Abdul Hafizh

Abdul Hafizh menebarkan cahaya Al-Qur'an dan Assunnah dengan media sosial

18/11/2025
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 PERKARA BARU DALAM IBADAH Saudaraku, perlu kita ketahui bersama bahwa b...
11/10/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 PERKARA BARU DALAM IBADAH

Saudaraku, perlu kita ketahui bersama bahwa berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, agama Islam ini telah sempurna sehingga tidak perlu adanya penambahan atau pengurangan dari ajaran Islam yang telah ada.

Marilah kita renungkan hal ini pada firman Allah Ta’ala,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Ma’idah [5] : 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 PERKARA BARU DALAM IBADAH Saudaraku, perlu kita ketahui bersama bahwa b...
11/10/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 PERKARA BARU DALAM IBADAH

Saudaraku, perlu kita ketahui bersama bahwa berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, agama Islam ini telah sempurna sehingga tidak perlu adanya penambahan atau pengurangan dari ajaran Islam yang telah ada.

Marilah kita renungkan hal ini pada firman Allah Ta’ala,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Ma’idah [5] : 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 KITA PASTI JADI MAYIT Kematian sesuatu yang pasti akan menghampiri seti...
11/10/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 KITA PASTI JADI MAYIT

Kematian sesuatu yang pasti akan menghampiri setiap manusia, dak tidak dapat kita hindari, tidak ada setiap manusia dimuka bumi ini yang kekal abadi, semua akan menjumpai ajal mereka, sekalipun didalam benteng yang kokoh.
Allah berfirman,
mungkin seorang pun lari dari kematian …

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).
Kematian tak bisa dihindari …

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).
Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 NERAKA SAQAR Setiap perbuatan yang kita lakukan didunia ini pasti akan ...
01/10/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 NERAKA SAQAR

Setiap perbuatan yang kita lakukan didunia ini pasti akan mendapatkan balasan dari Allah, baik didunia maupun di akhirat kelak, baik itu amal shaleh maupun dosa-dosa yang dikerjakan akan mendapatkan ganjarannya. Salah satu azab Allah yang sangat mengerikan adalah Neraka, didalamnya menyala api-api yang siap membakar para penghuninya, dan neraka ini adalah azab yang nyata bagi umat manusia yang berdosa, dzalim, lalai, munafik dan kufur. dan nereka itu memiliki beberapa tingkatan dan memiliki nama, salah satunya adalah neraka Saqar, merupakan tempat balasan bagi orang - orang yang lalai dalam menegakkan sholat.
Disebut saqar, artinya menghanguskan karena neraka itu sangat-sangat panas.
Allah berfirman,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (p**a) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.” (QS. Al-Mudattsir: 42-47)
apakah masih enggankah kita dalam menegakkan sholat? yang merupakan tiang dari agama ini, dan sebaik-baik amal adalah solat.

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ وَلاَ يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلاَّ مُؤْمِنٌ

“Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah, no. 277 dan Ahmad, 5:276. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 NERAKA SAQAR Setiap perbuatan yang kita lakukan didunia ini pasti akan ...
01/10/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 NERAKA SAQAR

Setiap perbuatan yang kita lakukan didunia ini pasti akan mendapatkan balasan dari Allah, baik didunia maupun di akhirat kelak, baik itu amal shaleh maupun dosa-dosa yang dikerjakan akan mendapatkan ganjarannya. Salah satu azab Allah yang sangat mengerikan adalah Neraka, didalamnya menyala api yang siap membakar para penghuninya, dan neraka ini adalah azab yang nyata bagi umat manusia yang berdosa, dzalim, lalai, munafik dan kufur. dan nereka itu memiliki beberapa tingkatan dan memiliki nama, salah satunya adalah neraka Saqar, merupakan tempat balasan bagi orang yang lalai dalam menegakkan sholat.
Disebut saqar, artinya menghanguskan karena neraka itu sangat panas.
Allah berfirman,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (p**a) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.” (QS. Al-Mudattsir: 42-47)
apakah masih enggankah kita dalam menegakkan sholat? yang merupakan tiang dari agama ini, dan sebaik-baik amal adalah solat.

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ وَلاَ يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلاَّ مُؤْمِنٌ

“Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah, no. 277 dan Ahmad, 5:276. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 HATI IBARAT TANAMAN DAN ILMU IBARAT AIRHati merupakan pangkal dari seti...
01/10/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 HATI IBARAT TANAMAN DAN ILMU IBARAT AIR

Hati merupakan pangkal dari setiap amal, dan pangkal dari semua niat letaknya di hati dan juga hati merupakan tempatnya iman dan taqwa, hati ibarat sebuah tanaman jikalau tidak pernah dirawat, tidak pernah disiram maka akan layu, kering dan mati, tidak ada kehidupan didalam hati. dan yang bisa menghidupkan, menumbuhkan hati ialah dengan beramal shaleh, dan salah satunya adalah dengan ilmu syar'i
Ilmu menghidupkan hati sebagaimana hujan menyuburkan tanah.

Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits (hujan yang bermanfaat) yang mengenai tanah. Maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Di antaranya juga ada tanah yang ajadib (tanah yang bisa menampung air, namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka dengan genangan air tersebut Allah memberi manfaat untuk banyak orang, sehingga manusia dapat mengambil air minum dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalah tanah qi’an (tanah yang tidak bisa menampung dan tidak bisa menyerap air). Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat baginya ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya. Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat kepalanya terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 UMUR YANG SENANTIASA BERKURANG Seperti yang kita ketahui waktu itu teru...
29/09/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 UMUR YANG SENANTIASA BERKURANG

Seperti yang kita ketahui waktu itu terus bertambah setiap detiknya, tetapi sejatinya dengan bertambahnya waktu detik demi detik, usia kita juga berkurang setiap waktunya, secara harfiah umur kita bertambah, tetapi sebenarnya umur kita itu berkurang untuk masa hidup didunia.
Basyr bin Al Harits berkata,

مررت برجل من العُبَّاد بالبصرة وهو يبكي فقلت ما يُبكيك فقال أبكي على ما فرطت من عمري وعلى يومٍ مضى من أجلي لم يتبين فيه عملي

“Aku pernah melewati seorang ahli ibadah di Bashroh dan ia sedang menangis. Aku bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Ia menjawab, “Aku menangis karena umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat p**a ajalku, namun belum jelas juga amalku.” (Mujalasah wa Jawahir Al ‘Ilm, 1: 46, Asy Syamilah).
dan jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lalai terhadap waktu, melewati waktu begitu saja tanpa amal ibadah sampai ajal datang menjemput.
Allah Ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” (QS. Al Mu’minun: 99-100).
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Fawa-id berkata,

اِضَاعَةُ الوَقْتِ اَشَدُّ مِنَ الموْتِ لِاَنَّ اِضَاعَةَ الوَقْتِ تَقْطَعُكَ عَنِ اللهِ وَالدَّارِ الآخِرَةِ وَالموْتِ يَقْطَعُكَ عَنِ الدُّنْيَا وَاَهْلِهَا

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com / https://rumaysho.com/3072-yang-ada-hanyalah-berkurangnya-umur.html
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 UMUR YANG SENANTIASA BERKURANG Seperti yang kita ketahui waktu itu teru...
29/09/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 UMUR YANG SENANTIASA BERKURANG

Seperti yang kita ketahui waktu itu terus bertambah setiap detiknya, tetapi sejatinya dengan bertambahnya waktu detik demi detik, usia kita juga berkurang setiap waktunya, secara harfiah umur kita bertambah, tetapi sebenarnya umur kita itu berkurang untuk masa hidup didunia.
Basyr bin Al Harits berkata,

مررت برجل من العُبَّاد بالبصرة وهو يبكي فقلت ما يُبكيك فقال أبكي على ما فرطت من عمري وعلى يومٍ مضى من أجلي لم يتبين فيه عملي

“Aku pernah melewati seorang ahli ibadah di Bashroh dan ia sedang menangis. Aku bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Ia menjawab, “Aku menangis karena umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat p**a ajalku, namun belum jelas juga amalku.” (Mujalasah wa Jawahir Al ‘Ilm, 1: 46, Asy Syamilah).
dan jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lalai terhadap waktu, melewati waktu begitu saja tanpa amal ibadah sampai ajal datang menjemput.
Allah Ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” (QS. Al Mu’minun: 99-100).
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Fawa-id berkata,

اِضَاعَةُ الوَقْتِ اَشَدُّ مِنَ الموْتِ لِاَنَّ اِضَاعَةَ الوَقْتِ تَقْطَعُكَ عَنِ اللهِ وَالدَّارِ الآخِرَةِ وَالموْتِ يَقْطَعُكَ عَنِ الدُّنْيَا وَاَهْلِهَا

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم📎 HISABLAH DIRI KALIAN DIDUNIA ATAS DOSASetiap umat manusia pasti memilik...
28/09/2024

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرحمن الرحيم
📎 HISABLAH DIRI KALIAN DIDUNIA ATAS DOSA

Setiap umat manusia pasti memiliki keselahan dan dosa - dosa yang dilakukan, dan setiap kesalahan, setiap dosa itu akan dibalas atau mendapatkan hukuman dari Allah, tetapi kecuali bagi hambaNya yang melakukan dan dosa dan bertaubat, serta menghisab diri sendiri, sebelum datang hisab dari Allah ta'ala
Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Maksud ayat ini kata Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (7:235),

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَانْظُرُوا مَاذَا ادْخَرْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ لِيَوْمِ مَعَادِكُمْ وَعَرَضَكُمْ عَلَى رَبِّكُمْ

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Lihatlah apa yang telah kalian siapkan untuk diri kalian berupa amal shalih untuk hari di mana kalian akan kembali dan setiap amal kalian akan dihadapkan kepada Allah.”

Ibnul Jauzi dalam Zaad Al-Masiir berkata mengenai ayat di atas,

لِيَنْظُرَ أَحَدُكُمْ أَيَّ شَيْءٍ قَدَّمَ؟ أَعَمَلًا صَالِحًا يُنْجِيْهِ؟ أَمْ سَيِّئاً يُوبِقُهُ؟

“Supaya salah seorang di antara kalian melihat apa saja amalan yang telah ia siapkan. Apakah yang ia siapkan adalah amalan shalih yang dapat menyelamatkan dirinya ataukah amalan kejelekan yang dapat membinasakannya?”
📕 Sumber artikel : Rumaysho.com
___________________________
📱Instagram :
📱Facebook : Abdul Hafizh
📱Telegram : Abdul_hafizh95
🎬YouTube. :

Address

Curup

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Abdul Hafizh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Abdul Hafizh:

Shortcuts

Share