24/03/2026
โธป
Seni Menghargai Guru Melalui Standardisasi Para Ulama
Syaikh Abdul Wahhab As-Syaโrani ุฑุญู
ู ุงููู ุชุนุงูู dalam Lawaqih al-Anwar al-Qudsiyah hal. 112 berkata:
ููู
ููู ุดูุฃููููู ุฃููู ููุง ููุฑูู ุฃูููููู ููุงููุฃู ุฃูุณูุชูุงุฐูููุ ูููููู ุฎูุฏูู
ููู ุฃููููู ุนูุงู
ูุ ููุฃููููููู ุนููููููู ุงููุฃูููููู ู
ููู ุงููู
ูุงูู.
โTermasuk etika seorang murid terhadap gurunya adalah:
seorang murid hendaknya tidak merasa telah membalas jasa gurunya meski ia telah mengabdi selama seribu tahun dan telah memberikan beribu-ribu harta benda (uang, emas, perak, dll) kepada gurunya.โ
ููู
ููู ุฎูุทูุฑู ุจูุจูุงูููู ุจูุนูุฏู ุฐูฐูููู ุฃูููููู ููุงุจููู ุดูููุฎูููุ ููููุฏู ุฎูุฑูุฌู ุนููู ุงูุทููุฑููููุ ููููููุถู ุงููุนูููุฏู.
โDan barangsiapa yang setelah itu (setelah melayani guru dengan jiwa, raga, dan hartanya) terlintas di benaknya bahwa ia telah mampu membalas dengan sempurna jasa gurunya, maka sungguh ia telah keluar dari jalan yang benar, dan telah merusak janji setia (Baiโat) terhadap gurunya.โ
โธป
Dikatakan juga:
ู
ููู ุงุณูุชูุฎูููู ุจูุฃูุณูุชูุงุฐููู ุงุจูุชูููุงูู ุงูููููู ุชูุนูุงููู ุจูุซูููุงุซูุฉู ุฃูุดูููุงุกู:
ููุณููู ู
ูุง ุญูููุธูุ ููููููู ููุณูุงููููุ ููุงููุชูููุฑู ููู ุขุฎูุฑู ุนูู
ูุฑููู.
โSiapa yang meremehkan guru yang membimbingnya,
pastilah Allah akan timpakan 3 jenis bala untuknya:
Pertama, ia menjadi lupa terhadap hafalannya.
Kedua, lisannya menjadi tidak fasih.
Ketiga, akan ditimpakan kefakiran di akhir usianya.โ
(Kifayatu al-Atqiyaโ wa Minhaj al-Asfiyaโ hal. 304)
โธป