08/12/2025
NASAB DZURRIYAH NABI ﷺ
SANGAT SUCI, AGUNG DAN KERAMAT.
TIDAK SAMA DENGAN NASAB MANUSIA BIASA.
Mengkaji dan meneliti nasab yang disandarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ tidaklah sama dengan mengkaji dan meneliti nasab orang lain, karena Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi kita sendiri, milik seluruh ummat Islam.
Jika nasab disandarkan kepada orang lain, selain kepada Nabi Muhammad ﷺ , maka terserah mereka, mau mengaku keturunan Ken Arok atau keturunan Siliwangi, maka terserah.
Oleh karena itu METODOLIGI PENETAPAN NASAB DZURIYYAH NABI MUHANMAD ﷺ TIDAK BISA DISAMAKAN BEGITU SAJA DENGAN NASAB MANUSIA BIASA.
MENELITI NASAB DZURRIYAH NABI ﷺ HARUS LEBIH TELITI DAN LEBIH HATI-HATI.
PERTAMA:
LANGKAH PERTAMA HARUS MENGGUNAKAN RUMUS GENERASI SECARA UMUM INTERNASIONAL, Bukan hanya klaim sepihak, kemudian orang lain dipaksa harus percaya begitu saja.
CARA MENGHITUNG GENERASI
Jika manusia usia 25 tahun punya anak, maka sudah ada dua generasi, yaitu: dia sendiri + anaknya.
Jika usia 50 tahun punya cucu, maka sudah ada tiga generasi, yaitu: dia sendiri + anaknya + cucunya.
Jika usia 75 tahun punya buyut (cicit), maka sudah ada empat generasi, yaitu: dia sendiri + anaknya + cucunya + buyutnya (cicit).
Jika usia 100 tahun punya canggah, maka sudah ada lima generasi, yaitu:
1. Dia sendiri
2. Anaknya
3. Cucunya
4. Buyutnya (cicit)
5. Canggahnya
Rumus:
Setiap seratus tahun, rata-rata ada lima generasi.
Jika manusia lahir pada tahun 1400 hijriyah, maka generasi yang ke berapa?
Cara menghitung:
Karena rumus generasi diambil dari setiap seratus tahun, maka 1400 hijriyah dibagi 100 tahun = 14
Dan karena setiap seratus tahun ada 5 generasi, maka 14 × 5 = 70.
Orang yang lahir pada tahun 1400 hijriyah adalah generasi yang ke 70.
Dan jika setiap seratus tahun hanya ada empat generasi saja, maka 14 × 4 = 56.
Orang yang lahir pada tahun 1400 hijriyah adalah minimal generasi yang ke 56.
Hal tersebut dihitung sejak hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah, sedangkan nabi berhijrah ketika sudah berusia sekitar 53 tahun.
Sebagai salah satu contoh:
Sayyid Ja'far as-Shodiq lahir pada tahun 80 hijriyah, beliau adalah generasi yang ke-enam dari Nabi Muhammad ﷺ , dengan silsilah nasab sebagai berikut:
1. Nabi Muhammad ﷺ
2. Sayyidah Fathimah az-Zahra
3. Sayyid al-Husain
4. Sayyid Ali Zainal Abidin
5. Sayyid Muhammad al-Baqir
6. Sayyid Ja'far as-Shodiq
Silsilah nasab dzurriyah nabi yang ini adalah SHAHIH berdasarkan IJMA' (kesepakatan para ulama').
Adapun nasabnya Imam Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-'Uraidhi bin Ja'far as-Shadiq adalah SHAHIH berdasarkan kaidah SYUHROH WAL ISTIFADHOH, dan bahkan diklaim oleh sebagaian kalangan sebagai IJMA' p**a.
Sedangkan silsilah nasab setelah beliau-beliau itu sampai ke bawah (sampai saat ini), maka masih sangat butuh untuk diteliti semuanya oleh banyak ahli. Karena nasab dzurriyah nabi tidak sama dengan nasab manusia biasa.
Apalagi nasabnya orang yang lahir pada tahun 1400 hijriyah tetapi dicatat sebagai generasi yang ke-38 atau ke-39, maka masih sangat butuh untuk dikaji dan diteliti ulang oleh kaum muslimin di mana pun berada.
Mungkinkah terjadi pada setiap generasi setelah usia 50 tahun baru punya anak?. Atau mungkinkah ada banyak nama yang dilompat lompat?. Ataukah memang sebenarnya banyak nama yang tidak bisa diverifikasi?
Sedangkan orang-orang Islam zaman dahulu, rata-rata usia di bawah 20 tahun sudah menikah. Namun terkadang kondisi daerah dan zaman tidak selalu sama, oleh sebab itu langkah pertama ini hanya sekedar sebagai ilmu pembuka, kemudian harus menuju pada langkah yang kedua, yaitu:
KEDUA:
LANGKAH KEDUA SETIAP NAMA HARUS TERVERIFIKASI DENGAN BENAR BERDASARKAN BUKTI-BUKTI.
Jika ada satu nama saja yang tidak bisa diverifikasi, maka nama tersebut harus dipertanyakan.
APALAGI NAMA-NAMA di dalam gambar hasil screen shoot di bawah ini MULAI dari NOMOR SEBELAS SAMPAI NOMOR TERAKHIR, banyak nama yang sama, tetapi tanpa penjelasan yang jelas terang benderang.
Semisal Nasab Habib Rizieq dari nomor 39 naik ke nomor 29, banyak nama Muhammad, namun tanpa penjelasan apapun, seperti Laqob (gelar/julukan) atau Nisbat nama daerah kelahiran atau apapun.
Nasab Habib Rizieq hanya tertulis begini:
Muhammad Rizieq bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syech bin Muhammad bin Ali bin Muhammad. (Ada LIMA nama Muhammad tanpa penjelasan, hanya yang terakhir saja ada penjelasan Muhammad Rizieq).
Kemudian Nasab Habib Luthfi, banyak nama Thaha, namun tanpa penjelasan apapun. Perhatikan nasab nomor 38 ke atas sampai nomor 30, hanya ditulis begini:
Muhammad Luthfi bin Yahya bin Ali bin Hasim bin Umar bin Thaha bin Hasan bin Thaha bin Muhammad al-Qadhi bin Thaha. (Ada TIGA nama Thaha yang tanpa penjelasan).
OLEH SEBAB ITULAH SELURUH NAMA YANG DITULIS SETELAH UBAIDILLAH SAMPAI KE BAWAH HINGGA KEPADA PARA HABAIB DI INDONESIA, MAKA WAJIB TERVERIFIKASI SEMUANYA.
BUKAN HANYA GEGER MASALAH SATU NAMA SAJA, YAITU UBAIDILLLAH..... OKEY?.
NB:
1. SETIAP HABAIB YANG MUSLIM WAJIB DICINTAI, KARENA SESAMA UMMAT ISLAM.
2. SETIAP HABIB YANG ALIM DAN SHOLIH WAJIB DIHORMATI DAN DIMULIAKAN, KARENA ILMU DAN KESHOLIHANNYA.
3. ADAPUN MASALAH NASAB, MAKA TETAP WAJIB BERHATI-HATI (IHTIYATH).
Salam cinta dari saudaramu sesama ummatnya Nabi Muhammad ﷺ
Al-Faqir Dawam Mu'allim, Sarang - Rembang