Pelajar NU Kec. Greged

Pelajar NU Kec. Greged

Share

PAC IPNU-IPPNU KECAMATAN GREGED

Photos from Pelajar NU Kec. Greged's post 04/12/2021

PAC IPNU-IPPNU KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON Kembali Hadir dalam Penyelenggaraan Kegiatan MAKESTA (MASA KESETIAAN ANGGOTA) Yang Bertemakan
"Membentuk pelajar NU Greged yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyyah".

IPNU dan IPPNU adalah satu Ikatan Pelajar yang cukup tua dan menjadi wadah untuk tempat bertukar pikiran dan saling menyebarkan dakwah ajaran Islam yang toleran dan cinta damai.

Salah satu tujuan pendirian organisasi ini adalah untuk menjembatani antara pelajar, mahasiswa yg berkecimpung pada lembaga pendidikan umum atau konvensional dengan belajar yang ada pada pondok pesantren. Sehingga dengan adanya wadah ini diharapkan pelajar, mahasiswa dan santri bisa bergerak bersama untuk generasi penerus para ulama dan perjuangan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan kali ini di penghujung tahun 2021 PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Greged kembali menyelenggarakan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota), Maka kami mengajak seluruh pelajar Greged khususnya untuk bisa mengikuti kegiatan ini guna memperjuangkan perjuangan ulama ulama yg sudah berjuang dan mendahului kita, dan mari bergabung dalam ikatan kami yaitu IPNU IPPNU Kec. Greged yang insyaallah kegiatan ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu Minggu, 18-19 Desember 2021.




bertaqwa

Photos from Pelajar NU Kec. Greged's post 10/05/2021

Pelajar NU Greged | Di tengah Pandemi yang belum kunjung usai, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Greged salurkan bantuan untuk anak yatim-piatu dan duafa.

Acara yang sudah berjalan selama tiga tahun ini mengusung tema "Ramadhan Ceria, Pelajar Peduli, Pelajar Berbagi" yang diselenggarakan di Masjid Al-Mu'awwanah Desa Sindang Kempeng Kecamatan Greged pada, Senin, (10/05/2021).

Muhammad Faiz selaku ketua pelaksana mengatakan, IPNU-IPPNU Kecamatan Greged harus sadar akan fungsinya di masyarakat.

"IPNU-IPPNU Kecamatan Greged harus bisa hadir di tengah masyarakat dan jeli terhadap lingkungan sekitar. Karena masih banyak anak-anak yang membutuhkan saluran bantuan dan perhatian lebih, baik secara materi maupun akademik". Ujarnya.

Selain itu, Faiz juga berharap, IPNU-IPPNU Greged bisa memberikan contoh yang baik.

"Saya ingin IPNU-IPPNU bisa memberikan contoh kepada pelajar-pelajar yang lain, agar peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar", harap ketua pelaksana.

Ia pun mengatakan, banyak-banyak terimakasih kepada Keluarga Besar NU Greged, BAZNAS Kabupaten Cirebon, DT Peduli dan Masyarakat Kecamatan Greged.

"Tanpa itu semua, mungkin acara ini tidak akan berjalan dengan semestinya. Untuk itu, saya mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada semuanya yang sudah terlibat di kegiatan ini". Ucapnya.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua MWC NU Kecamatan Greged, Rois Syuriah NU Kecamatan Greged, Kepala Desa Sindang Kempeng, Ketua DKM Masjid Al-Mu'awwanah dan 50 anak yatim-piatu. (Nu'man).

10/02/2021

🍀 *[OPEN DONASI :PAC IPNU IPPNU KECAMATAN GREGED PEDULI]*🍀

_Assalamualaikum wr.wb_

Haloo rekan/rekanita Semuanya👋🏻

Curah Hujan yang tidak berhenti sejak Minggu (7/02) membuat beberapa daerah di Cirebon, Indramayu, dan Majalengka terendam banjir.
Karena tingginya banjir banyak warga yang mengungsi.

Yuk kita sama-sama berdoa saudara kita yang terkena bencana banjir. Semoga keadaan disana lekas pulih seperti sedia kala. Aamiin 🤲🏻

----------------------------------------
Salurkan donasi terbaikmu untuk membantu sesama🙏🏻
Donasi bisa berupa obat, sembako, pakaian, dan uang yang dapat dilakukan via :
đź’łBRI : 010701024923533 an Lilis Zamhariro

Posko Bencana : Rumah Rekanita Lilis Dusun 01 Cigoek Ds. Gumulung Lebak Kec. Greged Kab. Cirebon

*Konfirmasi Donasi*
085703770231 Nurcholis Nu'man
085524638384 Muhammad Faiz
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️



âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–

17/01/2021

17/01/2021

Al-Fatihah 🙏

01/01/2021

Selamat Tahun Baru 2021

Apa harapan Rekan dan Rekanita di Tahun Baru 2021?
Jawab dikolom komentar ya :)

Photos from Pelajar NU Kec. Greged's post 27/12/2020

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Greged gelar Makesta di Yayasan Al-Ihsan, Desa Nanggela, (26-27/12/2020).

Makesta yang digelar kali ini merupakan Makesta ke-3 yang diselenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Greged.

Menurut Ketua Pelaksana, Jarian mengatakan dengan hadirnya 50 peserta Makesta bisa menjadi langkah awal anggota baru agar lebih militan dalam memahami Ahlussunah Wal Jama'ah.

"Saya sangat berharap dengan hadirnya peserta bisa membawa NU di Kecamatan Greged agar lebih konsisten dalam mengamalkan Amaliyah NU", Katanya.

Ia juga berharap, semoga seluruh peserta setelah mengikuti Makesta dapat berkontribusi serta mengembangkan dan mengamalkan ajaran Ahlussunah Wal Jama'ah.

"Kita punya akal maka belajarlah, kita punya tekad maka berjuanglah dan kita punya hati maka bertaqwalah" tegasnya.

Dilanjut oleh Ketua PAC IPNU Greged yang dalam sambutannya sekaligus mewakili Ketua PAC IPPNU Greged, Arfan berharap Setelah di adakannya kaderisasi Makesta ( Masa kesetiaan anggota ) ini para pelajar NU dapat tergugah dan bersemangat untuk membumikan nilai-nilai aswaja an-nahdliyah khususnya di Kecamatan Greged.

"Semoga Rekan dan Rekanita bisa mengikuti kegiatan ini dengan Khidmat. Besar harapan saya, semoga pasca Makesta PAC IPNU-PPNU Kecamatan Greged ini Rekan dan Rekanita bisa berproses dan merealisasikan imajinasi-imajenasi briliannya untuk kemajuan Agama, Bangsa dan Negara" harapnya.

Ust. Satori selaku Ketua MWC dalam kesempatan sambutan Makesta kali ini berharap, dengan adanya IPNU-IPPNU dengan jumlah yang banyak dapat bersatu dan mempersatukan calon kader-kader Pelajar NU khususnya di Kecamatan Greged, sehingga suatu organisasi yang di ridhoi Allah swt ini semakin masif dan progresif.

"Dalam Kitab Qanun Asasi nya, Mbah Hasyim Asy'ari berharap, Marilah anda semua dan segenap pengikut anda, berbondong-bondong masuk Jam’iyyah yang diberi nama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa raga" ucapanya.

Beliau juga berharap, semoga Rekan-Rekanita PAC IPNU-IPPNU Greged tetap Istiqomah.

Acara ini dihadiri oleh PAC IPNU Beber, PAC IPNU-IPPNU Astanajapura, PAC IPNU-IPPNU Susukanlebak dan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon.

Meskipun dalam keadaan Pandemi, acara ini tetap berjalan dengan khidmat dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Reporter: Nu'man
Fotografer: Zyaah

15/12/2020

Apa sih Pelajar NU Greged?

Pelajar NU Greged adalah nama lain (panggilan sayang, hehe) dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang ada di Kecamatan Greged.

Apa sih IPNU-IPPNU?

Sedikit penjelasan yang akan kami sampaikan, IPNU dan IPPNU adalah organisasi yang berazaskan pancasila, beraqidah Islam Ahlussunah Wal Jama’ah yang mengikuti 4 (empat) madzhab : (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali) yang bersifat, keterpelajaran, kekaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan.

Untuk temen-temen yang ingin tau lebih lanjut dan lebih intim lagi perihal apasih, apasih, dan apasih yang lainnya, yuk gabung bersama kami di PAC IPNU-IPPNU GREGED.

Ikuti terus media sosial kami:
Facebook: Pelajar NU Greged - Pelajar NU Kec.Greged (Fanspage)
Instagram:
YouTube: Pelajar NU Greged

21/10/2020

EDUKASI COVID-19 | PELAJAR NU GREGED

Instagram: pelajarnugreged
Facebook dan Fanspage: Pelajar NU Greged dan Pelajar NU Kec. Greged

Subscribe juga akun YouTube: Pelajar NU Greged (https://youtu.be/SQJPtm_t0J0)



30/09/2020

KESAKTIAN PANCASILA DI TANGAN ULAMA PESANTREN

Setiap tanggal 1 Oktober bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Momen ini berangkat dari tragedi 30 September dan sebelumnya disambung dengan sejumlah rentetan pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok komunis dan kelompok Islam konservatif yang berupaya merongrong dasar negara Pancasila.

Namun berkat perjuangan gigih seluruh elemen bangsa, terutama santri dan ulama pesantren, Pancasila sebagai konsensus kebangsaan tetap sakti di tengah deraan ideologi-ideologi yang tak ramah dengan kemajemukan bangsa Indonesia. Ulama pesantren tidak hanya berperan dalam penyusunan dasar negara Pancasila, tetapi juga mempertahankannya hingga kini.

Persiapan yang dilakukan oleh para tokoh bangsa termasuk salah satu perumus Pancasila KH Abdul Wahid Hasyim dari kalangan tokoh agama tidak lantas membuat mereka optimis dalam menyiapkan kemerdekaan. Hal ini diungkapkan oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam salah satu kolomnya berjudul Kemerdekaan: Suatu Refleksi (Aula, 1991: 41).

Dalam tulisan tersebut, Gus Dur menjelaskan dalam konteks usaha susah payah para tokoh bangsa dalam menyiapkan kemerdekaan. Mantan Presiden ke-4 RI ini mengatakan bahwa pada sidang lanjutan tanggal 1 Juni 1945 para pemimpin rakyat peserta sidang kebanyakan masih menyangsikan kemampuan bangsa Indonesia untuk merdeka.

Meskipun demikian, dalam kesangsian sikap itu, justru dimanfaatkan oleh para tokoh bangsa sebagai energi positif untuk dapat merumuskan dasar negara. Artinya, kesangsian yang timbul bukan semata dari semangat perjuangan, tetapi dari pergolakan politik yang masih berkecamuk di dalam negeri saat itu.

Namun demikian, Gus Dur menegaskan akhirnya para pemimpin rakyat itu melalui perjuangan jiwa, raga, dan pikiran berhasil memerdekakan Indonesia dua bulan kemudian (17 Agustus 1945). Dalam konteks ini, Gus Dur ingin menyampaikan bahwa esensi kemerdekaan bukan hanya lepas dari penjajahan, tetapi juga terbangun persamaan hak (equality) di antara seluruh bangsa Indonesia yang majemuk. Sebab itu dasar negara Pancasila lebih tepat untuk Indonesia. Apalagi sudah melalui kajian mendalam, baik lahir dan batin dari para ulama pesnatren.

Proses merumuskan Pancasila ini bukan tanpa silang pendapat, bahkan perdebatan yang sengkarut terjadi ketika kelompok Islam tertentu ingin memperjelas identitas keislamannya di dalam Pancasila. Padahal, sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang dirumuskan secara mendalam dan penuh makna oleh KH Wahid Hasyim merupakan prinsip tauhid dalam Islam.

Tetapi, kelompok-kelompok Islam dimaksud menilai bahwa kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa tidak jelas sehingga perlu diperjelas sesuai prinsip Islam. Akhirnya, Soekarno bersama tim sembilan yang bertugas merumuskan Pancasila pada 1 Juni 1945 mempersilakan kelompok-kelompok Islam tersebut untuk merumuskan mengenai sila Ketuhanan.

Setelah beberapa hari, pada tanggal 22 Juni 1945 dihasilkan rumusan sila Ketuhanan yang berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Kalimat itu dikenal sebagai rumusan Piagam Jakarta. Rumusan tersebut kemudian diberikan kepada tim sembilan. Tentu saja bunyi tersebut tidak bisa diterima oleh orang-orang Indonesia yang berasal dari keyakinan yang berbeda.

Poin agama menjadi simpul atau garis besar yang diambil Soekarno yang akhirnya menyerahkan keputusan tersebut kepada Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari untuk menilai dan mencermati apakah Pancasila 1 Juni 1945 sudah sesuai dengan syariat dan nilai-nilai ajaran Islam atau belum.

Saat itu, rombongan yang membawa pesan Soekarno tersebut dipimpin langsung oleh KH Wahid Hasyim yang menjadi salah seorang anggota tim sembilan perumus Pancasila. Mereka menuju Jombang untuk menemui KH Hasyim Asy’ari. Sesampainya di Jombang, Kiai Wahid yang tidak lain adalah anak Kiai Hasyim sendiri melontarkan maksud kedatangan rombongan.

Setelah mendengar maksud kedatangan rombongan, Kiai Hasyim Asy’ari tidak langsung memberikan keputusan. Prinspinya, Kiai Hasyim Asy’ari memahami bahwa kemerdekaan adalah kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia, sedangkan perpecahan merupakan kerusakan (mafsadah) sehingga dasar negara harus berprinsip menyatukan semua.

Untuk memutuskan bahwa Pancasila sudah sesuai syariat Islam atau belum, Kiai Hasyim Asy’ari melakukan tirakat. Di antara tirakat Kiai Hasyim ialah puasa tiga hari. Selama puasa tersebut, beliau meng-khatam-kan Al-Qur’an dan membaca Al-Fatihah. Setiap membaca Al-Fatihah dan sampai pada ayat iya kana’ budu waiya kanasta’in, Kiai Hasyim mengulangnya hingga 350.000 kali. Kemudian, setelah puasa tiga hari, Kiai Hasyim Asy’ari melakukan shalat istikharah dua rakaat. Rakaat pertama beliau membaca Surat At-Taubah sebanyak 41 kali, sedangkan rakaat kedua membaca Surat Al-Kahfi juga sebanyak 41 kali. Kemudian beliau istirahat tidur. Sebelum tidur Kiai Hasyim Asy’ari membaca ayat terkahir dari Surat Al-Kahfi sebanyak 11 kali. (Sumber: KH Ahmad Muwafiq).

Paginya, Kiai Hasyim Asy’ari memanggil anaknya Wahid Hasyim dengan mengatakan bahwa Pancasila sudah betul secara syar’i sehingga apa yang tertulis dalam Piagam Jakarta (Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) perlu dihapus karena Ketuhanan Yang Maha Esa adalah prinsip ketauhidan dalam Islam.

Sila-sila lain yang termaktub dalam sila ke-2 hingga sila ke-5 juga sudah sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip ajaran Islam. Karena ajaran Islam juga mencakup kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Atas ikhtiar lahir dan batin Kiai Hasyim Asy’ari tersebut, akhirnya rumusan Pancasila bisa diterima oleh semua pihak dan menjadi pemersatu bangsa Indonesia hingga saat ini.

Sumber: NU Online https://www.nu.or.id/post/read/111684/kesaktian-pancasila-di-tangan-ulama-pesantren

Want your school to be the top-listed School/college in Cirebon?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Cirebon