24/11/2024
Yuk kenalan lebih dekat dengan Ma'had Aly Kebon Jambu Cirebon, karena kalau tak kenal, maka ta'aruf-lah supaya kenal...
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ma'had Aly Kebon Jambu, Education, Jalan Kebon Jambu no. 01 Babakan Ciwaringin Cirebon, Cirebon.
Ma'had Aly Kebon Jambu merupakan salah satu Ma'had Aly dengan takhashshush Fiqh wa Ushuluhu dan konsentrasi Ahwal asy-Syakhshiyyah dengan perspektif kesetaraan gender.
24/11/2024
Yuk kenalan lebih dekat dengan Ma'had Aly Kebon Jambu Cirebon, karena kalau tak kenal, maka ta'aruf-lah supaya kenal...
22/12/2021
Halloooooooooooo... Ada yang kangen mimin gak niiih😊 Eeeh maksudnya kangen ibu deng. Masih momen hari ibu kan yaaaah. Mimin mau ngucapin selamat hari ibu untuk para ibu di seluruh dunia dan tentunya para calon ibu juga.
Mimin harap di hari Ibu ini kita menjadi lebih baik lagi ya. tentunya bukan hanya ngucapin hari ibu tapi kita juga harus membuktikan Bagaimana sikap kita kepada ibu kita salah satunya dengan terus mendo'akan ataupun siap siaga ketika ibu kita membutuhkan kita.
Siap nggak nih???😁😁😁
Cirebonhits
17/08/2021
Sugeng Ambal Warsa Maha Guru, Matursuwun telah siap sedia tanpa kenal lelah, menuntun kami menuju cahaya Kemerdekaan, Paradigma dari gulitanya penjajahan kebodohan.
Tentang perjuangan, dan harapan. Membumbung asa, Merdeka!
Tentang perlawanan, kepedihan, memendam duka dan lara. Merdeka!
Tentang sosok pencerah, pembimbing arwah. Empunya petuah.
Tentang figur mua'llim, pengayom dan pendamping. Jiwaku engkau iring.
Marilah sama-sama kita doakan, seorang figur Mua'llim, Murobbi Ruh, kepadanya cintaku bersemayam, Guruku, semoga engkau meridhoiku.
Teruslah melangkah jangan Menyerah, Lanjutkan. Merdeka!
___________________
25/08/2020
H**e,, sudah boleh bestel...
Catat jadwal dan ketentuannya yah pak, buk... @ Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon
11/07/2020
Kalau kita tengok sejarah banyak perempuan-perempuan hebat yang menjadi pengaruh pada masanya. Diantaranya adalah Siti Aisyah, beliau dikenal sebagai seorang perempuan yang cerdas. Beliau merupakan pemegang panji ilmu dan pengetahuan serta mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya.
Setelah Rasulullah wafat, beliau memiliki peran dalam kehidupan kaum Muslim. Di antara peran itu ialah keterlibatannya dalam mendakwahkan agama Allah, melaksanakannya melalui periwayatan dari Rasulullah, menjawab berbagai pertanyaan kaum perempuan, dan mengajari mereka dengan aneka persoalan agama.
Karena perannya dalam kehidupan umum ini sehingga beliau mendapat gelar Ummul mu'minin dan sebagai ulama perempuan.
Simak keterangan lebih lanjut dengan klik link di bawah ini...
Bagaimana Menjadi Ulama Perempuan? Sebagian orang tidak menerima ketika mendengar ulama perempuan, Sebutan ulama dalam banyak komunitas Muslim selama ini hanya ditujukan kepada kaum laki-laki dan tidak untuk perempuan.
21/04/2020
||
Kuliah di Ma'had Aly Yuk...
Ma'had Aly Kebon Jambu kembali membuka pendaftaran mahasantri baru tahun akademik 2020-2021
Catat ketentuannya yah...
15/08/2019
||
Hadits ini merupakan pernyataan dan pengakuan Umar bin Khattab ra. mengenai Islam yang telah memberikan hak-hak bagi perempuan, sesuatu yang tidak pernah mereka miliki sebelum Islam datang, yaitu masa Jahiliyah. Sebagaimana direkam oleh berbagai ayat Alqur’an, perempuan pada masa ini dianggap hina. Orang tua merasa malu jika yang lahir adalah bayi perempuan dan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya dikubur hidup-hidup karena orang tua tidak siap menanggung malu.
Jikapun diterima, perempuan lebih dipandang sebagai barang yang dimiliki, bukan manusia yang bermartabat. Dinikahkan seacara paksa pada masa kanak-kanak, diceraikan semena-mena, digantung tanpa cerai atau tetap dalam pernikahan, dipoligami tanpa batas, dijadikan jaminan hutang, dihadiahkan kepada tamu, dan tidak diberikan peran sama sekali dalam urusan sosial. Islam hadir, sebagaimana dalam pernyataan Umar, untuk mengikis tradisi diskriminatif ini dan mengangkat mereka sebagai manusia utuh.
Jika bayi perempuan lahir harus disyukuri sama seperti laki-laki, yang mengasuh dan mendidik mereka akan memperoleh pahala dari Allah SWT. Jika dinikahkan tiak boleh lagi dipaksa, tapi harus dengan kemauan dan kerelaannya, sebagai istri harus diperlakukan secara baik dan bermartabat, diajak musyawarah bersama dalam mengelola keluarga dan rumah tangga. Jika perempuan ditinggal mati suami, ia tidak boleh diwarisi paksa oleh keluarga, diberi kesempatan yang sama untk memperoleh akses ekonomi, pendidikan, sosial dan politik.
Perilaku diskriminatif terhadap perempuan adalah sisa tradisi Jahiliyah, sementara perilaku yang simpatik, empatik dan kerjasama adalah prinsip dan ajaran yang dibawa Islam.
Sumber:
Assittin Al-‘Adliyyah dan 60 Hadis Hak-Hak Perempuan dalam Islam; Teks dan Interpetasi.
15/08/2019
||
“Siapa yang tidak menyayangi tidak akan disayangi”, demikian Nabi Muhammad saw mensabdakan. Ini anjuran untuk menumbuhkan kesadaran pada prinsip kasih sayang. Tepatnya penegasan sifat timbal balik dalam ajaran kasih sayang.
Dalam ungkapan positif, seseorang mestinya menyayangi orang lain jika ingin disayangi. Jika ia sendiri tidak mau menyayangi orang lain, maka ia tidak bisa berharap untuk disayangi oleh orang lain. Ini logika timbal balik mengenai kasih sayang.
Lebih dari itu, teks Hadis ini menegaskan bahwa kasih sayang adalah ajaran pokok dalam islam mengenai relasi sosial dan kemanusiaan. Kerasulan Nabi Muhammad saw, sebagaimana ditegaskan dalam Alqur’an adalah untuk menghadirkan secara nyata kasih sayang kepada seluruh makhluk hidup dan alam semesta yang dalam bahasa Alqur’an disebut rahmat lil ‘alamin, rahmat semesta alam. Seluruh manusia, perempuan pun tidak dikecualikan berhak untuk memperoleh segala kemaslahatan dan kasih sayang Islam.
Dalam relasi keseharian, baik laki-laki maupun perempuan, berhak memperoleh kasih sayang. Pada saat yang sama mereka pun berkewajiban menghadirkannya. Keduanya, satu sama lain, yang satu tidak lebih berhak memperoleh kasih sayang dari yang lain. Begitupun seseorang tidaklah lebih berkewajiban menebar kasih sayang daripada yang lain. Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Ar-Rum ayat 21, kasih sayang adalah salah satu prinsip relasi keluarga yang bersifat timbal balik antara suami dan istri. Yang satu dituntut untuk menyayangi sekaligus harus memperoleh kasih sayang dari yang lain.
Keinginan untuk memiliki kehidupan surgawi dalam rumah tangga hanya bisa terlaksana jika prinsip kasih sayang dalam sebuah keluarga diwujudkan secara timbal balik oleh seluruh anggotanya. Inilah bentuk rumah tangga yang biasa dikenal dengan “rumahku surgaku” (baytii jannatii), yang menentramkan semua anggota keluarga, menenangkan, menyenangkan dan membahagiakan.
06/08/2019
||
Hadis ini menegaskan akhlak mulia sebagai pokok ajaran kenabian. Mereka yang berakhlak mulia dan berperilaku baik adalah yang paing dicintai oleh Nabi Muhammad saw. Merekapun kelak akan tinggal berdekatan dengan beliau di surga. Kebalikannya, orang yang berperangai buruk kepada orang lain, rakus, s**a berkata kasar dan melakukan kekerasan, mereka adalah yang dibenci oleh Nabi Muhammad saw, merekapun pasti akan dijauhkan dari beliau kelak di akhirat.
Dalam teks lain, yaitu hadisriwayat Muslim, Nabi Muhammad saw menegasakan bahwa orang yang memiliki sebiji rasa sombong kepada orang lain tidak akan pernah bisa masuk surga. Orang sombong adalah orang yang menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.
Dalam semangat teks hadis ini, laki-laki seharusnya tidak merendahkan perempuan, begitupun perempuan kepada laki-laki. Cara pandang yang merendahkan orang lain adalah awal dari segala tindak kekerasan. Ia akan melegitimasi pengabaian, cibiran, hinaan dan akhirnya kekerasan.
Untuk itu, dalam konteks berelasi antara laki-laki dan perempuan, kita berhara keduanya agar menerapkan akhlak mulia dan berperangai baik.
Dalam kerangka ini jika perempuan diminta berbakti pada suaminya misalnya, maka laki-laki pun didorong untuk berbakti pada istrinya Kita semua menginginkan perempuan sebagai istri salihah bagi suaminya, kita juga mengharapkan semua laki-laki menjadi salih (baik dan berbakti) bagi istrinya. Demikianlah prinsip kesalingan diharapkan bisa terjadi antara suami-istri, juga dalam setiap relasi hidup antara laki-laki dan perempuan
Sumber:
Assittin Al-‘Adliyyah dan 60 Hadis Hak-Hak Perempuan dalam Islam; Teks dan Interpetasi.
06/08/2019
Keluarga Pondok Kebon Jambu Cirebon turut berdukacita atas wafatnya KH. Maemoen Zubair (Mbah Mun) pada Selasa, 06 Agustus 2019 pukul 04:17 waktu saudi arabia di RS. An Noor.
Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT. Dan almarhum diberikan kenikmatan kubur serta diberikan karunia-Nya.
Khusnul khotimah... Aamiin Allahumma Aamiin.َ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجٙةً خَيْرًا مِنْ زَوْجٙتِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثاَنَا.
اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلِإسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلِإيْمَانِ.
اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرٙهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
أَمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينَ *لٙهُ الفاتِحٙة...* بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْم ۞ أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين ۞ ألرَّحمٰنِ الرَّحِيم ۞ مالِكِ يَوْمِ الدِين ۞ إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين ۞ إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليهم غَيْرِ المَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَ الضَّالِّين ۞
أمِين
31/07/2019
||
Seringkali orang bingung membedakan kebaikan (al-birr) dari perbuatan dosa (al-itsm). Melalui hadis ini Nabi saw menjelaskan bahwa al-birr adalah akhlak mulia dan segala perilaku baik. Sementara al-istm adalah yang menjadikan seseorang gundah gulana dan membuatnya malu diketahui orang lain.
Teks ini mejelaskan bahwa pokok kebaikan itu perilaku yang baik antar sesama. Siapapun dia. laki-laki maupun perempuan, keduanya dituntut memiliki akhlak mulia di dalam berelasi satu sama lain, sehingga jika laki-laki berhak memperoleh penghormatan, perempuan juga sama. Jika laki-laki mendambakan segala perlakuan baik dari perempuan, maka pun perempuan dari laki-laki. Tentu saja, termasuk antar laki-laki dan antar perempuan. Demikianlah akhlak mulia yang diajarkan Nabi kita saw.
Bahkan dalam sebuah teks hadis riwayat Imam Muslim, seseorang bisa dianggap bangkrut secara moral agama jika sering beribadah ritual, tetapi secara sosial justru menyakit orang lain, mencederai, mengumpat dan melakukan kekerasan.
Berperilaku baik kepada orang lain adalah adalah pokok ajaran Islam. Ini untuk meningkatkan rasa kemanusiaan seseorang dan menaikkan derajat spiritualitasnya. Jika ini sudah dikenal secara umum dalam relasi antar sesama, seharusnya menjadi lebih kuat dalam relasi keluarga antara orang tua-anak dan suami istri.
Sekali lagi, kebaikan dalam Islam adalah berakhlak mulia kepada orang lain, juga kepada diri sendiri, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam relasi sosial yang lebih besar.
Sumber:
Assittin Al-‘Adliyyah dan 60 Hadis Hak-Hak Perempuan dalam Islam; Teks dan Interpetasi.
30/07/2019
Hadis Yahya Al-Mazini ra ini merupakan kalimat yang singkat dan padat. Kalimat ini telah menjadi aksioma hukum di kalangan ulama fiqh atau yang dikenal dengan Kaidah Fiqh bahwa menyakiti dan merusak adalah terlarang baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
Dengan inspirasi kalimat ini, setiap orang, laki-laki maupun perempuan harus terbebas dari segala tindakan buruk yang menyakiti dan merusak.
Setiap tindakan seseorang harus diupayakan semaksimal mungkin agar dapat menghadirkan kebaikan dan kemaslahatan bagi sebanyak mungkin orang. Juga untuk menghindarkan segala bahaya, keburukan dan kekerasan, baik untuk diri, keluarga maupun orang lain.
Begitupun kebijakan negara harus dipastikan dapat menghadirkan kemaslahatan dan menghentikan segala bentuk kekerasan atau dalam bahsa kaidah fiqh; tasharruf ar-raa’i ‘ala ar-ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan negara atas rakyatnya harus terkait dengan kemaslahatan warga), sehingga jika ada kebijakan yang merusak atau menghadirkan kemudaratan harus dibatalkan.
Sesungguhnya prinsip kemaslahatan dan anti kemudaratan ini sudah menjadi kaidah umum yang diterima ulama usul fiqh sepanjang zaman, baik dalam perilaku individual maupun dalam relasi sosial secara umum. Di anatara ulama besar yang mempromosikan prinsip ini adalah Abu Hamid Al-Ghazali, Fakh Al-Din Al-Razi, Ibn At-taymiyah, Ibn Al-Qayyim Al-Jawziyyah dan lain-lain.
Para ulama mengumandangkan bahwa Islam adalah agama untuk kemaslahatan manusia yang harus diwujudkan di dunia ini dan juga akan diperoleh di akhirat nanti. Islam adalah agama kemaslahatan dan kemaslahatan adalah prinsip dari Islam.
Sumber:
Assittin Al-‘Adliyyah dan 60 Hadis Hak-Hak Perempuan dalam Islam; Teks dan Interpetasi.