23/08/2026
Penjengukan santri setelah tirakat 40 hari pertama di Ponpes Abu Manshur 1
Selama 40 hari, para santri belajar menahan rindu, tidak dijenguk, tidak dihubungi, dan tidak bertemu orang tua, agar hati mereka ditempa untuk lebih mandiri, sabar, dan kuat dalam menjalani tirakat menuntut ilmu.
Maka ketika hari pertemuan itu tiba, bahagia dan sedih seakan hadir bersamaan. Ada senyum yang begitu lebar saat mata kembali melihat wajah ayah dan ibu, ada pelukan yang seolah ingin membayar lunas kerinduan selama empat puluh hari.
Pertemuan itu menjadi pengingat bahwa di balik keteguhan seorang santri, ada cinta orang tua yang tak pernah berhenti. Dan di balik kesanggupan orang tua melepas anaknya menjalani tirakat, ada doa yang terus mengalir tanpa henti. 40 hari mungkin memisahkan jarak, tetapi justru mengajarkan bahwa rindu, doa, dan kasih sayang adalah ikatan yang tidak pernah terputus.