (رواه مسلم)
Artinya :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahawasanya Rasûlullâh ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang MENGAJAK ke arah KEBAIKAN, maka ia MEMPEROLEH PAHALA sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang MENGIKUTINYA, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang MENCONTOHNYA itu, sedang barangsiapa yang MENGAJAK ke arah KEBURUKAN, maka ia MEMPEROLEH DOSA sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang MENGIKUTINYA, tanpa dikurangi sedikitpun dari DOSA-DOSA mereka yang MENCONTOHNYA itu."
(HR. Muslim)
Anjuran untuk berdakwah yaitu mengajak manusia kepada petunjuk, kebaikan, dan keutamaan da’i.
Hadits ini juga peringatan dari perbuatan mengajak manusia kepada kesesatan dan penyimpangan, serta besarnya dosa penyeru (kepada kejelekan) tersebut dan akibatnya.
Barangsiapa yang memberi teladan (contoh) perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Dan barangsiapa yang memberikan contoh kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya (sampai hari KIAMAT) tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.
Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, hadits di atas jelas menunjukkan anjuran dan disukainya memberikan contoh perkara-perkara yang baik dan haramnya memberikan contoh perkara-perkara yang buruk.
Orang yang memberi teladan perbuatan yang baik, maka ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya sampai hari kiamat.
Dan orang yang memberikan contoh kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya sampai hari KIAMAT.
Begitu juga orang yang mengajak kepada petunjuk, ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, atau mengajak kepada kesesatan maka ia mendapat dosa seperti dosa-dosa pengikutnya, baik petunjuk atau kesesatan tersebut ia yang pertama kali memulainya, atau sudah ada sebelumnya (yang melakukannya).
Dan baik itu dengan mengajarkan ilmu, atau ibadah, ataupun adab dan lainnya.
Perkataan Nabi ﷺ, "yang mengerjakannya setelahnya", maknanya bahwa perbuatan teladan tersebut (diikuti oleh orang lain) baik semasa hidupnya ataupun setelah ia meninggal dunia.
Mengajak manusia kepada tauhid dan ketaatan;
وَلَا تَدۡعُ مَعَ اللّٰهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَۘ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۚ كُلُّ شَیۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَیۡهِ تُرۡجَعُونَ ۞