03/10/2025
Kurikulum Majelis Taklim Tabarukan Al-Azhar
Pesantren Al-Azhar bukan hanya mengajari santri usia belia, tapi juga yang sudah jelita (jelang lima puluh tahun) bahkan Manula.. Dengan berbagai dinamikanya...
Bisa dibilang, saat ini Majelis taklim jumlahnya luar biasa banyak. Ada yang sebulan sekali, seminggu sekali, bahkan ada masjid yang setiap malam dan Subuh punya kajian rutin. Tapi jujur, jamaah yang rajin pun, masih banyak yang bingung menjawab hal sederhana, seperti, apa pantangan bagi orang berhadas? Atau bagaimana empat pembagian riba? Bahkan menyusun premis kebenaran kenabian Nabi Muhammad ๏ทบ pun banyak yang belum mampu.
Apakah masalahnya pada jamaah? Atau jangan-jangan pada sistem majelisnya sendiri?
Banyak majelis taklim kita berjalan tanpa kitab pegangan, tanpa kurikulum, bahkan tanpa visi yang jelas. Akhirnya, apa yang ingin dicapai dari pertemuan demi pertemuan pun tak pernah terukur. Ternyata majlis yang kita kira berisi ta'lim selama ini, hanya berputar pada taushiyah demi taushiyah.
Bukan berarti taushiyah itu tidak penting, tapi kita harus tahu bahwa menuntut ilmu itu fardhu ain. Majelis ilmu itu punya rukun: murid yang serius, guru yang membimbing, kitab yang dipelajari, konsistensi yang dijaga, dan kesungguhan yang tertanam. Berat? Memang. Dan wajar bila sulit diwujudkan dalam skala besar. Maka kadang, kajian kecil dengan peserta terbatas lebih efektif menumbuhkan pemahaman mendalam.
Sebagai pegiat majelis, kadang kita harus bertanya, apakah majelis yang saya ikuti saat ini adalah majelis ta'lim, majelis taushiyah, majelis manaqib??
Kurikulum Jamiyah Tabarruk adalah Ahlulloh, ahlu dzikir..
Kenapa karena ahli zikir tidak ada yang mati tapi kembali pada Allah.. langsung bersama lailahaillallah.
orang sedunia mencari apa? mencari Lailahaillallah..
Kalau sudah mati (atau berpisahnya ruh dengan jasad)
kalau jasad sudah jelas kembali ke kuburan, bahkan tidak bisa balik sendiri, tapi digotong orang lain..
tapi kalau ruh mau balik kemana? ruh kita harus kembali ke Gusti Allah..
apa sudah tahu jalan ke Allah..?
kalau pengajian Majelis Taklim saja, itu majelis ilmu.. Perlu dikumplikan dengan manaqiban..
kalau ke majelis Tabaruk manaqiban itu menyelamatkan nyawa... Dgn apa? dgn ilmu dzikir, raga dkikir, ruh dzikir semuanya yang mengantar ruh.. Pada gusti Alloh. Dianter oleh guru2 ruh..
---
Setelah khatam Ta'lim Aqidah Ahlussunah Waljamaah, ibu-ibu minta lanjut ke kajian Al Hikam..