Al Mu'allim Center

Al Mu'allim Center Al Mu'allim Center adalah pusat pendidikan Islam mempertahankan kitab-kitab kuning

NASAB DZURRIYAH NABI ﷺSANGAT SUCI, AGUNG DAN KERAMAT.TIDAK SAMA DENGAN NASAB MANUSIA BIASA.Mengkaji dan meneliti nasab y...
08/12/2025

NASAB DZURRIYAH NABI ﷺ
SANGAT SUCI, AGUNG DAN KERAMAT.

TIDAK SAMA DENGAN NASAB MANUSIA BIASA.

Mengkaji dan meneliti nasab yang disandarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ tidaklah sama dengan mengkaji dan meneliti nasab orang lain, karena Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi kita sendiri, milik seluruh ummat Islam.

Jika nasab disandarkan kepada orang lain, selain kepada Nabi Muhammad ﷺ , maka terserah mereka, mau mengaku keturunan Ken Arok atau keturunan Siliwangi, maka terserah.

Oleh karena itu METODOLIGI PENETAPAN NASAB DZURIYYAH NABI MUHANMAD ﷺ TIDAK BISA DISAMAKAN BEGITU SAJA DENGAN NASAB MANUSIA BIASA.

MENELITI NASAB DZURRIYAH NABI ﷺ HARUS LEBIH TELITI DAN LEBIH HATI-HATI.

PERTAMA:
LANGKAH PERTAMA HARUS MENGGUNAKAN RUMUS GENERASI SECARA UMUM INTERNASIONAL, Bukan hanya klaim sepihak, kemudian orang lain dipaksa harus percaya begitu saja.

CARA MENGHITUNG GENERASI

Jika manusia usia 25 tahun punya anak, maka sudah ada dua generasi, yaitu: dia sendiri + anaknya.

Jika usia 50 tahun punya cucu, maka sudah ada tiga generasi, yaitu: dia sendiri + anaknya + cucunya.

Jika usia 75 tahun punya buyut (cicit), maka sudah ada empat generasi, yaitu: dia sendiri + anaknya + cucunya + buyutnya (cicit).

Jika usia 100 tahun punya canggah, maka sudah ada lima generasi, yaitu:
1. Dia sendiri
2. Anaknya
3. Cucunya
4. Buyutnya (cicit)
5. Canggahnya

Rumus:
Setiap seratus tahun, rata-rata ada lima generasi.

Jika manusia lahir pada tahun 1400 hijriyah, maka generasi yang ke berapa?

Cara menghitung:

Karena rumus generasi diambil dari setiap seratus tahun, maka 1400 hijriyah dibagi 100 tahun = 14

Dan karena setiap seratus tahun ada 5 generasi, maka 14 × 5 = 70.

Orang yang lahir pada tahun 1400 hijriyah adalah generasi yang ke 70.

Dan jika setiap seratus tahun hanya ada empat generasi saja, maka 14 × 4 = 56.

Orang yang lahir pada tahun 1400 hijriyah adalah minimal generasi yang ke 56.

Hal tersebut dihitung sejak hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah, sedangkan nabi berhijrah ketika sudah berusia sekitar 53 tahun.

Sebagai salah satu contoh:

Sayyid Ja'far as-Shodiq lahir pada tahun 80 hijriyah, beliau adalah generasi yang ke-enam dari Nabi Muhammad ﷺ , dengan silsilah nasab sebagai berikut:

1. Nabi Muhammad ﷺ
2. Sayyidah Fathimah az-Zahra
3. Sayyid al-Husain
4. Sayyid Ali Zainal Abidin
5. Sayyid Muhammad al-Baqir
6. Sayyid Ja'far as-Shodiq

Silsilah nasab dzurriyah nabi yang ini adalah SHAHIH berdasarkan IJMA' (kesepakatan para ulama').

Adapun nasabnya Imam Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-'Uraidhi bin Ja'far as-Shadiq adalah SHAHIH berdasarkan kaidah SYUHROH WAL ISTIFADHOH, dan bahkan diklaim oleh sebagaian kalangan sebagai IJMA' p**a.

Sedangkan silsilah nasab setelah beliau-beliau itu sampai ke bawah (sampai saat ini), maka masih sangat butuh untuk diteliti semuanya oleh banyak ahli. Karena nasab dzurriyah nabi tidak sama dengan nasab manusia biasa.

Apalagi nasabnya orang yang lahir pada tahun 1400 hijriyah tetapi dicatat sebagai generasi yang ke-38 atau ke-39, maka masih sangat butuh untuk dikaji dan diteliti ulang oleh kaum muslimin di mana pun berada.

Mungkinkah terjadi pada setiap generasi setelah usia 50 tahun baru punya anak?. Atau mungkinkah ada banyak nama yang dilompat lompat?. Ataukah memang sebenarnya banyak nama yang tidak bisa diverifikasi?

Sedangkan orang-orang Islam zaman dahulu, rata-rata usia di bawah 20 tahun sudah menikah. Namun terkadang kondisi daerah dan zaman tidak selalu sama, oleh sebab itu langkah pertama ini hanya sekedar sebagai ilmu pembuka, kemudian harus menuju pada langkah yang kedua, yaitu:

KEDUA:
LANGKAH KEDUA SETIAP NAMA HARUS TERVERIFIKASI DENGAN BENAR BERDASARKAN BUKTI-BUKTI.

Jika ada satu nama saja yang tidak bisa diverifikasi, maka nama tersebut harus dipertanyakan.

APALAGI NAMA-NAMA di dalam gambar hasil screen shoot di bawah ini MULAI dari NOMOR SEBELAS SAMPAI NOMOR TERAKHIR, banyak nama yang sama, tetapi tanpa penjelasan yang jelas terang benderang.

Semisal Nasab Habib Rizieq dari nomor 39 naik ke nomor 29, banyak nama Muhammad, namun tanpa penjelasan apapun, seperti Laqob (gelar/julukan) atau Nisbat nama daerah kelahiran atau apapun.

Nasab Habib Rizieq hanya tertulis begini:
Muhammad Rizieq bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syech bin Muhammad bin Ali bin Muhammad. (Ada LIMA nama Muhammad tanpa penjelasan, hanya yang terakhir saja ada penjelasan Muhammad Rizieq).

Kemudian Nasab Habib Luthfi, banyak nama Thaha, namun tanpa penjelasan apapun. Perhatikan nasab nomor 38 ke atas sampai nomor 30, hanya ditulis begini:

Muhammad Luthfi bin Yahya bin Ali bin Hasim bin Umar bin Thaha bin Hasan bin Thaha bin Muhammad al-Qadhi bin Thaha. (Ada TIGA nama Thaha yang tanpa penjelasan).

OLEH SEBAB ITULAH SELURUH NAMA YANG DITULIS SETELAH UBAIDILLAH SAMPAI KE BAWAH HINGGA KEPADA PARA HABAIB DI INDONESIA, MAKA WAJIB TERVERIFIKASI SEMUANYA.

BUKAN HANYA GEGER MASALAH SATU NAMA SAJA, YAITU UBAIDILLLAH..... OKEY?.

NB:
1. SETIAP HABAIB YANG MUSLIM WAJIB DICINTAI, KARENA SESAMA UMMAT ISLAM.
2. SETIAP HABIB YANG ALIM DAN SHOLIH WAJIB DIHORMATI DAN DIMULIAKAN, KARENA ILMU DAN KESHOLIHANNYA.
3. ADAPUN MASALAH NASAB, MAKA TETAP WAJIB BERHATI-HATI (IHTIYATH).

Salam cinta dari saudaramu sesama ummatnya Nabi Muhammad ﷺ

Al-Faqir Dawam Mu'allim, Sarang - Rembang

02/09/2025

Salah negara dan pemerintah yang memberi mandat kepada seluruh Rakyat Penerima Bansos untuk memilih Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden dan Para Anggota Dewan.

Sehingga kualitas mental para pejabat yang terpilih terbebani oleh uang, uang dan uang, bagaimana caranya cepat kembali modal dan segera untung besar. Setelah itu para pejabat yang joget-joget dihujat oleh rakyat yang memilih mereka. Dipilih sendiri tapi dihujat sendiri.

Semua rakyat kecil belum tentu kenal dan faham calon pejabat yang akan dipilihnya, tetapi mereka diberi mandat untuk memilih, sehingga para pejabat yang terpilih bukan benar-benar manusia yang memiliki jiwa-jiwa terpilih. Namun hanyalah sekedar manusia-manusia yang dipilih oleh nafsu serakah dan harta-harta duniawi yang mampu membeli oligarki.

Sistem seperti ini hanya selalu memenangkan para konglomerat dan mafia kelas kakap untuk menguasai negara dan pemerintah, sedangkan para kesatria sejati, putra-putra bangsa terbaik, cerdas, jujur, adil tetapi miskin tidak punya modal finansial hampir sangat mustahil untuk mampu menjadi pejabat apalagi menjadi pemimpin.

Setelah negara genting, kacau dan darurat akibat massa aksi demonstrasi, kini kelompok ekstrim kanan para penjual sistem Khilafah ala HTI dan FPI mulai beraksi. Begitu p**a kelompok ekstrim kiri pembawa misi Komunis ala PKI juga mulai beraksi.

Saatnya negara harus cerdas spiritual dan juga cerdas intelektual, tolak Komunis dan Khilafah. Pertahankan bentuk NKRI dengan dasar ideologi Pancasila dan UUD 1945, namun dengan konsep baru.

JIKA DPR BUBAR
PARTAI POLITIK BUBAR

NKRI tetap Jaya
Negara tetap berbentuk NKRI
Dasarnya tetap Pancasila
dan UUD 1945
Tetap Demokrasi, bukan Monarki

Tetapi KONSEP BARU

Inilah Konsep Baru yang kami tawarkan

NKRI KONSEP BARU

1. Presiden dilantik dan dikontrol oleh Dewan Konstitusi Nasional (DKN).
2. DKN diuji dan dilantik oleh Dewan Penjaga Persatuan dan Kesatuan Nasional (DPPKN).

Anggota DPPKN terdiri dari:
1. Seluruh Gubernur se-Indonesia.
2. Para Sultan dan Raja se-Indonesia yang masih memiliki istana atau keraton berfungsi sebagai pusat pemerintahan ketika Indonesia merdeka 17 Agustus 1945.
3. Tokoh agama tingkat nasional usia 55 tahun ke atas, utusan resmi dari Ormas Keagamaan yang memiliki kepengurusan dari pusat sampai ke tingkat desa dan kelurahan di seluruh provinsi se-Indonesia.
4. Para profesor usia 55 tahun ke atas ahli hukum tata negara, hukum adat, hukum internasional dan hukum agama, utusan resmi dari Persatuan Profesor Hukum Tatanegara se-Indonesia.

KONSEP DEMOKRASI
1. Rakyat memilih Kepala Desa atau Lurah.
2. Kepala Desa dan Lurah memilih Camat.
3. Camat memilih Bupati atau Walikota.
4. Bupati dan Walikota memilih Gubernur.
5. Gubernur dan DKN memilih Presiden.
6. Presiden melantik, mengesahkan dan atau memberhentikan anggota DPPKN serta membubarkan DPPKN.

Anggota DKN
Dewan Konstitusi Nasional

Anggota Dewan Konstitusi Nasional dipilih oleh DPPKN melalui tes dan ujian serta pengabdian di masyarakat.

Anggota DKN sebanyak tiga ratus orang terdiri dari para pakar hukum, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ahli hukum tata negara, hukum adat, hukum internasional dan hukum-hukum agama.

Komposisi Anggota Dewan Konstitusi Nasional terdiri dari perwakilan semua agama yang diakui di Indonesia dengan prosentase menurut tingkat prosentase pemeluk agama masing-masing.

Semisal jumlah wakil dari Islam sebanyak 87,2%, wakil dari Kristen 6,9%, wakil dari Katolik 2,9%, wakil dari Hindu 1,7%, wakil dari Budha 0,7%, wakil dari Khonghucu dan Aliran Kepercayaan 0,09%.

Tugas DKN
1. Mengamandemen UUD 1945.
2. Membuat dan mengesahkan undang-undang nasional.
3. Merevisi dan mengesahkan undang-undang yang diajukan melalui Mahkamah Konstitusi.
4. Merevisi dan atau mengesahkan dan atau membatalkan peraturan dan atau keputusan dari Presiden.
5. Mengesahkan dan melantik Presiden dan atau memakzulkan Presiden atas persetujuan Jaksa Agung dan Hakim Agung.
6. Menyetujui dan mengesahkan APBN dan atau menolak APBN.
7. Menguji, mengangkat, melantik dan atau memberhentikan Hakim Mahkamah Konstitusi serta membubarkan Mahkamah Konstitusi.
8. Menguji dan menyetujui dan atau menolak Calon Ketua Hakim Agung, Calon Ketua Jaksa Agung, Calon Ketua KPK, Calon Kapolri dan Calon Panglima TNI yang diajukan oleh Presiden.

Tugas DPPKN
1. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DKN serta membubarkan DKN.
2. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DPG (Dewan Pengawas Gubernur) serta membubarkan DPG.

Tugas DPBWK
1. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DPC (Dewan Pengawas Camat) serta membubarkan DPC.
2. Mengusulkan dan atau menyetujui Gubernur melantik dan atau memberhentikan Bupati atau Walikota.
3. Mengusulkan dan atau menyetujui serta mengesahkan Perbup atau Perwalkot dan APBD Kabupaten atau Kota.

Tugas DPC
1. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DPKDL (Dewan Pengawas Kepala Desa dan Lurah) serta membubarkan DPKDL.
2. Mengusulkan dan atau menyetujui Bupati atau Walikota melantik dan atau memberhentikan Camat.
3. Mengusulkan dan atau menyetujui serta mengesahkan Program Kerja Camat.

Tugas DPKDL
1. Mengusulkan dan atau menyetujui Camat melantik dan atau memberhentikan Kepala Desa atau Lurah.
2. Mengusulkan dan atau menyetujui serta mengesahkan Program Kerja Kepala Desa atau Lurah.

29/08/2025

NKRI KONSEP BARU

1. Presiden dilantik dan dikontrol oleh Dewan Konstitusi Nasional (DKN).
2. DKN diuji dan dilantik oleh Dewan Penjaga Persatuan dan Kesatuan Nasional (DPPKN).

Anggota DPPKN terdiri dari:
1. Seluruh Gubernur se-Indonesia.
2. Para Sultan dan Raja se-Indonesia yang masih memiliki istana atau keraton berfungsi sebagai pusat pemerintahan ketika Indonesia merdeka 17 Agustus 1945.
3. Tokoh agama tingkat nasional usia 55 tahun ke atas, utusan resmi dari Ormas Keagamaan yang memiliki kepengurusan dari pusat sampai ke tingkat desa dan kelurahan di seluruh provinsi se-Indonesia.
4. Para profesor usia 55 tahun ke atas ahli hukum tata negara, hukum adat, hukum internasional dan hukum agama, utusan resmi dari Persatuan Profesor Hukum Tatanegara se-Indonesia.

KONSEP DEMOKRASI
1. Rakyat memilih Kepala Desa atau Lurah.
2. Kepala Desa dan Lurah memilih Camat.
3. Camat memilih Bupati atau Walikota.
4. Bupati dan Walikota memilih Gubernur.
5. Gubernur dan DKN memilih Presiden.
6. Presiden melantik, mengesahkan dan atau memberhentikan anggota DPPKN serta membubarkan DPPKN.

Anggota DKN
Dewan Konstitusi Nasional

Anggota Dewan Konstitusi Nasional dipilih oleh DPPKN melalui tes dan ujian serta pengabdian di masyarakat.

Anggota DKN sebanyak tiga ratus orang terdiri dari para pakar hukum, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ahli hukum tata negara, hukum adat, hukum internasional dan hukum-hukum agama.

Komposisi Anggota Dewan Konstitusi Nasional terdiri dari perwakilan semua agama yang diakui di Indonesia dengan prosentase menurut tingkat prosentase pemeluk agama masing-masing.

Semisal jumlah wakil dari Islam sebanyak 87,2%, wakil dari Kristen 6,9%, wakil dari Katolik 2,9%, wakil dari Hindu 1,7%, wakil dari Budha 0,7%, wakil dari Khonghucu dan Aliran Kepercayaan 0,09%.

Tugas DKN
1. Mengamandemen UUD 1945.
2. Membuat dan mengesahkan undang-undang nasional.
3. Merevisi dan mengesahkan undang-undang yang diajukan melalui Mahkamah Konstitusi.
4. Merevisi dan atau mengesahkan dan atau membatalkan peraturan dan atau keputusan dari Presiden.
5. Mengesahkan dan melantik Presiden dan atau memakzulkan Presiden atas persetujuan Jaksa Agung dan Hakim Agung.
6. Menyetujui dan mengesahkan APBN dan atau menolak APBN.
7. Menguji, mengangkat, melantik dan atau memberhentikan Hakim Mahkamah Konstitusi serta membubarkan Mahkamah Konstitusi.
8. Menguji dan menyetujui dan atau menolak Calon Ketua Hakim Agung, Calon Ketua Jaksa Agung, Calon Ketua KPK, Calon Kapolri dan Calon Panglima TNI yang diajukan oleh Presiden.

Tugas DPPKN
1. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DKN serta membubarkan DKN.
2. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DPG (Dewan Pengawas Gubernur) serta membubarkan DPG.

Tugas DPBWK
1. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DPC (Dewan Pengawas Camat) serta membubarkan DPC.
2. Mengusulkan dan atau menyetujui Gubernur melantik dan atau memberhentikan Bupati atau Walikota.
3. Mengusulkan dan atau menyetujui serta mengesahkan Perbup atau Perwalkot dan APBD Kabupaten atau Kota.

Tugas DPC
1. Menguji, melantik dan memberhentikan anggota DPKDL (Dewan Pengawas Kepala Desa dan Lurah) serta membubarkan DPKDL.
2. Mengusulkan dan atau menyetujui Bupati atau Walikota melantik dan atau memberhentikan Camat.
3. Mengusulkan dan atau menyetujui serta mengesahkan Program Kerja Camat.

Tugas DPKDL
1. Mengusulkan dan atau menyetujui Camat melantik dan atau memberhentikan Kepala Desa atau Lurah.
2. Mengusulkan dan atau menyetujui serta mengesahkan Program Kerja Kepala Desa atau Lurah.

05/08/2025

أوزان إسم الفاعل للصفة المشبهة

١- أفْعَلْ ، الذي مؤنثه فعلاء ، تكون في الألوان ، مثل: أحمر وحمراء - أخضر وخضراء . وفي العيوب ، مثل أعور وعوراء - أعرج وعرجاء - أحدب وحدباء - أحمق وحمقاء ، وفي الحلية ، مثل أكحل وكحلاء - أحور وحوراء - أشهب وشهباء - أهيف وهيفاء.

٢- فعلان ، الذي مؤنثه فَعلى ، يأتي في صفات الإمتلاء والخلو ، مثل: عطشان وعطشى - شبعان وشبعى - جوعان وجوعى - ملآن وملأى - ريّان وريا - سكران وسكرى.

٣- فَعَل (بفتح الفاء والعين) ، مثل: حَسَن، بَطَل، بَطَر، يَسَر. وزن فَعْل (بفتح الفاء وسكون العين) مثل: شَهْم، ضَخْم، خَصْم، سَهْل، سَمْح، صَعْب، ضَخْم، جَلد، ثَبت.

٤- فَعِل (بفتح الفاء وكسر العين) ، مثل: لَبِق، فَرِح، تَعِب، قَلِق، طَرِب، مَغِص، نَكِد، نَعِس، عَفِن، شَهِم، ضَجِر، حَذِر، حَزِن، كَمِد، شَعِث، حَدِب، كَدِر، سَلِس، فَطِن، يَقِظ، كَحِل، شَبِع.

٥- فِعْل (بكسر الفاء وسكون العين) ، مثل: مِلْح، صِفْر، رِخْو.

٦- فُعُل (بضم الفاء والعين) ، مثل: جُنُب .

٧- فُعْل (بضم الفاء وسكون العين) ، مثل: صُلْب، مُرّ، حُرّ، حُلْو.

٨- فاعل ، مثل: صاحب، طاهر، آثم، ناعم، جائع، صالح، ضائق، سائد.

٩- فعيل ، مثل: كريم، بخيل، قدير، وسيم، جميل، عظيم، طويل ، قصير، ظريف، قبيح، رئيس، حقير، حليم، حكيم، سميح، شريف، جَسيم.

١٠- فُعال (بضم الأول) ، مثل: شُجاع، هُمام، صُراح، عُضال، فُرات.

١١- فَعال (بفتح الأول) ، مثل: رَزان، جَواد، حَلال، حَرام، صَناع.

١٢- فَيْعل ، مثل: سيّد، ميّت، طيّب، جيّد، ليّن، ضَيّق.

١٣- مفعول بمعنى فعيل ، مثل: مقتول بمعنى قتيل، مجروح بمعنى جريح.

07/04/2025

Jawablah Satu Pertanyaan ini
Beda metode dengan Kyai Imad

RUMUS GENERASI
Setiap Seratus Tahun
Menurut para ilmuan dunia
(Ilmuan Muslim dan Non Muslim)

1. Untuk manusia yang rata-rata menikah usia 20 - 25 tahun dan usia wafat rata-rata di bawah 100 tahun, maka setiap 100 tahun ada 5 - 6 generasi.
2. Untuk manusia yang rata-rata menikah usia 25 - 30 tahun dan usia wafat rata-rata di atas 100 tahun seperti ummat zaman nabi terdahulu, maka setiap 100 tahun ada 3 - 4 generasi.

Dari masa hijrahnya nabi ﷺ sampai pada tahun 1400 H, minimal sudah ada generasi yang ke-84 atau generasi yang ke-70 atau ke-56, sedangkan Habib Luthfi bin Yahya dan Habib Rizieq Syihab dicatat sebagai generasi yang ke-39.

Pertanyaan:
Dari mana cara menghitungnya, kok setiap 100 tahun hanya ada 2 atau 3 generasi saja?. Apakah beliau-beliau menikah dan punya anak di atas usia 45 tahun dari setiap generasi?

Cara menghitung:
1400 : 100 = 14
14 x 6 = 84 generasi
14 × 5 = 70 generasi
14 × 4 = 56 generasi
14 x 3 = 42 generasi

Bukti:
Ja'far as-Shodiq lahir pada tahun 80 H, sebagai generasi yang ke-6 dari nabi ﷺ , yaitu Ja'far as-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fathimah binti nabi ﷺ .

Dan Isma'il bin Ja'far as-Shodiq generasi ke-7 lahir pada tahun 103 H.

Dari Dawam Mu'allim Bocah Angon

14/02/2025

نسب أحمد المهاجر الحسيني
أحمد المهاجر بن عبسى الرومي بن محمد النقيب بن علي العريضي بن جعفر الصادق بن محمد الباقر بن علي زين العابدين بن الحسين بن فاطمة الزهراء

١- رسول الله ﷺ
٢- فاطمة الزهراء (١٨ ق هـ - ١١ هـ)
٣- الحسين (٤ هـ - ٦١ هـ)
٤- علي زين العابدين (٣٨ هـ - ٩٥ هـ)
٥- محمد الباقر (٥٧ هـ - ١١٤ هـ)
٦- جعفر الصادق (٨٠ هـ - ١٤٨ هـ)
٧- علي العريضي (ت ٢١٠ هـ)
٨- محمد النقيب (ت ٢٣٠ هـ)
٩- عيسى الرومي (ت ٢٩٨ هـ)
١٠- أحمد المهاجر (ت ٣٤٨ هـ)

نسب محمد المهدي الحسيني
محمد المهدي بن الحسن العسكري بن علي الهادي بن محمد الجواد بن علي الرضا بن موسى الكاظم بن جعفر الصادق بن محمد الباقر بن علي زين العابدين بن الحسين بن فاطمة الزهراء

١- رسول الله ﷺ
٢- فاطمة الزهراء (١٨ ق هـ - ١١ هـ)
٣- الحسين (٤ هـ - ٦١ هـ)
٤- علي زين العابدين (٣٨ هـ - ٩٥ هـ)
٥- محمد الباقر (٥٧ هـ - ١١٤ هـ)
٦- جعفر الصادق (٨٠ هـ - ١٤٨ هـ)
٧- موسى الكاظم (١٢٨ هـ - ١٨٣ هـ)
٨- علي الرضا (١٤٨ هـ - ٢٠٣ هـ)
٩- محمد الجواد (١٩٥ هـ - ٢٢٠ هـ)
١٠- علي الهادي (٢١٢ هـ - ٢٥٤ هـ)
١١- الحسن العسكري (٢٣٢ هـ - ٢٦٠ هـ)
١٢- محمد المهدي (٢٥٥ هـ - ٣٢٩ هـ)

06/07/2023

ذريات النبي ﷺ
من الحسني والحسيني

الحسن بن علي بن أبي طالب
وقد تزوج أكثر من سبعين امرأة

١- أولاد الحسن بن علي ، له أحد وعشرون ولدا: الحسن المثنى - محمد الأكبر - محمد الأصغر - جعفر - حمزة - زيد - إسماعيل - يعقوب - القاسم - أبو بكر - عبد الله الأكبر - عبد الله الأصغر - حسين الأثرم - عبد الرحمن - عمر - طلحة - فاطمة - أم الحسن - أم الخير - أم سلمة - أم عبد الله

٢- أولاد الحسن المثنى ، له إثنا عشر ولدا من ثلاث نساء: عبد الله المحض - إبراهيم الشبه الغمر - الحسن المثلث - جعفر - داود - محمد - أم كلثوم - زينب - مليكة - أم القاسم - رقية - فاطمة

قال الشيخ جمال الدين أحمد ابن عِنَبة الإيراني (ت ٨٢٨ هـ) في كتاب عمدة الطالب في أنساب آل أبي طالب: وأعقب الحسن بن الحسن من خمسة رجال: عبد الله المحض، وإبراهيم الغمر، والحسن المثلث، وداود بن الحسن المثنى، وجعفر بن الحسن المثنى

الحسيني
الإمام علي زين العابدين
بن الحسين بن علي بن أبي طالب

*١- أولاد علي زين العابدين*:
محمد الباقر - عبد الله - الحسن - الحسين - زيد بن علي - عمر - الحسين الأصغر - عبد الرحمن - سليمان - علي - محمد الأصغر - زينب - خديجة - أم كلثوم - فاطمة - عائشة - عليّة

*٢- أولاد محمد الباقر* :
جعفر الصادق - عبد اللّه - إبراهيم - عبيد الله - علي - زينب - أم سلمة

*٣- أولاد جعفر الصادق*:
إسماعيل - عبد الله - موسى الكاظم - إسحاق المؤتمن - مُحمَّد - العبَّاس - علي العريضي - أبو بكر - أسماء - فاطمة - عائشة

*٤- علي العريضي* ، له من الولد أحد عشر ولدًا: الحسين - جعفر الأكبر - عيسى - القاسم - علي - جعفر الأصغر - كلثم - الحسن - محمد النقيب - أحمد الشعراني - عليّة .

*٥- محمد النقيب* ، له ستة عشر ولدا ، هم تسعة ذكور: عيسى الرومي - يحيى - الحسن - موسى - جعفر - إبراهيم - إسحاق - علي - الحسين . وسبع بنات: أم القاسم - رقية - خديجة - أم عبد الله - أسماء - فاطمة - أم أبيها.

*٦- أولاد عيسى الرومي* له ثلاثون ولدا: منهم محمد الأزرق - إبراهيم - إسحاق - إسماعيل - موسى - هارون - يوسف - داود - سليمان - جعفر - علي - حسين - عبد الله الاكبر - عبد الله الأصغر - القاسم - زيد - أحمد المهاجر

*٧- أولاد أحمد المهاجر* : محمد وعلي وحسين ، وقيل: رجل آخر اسمه عبد الله ، وهو الذي هاجر مع والده إلى حضرموت ولقب نفسه بـ«عبيد الله» تواضعًا لربه .

*٨- أولاد عبيد الله* : بصري وعلوي وجديد

06/07/2023

ذريات النبي ﷺ
من الحسني والحسيني

الحسن بن علي بن أبي طالب
وقد تزوج أكثر من سبعين امرأة

١- أولاد الحسن بن علي ، له أحد وعشرون ولدا: الحسن المثنى - محمد الأكبر - محمد الأصغر - جعفر - حمزة - زيد - إسماعيل - يعقوب - القاسم - أبو بكر - عبد الله الأكبر - عبد الله الأصغر - حسين الأثرم - عبد الرحمن - عمر - طلحة - فاطمة - أم الحسن - أم الخير - أم سلمة - أم عبد الله

الحسيني
الإمام علي زين العابدين
بن الحسين بن علي بن أبي طالب

*١- أولاد علي زين العابدين*:
محمد الباقر - عبد الله - الحسن - الحسين - زيد بن علي - عمر - الحسين الأصغر - عبد الرحمن - سليمان - علي - محمد الأصغر - زينب - خديجة - أم كلثوم - فاطمة - عائشة - عليّة

*٢- أولاد محمد الباقر* :
جعفر الصادق - عبد اللّه - إبراهيم - عبيد الله - علي - زينب - أم سلمة

*٣- أولاد جعفر الصادق*:
إسماعيل - عبد الله - موسى الكاظم - إسحاق المؤتمن - مُحمَّد - العبَّاس - علي العريضي - أبو بكر - أسماء - فاطمة - عائشة

*٤- علي العريضي* ، له من الولد أحد عشر ولدًا: الحسين - جعفر الأكبر - عيسى - القاسم - علي - جعفر الأصغر - كلثم - الحسن - محمد النقيب - أحمد الشعراني - عليّة .

*٥- محمد النقيب* ، له ستة عشر ولدا ، هم تسعة ذكور: عيسى الرومي - يحيى - الحسن - موسى - جعفر - إبراهيم - إسحاق - علي - الحسين . وسبع بنات: أم القاسم - رقية - خديجة - أم عبد الله - أسماء - فاطمة - أم أبيها.

*٦- أولاد عيسى الرومي* له ثلاثون ولدا: منهم محمد الأزرق - إبراهيم - إسحاق - إسماعيل - موسى - هارون - يوسف - داود - سليمان - جعفر - علي - حسين - عبد الله الاكبر - عبد الله الأصغر - القاسم - زيد - أحمد المهاجر

*٧- أولاد أحمد المهاجر* : محمد وعلي وحسين ، وقيل: رجل آخر اسمه عبد الله ، وهو الذي هاجر مع والده إلى حضرموت ولقب نفسه بـ«عبيد الله» تواضعًا لربه .

*٨- أولاد عبيد الله* : بصري وعلوي وجديد

11/11/2020

IJAB - QOBUL AKAD NIKAH dengan Surat (tulisan) kemudian dibaca dengan lisan

قال الإمام النووي رحمه الله تعالى في روضة الطالبين: إذا كتب بالنكاح إلى غائبٍ أو حاضرٍ لم يصحَّ. وقيل: يصحُّ في الغائب، وليس بشيء، لأنه كناية، ولا ينعقد بالكنايات.

'illatnya adalah: Tulisan itu termasuk kinayah, lalu bagaimana kalau tulisan itu dibaca, atau bagaimana kalau menggunakan ucapan langsung lewat video call atau lewat telpon?

Selanjutnya kita lihat pendapat dari Madzhab Hanafi:

نقل ابن عابدين في حاشيته على الدر المختار عن الفتح فقال: ينعقد النكاح بالكتابة كما ينعقد بالخطاب، وصورته أن يكتب إليها يخطبها، فإذا بلغها الكتاب أحضرت الشهود وقرأته عليهم، وقالت: زوّجت نفسي منه، أو تقول: إن فلانا كتب إلي يخطبني فاشهدوا أني زوّجت نفسي منه.

Jika akad nikah dengan tulisan surat saja sudah dibahas oleh para ulama terdahulu, lalu mengapa ulama zaman sekarang tidak berijtihad dengan sungguh-sungguh tentang akad nikah lewat telpon dan video call?

Cari semua illat hukumnya, karena zina itu sangat mudah, maka nikah pun tak boleh dipersulit, jika nikah dipersulit, khawatirnya zina semakin merajalela. Karena nikahnya orang kafir dan primitif pun tetap sah menurut adat mereka, sehingga jika mereka masuk agama Islam pun mereka tidak diwajibkan tajdiidun-nikah (memperbaharui nikah secara islam).

Wallahu A'lam.

Tambahan

اختلف الفقهاء المعاصرون في حكم عقد الزواج عبر وسائل الاتصالات بين مانع ومجيز ومحتاط للأمر، بناء على عدة اعتبارات مؤثرة في الحكم؛ أهمها: حكم عقد الزواج كتابةً، وتحقق اتحاد مجلس العقد بجلسة التواصل الاجتماعي، والتوثق من توافر الشروط والأركان، وعدم حصول الخديعة والخطأ في هذه العقود؛ لإمكان التلاعب صوتاً وصورةً وغير ذلك.

ويمكن القول: إنّ عقد الزواج بالوسائل الحديثة؛ إما أن يقع بالكتابة والمراسلة كالرسائل النصية والبريد الإلكتروني، وإما أن يكون بالمراسلة الصوتية، وإما أن يكون بالاتصال الصوتي عبر الهاتف أو برامج المكالمات الصوتية، وإما أن يكون بالمكالمات المرئية التي تجمع الصوت والصورة (فيديو):

فأما عقد الزواج بالمكاتبة والمراسلة فلا يجوز عند جمهور أهل العلم؛ لاشتراط التلّفظ بالإيجاب والقبول، قال النووي في «روضة الطالبين»: (إذا كتب بالنكاح إلى غائبٍ أو حاضرٍ: لم يصحَّ. وقيل: يصحُّ في الغائب، وليس بشيء)، وقال الدردير في «الشرح الصغير»: (ولا تكفي الإشارة ولا الكتابة إلا لضرورةِ خرس).

وأما عقد الزواج بالرسائل الصوتية فهو لا يختلف عن المراسلة الكتابية؛ من حيث عدم اتحاد المجلس، ووجود الفاصل بين الإيجاب والقبول، وعدم حضور الشهود للإيجاب والقبول، فلا يجوز عقد النكاح بهذه الطريقة، قال ابن قدامة في «المغني» : (حكم المجلس حكم حالة العقد، فان تفرقا قبل القبول: بطل الإيجاب؛ فإنه لا يوجد معناه؛ فإنّ الإعراض قد وُجد من جهته بالتفرق، فلا يكون قبولاً، كذلك إذا تشاغلا عنه يما يقطعه؛ لأنه مُعرِضٌ عن العقد أيضاً بالاشتغال عن قبوله)، وقال النووي في «روضة الطالبين» : (يشترط الموالاة بين الإيجاب والقبول على الفور؛ ولا يضر الفصل اليسير، ويضر الطويل).

وأما إجراء عقد الزواج بالاتصال الهاتفي والبرامج الصوتية فقد أجازه جمعٌ من أهل العلم المعاصرين بشرط توفر جميع الإجراءات التي تضمن صحة العقد، من وجود الولي والشاهدين، والتأكد من شخصية الزوجين بالمعرفة أو السماع، وسماع الشهود لطرفي العقد في مجلس واحد لا يكون فيه فصل أو انقطاع، بحيث يسمع كلُّ طرف كلام الطرف الآخر في الوقت نفسه، فيكون الإيجاب من الولي أو وكيله، ويليه القَبول من الزوج أو وكيله على الفور، مع الأمن من التدليس والغلط، فلو اقتصر سماع الشهود على الإيجاب الصادر من الولي فقط، أو على القبول من الزوج لم يصح العقد.

ويرى المجلس الأخذ بهذا القول بضوابطه المذكورة عند تعذر إجراء العقد بالطرق المعتادة، وتعذر التوكيل بعقد الزواج؛ مراعاة لأحوال السوريين، ودفعاً للمشقة عنه.

وأما إجراء عقد النكاح بالمكالمات المرئية فهو أولى بالجواز من المكالمات الصوتية؛ لإمكان مشاهدة طرفي العقد حال إبرام العقد والتلفظ بالإيجاب والقبول، ولانتفاء الخداع والخطأ غالباً، فيجوز إبرام عقود النكاح بهذه الطريقة مع مراعاة الضوابط السابقة المذكورة في الفقرة السابقة.

ونؤكد على أهمية أخذ جميع الاحتياطات اللازمة للتأكد من صحة هذا الزواج ونفي الغش أو الغرر عنه، ومنع الخلاف حوله في المستقبل من: التأكد من سماع جميع الأطراف لما يجرى في العقد، وخاصة الشهود، والتأكد من فهمهم لكل ما يقال، بإعادة التلفظ به، واحتفاظ كل طرف بما يمكن من إثبات هذا العقد سواء تسجيل صوتي أو مرئي، أو عقد كتابي، ونحو ذلك لتكون وسيلة إثبات عند الحاجة.

وإذا لم يحصل العلم بتوفر الأركان والشروط، أو وقع الشك فيه، أو لم يُتحقق من وجود أطراف الزواج وسماع بعضهم لبعض، أو عدم القدرة على عقد مجلس الزواج متصلاً مستمرًا، أو وجود ما يثير الريبة، أو إمكانية حصول الخطأ أو وجود غرر أو تلاعب ولو من أحد الأطراف: فيتعيّن العدول عن إجراء العقد بهذه الوسائل، والمصير إلى التوكيل بالزواج.

Address

Kecok Jeungjing
Cisoka
15732

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al Mu'allim Center posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category