SMPN 1 Citeureup

SMPN 1 Citeureup SMP Negeri 1 Citeureup. Jl. Karanggan No.33 Puspasari Citeureup Kabupaten Bogor

03/11/2015

Sekolah di Jepang

18/08/2015

TIDAK SEMPURNA TAPI MENAKJUBKAN ............ Lihat saja video ini! Tahukah kamu? Indonesia memiliki 13.466 p**au besar dan kecil. Hal itulah yang membuat...

06/03/2015

Jika di Propinsi Banten ada jembatan 'Indiana Jones' yang menghebohkan media beberapa tahun lalu, maka di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah ada jembatan 'Shirathul Mustaqim'. Dilansir oleh Antara F...

05/12/2014

Pesan Mendikbud: Pendidikan Sebagai Sebuah Gerakan

Jari B**g Karno menunjuk sebuah papan tulis hitam bertuliskan huruf vokal a, i, u, e, o. Ia mengenakan peci hitam dan kemeja putih berlengan panjang, matanya menatap ribuan orang di depannya. Beberapa puluh meter dari tempatnya berdiri, terdapat sebuah spanduk bertuliskan, “Bantulah usaha pemberantasan buta-huruf”.

Kata pertama spanduk itu adalah “Bantulah”, sebuah pesan bahwa Pemerintah tak sendiri, Pemerintah membuka tangannya untuk bekerjasama. Mengajak berkolaborasi. Hasilnya dahsyat!

Gerakan Pemberantasan Buta Huruf (PBH) yang dimulai pada Maret 1948 diselenggarakan di 18.663 tempat melibatkan lebih dari 17 ribu guru dan sekitar 700 ribu murid. Sampai tahun 1960 B**g Karno menegaskan, Indonesia harus terbebas dari buta huruf. Indonesia kemudian berubah dari yang tak terdidik menjadi terdidik.

Dalam proses itu semua ikut terlibat. Mahasiswa diundang untuk mengajar, rakyat menyediakan tempat, semua bergotong royong untuk memecahkan masalah pendidikan. Semua merasa memiliki masalah, tak tinggal diam, ikut terlibat menjadi bagian dari solusi.

Semangatnya adalah gerakan. Pendidikan kita lahir dari semangat gerakan. Bahkan Republik ini hadir atas iuran tenaga, uang, bahkan tak sedikit darah dari para pendirinya, semangat gerakan yang nyata-nyata hadir.

Pendekatan berbasis pada gerakan ini harus kembali kita usung. Pendidikan bukan semata program. Ia bukan program sektoral semata. Tak hanya urusan sektoral kementerian.

Secara konstitusional pendidikan memang tanggung jawab Pemerintah, tapi secara moral pendidikan adalah tanggung jawab setiap orang.

Semangat gerakan itu tak lekang dimakan waktu. Contoh nyatanya ada, mari kita tengok ensiklopedia dengan wikipedia. Dulu, peran Pemerintah seperti ensiklopedia. Definisikan masalah, panggil ahli, tunjuk orang terbaik, lalu dikerjakan. Kini, kita bisa lihat wikipedia. Yang dilakukan adalah buat wadahnya. Lalu siapa yang mengisinya? Siapa saja, dari mana saja, dan kapan saja bisa mengisinya.

Tentu bukan berarti negara tidak ikut campur, negara harus turut campur. Tapi negara jangan menyingkirkan pihak-pihak yang mau terlibat. Negara harus mengajak dan memfasilitasi.

Pendidikan harus didorong dengan pendekatan gerakan. Permasalahan guru misalnya, semua bisa ikut terlibat. Guru adalah perekayasa masa depan negeri ini, di kelasnya ada wajah-wajah masa depan Republik kita.

Melalui semangat gerakan kita bisa ajak para profesional untuk menghargai guru. Tanyakan pada para profesional tersebut, “Bisakah Anda duduk di posisi Anda saat ini tanpa bantuan guru?” Setiap karya kita pasti ada jejak nyata guru di dalamnya. Maka datangi guru kita, lihat sekolah kita dulu, bertamu ke rumah guru kita, cium tangannya dan ucapkan terimakasih. Lalu kita tanya apa yang bisa kita bantu untuk membayar balik jasa mereka? Beragam inisiatif akan muncul dari sana.

Ikhtiar mendorong pendidikan sebagai sebuah gerakan tentu bukan pekerjaan singkat. Ini adalah tugas kita bersama.

Bayangkan kembali B**g Karno yang mengajar di Gerakan Pemberantasan Buta Huruf (PBH). Lalu kita eja spanduk di belakangnya, “Bantulah”. Langkah untuk membawa pendidikan sebagai gerakan senyatanya telah dimulai puluhan tahun lalu. Adalah tugas kita melanjutkan ikhtiar tersebut, ikhtiar untuk mengajak setiap orang terlibat dalam urusan pendidikan. (*/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

04/12/2014

Berita Buruk Pendidikan Indonesia

Jakarta, Kemendikbud --- Indonesia sejak jaman kemerdekaan berusaha memberikan layanan pendidikan yang baik untuk masyarakat, semua terbukti dari prestasi yang sudah diraih hingga saat ini. Dibalik itu, banyak masalah yang belum terselesaikan. “Selain berita baik mengenai prestasi Indonesia sejak dulu, ada p**a berita buruknya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pada acara silaturahim dengan kepala Dinas Pendidikan Senin (1/12/2014) di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mendikbud menjelaskan 75 persen sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan. Berdasarkan pemetaan Kemendikbud terhadap 40.00 sekolah pada tahun 2012, diketahui bahwa isi, proses, fasilitas, dan pengelolaan sebagian besar sekolah saat ini masih belum sesuai dengan standar pendidikan yang baik seperti diamanatkan Undang-Undang.

Selain itu nilai rata-rata uji kompetensi guru yang diharapkan standarnya 70 belum bisa terpenuhi. “Nilai rata-rata guru kita, yang kita harapkan 70 namun yang sekarang baru 44,5,” ujar Mendikbud. Maka dari itu pengembangan dan pembinaan guru menjadi fokus utama pemerintah ke depan. Mendikbud menambahkan bila kompetensi guru memenuhi standar yang ada, maka layanan pendidikan yang baik bisa terwujud.

Posisi Indonesia di beberapa hasil analisis mengenai pendidikan juga menunjukan bahwa masih banyak yang perlu dievaluasi dan diperbaiki. “Kita posisinya nomor 40 dari 40 negara, apapun cara yang kita siapkan, apapun kesiapannya, apapun alasannya, fakta ini terjadi,” kata Mendikbud.

Ini semua karena kurangnya keseriusan dalam mempersiapkan layanan pendidikan yang baik, serta masih kurangnya motivasi dari para siswa dalam mendapatkan pendidikan.”Selama satu dekade ini kita stagnan, sementara yang lain sedang mempersiapkan pertarungan dunia,” ujar Mendikbud. Untuk itu perlu ada keseriusan dalam memperbaiki kondisi tersebut, serta dukungan dari berbagai pihak. (Harriswara Akeda/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

27/10/2014

SAMBUTAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA
PADA BUKU PEDOMAN PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-86 TAHUN 2014

Assalamu’alaikumwarahmatullahwabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,

Mengawali sambutan pada buku ini tak henti-hentinya kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT – Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat rahmat-Nya hingga saat ini kepada kita masih diberi kesempatan, kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan tugas pengabdian kita khususnya dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-86 Tahun 2014.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mempunyai nilai yang amat strategis karena dilaksanakan setelah bangsa Indonesia melampaui dua peristiwa penting yakni Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden. Kedua peristiwa tersebut telah menguji semangat persatuan dan kesatuan kita. Pelbagai tantangan dan rongrongan terus dialami oleh bangsa kita yang dapat mengancam semangat persatuan dankesatuan bangsa. Namun patut disyukuri bahwa hal itu dapat kita lampaui dengan selamat dan tetap mampu menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Disamping itu tahun 2014 telah dicanangkan sebagai Tahun Kebangkitan Pemuda sekaligus dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean Tahun 2015 yang memerlukan semangat persatuan untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kuat, maju dan hebat. Sangatlah tepat jika pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun ini mengusung tema Bangun Soliditas Pemuda Maju dan Berkelanjutan.

Nilai-nilai kesatuan merupakan warisan dari Sumpah Pemuda yang telah diikrarkan oleh para pemuda Indonesia dalam peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Para pemuda bersumpah untuk Bertumpah Darah Yang Satu Tanah Indonesia, Berbangsa Yang Satu Bangsa Indonesia dan Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia.

Kita sangat berharap agar nilai dan semangat Sumpah Pemuda terus terpatri di dalam hati sanubari segenap bangsa Indonesia khususnya para pemuda dan mampu diwujudkan dalam perilaku nyata yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pahlawan dan pelaku sejarah yang berjuang untuk mewujudkan sebuah negara besar dan hebat yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi suatu yang amat penting bagi kita untuk dapat menangkap dan menyelami semangat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu peristiwa Sumpah Pemuda harus menjadi kewajiban bagi kita untuk diperingati setiap tahun guna membangun semangat persatuan dan kesatuan di tengahtengah kehidupan masyarakat dan bangsa kita.

Sehubungan dengan itu Panitia Nasional telah menyusun sebuah buku yang berisi pedoman penyelenggaraan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 Tahun 2014. Buku ini memuat tema dan sub tema serta pelbagai informasi yang dapat dirujuk sebagai acuan dalam menyelenggarakan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86. Dengan memedomani buku ini segenap bangsa Indonesia akan memiliki denyut nadi yang sama dalam mengusung semangat persatuan dan kesatuan sebagaimana terkandung di dalam Sumpah Pemuda.Semoga buku ini memberikan manfaat yang besar dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86.

Saya berharap segenap masyarakat Indonesia khususnya para pemuda dapat melaksanakan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 secara bersungguh-sungguh dengan penuh khidmat, bersahaja namun memberikan dampak yang luas bagi terbangunnya rasa persaudaraan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi bagi terbitnya buku terselenggaranya seluruh rangkaian acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 86. Saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Allah SWT-Tuhan Yang maha Kuasa senantiasa memberikan ridhoNya kepada kita semua. Amin.

Billahitaufiqwalhidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta,9 Oktober 2014

MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA
REPUBLIK INDONESIA
ROY SURYO NOTODIPROJO
(Pengunggah: EH)

Yuk dukung lagi, malem ini jangan lupa ya
24/10/2014

Yuk dukung lagi, malem ini jangan lupa ya

22/10/2014

Terima Kasih, Pak Nuh!

Jakarta, Kemdikbud --- Tepat 20 Oktober, Menteri Nuh secara resmi meletakkan jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Sebagai tanda terima kasih dan dalam rangka memperpanjang tali silaturahim di antara para pegawai Kemdikbud dengan mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang menjabat sebagai Mendikbud sejak tahun 2009 ini, malam keakraban pun digelar di Kantor Kemdikbud, Minggu (19/10).

Dalam suasana bahagia, Mendikbud yang didampingi oleh sang istri, Laily M. Nuh, menerima cinderamata dari pegawai kementerian yang diwakili oleh para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemdikbud. Cinderamata berupa lukisan karikatur dan buku Mozaik Kebudayaan Indonesia ini tak hanya diberikan kepada Menteri Nuh saja, tapi juga kepada dua Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim dan Wiendu Nuryanti.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Ainun Na’im mengatakan, malam keakraban dengan Mendikbud ini merupakan pertemuan yang berbeda dengan sang Menteri. Biasanya, kesempatan bertemu dengan Menteri asal Jawa Timur ini bertempat di ruang rapat atau di sekolah dan lapangan. “Suasananya agak berbeda. Dengan berakhirnya periode jabatan beliau tidak berarti akhir dari persaudaraan,” kata Ainun dalam sambutannya, Minggu (19/10).

Ainun mengatakan, arahan dan dorongan Menteri Nuh akan dirindukan. Karena setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Mendikbud, Menteri Nuh akan kembali ke kampus yang membesarkan namanya, ITS. “Kita tidak perlu khawatir karena Pak Menteri tetap berada di lingkungan pendidikan. Kita tidak akan kehilangan beliau,” katanya.

Acara Minggu malam tersebut diwarnai berbagai penampilan. Mulai dari tarian, persembahan lagu, orkestra yang dipersembahkan oleh mahasiswa dari sekolah music jogja dan Institut Kesenian Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan ketoprak. Pergelaran ketoprak tersebut dimainkan oleh warga di Kemdikbud.

Acara ini juga merupakan ungkapan terima kasih Kemdikbud yang telah dipimpin oleh menteri bersahaja ini selama satu periode ke belakang. Terima Kasih, Pak Nuh! (Aline Rogeleonick/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

29/08/2014

Mohon dukungan untuk Hanin Dhiya di SMPN 1 Citeureup

Address

Jalan Karanggan No. 33 Citeureup
Citeureup
16810

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMPN 1 Citeureup posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SMPN 1 Citeureup:

Shortcuts

Share

Category