20/12/2018
[Seruan SEJUTA QUNUT NAZILAH Untuk Muslim Uyghur]
Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berkata kepada hambaNya:
"Wahai anak Adam, Aku sakit, tapi engkau tidak datang menjenguk-Ku!. Hamba itu menjawab, "Bagaimana aku menjenguk-Mu ya Allah, sedangkan Engkau Rabb semesta alam?". Allah berkata, "Tidakkah engkau tahu bahwa si fulan hamba-Ku sakit, namun engkau tidak menjenguknya. Ketahuilah, seandainya engkau datang menjenguknya, niscaya engkau akan dapatkan Aku disisinya".
(Hadits Shahih diriwayatkan Muslim, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dll)
Jika SEORANG MUSLIM merasakan sakit saja, kita dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak
💬 Maka, bagaimana p**a dengan SEJUTA MUSLIM UYGHUR yang merasakan pedihnya siksaan di camp-camp konsentrasi?
💬 Sanggupkah kita menanggung setiap jasad yang tersakiti di hadapan Rabbul ‘Alamin?
💬 Bagaimana p**a dengan nasib jutaan dari mereka yang sedang DIMURTADKAN lewat ideologi komunis?
💬 Sudikah kita menanggung setiap ruh yang ternodai di hadapan Sang Pemilik Langit dan Bumi?
Sungguh berat pertanggungjawaban kita di hadapan Allah, jika SATU SAJA ruh dari saudara-saudara kita keluar dari fitrahnya (murtad), lantaran kita tak jua peduli
Bentuk kepedulian kita untuk mereka yang paling mudah adalah dengan DOA
YA, DOA! Karena doa adalah ‘senjata orang-orang yang beriman!’
Mari, saudara-saudara muslim di penjuru Nusantara, gaungkan SEJUTA DOA untuk mereka
Gemakan QUNUT NAZILAH di masjid-masjid terdekat anda
Kabarkan pesan ini kepada umat Islam seluruhnya
Harapan kita, upaya yang remeh ini dapat meringankan pertanggungjawaban kita di hadapan Allah nantinya
Sehingga, jika Allah bertanya kepada anda dan kita semua, bentuk kepedulian apa yang telah kita berikan atas setiap jasad dan ruh dari saudara-saudara kita di Uyghur yang tertindas?
Maka, kita dapat berkata: “Ya Allah, kami telah membantu mereka dengan doa-doa kami, lantaran kami belum dapat membantu mereka dengan jiwa, raga, dan harta kami!”
Wallahu a’lam bish showab
============================================================================
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melakukan qunut selama satu bulan penuh secara berturut-turut dalam shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’, dan Shubuh pada raka’at terakhir setiap shalat, yaitu setelah membaca ‘sami’allahu liman hamidah’ pada raka’at terakhir. Beliau mendoakan kehancuran bagi beberapa marga dalam suku besar Sulaim; marga Ri’l, Dzakwan, dan Ushayyah. Para makmum di belakang beliau mengaminkan doa beliau.”
(HR. Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakim. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Al-Albani menyatakan sanadnya hasan. An-Nawawi menyatakan hasan atau shahih)