16/02/2019
"Divonis serangan jantung, bpk. Arkina yang sehari-hari bekerja sebagai supir harus terbaring di ICU untuk menjalani pemasangan ring pada jantungnya. Pada pukul 19.31 WIB. kemarin (16/2), Wahyu (anak bpk. Arkina) sempat mengabarkan lewat pesan Whatsapp kepada guru ngajinya bahwa dirinya tidak bisa ikut kajian bersama kawan-kawannya dikarenakan kejadian yang menimpa ayahnya untuk dirawat di RS. Awal Bros Bekasi. Mari bantu ringankan pembiayaan operasi bpk. Arkina agar segera pulih kembali dan menjalankan aktivitas seperti sedia kala."
No. Rek: 1318-0100-3973-539 (BRI) a.n. Guntur Mahesa Purwanto
12/07/2018
Literasi adalah kegiatan membaca dan menulis. Mudah dilakukan dimanapun dan kapan saja bisa kita lakukan. Pentingnya kita berliterasi tidak lain dan tidak bukan karena Jati diri warga Indonesia kini sedang berada dititik sangat kritis, kasarnya Mati Suri! Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya sebuah data penelitian yang memaparkan bahwa posisi Indonesia dalam hal minat baca berada di bawah Thailand dan di atas Bostwana. Thailand menduduki peringkat ke-59 sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-60. Selain itu, dari data penelitian tersebut memperlihatkan bahwa posisi negara paling terakhir ialah Bostwana. Itu artinya bahwa Indonesia berada ditingkat ke-2 jika dilihat dari bawah.
Mahasiswa merupakan calon-calon pengubah peradaban di masa depan. Kaitannya dengan literasi bahwa mahasiswa tidak lepas kegiatannya di kampus dengan hal membaca dan menulis, terlebih jika dibarengi dengan kecanggihan teknologi yang seharusnya Mahasiswa memiliki nilai lebih dari generasi-generasi sebelumnya serta bisa lebih cepat dalam melangkah ataupun mengejar ketertinggalan suatu negeri.
Permasalahan suatu negeri pun tidak bisa dilepaskan dengan adanya peran Mahasiswa.
Kembalikan Jati Diri Mahasiswa Dengan Berliterasi - Coretanku
Sumber Gambar: Google Oleh: Guntur Mahesa Purwanto Literasi adalah kegiatan membaca dan menulis. Mudah dilakukan dimanapun d...
02/06/2018
Membumikan Syariah Islam - Coretanku
Sumber Foto: Google Oleh: Nazwar Syarif (Arraya Center) Demokrasi adalah sistem buatan manusia yang tentu saja sarat dengan kelem...
02/06/2018
Dari Rahim Demokrasi Lahirlah Liberal dan Sekuler - Coretanku
Sumber Foto: Google Oleh: Nazwar Syarif Demokrasi adalah ibu yang melahirkan sebuah pemikiran liberal (kebebasan individual) d...
23/05/2018
Isu Terorisme dan Radikalisme Hanya Sebagai Alat - Coretanku
Oleh: Ucu Supriadi Isu terorisme dan radikalisme hanya sebagai alat. Jujur, sampai saat ini definisi dari terorisme dan radikalisme m...
22/05/2018
Mari sisihkan sedikit rezekimu untuk kebahagiaan mereka.
Donasi Kepada Anak Panti - Coretanku
Hallo para pembaca yang saya hormati, mari berdonasi di bulan yang penuh berkah ini bersama segenap Mahasiswa IAIN Syeikh Nurjati Cireb...
16/04/2018
Mari berdonasi untuk adik kecil ini.
Kitabisa.com - Search Page
11/04/2018
"NASIB LITERASI INDONESIA"
Oleh: Guntur Mahesa P
Indonesia dalam hal literasi menduduki posisi ke-60 tepat di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61) dari total keseluruhan 61 negara.
Pantas demikian, karena dalam pengamatan bahwa rakyat Indonesia lebih hobby baca medsos ketimbang diskusi dan membaca buku ilmiah. Apalagi generasi muda sekarang, baca buku adalah suatu hal yang sanggaaaaattttt malas sekali rasanya, sehingga tidak sedikit mereka lebih asyik baca novel sampe berjuz-juz.
Padahal, di sisi lain E-book berseliweran, buku-buku juga 'pabalatak' mun ceuk Sunda na mah.
Tidak masalah, selagi membaca adalah hobi, dan hal itu baik dan sangat baik. Akan tetapi, perlulah kita selektif dan kritis terhadap sebuah sumber bacaan.
Apakah bacaan tersebut bermanfaat bagi kita?
Apakah bacaan itu dapat membangun peradaban ke depan? Ataukah hanya akan membawa kepada hal kemaksiatan?
Dll...
Pada intinya minat Indonesia dalam survei lalu pernah mencatat bahwa hanya 1 dari 1000 orang saja yang memiliki kualitas baca yang bagus dan menjadikan membaca dan menulis sebagai hobi.
Nah, mau dibawa kemanakah negeri ini nantinya? Terus apa sih pengaruh bacaan bagi suatu peradaban?
Wah lu kudet deh sob, tengoklah sejarah peradaban Islam. Berapa ilmuwan dan ulama yang bisa menghasilkan buku/ kitab? Siapakah saja mereka?
Dan UNIKNYA, karya mereka tidak hanya dinikmati oleh kaum muslimin saja, melainkan orang di luar mereka pun merasakan manfaat dan kehebatan dari tegaknya sistem yang pernah menguasai 2/3 dunia itu.
Contoh sekarang, orang Jepang tatkala mereka menghabiskan waktu luang, tidak sedikit mereka menjadikan buku sebagai bentuk pengisian waktu mereka.
Nah bagaimana dengan kita? Boro" baca buku, baca kitab suci saja masih belum lancar, jarang, bahkan gak bisa sama SEKALI!
Sungguh miris...ris...ris... MULAI DARI SEKARANG MARI BANGKIT! Ingat lho firman Allah dalam Qs. Al-'Ashr bahwa di dalamnya terkandung agar kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan beramal shaleh di dalamnya.
So, masih mau leha-leha? Siap memajukan negeri ini? Tapi kok sekedar baca buku aja gk bisa? Jangan" kewajiban agama pun sering banyak alasan.
Mau jadi apa Anda? Anda ini MANUSIA dan dikaruniai AKAL oleh Sang Pencipta... Maka mulailah dari SEKARANG!
30/12/2017
[LATE POST]
Cirebon-Para santri Ma'had Nurul Falah Cirebon sangat antusias dalam menyimak materi yang disampaikan oleh Kak Ucu Supriadi berkenaan dengan hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat, kemarin (30/12).
Para santri dibekali motivasi agar kedepannya mereka dapat mandiri dan hatinya terpaut dengan Masjid terutama dalam mengerjakan shalat lima waktu agar tidak tertinggal.
Selanjutnya, Kak Ucu Supriadi selaku bagian dari Tim LDS Cirebon mengajak kepada para orang tua agar sang buah hati selalu diberikan bimbingan dalam setiap aktivitas di rumah maupun diluar rumah. [Mustanir]