MI Salafiyah Kota Cirebon

MI Salafiyah Kota Cirebon

Share

Nama Sekolah/Madrasah : MIS SALAFIYAH
NPSN : 20222580
NSS : 112026302247
Akreditasi : A
Alamat : Jl. Kanggraksan Curug No 99 H. Abdul Malik, BA/D3
2.

SEJARAH

MI Salafiyah didirikan di Cirebon pada tahun 1942, semula merupakan pendidikan informal. Sampai pada tahun 1965 baru berdirilah MI Salafiyah Cirebon sebagai sekolah yang formal. Jadi yayasan MI Salafiyah Cirebon resmi sebagai sekolah formal pada tahun 1965. Yayasan MI Salafiyah Cirebon berbadan hukum pada tahun 1982. Diantara orang yang mendirikan yayasan MI Salafiyah Cirebon menurut Abdu

15/01/2019
21/06/2018

Allhamdulilah, istri dan anak saya berhasil perang dari maut,
Saudara2ku minta doanya untuk anak saya yg baru usia 7bln harus di keluarkan dari rahim ibunya dgn cara sesar, mudah2an cepat membaik.

Photos 22/12/2015

Guru MI Salafiyah 2015/2016

Untitled album 22/07/2014
08/04/2014

INK art

Photos 27/12/2013

Puisi Karya Bu Ating Yuliatiningsih, S.Pd

SEMANGAT

Di dada ini ...
Begitu banyak cita-cita ...
Di dada ini ...
Begitu banyak harapan ...
Di dada ini ...
Penuh semangat ...
Wahai kawan ...
Masa depan kita ...
Masih panjang ...
Abaikan ...
Yang tak berguna ...
Marailah melangkah ...
Tuk hidup ...
Lebih maju ...
Kobarkan api semangat
Di dadamu ...
Tunjukan pada semua
Kita pemudi ... pemuda
Tunas bangsa ...
Harapan bangsa ...
Dengan iman ...
Dan taqwa....
Cita-cita dan harapan
Akan tercapai ...

Photos from MI Salafiyah Kota Cirebon's post 27/12/2013

Yang pada narsis :D

Photos 25/12/2013

KISAH INSPIRATIF KARYA Bpk. AMIR TANTOWI, SE


ANTARA GURU HONOR, KAKTUS BERDURI DAN ULAT BULU:
PERJUANGAN HIDUP SEORANG GURU MADRASAH

Kriing-kriiing, waktu menunjukkan pukul 02.30. Amir bangun dari tidurnya, dibangunkan juga istrinya: “Dik bangun, sudah pukul 02.30”. Keduanyapun bergegas untuk berwudlu, Shalat Tahajud, dan Shalat Hajat. Kemudian Amir berdo’a:” Ya Allah, berilah kepada kami ilmu yang bermanfaat, dan rizki halal, yang cukup, yang dapat mendekatkan kami untuk beribadah kepada-Mu”. “Amien”, sahut istrinya. Keduanyapun segera bergegas naik sepeda motor untuk pergi berjualan di pasar Harjamukti. Anaknya yang masih berumur satu tahun ditaruh di lantai kiosnya yang berukuran 2.5m x 3m dengan beralaskan kardus bekas Indomie dan sajadah sambil berdo’a: “Ya Allah! aku bawa anak dan istriku untuk mencari rizki-Mu, maka berilah kepada kami rizki halal, yang Engkau ridhoi, amien”. Kemudian Amir dan istrinya melayani pembeli barang dagangannya.
“Dik! sudah pukul 06.30, aku harus ke Salafiyah”, kata Amir pada istrinya. “Hati-hati mas”, sahut Aqilah istrinya. Hari ini merupakan hari pertama Amir mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah. Kemudian Amir menemui kepala sekolah, bapak Abdul Muiz untuk melaporkan kedatangannya. “Baiklah pak Amir, anda nanti mengajar di kelas IV”,kata pak Muiz. “Ya pak!” sahut amir.
Jum’at pagi pukul 08.45, teet-teet bunyi bel istirahat. Amir keluar dari kelas dan menuju ke ruang tamu untuk membaca Koran pagi. “Tak terasa sudah lebih dari seminggu aku mengajar disini”, gumam Amir. “Assalaamu’alaikum”, kata orang yang baru datang. “Wa’alaikum salam”, jawab Amir. “Orang ini putih bersih sekali wajahnya, sepantasnya ia seorang ulama atau kiai”, gumam Amir di dalam hati. “Bapak namanya siapa?” kata orang yang baru datang”. “Amir pak!” jawab Amir. “Saya Zabidi Husein”, kata orang yang baru datang”. “Guru baru ya?” tanya pak Zabidi. “Ya pak!”jawab Amir. “Baguslah kalau begitu, hanya saja ada hal yang harus selalu pak Amir perhatikan dan jalankan”, kata pak Zabidi.”Apa itu pak?”tanya Amir. Pak Zabidi menjawab:” Bapak kalau mengajar di madrasah ini harus ikhlas li I’lai kalimatillah. Niat hanya untuk berdakwah menyampaikan ayat-ayat Allah. Nabi Muhammmad bersabda: ‘Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat’. Sedangkan ayat Allah, ada ayat qauliyah yaitu Al-Qur’an, dan ada ayat kauniyah yaitu alam semesta. Jadi, sebenarnya kalau kita mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa Indonesia, dan lain-lain, sebenarnya kita mengajarkan kepada murid kita tentang ayat kauniyah. Hal ini kalau diniati dengan ikhlas semuanya menjadi ibadah. Sedangkan untuk kebutuhan hidup, pak Amir cari setelah mengajar, insya Allah akan mendapat rizki yang lebih dari cukup”. Amirpun menyahut:”Saya sebelum mengajar disini, sudah berdagang di pasar Harjamukti”. “Baguslah kalau begitu”, kata pak Zabidi. Sedang asyik-asyiknya Amir dan pak Zabidi mengobrol, tiba-tiba bel masuk berbunyi.”Mari pak! saya masuk dahulu”, kata Amir.”Mangga”, jawab pak Zabidi.
Ketika sedang dalam perjalanan ke kelas, tiba-tiba hand phone Amir berbunyi. “Hallo”, kataAmir. ”Ya pak saya ibu Ida, anak ibu Sitorus. Saya mau pesan telor 15 Kg pak”, kata orang dalam hand phone. “Ya bu! nanti saya kirim”, jawab Amir. Ibu Ida merupakan seorang Kristen pelanggan Amir, sedangkan ibu Sitorus dahulunya seorang guru yang mengajar di Sekolah Dasar Kristen.
Sep**ang dari mengajar, Amir langsung mengganti seragam batik hijau Persatuan Guru Madrasah dengan baju muslim, untuk menjalankan Shalat Jum’at. Khatib dalam khutbahnya mengatakan: ”Allah tidak menilai dan melihat perbuatan yang kita kerjakan. Allah tidak melihat betapa hebatnya kita beribadah dan beramal, akan tetapi Allah melihat kedalam hati kita. Allah melihat keikhlasan kita dalam beramal. Oleh karena itu, dalam beribadah, hati kita harus ikhlas semata-mata karena Allah, agar ibadah kita diterima oleh Allah, dan menjadi amal yang sholeh yang balasannya hanya surga atau lebih dari itu”.
Sep**ang dari masjid, Amirpun bergegas ketokonya untuk segera mengirim telor pesanan ibu Ida.”Kok lama pak!” kata ibu Ida. ”Iya bu, tadi ketika ibu menelpon, saya lagi mengajar”, jawab Amir. ”Pasti capek d**g pak!”, katanya lagi. Kemudian ibu Sitorus dengan logat bataknya yang khas menyahut:”Jalani sajalah dengan ikhlas, semuanya pasti jadi ringan dan mudah”.
Amir berkata dalam hatinya:”Hari ini aku mendapat pelajaran ikhlas dari tiga orang yang berbeda dan dari tiga tempat yang berbeda p**a. Subhanallah. Baiklah saya harus ikhlas dalam bekerja, mengajar dan berdagang, agar saya sukses di dunia dan di akhirat. Kedua pekerjaan ini kalau niatnya benar dan ikhlas, maka akan menjadi ibadah yang diterima Allah”.
“Ini mas kopinya”, kata Aqilah, istri Amir sambil menepuk pundaknya. Amirpun tersadar dari lamunannya. “Nglamuni opo mas?” Tanya Aqilah lagi. “Sedang mengingat-ingat perjalanan hidup kita, mulai menikah sampai saat ini”, jawab Amir. Tiba-tiba Shilvia, anak Amir menyeletuk:”Pa! Lihat pa! bunga durinya ada bunga merahnya pa!”. Kemudian Shilvia bertanya:” Itu yang warnanya coklat apa pa?” “Itu kepompong namanya”, jawab Amir. Selanjutnya Amir asyik mengobrol dengan Aqilah istrinya. Tiba-tiba Shilvia memberi tahu:”lihat pa! kepompong yang menempel pada bunga duri mau keluar kupu-kupu”. Amirpun menyeletuk pada istrinya:”Lihatlah dik! Kaktus dan ulat yang menjadi kepompong itu. Itulah perjalanan hidup kita berdua”. “Lho kok bisa mas?” tanya Aqilah. Amir menjawab:” Ingat ketika selesai shalat tahajud dan shalat hajat, aku yang berdo’a dan kamu yang mengamini. Waktu itu aku berdo’a; ‘Ya Allah. Berilah kepada kami ilmu yang bermanfaat dan rizki halal, yang cukup, yang dapat mendekatkan kami kepada-Mu’. Ketika kita mudik ke Jember, waktu itu aku disuruh oleh ibuku untuk mengajar. Kata ibuku waktu itu:’Mir kowe kudu mulang, ojo dagang ae. (Mir kamu harus mengajar jangan hanya berdagang saja)’. Akhirnya aku waktu itu mengajar di Salafiah dengan gaji Rp.100.000 per bulan. Hal itu sama sekali tidak menarik, apalagi aku dari sarjana ekonomi. Hal itu ibarat orang berdoa kepada Allah: ‘Ya Allah. berilah aku bunga yang bagus, indah, dan menawan.’ Ternyata oleh Allah, orang tadi diberi Kaktus berduri yang tidak ada bunganya. Tapi kalau Kaktus itu dirawat terus, maka lama-kelamaan keluar bunga yang indah dan menawan. Kalau orang tadi tidak sabar, maka Kaktus tadi akan dibuang dan berkata:’Allah tidak mengabulkan do’aku, aku minta bunga indah, tetapi diberi kaktus berduri’. Akan tetapi kalau orang tadi bersabar dan merawat Kaktus tadi, akhirnya Kaktus tadi akan menjadi besar dan berbunga indah. Jadi orang tadi sebenarnya do’anya dikabulkan oleh Allah, hanya saja semua itu ada prosesnya. Hal itu seperti aku waktu itu. Aku harus mengajar mulai pukul 07.00 hingga siang, sebulan hanya digaji Rp 100.000. Hal itu kan sama sekali tidak menarik, seperti Kaktus yang tidak menarik juga. Akan tetapi setelah aku jalani dengan sabar dan ikhlas, ternyata pada momen MIPAK sekota Cirebon, muridku yang bernama Najmah menjadi juara ke-1 IPA kelas 3, Azhar juara ke-3 IPA kelas 3 dan Khilya juara ke-1 SKI kelas 4. Aku sebagai gurunya jadi merasa bahagia waktu itu sampai aku menangis. Itu harganya tidak bisa diganti dengan uang. Waktu itu aku merasa bersyukur dan bangga, ternyata ilmuku yang aku ajarkan pada anak-anak tertancap dalam hati sanubari mereka, dan dapat mengharumkan MI.Salafiyah bagaikan bunga yang mekar. Apalagi rekan-rekan guru waktu itu mengucapkan selamat kepadaku. Wah bahagia sekali aku waktu itu, namaku juga ikut harum juga. Mudah-mudahan murid-muridku kelak dapat menjadi bunga-bunga yang bukan saja mengharumkan Salafiyah saja, tetapi bisa berlanjut ke level yang lebih tinggi. Jadi do’aku agar mendapat ilmu yang bermanfaat, oleh Allah aku diberi kesempatan mengajar di MI.Salafiyah, ibarat Kaktus yang semula tidak menarik, tapi lama kelamaan berbunga yang indah dan menawan”.
Kemudian Amir melanjutkan ceritanya kepada istrinya:”Sedangkan do’aku agar aku di beri rizki yang halal, dan cukup, itu ibarat orang yang minta hewan yang bagus dan menawan, kemudian oleh Allah diberi ulat yang berbulu yang berjalan pelan-pelan”. “Lho kok bisa begitu mas?”tanya Aqilah. Amir menjawab:”Ingatkah kamu ketika tante Habibah menjual kiosnya di pasar kepada kita. Kita membeli over kredit dengan harga Rp.10.000.000, kemudian kita masih mencicil pada Koperasi Pasar Bina Karya Rp.16.000 per hari. Sedangkan modal kita waktu itu hanya Rp.1000.000. Kita berangkat pukul 02.30 p**ang pukul 17.00. Kita mengumpulkan laba sedikit demi sedikit, Karena modal kita sangat kecil. Itu ibarat ulat bulu yang berjalan lambat. Dan ketika aku mendapat fungsional dari pemerintah Rp.1000.000, langsung buat menambah modal. Hal itu terus kita jalani sampai lima tahun. Sekarang, kita bisa mempunyai rumah seharga Rp.200.000.000. Orang yang tahu kalau modal kita dahulu hanyaRp.1000.000, dan gajiku Rp100.000 perbulan, pasti akan kaget. Toko itu ibarat ulat dan ketika kita sekarang mempunyai rumah sebesar ini, itu ibarat ulat yang berubah menjadi kupu-kupu yang bisa terbang dengan cepat dan sangat indah”.
Kemudian Amir melanjutkan kata-katanya setelah meminum kopi buatan istrinya:”Sedangkan kepompong itu, merupakan ulat yang banyak makan Kaktus, kemudian puasa berhari-hari agar dapat menjadi kupu-kupu yang indah. Kita juga waktu ingin mempunyai rumah juga hidup mengirit, sampai makan perhari kita hitung. Memang benar kata orang jawa dahulu: ’kabeh sejo mulyo, lek pengen asil, kudu dilakoni kelawan laku prihatin (semua tujuan mulya kalau ingin berhasil harus dijalani dengan jerih payah)’. Hal itu sama seperti kepompong yang ingin jadi kupu-kupu.
“Kaktus dan ulat juga tidak bisa dipisahkan, keduanya sama-sama membutuhkan”, kata Amir lagi. “Kok bisa begitu mas?”, tanya istrinya lagi. Amir menjawab;”Ulat membutuhkan Kaktus untuk dimakan yang banyak sampai ulat siap menjadi kepompong. Ketika sudah menjadi kupu kupu ulat membantu penyerbukan pada bunga Kaktus. Itu sama seperti pekerjaanku, mengajar dan berdagang tidak bisa dipisahkan. Ketika kita modalnya masih sedikit, kita membutuhkan fungsional untuk menambah modal. Itu ibarat ulat makan Kaktus. Sebaliknya begitu sekarang iklim dagang kita sudah berjalan, modal sudah lumayan, aku lebih menggantungkan hidup pada hasil dagang. Kalau mengandalkan dari gaji honor dan fungsional pasti tidak cukup, apalagi sekarang, biaya hidup sangat tinggi. Itu ibarat kupu-kupu yang membantu penyerbukan bunga Kaktus. Oh! alangkah indahnya Allah memberi perjalanan hidup kita berdua. Aku berdagang dan mengajar, ibarat ulat dan kupu-kupu. Sekarang aku merasa Allah benar-benar memberi kenikmatan yang sempurna kepadaku; nikmat ilmu dan nikmat harta. Ya, aku mempunyai rumah, sepeda motor, istri yang cantik sepertimu dan anak yang lucu seperti Shilvia. Sekarang ini aku orang yang paling bahagia. Kemudian Amir berdo’a;”Ya Allah, berilah kepada kami kesempurnaan nikmat-Mu, sehingga kami dapat mengunjungi Ka’bah rumahmu, berilah kepada kami ilmu yang bermanfaat, dan rizki yang halal, barakah, yang cukup, dan dapat mendekatkan kami untuk selalu beribadah kepada-MU’. ”Amien”, sahut Aqilah mengamini do’a Amir.

Pas Foto Paskibra MI Salafiyah 25/12/2013
Syukuran MI Salafiyah 24/12/2013
Lomba LKBB Se-Jawa Barat 23/12/2013

Alhamdulillah, MI Salafiyah Kota Cirebon mendapatkan juara :
1. Harapan II LKBB Se-Jawa barat
2. Bina II LKBB Se-Jawa Barat
3. Juara Favorit

Want your school to be the top-listed School/college in Cirebon?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jalan Kanggraksan Curug No 99
Cirebon
45143