12/06/2026
Seperti Mayat Hidup
Lisan yang basah dengan dzikir adalah tanda hati yang hidup. Sebaliknya, hati yang lalai dari mengingat Allah akan semakin keras dan jauh dari ketenangan. Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam mengibaratkan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dengan orang yang hidup, sedangkan yang tidak berdzikir seperti orang yang mati.
Di tengah kesibukan dunia, jangan biarkan hati kita kering dari mengingat Allah. Perbanyaklah tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, dan membaca Al-Qur'an. Karena dzikir bukan hanya amalan lisan, tetapi juga cahaya bagi hati, ketenangan bagi jiwa, dan sebab datangnya keberkahan dalam hidup.
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa berdzikir kepada-Nya dalam setiap keadaan.
Wallahu a'lam..
10/06/2026
Jangan Mengejek Pelaku Maksiat
Hari ini mungkin kita melihat seseorang terjatuh dalam dosa, lalu lisan kita ringan untuk mencela dan merendahkannya. Padahal, tidak ada jaminan bahwa kita akan selalu berada dalam ketaatan, dan tidak ada yang tahu bagaimana akhir perjalanan hidup kita.
Seorang mukmin hendaknya membenci kemaksiatan, namun tetap memiliki rasa kasih sayang kepada pelakunya. Doakan mereka agar mendapatkan hidayah, sebagaimana kita pun berharap Allah menjaga diri kita dari tergelincir dalam dosa yang sama.
Jangan sampai kesombongan membuat kita merasa lebih baik dari orang lain. Sebab, dosa yang kita ejek pada saudara kita bisa menjadi ujian yang Allah timpakan kepada kita. Sedangkan orang yang kita hina, bisa jadi Allah angkat derajatnya dengan taubat yang tulus.
Semoga Allah menjaga lisan kita dari mencela, menjaga hati kita dari kesombongan, dan mengaruniakan kepada kita istiqamah hingga akhir hayat.
Wallahu a'lam..
08/06/2026
Jangan sia-siakan waktumu!
Saudaraku seiman, dalam hiruk-pikuk dunia yang serba cepat ini, waktu terasa berlalu begitu saja. Hari berganti hari, pekan berganti pekan, tanpa terasa usia kita pun bertambah. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungi: untuk apa saja waktu yang telah berlalu itu digunakan? Apakah untuk hal-hal yang mendatangkan rida-Nya atau justru untuk kelalaian yang menjerumuskan?
Sebuah peringatan sangat keras dan mendalam disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah. Beliau berkata,
إضاعةُ الوقت أشدُّ من الموت ؛ لأنَّ إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة، والموتُ يقطعك عن الدنيا وأهلها
“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya.” (Al-Fawaid, hal. 44)
Wallahu a'lam..
05/06/2026
Jaga Tali Silaturahmi
Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan ibadah yang memiliki kedudukan agung dalam Islam. Melalui silaturahmi, kasih sayang tumbuh, persaudaraan semakin erat, dan hati menjadi lebih lapang.
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam memperingatkan tentang bahaya memutus hubungan kekerabatan. Maka, jangan biarkan kesalahpahaman, ego, atau urusan dunia menjadi penghalang untuk saling menyapa, memaafkan, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga serta sesama muslim.
Mari menjadi pribadi yang gemar menyambung tali silaturahmi, karena di dalamnya terdapat keberkahan umur, kelapangan rezeki, dan keridaan Allah subhanahu wata'ala.
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi." (HR. Bukhari)
Wallahu a'lam..
03/06/2026
Jangan Tergesa-Gesa.
Di zaman yang serba cepat ini, banyak orang ingin segera melihat hasil dari setiap usaha yang dilakukan. Namun, Islam mengajarkan bahwa ketenangan, kesabaran, dan kehati-hatian adalah jalan menuju keberkahan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Wahai manusia, kalian harus tenang, karena kebaikan bukan dengan tergesa-gesa." (HR. Bukhari)
Tergesa-gesa sering kali membuat seseorang lalai dalam berpikir, salah dalam mengambil keputusan, dan kehilangan banyak kebaikan yang sebenarnya bisa diraih dengan kesabaran. Sebaliknya, orang yang tenang akan lebih mampu menimbang setiap langkah, menjaga lisannya, dan menyempurnakan amalnya.
Maka, jangan terburu-buru dalam berbicara, bertindak, maupun mengambil keputusan. Berjalanlah sesuai tuntunan syariat, iringi setiap langkah dengan doa dan tawakal kepada Allah. Karena yang terpenting bukanlah seberapa cepat kita sampai, tetapi seberapa benar jalan yang kita tempuh.
02/06/2026
Seiring bertambah banyak nya kepercayaan masyarakat kepada SDI Umar Bin Khattab Cirebon, kami membuka kesempatan bagi para guru terbaik untuk bergabung dalam perjuangan mulia ini. Kami tidak sekadar mencari tenaga pengajar, tetapi mencari sosok pendidik yang siap membersamai tumbuh kembang anak-anak menuju generasi yang shalih, cerdas, dan berkarakter Islami.
Antusiasme masyarakat untuk menitipkan putra-putri mereka di lingkungan pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah terus meningkat, sehingga jumlah peserta didik yang bergabung semakin bertambah dari tahun ke tahun.
Untuk menjaga kualitas pembelajaran, pembinaan karakter, dan pendampingan siswa secara optimal, SDI UBK membuka kesempatan bagi para tenaga pendidik yang kompeten, profesional, dan berintegritas untuk bergabung bersama kami.
Kami mencari guru yang tidak hanya memiliki kemampuan mengajar yang baik, tetapi juga memiliki semangat mendidik, kecintaan terhadap dunia pendidikan, serta komitmen untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Jika Anda memiliki kompetensi, dedikasi, dan semangat untuk terus berkembang dalam dunia pendidikan, kami menunggu Anda untuk menjadi bagian dari keluarga besar SDI UBK.
📩 Kirim CV dan lamaran Anda melalui kontak yang tersedia. Open Recruitment SDI UBK:
📞 Direktur Pendidikan YUBK :0812-2430-8114
📞 Kepala Sekolah SDI UBK: 0896-6862-7652
📞 Admin YUBK: 0878-3217-6145
📍 Alamat:
Jalan Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon
(Area Masjid Abdullah Al Kholifi)
🌐 Website:
www.ubkcirebon.sch.id
02/06/2026
Bismillah.
Masih ada kesempatan bagi siswa-siswi yang mau melanjutkan ke RA dan SMP Umar Bin AlKhattab Cirebon.
01/06/2026
Kematian Bagi Seorang Mukmin
Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan yang kekal. Bagi seorang mukmin yang beriman dan beramal saleh, kematian menjadi saat beristirahat dari segala lelah, ujian, dan kesulitan dunia menuju rahmat serta ampunan Allah.
Dunia adalah tempat berjuang, sedangkan akhirat adalah tempat menuai hasilnya. Karena itu, orang yang beriman tidak hanya mempersiapkan kehidupan dunia, tetapi juga senantiasa membekali diri dengan amal kebaikan, taubat, dan ketakwaan sebagai bekal menghadap Rabb-nya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda bahwa seorang mukmin akan memperoleh kenyamanan dari keletihan dunia menuju rahmat Allah. Maka, selama kesempatan masih ada, mari memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, menjaga lisan, dan memperkuat hubungan dengan Allah.
27/05/2026
Terkadang hati terasa berat karena dosa dan kesalahan yang terus dipikul sendiri. Padahal, pintu taubat Allah selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Tidak ada manusia yang luput dari salah, namun sebaik-baik manusia adalah yang mau mengakui kesalahannya lalu memperbaiki diri.
Allah tidak hanya menerima taubat, tetapi juga mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya dan menjaga kesucian hati serta amalnya. Jangan menunggu menjadi sempurna untuk bertaubat, karena justru taubat adalah jalan menuju kebaikan.
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)