03/02/2024
SMA Budhi Warman 2 Jakarta menggelar Workshop bertajuk 'Optimalisasi Mutu Pendidikan dalam Era Kurikulum Merdeka di Aula Sekolah. Sabtu (3/2/2024). Kegiatan ini sekaligus menjadi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kedua Tahun Pelajaran 2023/2024.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah sosialisasi Platform Merdeka Melajar (PMM) bagi guru untuk mengukur kemampuan kinerja guru dan analisis butir soal untuk mengukur ketercapaian peserta didik dalam menerima materi pelajaran.
Pardi Supardi, S.S.,M.Pd, Kepala Sekolah SMA Budhi Warman 2 Menjelaskan tujuan dari kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengajar, "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetisi guru dalam proses belajar mengajar."
Beliau juga menjelaskan indikator keberhasilan kegiatan ini adalah Keikutsertaan semua guru dalam mengikuti kegiatan workshop. Beliau juga mengajak guru untuk berpartisipasi aktif mengikuti prosedur peningkatan mutu pembelajaran.
"Indikator ketercapain kegiatan ini adalah bersifat umum, dimana guru harus berpartisipasi aktif dalam membuat analisis soal dan ikut menggunakan Platform Merdeka Melajar (PMM).
"Indikator kedua adalah Terlaksananya kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap apa yang telah kita kerjakan." Sambut beliau.
Terakhir beliau berharap kepada guru agar mampu melakukan pembelajaran diferensiasi. Beliau mengajak semua guru untuk mengikuti secara saksama, penuh rasa senang, fokus sehingga semua guru bisa naik 'kelas'.
"Harapan saya mudah-mudahan kegiatan ini memiliki nilai manfaat kepada kita karena ini Program kerja sekolah bidang kurikulum.
Saya juga berharap guru mampu membuat analisis butir soal dan pembelajaran diferensiasi.
Marilah kita simak dengan cara saksama penuh rasa senang, perhatian dan fokus dengan tema kita agar kita jadi guru yang berkelas." Tutup beliau
H. Akhyar Sihombing, M.Pd, Wakabag Pendidikan Yayasan Budhi Warman menyambut baik kegiatan workshop. Beliau mengajak guru untuk kembali merenungi makna pendidikan dari KI Hajar Dewantara yaitu pendidikan sebagai suatu upaya untuk memajukan bertumbuhnya pendidikan budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran, serta tubuh anak.
Kedua, Wakabag pendidikan juga mengajak guru untuk memahami pendidikan dari Unesco yaitu ;(1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together. Konsep pendidikan tersebut harus diterjemahkan oleh guru melalui proses mengajar dan dibantu dengan workshop peningkatan mutu pendidikan.
"Semoga dengan workshop ini saya berharap ada perubahan walau sekecil apapun yang bisa kita lakukan" Sambut beliau.
Riza Purnama, M.A, Quiper School Premium Manager membuka materi tentang pentingnya taksonomi bloom dalam melakukan analisis butir soal. Sehingga, setiap setiap evaluasi bisa menggambarkan capaian pembelajaran. Proses pembelajaran taksonomi bloom merupakan upaya untuk memberikan pemahaman, mendemonstrasikan, mengintegrasikan dan menguji kemampuan siswa untuk mengaplikasikan atau menciptakan karya.
"Seorang guru tidak boleh memberikan asesmen tentang aplikasi suatu materi jika seorang murid belum memahami objek materi pembelajaran atau tahapan pertama hingga cara mengintegrasikannya atau tahapan ketiga. Hal itu dikarenakan ada tahapan yang dilompati dan siswa tidak mendapatkan materi secara utuh."
Aiz Faizanti, A.Md. PMm , Pelatih Ahli Teknologi BLPT Pusdatin, ia menjelaskan Platform Merdeka Belajar hanyalah alat bantu guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar. Selain itu, diharapkan guru bisa saling berbagi dan membentuk komunitas mengajar agar jaringan guru semakin luas" Tutup beliau.