27/05/2026
Selamat Hari Raya Idul Adha
Mari rayakan Idul Adha dengan membaca kembali catatan perjuangan Sayyidah Hajar perempuan yang terlupakan dibalik ritual haji.
Sebuah penghormatan untuk tubuh perempuan sebagai jalan suci dalam sejarah keimanan—
sayyidah hajar 'alaiha ash-sholatu wa as-salam
read more on Mubadalah.id
https://mubadalah.id/perempuan-yang-terlupakan-di-balik-ritual-agung-haji/
26/05/2026
Kami merasa sangat bahagia dan terbantu dengan kehadiran Abdul Aziz Muhith di PP Luhur Manhajiy Fahmina untuk memberikan pelatihan pengelolaan sampah agar tepat, benar dan bisa bernilai ekonomi. Beliau merupakan ketua dari bank sampah Berkasih di Cirebon.
Selama ini kami menyadari isu lingkungan sudah banyak mengkhawatirkan. Oleh karena itu, kami sudah bertekad untuk mulai menjaga lingkungan salah satunya dengan melakukan pengelolaan sampah.
Akan tetapi, edukasi pengelolaan sampah memang masih minim. Kita sebagai masyarakat masih terbiasa mengumpulkan semua jenis sampah dalam satu tempat dan menganggap itu sudah selesai. Padahal yang terjadi, sampah hanya dipindahkan bukan diselesaikan.
Lewat workshop ini kami semakin sadar bahwa sampah akan terus menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Dari Pak Aziz kami tidak hanya diajarkan teori saja, tapi difasilitasi langsung dari pengenalan jenis sampah, bagaimana cara memilahnya hingga bisa dijual nanti dan bernilai ekonomi. Pak Aziz mengingatkan agar jangan melihat sampah sebagai sumber masalah saja tapi harus melihatnya sebagai peluang ekonomi juga.
Berkat workshop ini lahirlah tim khusus atau satgas dari Mahasantri sebagai penggerak sampah di pondok pesantren kami. Mereka menjadi koordinator untuk menggerakkan lingkungan agar tidak hanya bersih tapi memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Sampah diidentifikasi, dikelompokkan yang kemudian nanti bisa dijual ke bank sampah milik Pak Aziz.
Saat ini sudah tersedia berbagai tempat sampah berdasarkan jenisnya. Dari sampah residu, tisu dan kertas, bekas botol plastik, pembalut, kemasan skincare, kulit telur, besi dan sejenisnya. Untuk sampah rumah tangga sudah tersedia losaru yaitu sebutan untuk paralon yang ditanam di tanah untuk tempat sampah rumah tangga.
Kami sangat bersyukur lewat pelatihan ini kami bisa merawat lingkungan dan mengelola sampah dengan tepat. Kami berharap bisa menerapkan pengalaman ini di tempat kami berasal sehingga semakin banyak masyarakat yang terdukasi dan diberdayakan. Terimakasih SUPI untuk pengalaman berharga ini.
23/05/2026
Serial APIK (Arisan Pikir Ilmu dan Kebudayaan) IV
Eksploitasi terhadap bumi sudah jadi fakta yang tak bisa kita abaikan lagi. Maraknya penambangan, hutan yang berubah jadi lahan industri, perubahan suhu ekstrem, hingga isu sampah adalah masalah yang tak pernah habis dibicarakan, baik di tingkat lokal maupun internasional. Semua orang tanpa terkecuali merasakan dampaknya. Tapi hanya sebagian yang mulai sadar betapa pentingnya isu ini.
Lalu, bagaimana sesungguhnya ajaran agama merespon kondisi ini? Mari ikuti Serial APIK yang akan mengangkat tema “Penyadaran Ekoteologi dan Penyelamatan Dunia”. Karena merawat dan melestarikan alam bukan sekadar tugas sosial, melainkan mandat dari Tuhan sebagai khalifah fil ard, sekaligus bentuk ibadah dan tanggung jawab keimanan kepada-Nya.
Bersama:
Narasumber: Sifa Himayah
Moderator: Muflihah
Penanggap: Shobihah Mustahdiah
Sampaikan gagasan, pemikiran, dan keresahanmu untuk memaknai lebih dalam isu ekoteologi dengan perspektif yang lebih beragam.
📅 Sabtu, 23 Mei 2026
⏰ 20.00
📍 Pondok Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina
Z 2026
20/05/2026
Pesantren kami diberkahi dengan kehadiran Kak Mohamed Imran Mohamed Taib, seorang aktivis lintas iman dari Singapura. Kami merasa sangat senang dan bahagia bisa berdiskusi panjang bersama beliau membahas bagaimana Islam di Nusantara ini terlahir dan terikat satu sama lain dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Dalam pengantarnya, Kak Imran menjelaskan bahwa baginya Islam dapat dipahami dari tiga aspek. Pertama dari teks yaitu Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab ulama baik zaman dulu maupun saat ini. Kedua dari kondisi sosiologis yaitu bagaimana Islam dipraktikkan di berbagai tempat yang tentu berkaitan dengan konteks masyarakat setempat. Ketiga dari sisi personal seperti hidayah dan ilham yang sangat erat dengan keimanan seseorang.
Kami menyimak setiap detail yang Kak Imran sampaikan dan membayangkan bahwa Islam yang kita kenal saat ini lahir dari dinamika sejarah yang panjang. Lebih lanjut, Kak Imran juga menerangkan, “Cara kita memahami Islam di Singapura itu sebenarnya memiliki orientasi yang sama seperti yang dipraktikkan secara umum di Indonesia, karena Islam datang melalui proses perdagangan.” Menurutnya, secara umum praktik Islam di sana bersifat tradisionalis, tetapi secara politik cenderung modernis.
Penjelasan Kak Imran sudah cukup membuat kami para mahasantri tergugah. Rasa penasaran tentu tidak kami sembunyikan, kami sampaikan lewat pertanyaan-pertanyaan kritis tentang bagaimana praktik keislaman di Singapura. Segala pertanyaan dijawab jelas dan lugas oleh Kak Imran, yang menambah wawasan dan khazanah pengetahuan kami. Kami juga menyinggung beberapa isu seperti perkawinan anak, nikah beda agama, perkembangan Islam tradisionalis dan modernis, hingga perbedaan aliran keislaman yang ada di Singapura.
Diskusi bersama Kak Imran mungkin telah usai, tetapi berkat pertemuan ini kami menjadi lebih semangat untuk belajar dan menerima Islam dari banyak sudut pandang. Kami semakin bertekad kelak akan mengunjungi Singapura dan berbagai belahan dunia untuk melihat bagaimana Islam dipraktikkan oleh para pengikutnya.
18/05/2026
Pondok Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina proudly present
🎥 SUPI Creative Video Challenge 2026 dengan tema “Santri & Kesehatan Mental” 💫
Yuk ikuti lomba video kreatif SUPI dan suarakan keresahan, pengalaman, maupun pandangan kamu tentang isu kesehatan mental di lingkungan pesantren. Kami mengajak para santri untuk bersuara lewat karya kreatif yang dekat dengan realita kehidupan di pesantren.
📌 Tema Utama:
Santri & Kesehatan Mental
- Seberapa penting kesehatan mental bagi santri?
- Apa yang santri butuhkan untuk merasa aman dan didengar?
- Apakah santri boleh merasa lelah?
- Siapa tempat aman bagi santri untuk bercerita?
- Bagaimana Islam memandang kesehatan mental?
🗓️ Timeline
- Batas pengumpulan karya: 31 Mei 2026
- Pengumuman pemenang: 05 Mei - 20 Mei
Ikuti syarat dan ketentuannya dan daftarkan di sini 👇
http://bit.ly/SUPICreativeVideoChallenge
2026
14/05/2026
Saat ini banyak sekali narasi yang menyebutkan kita telah memasuki masa kritis etika pada anak muda. Di mana generasi sekarang terbentur dan mulai kehilangan etika dan sopan santun dalam pergaulan.
Padahal norma dan aturan tatakrama saat kita berinteraksi sosial bisa membantu kita dalam membangun hubungan harmonis, saling menghargai dan menghindarkan pada konflik.
Melalui forum “Pelatihan Etika dan Sopan Santun Pergaulan” bersama Jafarudin S, Agama Penyuluh Agama Kabupaten Cirebon. Kami akan berdiskusi dan mengkaji nilai-nilai etika pergaulan serta memberikan contoh nyata bagaimana etika dan sopan santun itu bekerja.
🗓️ Kamis 14 Mei 2026
🕒 20.00-22.00 WIB
📍 Rumah Joglo
09/05/2026
Serial APIK (Arisan Pikir Ilmu dan Kebudayaan) III
Sejatinya isu seksualitas begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, masih banyak orang merasa canggung, takut, bahkan menganggap isu ini tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Akibatnya, banyak pemahaman tidak berdasar lahir dari stigma, asumsi, dan informasi yang belum tentu benar adanya.
Di sinilah pendidikan memainkan perannya. Ia harus menjadi ruang aman dalam membahas seksualitas secara alami, jujur dan bertanggung jawab termasuk dalam perspektif Islam. Karena cara kita memahami isu ini akan memengaruhi cara kita melihat tubuh sendiri dan orang lain.
Melalui forum APIK dengan tema “Islam dan Seksualitas dalam Pendidikan” Mahasantri SUPI mengajak kita membaca ulang bagaimana Islam, pendidikan dan seksualitas dapat dipahami secara lebih utuh di tengah realitas sosial hari ini.
Bersama:
Narasumber : Dalpa Waliatul Maula
Penanggap: Achmad Nanang Firdaus
Moderator: Tasnim Qiy
Forum ini menjadi ruang bebas dan aman untuk berdiskusi, berdialog dan memahami persoalan seksualitas dengan lebih terbuka dan lebih kritis.
Yuk hadiri dan ramaikan
🗓️ Sabtu, 9 Mei 2026
🕗 20.30 WIB
📍 Halaman ISIF