24/04/2025
📎 Siapa Bilang GIGI SUSU Gak Penting?? 📎
Kita sering mendengar bahwa gigi susu itu ngga penting karena akan tergantikan oleh gigi permanen. Gigi susu paling cepat tanggal di usia 6 tahun, paling lama di usia 12 tahun. Jadi sebenarnya, gigi susu itu bisa menemani anak sampai usia 12 tahun lho. Penting sekali kan untuk pertumbuhan anak?
• Gigi susu juga memiliki struktur dan syaraf seperti gigi permanen. Kalau ngga dijaga, rasa sakitnya juga sesakit gigi permanen.
• Gigi susu yang sehat juga membantu asupan gizi bagi anak-anak sehingga tumbuh kembang mereka optimal
• Gigi susu bertugas untuk menjaga ruang untuk persiapan sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu tidak sehat dan rusak sebelum waktunya, maka pertumbuhan gigi permanen bisa terganggu.
• Gigi Susu juga membantu anak-anak berkomunikasi kata berbicara. Beberapa huruf konsonan seperti d, f l, n, s, t, v dan z memerlukan gigi susu untuk berbicara dengan baik
• Penampilan akan lebih menarik dan anak-anak akan lebih percaya diri jika gigi susu terawat dengan baik
Jadi, gigi susu juga perlu dirawat sejak dini y, Parents..
24/04/2025
Jaga dirimu baik-baik yaa Buu ❤❤
11/01/2025
Aktivitas yang Perlu Anda Lakukan dengan Anak Usia 1 Tahun Setiap Hari
Memiliki anak usia 1 tahun memang sangat menyenangkan dan menggemaskan, apalagi jika Anda bisa menemaninya sepanjang hari. Sayangnya, beberapa Ibu merasa bingung aktivitas apa saja yang seharusnya dilakukan bersama dengan si kecil yang baru berusia 1 tahun ini setiap harinya.
Nah, beberapa aktivitas menyenangkan dan mengedukasi di bawah ini patut Anda coba loch!
1. Bermain dengan Bola
2. Bermain dengan Building Block
3. Kenalkan Berhitung
4. Kenalkan Kebiasaan Membaca
5. Jangan Lupa Bernyanyi Bersama
6. Peluk si Kecil
7. Bermain Sensory Board
8. Bermain dengan Boneka
9. Menyusun Puzzle
Beberapa Ibu mungkin merasa bingung aktivitas apa saja yang perlu dilakukan bersama si kecil yang baru berusia 1 tahun. Nah, beberapa aktivitas di atas patut Anda coba bersama si kecil setiap harinya. Selamat mencoba..
16/12/2024
📎 BENARKAH SEMUA ORANGTUA MENCINTAI ANAKNYA 📎
Parents,,
🧑⚕️ Orang tua memang diharapkan mencintai anak-anaknya.
🧑⚕️ Konon, tidak ada orang tua yang tidak mencintai anaknya.
🧑⚕️ Mereka melakukan yang terbaik yang mereka mampu, tetapi mereka tidak dapat benar-benar melihat anak sebagai pribadi yang terpisah.
🧑⚕️ Tidak peduli seberapa baik niatnya, sayangnya banyak orang tua tidak siap untuk tugas membesarkan anak.
🧑⚕️ Ada empat alasan mengapa seringkali sulit bagi orang tua untuk mencintai anak-anak mereka secara penuh. Beberapa alasan tersebut yaitu :
1. Orang tua memiliki citra diri negatif yang tanpa disadari mereka berikan kepada anak-anak mereka.
2. Orang tua yang belum matang secara mental atau belum dewasa
3. Orang tua yang memiliki trauma yang belum terselesaikan
4. Orang tua yang menganggap anak adalah “penerus” dirinya
🧑⚕️ Hampir semua orang tua merasa bahwa mereka mencintai anak-anaknya. Tetapi apa yang orang tua rasakan tersebut seharusnya terwujud dalam tindakan yang penuh kasih agar memiliki efek positif bagi anak-anak mereka.
🧑⚕️ Niat baik orang tua bukanlah pengganti kasih sayang yang hanya bisa diberikan oleh orang dewasa yang sehat secara mental maupun emosional.
🧑⚕️ Sebuah pesan dan pengingat untuk kita semua, agar bisa mencintai anak-anak dengan sehat dan jika Anda pernah mengalami hal yang sama saat menjadi anak, ini bisa membantu Anda untuk lebih memahami apa yang terjadi pada diri kita.
03/11/2022
Tanda Tidak Dewasa Secara Emosional
Parents,,
Punya pasangan yang belum matang secara emosional? Mereka mungkin kerap mengeluh, melampiaskan kemarahan/frustrasi mereka pada orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga mudah terpicu dengan cara yang salah. Menjalin hubungan dengan mereka itu rumit, dan seringkali, perubahan suasana hati mereka bisa sangat dramatis.
Menurut American Psychological Association’s Dictionary, ketidakdewasaan emosional berdampak pada pelampiasan emosi tanpa menahan diri atau tidak proporsional dengan situasi. Sederhananya, orang dewasa yang secara emosional belum matang tidak dapat mengendalikan emosi mereka dengan cara yang sesuai untuk usia mereka.
Tanda-tanda ketidakdewasaan emosional dalam suatu hubungan dapat terlihat dalam beberapa cara, termasuk sinis pada pasangan, membuat batasan yang sangat tinggi, perubahan suasana hati yang tidak dapat dijelaskan, dan kecenderungan untuk menghindari atau menolak melihat kenyataan. Seseorang tidak begitu saja menjadi tidak dewasa secara emosional. Tentu ada faktor penyebab dan mungkin terjadi bertahun-tahun dalam masa kecil atau remajanya, seperti Kurangnya dukungan orang tua, Trauma, Menarik diri secara emosi (emotional detachment), Sulit berkompromi, Meremehkan percakapan yang bermakna, Sering defensive, Mudah mengalihkan kesalahan.
Kedewasaan emosional dalam hubungan adalah faktor penting, terutama jika pasangan Anda menunjukkan tanda-tanda ketidakdewasaan emosional seperti di atas. Berikut adalah beberapa langkah untuk menghadapi ketidakdewasaan emosional: Self-care, Quality time, Identifikasi masalah dan cari bantuan.
Seseorang bisa tumbuh dan berubah. Jika pasangan yang Anda sayangi belum dewasa secara emosional, Anda mungkin bisa membantu mereka untuk bertumbuh dan menjadi lebih dewasa secara emosional.
12/10/2022
Parents,
👨⚕️ Pernah tidak merasa pola makan anak tidak sesuai dengan harapan kita. Hal tersebut tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi.
👨⚕️ Lalu, apa saja faktor yang mempengaruhi pola makan anak ??
1. Faktor Genetik
Preferensi rasa dapat diturunkan secara genetic dan mempengaruhi nafsu makan anak.
Anak-anak menyukai rasa manis, hal ini menjadi hasil proses adaptif manusia dengan persepsi manis merupakan sumber energi.
2. Pengaruh Orangtua
Strategi control makanan oleh orangtua dengan menghindarkan makanan manis, berlemak, ,memberikan sayur dan buah.
Korelasi kuat dengan perilaku makan pada anak yang kurang baik.
3. Densitas Energi
Didefinisikan sebagai kalori per berat makanan.
Anak yang tidak banyak mendapatkan pajanan terhadap berbagai jenis makanan, rasa, dan tekstur.
Memilih makanan dengan energi padat (lemak, rendah serat), dan memberikan rasa kenyang.
👨⚕️ Beri anak pembelajaran makan yang benar, untuk nantinya memiliki pola makan yang baik p**a.
28/09/2022
Stop Berpikir Anak Kidal Memalukan
Parents,,
Kidal terjadi BUKAN karena proses pembelajaran anak yang salah. Kidal terjadi akibat pertumbuhan otak kanan yang lebih dominan daripada otak kiri. Pertumbuhan otak ini terjadi sejak dalam kandungan. Jadi, penyebabnya bukan karena kebiasaan atau cara belajar anak yang salah. Ini murni bawaan lahir.
Dikutip dari laman Alodokter, kidal yang dialami oleh anak umumnya tidak bisa “disembuhkan”. Mengapa? Karena kidal bukan penyakit. Akan tetapi, bukan berarti anak kidal tidak bisa menggunakan tangan kanannya. Mereka bisa dilatih jika orangtua bisa mendeteksi tanda anak kidal sejak dini.
Tanda-tanda kidal ini sebenarnya sudah mulai muncul sejak anak bayi. Namun, sebagian besar orangtua kadang belum bisa menyadarinya. Kidal baru mulai terlihat jelas ketika anak memasuki usia 2 tahun.
Tanda paling umum yang ditunjukkan anak kidal adalah sebagai berikut:
1. Tangan yang lebih aktif digunakan adalah tangan kiri. Saat anak merespon sesuatu, anak lebih sering menggunakan tangan kirinya daripada tangan kanannya.
2. Saat melempar atau menendang bola, anak lebih sering menggunakan tangan kiri atau kaki kiri.
3. Anak kidal biasanya akan bisa berdiri seimbang dengan kaki kiri. Untuk mengetahui hal ini, coba Anda minta anak Anda untuk berdiri dengan satu kaki. Lalu, kira-kira kaki mana yang lebih dominan sebagai tumpuan yang membuatnya seimbang.
Selama anak belum memasuki usia 5 tahun, anak kidal pun bisa dilatih untuk menggunakan tangan kanannya. Caranya adalah sebagai berikut.
1. Jangan Dipaksa
2. Atur Semuanya di Tengah
3. Konsisten dan Sabar
Menariknya, dari hasil penelitian tersebut, anak bertangan kidal justru lebih unggul dalam menyelesaikan masalah yang umumnya sering ditemui pada fungsi matematika. Tak hanya itu, banyak penelitian lain yang menyatakan bahwa anak kidal lebih berpotensi sukses secara akademik dibandingkan anak normal.
Supaya bakat mereka tidak menghilang karena olok-olok dan bullying dari masyarakat sekitar, marilah kita dukung tumbuh kembang mereka. Toh, nilai kesopanan tidak hanya sebatas penggunaan tangan kanan, bukan?
24/09/2022
Sadari Silent Killers yang Mengintai Kelanggengan Pernikahan
Orang-orang yang memutuskan bercerai memiliki berbagai alasan. Namun seringnya bermula dari hal-hal kecil. Menurut para pakar, kebanyakan pasangan yang bercerai memiliki beberapa kesamaan penyebab.
Seorang pakar, dr. John Gottman menyampaikan bahwa sebuah hubungan bisa menjadi gagal jika mereka memiliki salah satu dari empat sifat berikut: stonewalling, sarkasme, penghinaan, dan kritik. Dari keempat hal tersebut, dr. Gottman mengidentifikasi bahwa penghinaan menjadi nomor satu prediktor perceraian.
Selain empat hal ersebut, ada juga yang disebut silent killers, atau penyebab-penyebab yang diam-diam menggerogoti pondasi pernikahan. Tidak seperti perselingkuhan, silent killers ini tidak mudah dikenali. Maka dari itu penting untuk menyadari dan “menyerang balik” sebelum hal-hal tersebut membunuh keharmonisan rumah tangga Anda.
Berikut ini adalah beberapa silent killers di sebuah hubungan yang bisa mengarahkan ke perceraian :
1. MENGHINDARI KONFLIK
2. MENGINVALIDASI EMOSI
3. TRAUMA YANG BELUM TERSELESAIKAN
4. KEBENCIAN
5. BOHONG SOAL UANG
6. STONEWALLING
7. BERUBAH
Sangat penting untuk memperhatikan silent killers ini karena mereka bisa muncul kapan saja tanpa kita sadari. Bahkan bisa saja Anda tidak menyadari telah melakukan kesalahan sampai Anda menemukan diri Anda dengan perasaan negatif terhadap pasangan. Berkaca pada hal-hal di atas semoga dapat membantu Anda dalam mempertahankan hubungan.
23/09/2022
Saat Anak Dilanda “Badai” Emosi Negatif
Menghadapi anak-anak memang harus dengan kesabaran yang tinggi, terutama saat mereka menunjukkan ekspesi emosi yang negatif seperti marah tanpa sebab, terus-terusan membantah dan memberontak, tantrum, dan beragam ekspresi emosi negatif lainnya. Di sini, lagi-lagi kesabaran kita sebagai orang tua kembali dipertaruhkan.
Orangtua diharapkan punya stok kesabaran yang berlebih bila menghadapi situasi ini. Kita saja yang mengaku sebagai orangtua kadang belum bisa mengendalikan perasaan, kan?
Nah, apalagi anak-anak yang masih sulit mengenali emosi apalagi meredamnya.
Berikut adalah beberapa cara untuk memahami emosi negatif anak dengan sudut pandang mereka.
1. Jangan Menyalahkannya
2. Beri Dukungan atau Pilihan
3. Jangan Memaksakan perasaan Anak
4. Tetapkan Batasan
Anak-anak memang perlu merasa sedih, kecewa, marah, dan berbagai bentuk emosi negatif lainnya.
Hal ini penting untuk mengembangkan kemampuan emosionalnya. Sebagai orangtua, yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa anak-anak tidak terus berlarut-larut pada emosi negatif hingga memengaruhi karakter dan perilakunya.
Saat Anak Dilanda “Badai” Emosi Negatif
Menghadapi anak-anak memang harus dengan kesabaran yang tinggi, terutama saat mereka menunjukkan ekspesi emosi yang negatif seperti marah tanpa sebab, terus-terusan membantah dan memberontak, tantrum, dan beragam ekspresi emosi negatif lainnya. Di sini, lagi-lagi kesabaran kita sebagai orang tua kembali dipertaruhkan.
Orangtua diharapkan punya stok kesabaran yang berlebih bila menghadapi situasi ini. Kita saja yang mengaku sebagai orangtua kadang belum bisa mengendalikan perasaan, kan?
Nah, apalagi anak-anak yang masih sulit mengenali emosi apalagi meredamnya.
Berikut adalah beberapa cara untuk memahami emosi negatif anak dengan sudut pandang mereka.
1. Jangan Menyalahkannya
2. Beri Dukungan atau Pilihan
3. Jangan Memaksakan perasaan Anak
4. Tetapkan Batasan
Anak-anak memang perlu merasa sedih, kecewa, marah, dan berbagai bentuk emosi negatif lainnya.
Hal ini penting untuk mengembangkan kemampuan emosionalnya. Sebagai orangtua, yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa anak-anak tidak terus berlarut-larut pada emosi negatif hingga memengaruhi karakter dan perilakunya.