02/05/2026
*Hari Pendidikan Nasional*
3 dosa besar yang terkenal dalam dunia pendidikan Indonesia hingga saat ini masih terus menerus terkuak, terutama kekerasan seksual yang terjadi pada anak anak tanpa dosa, dosa ini tak mengenal agama dan kelas sosial, walau saat ini dosa itu di spotlight ke lembaga dan tokoh yang memanipulasi Islam. The truth will reveals. Dosa ini tidak hanya di dunia pendidikan tapi juga ada di keluarga dan dunia kerja.
Dosa kedua adalah perundungan alias bully, dosa ini ada di level SD sampe level koas Kedokteran yang terkenal susah masuk nya dan diisi oleh anak anak pintar tapi ada apa disana? Dimana integritas dan sikap welas asih itu? Bukankah masyarakat akan banyak tergantung pada mereka nantinya? Bagaimana mungkin kita berharap kesembuhan dan kesehatan pada mereka yang tinggi tingkat bullynya. Sekali lagi dosa ini juga ada di level keluarga dan dunia kerja. Di Bandung anak anak SMA Ramadhan lalu ada yang meninggal karena budaya kekerasan antar sekolah ini.
Dosa ketiga adalah adanya intoleransi, kadang nampak kadang tersembunyi. Bagaimana mengajarkan literasi lintas agama dan budaya di sekolah, nyatanya di masyarakat sangat jelas adanya gesekan dan tindakan sewenang-wenang atas penolakan rumah ibadah dll adalah hasil nyata dari dunia pendidikan.
Then, who cares for the quality of Education? Who is responsible? Meanwhile some smart people with privileged and LPDP scholarship only think about themselves and more proud to be with foreign passport. I think some of us hopeless to see the crisis in this country.
With .indonesia We initiate to be the answer by training for capacity building for teachers and students with moral values and spiritual healing journey to understand who they are and find peace and inner awakening by equiping 3 areas. (1). Mental health and well being. (2). Trustbuilding for intercultural and interreligious literacy. (3). Ecology.
Are we part of problems or solution for this country?