Ruwaqid

Call Directions Website Contact the school

Ruwaqid Bimbingan Tes Timur Tengah

03/10/2026

✨ Mengenal Perbedaan Fi'il Shahih & Fi'il Mu'tal Berdasarkan Jenis Huruf Penyusunnya ✨

Selain dilihat dari waktu dan kebutuhannya terhadap objek, kata kerja (Fi'il) dalam Bahasa Arab juga dibedakan berdasarkan jenis huruf penyusunnya, yaitu penyusun huruf penyembuh/sehat dan huruf penyakit (Huruf Illat).

💡 Apa itu Huruf Illat (حُرُوْفُ الْعِلَّةِ)?
Huruf Illat terdiri dari tiga huruf: Alif (ا), Wawu (و), dan Ya' (ي).

Berdasarkan keberadaan huruf illat tersebut, Fi'il terbagi menjadi dua:

Fi'il Shahih (الْفِعْلُ الصَّحِيْحُ)

Kata kerja yang tidak mengandung huruf illat sama sekali pada huruf aslinya.

Contoh: كَتَبَ (Kataba). Perhatikan huruf Kaf, Ta, dan Ba—tidak ada Alif, Wawu, maupun Ya', maka termasuk Fi'il Shahih.

Fi'il Mu'tal (الْفِعْلُ الْمُعْتَلُّ)

Kata kerja yang mengandung satu atau lebih huruf illat (Alif, Wawu, atau Ya') pada huruf aslinya.

Contoh: قَالَ (Qaala). Terdapat huruf illat berupa Alif di tengah kata, sehingga dikategorikan sebagai Fi'il Mu'tal.

Memahami struktur huruf penyusun ini sangat penting untuk mempermudah proses perubahan kata (Shorof) ke depannya! Yuk, mantapkan pemahaman Bahasa Arabmu bersama Ruwaq ID! 📖✨

📌 Save postingan ini untuk bahan muraja'ah, dan bagikan ke teman-temanmu yang sedang belajar Bahasa Arab!

'tal HurufIllat PembagianFiil NahwuShorof IlmuNahwu PendidikanIslam KursusBahasaArab

01/10/2026

✨ Mengenal Perbedaan Fi'il Lazim & Fi'il Muta'addy ✨

Berdasarkan kebutuhannya terhadap objek (maf'ul bih), kata kerja (Fi'il) dalam Bahasa Arab terbagi menjadi dua jenis:

Fi'il Lazim (الْفِعْلُ اللَّازِمُ)

Kata kerja Intransitif (tidak membutuhkan objek).

Efek perbuatannya langsung dirasakan oleh pelaku (fa'il).

Contoh: جَلَسَ (Jalasa) = Telah duduk. (Cukup mengatakan "Saya duduk", maknanya sudah sempurna).

Fi'il Muta'addy (الْفِعْلُ الْمُتَعَدِّي)

Kata kerja Transitif (membutuhkan objek / maf'ul bih untuk menyempurnakan makna).

Contoh: نَصَرَ (Nashara) = Telah menolong.

Jika disusun: نَصَرَ مُحَمَّدٌ زَيْدًا (Nashara Muhammadun Zaidan) = Muhammad telah menolong Zaid. Perbuatan menolong memerlukan objek (Zaid) sebagai pihak yang ditolong.

Pahami perbedaan mendasar ini agar makin mahir dalam merangkai kalimat Bahasa Arab (Jumlah Fi'liyyah)! Yuk, terus belajar bersama Ruwaq ID! 📖✨

📌 Save postingan ini untuk bahan muraja'ah, dan bagikan ke teman-temanmu yang sedang belajar Bahasa Arab!

PembagianFiil NahwuShorof IlmuNahwu PendidikanIslam KursusBahasaArab

30/09/2026

✨ Mengenal Fi'il (Kata Kerja) & Keunikan Dimensi Waktu dalam Bahasa Arab ✨

Berbeda dengan kata benda (Isim) yang berdiri sendiri tanpa terikat waktu, Fi'il (فِعْلٌ) dalam Bahasa Arab adalah kata yang menunjukkan suatu makna dan melekat erat dengan dimensi waktu.

💡 Apa Perbedaannya dengan Bahasa Indonesia?

Bahasa Indonesia: Kata "menulis" tidak memiliki keterangan waktu sebelum kita menambahkan kata penjelas seperti "telah menulis", "sedang menulis", atau "akan menulis".

Bahasa Arab: Struktur bentuk katanya (sigah) sudah langsung menyimpan informasi waktunya secara otomatis!

Contoh:

كَتَبَ (Kataba) ➡️ Otomatis bermakna "Telah menulis" (Masa lalu / Madhi).

يَكْتُبُ (Yaktubu) ➡️ Otomatis bermakna "Sedang / Akan menulis" (Masa kini & mendatang / Mudhari').

Inilah salah satu keindahan dan ketelitian struktur tata bahasa Arab! Yuk, pelajari pembagian fi'il lebih lengkap di materi-materi selanjutnya bersama Ruwaq ID! 📖✨

📌 Save postingan ini untuk bahan muraja'ah, dan bagikan ke teman-temanmu yang sedang belajar Bahasa Arab!

NahwuShorof IlmuNahwu PendidikanIslam KursusBahasaArab

29/09/2026

✨ Mengenal Jamak Taksir: Jamak Unik Tanpa Pola Baku ✨

Setelah mempelajari Jamak Salim yang memiliki imbuhan akhir teratur, sekarang kita bahas Jamak Taksir (جَمْعُ التَّكْسِيْرِ)!

Berbeda dengan Jamak Salim, Jamak Taksir adalah bentuk jamak yang tidak memiliki pola rumus baku (berubah dari bentuk tunggalnya). Untuk mengetahui bentuknya, kita bisa mengeceknya langsung di dalam kamus bahasa Arab.

Jamak Taksir terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan objeknya:

Jamak Taksir Lil ‘Aqil (لِلْعَاقِلِ)

Digunakan untuk objek yang berakal (seperti manusia/profesi).

Contoh: رَسُوْلٌ (Rasuulun - Tunggal) ➡️ رُسُلٌ (Rusulun - Para Rasul).

Jamak Taksir Lil Ghairil ‘Aqil (لِغَيْرِ الْعَاقِلِ)

Digunakan untuk objek yang tidak berakal (benda mati, hewan, atau konsep).

Contoh: كِتَابٌ (Kitaabun - Tunggal) ➡️ كُتُبٌ (Kutubun - Beberapa Buku).

Pahami bagan peta konsep di akhir video agar gambaran pembagian Isim (Mufrad, Mutsanna, Jamak Salim, dan Jamak Taksir) makin jelas dan terstruktur! 📖✨

📌 Save postingan ini untuk bahan muraja'ah, dan bagikan ke teman-temanmu yang sedang belajar Bahasa Arab!

NahwuShorof IlmuNahwu PendidikanIslam KursusBahasaArab

25/09/2026

✨ Mengenal Jamak: Jamak Mudzakkar Salim & Jamak Mu’annats Salim ✨

Dalam Bahasa Arab, bentuk kata yang menunjukkan jumlah banyak (lebih dari dua) teratur disebut sebagai Jamak Salim (جَمْعٌ سَالِمٌ).

Jamak Salim ini terbagi menjadi 2 kelompok utama:

Jamak Mudzakkar Salim (جَمْعُ مُذَكَّرٍ سَالِمٌ)

Digunakan untuk kata benda/sifat jamak laki-laki.

Ciri khas: Diakhiri dengan ـُوْنَ (-uuna) atau ـِيْنَ (-iina).

Contoh: مُسْلِمُوْنَ / مُسْلِمِيْنَ (Muslimuuna / Muslimiina) = Para Muslim (Laki-laki).

Jamak Mu’annats Salim (جَمْعُ مُؤَنَّثٍ سَالِمٌ)

Digunakan untuk kata benda/sifat jamak perempuan.

Ciri khas: Diakhiri dengan alif dan ta' ـَاتٌ (-aatun).

Contoh: مُسْلِمَاتٌ (Muslimaatun), مُؤْمِنَاتٌ (Mu'minaatun), طَالِبَاتٌ (Thalibaatun) = Para Muslimah / Para Srikandi / Para Siswi.

Sangat teratur dan mudah diingat pola pembentukannya! Yuk, pelajari konsep jamak berikutnya bersama Ruwaq ID! 📖✨

📌 Save postingan ini untuk bahan muraja'ah, dan bagikan ke teman-temanmu yang sedang belajar Bahasa Arab!

JamakMuannatsSalim PembagianIsim NahwuShorof IlmuNahwu PendidikanIslam KursusBahasaArab

24/09/2026

💡 Apa itu Isim Mufrad (إِسْمُ مُفْرَد)?
Isim Mufrad adalah kata benda yang menunjukkan jumlah tunggal (satu), baik untuk mudzakkar maupun mu'annats.

Contoh:

مُسْلِمٌ (Muslimun) = 1 orang Muslim (Laki-laki)

مُسْلِمَةٌ (Muslimatun) = 1 orang Muslimah (Perempuan)

Kuasai konsep dasar ini sebelum kita lanjut membahas bentuk ganda (Mutsanna) dan jamak pada materi berikutnya! 📖✨

📌 Save postingan ini untuk bahan muraja'ah, dan bagikan ke teman-temanmu yang sedang belajar Bahasa Arab!

NahwuShorof IlmuNahwu PendidikanIslam KursusBahasaArab

23/09/2026

✨ Mengenal Pembagian Isim Berdasarkan Jenis: Mudzakkar & Mu'annats ✨

Dalam Bahasa Arab, kata benda (Isim) terbagi berdasarkan jenisnya menjadi dua kelompok utama: Mudzakkar (maskulin) dan Mu'annats (feminin).

💡 Bagaimana cara mudah membedakannya?

Mudzakkar (مُذَكَّرٌ): Secara dasar tidak menggunakan Ta' Marbuthah (ة / ـة) di akhir katanya.

Contoh: كُرْسِيٌّ (Kursiyyun - Kursi), كِتَابٌ (Kitabun - Buku), مُسْلِمٌ (Muslimun - Laki-laki Muslim).

Mu'annats (مُؤَنَّثٌ): Pada umumnya menggunakan Ta' Marbuthah (ة / ـة) di akhir katanya.

Contoh: جَوَّالَةٌ (Jawwalatun - Motor), سَيَّارَةٌ (Sayyaratun - Mobil), مُسْلِمَةٌ (Muslimatun - Perempuan Muslimah).

📌 Fakta Unik: Bahasa Arab tidak mengenal huruf kapital (huruf besar/kecil), sehingga semua huruf ditulis dengan ukuran yang sama sesuai kaidahnya!

Yuk, kerjakan latihan di akhir video untuk menguji pemahamanmu! Tulis jawaban latihan nomor 1–10 di kolom komentar ya! 👇📖✨

📌 Save postingan ini untuk bahan muraja'ah, dan share ke teman-teman yang sedang belajar Bahasa Arab!

NahwuShorof IlmuNahwu PendidikanIslam KursusBahasaArab

22/09/2026

Kenapa Bacaan Tanwin Ada Bunyi 'N' Tapi Gak Ditulis Huruf Nun? 🤔✨

Dalam kaidah penulisan bahasa Arab (Imla'), Tanwin adalah tanda khusus yang mewakili bunyi nun mati di akhir kata isim tanpa perlu menuliskan huruf nun (ن) secara fisik.

Tanwin terbagi menjadi 3 jenis:

Fathatani ( ً ) ➔ Mewakili bunyi "an" (contoh: ban / بً)

Kasratani ( ٍ ) ➔ Mewakili bunyi "in" (contoh: bin / بٍ)

Dhammatani ( ٌ ) ➔ Mewakili bunyi "un" (contoh: bun / بٌ)

Yuk, pahami konsep dasarnya lewat penjelasan Ust. Ahwazy Anhar, Lc., S.S. di cuplikan video ini! 🎬

💡 Save postingan ini biar gak lupa dan share ke teman-teman kamu yang lagi belajar bahasa Arab ya!

BahasaArabDasar EdukasiIslam BelajarOnline

21/09/2026

Kenali Tanda Baca Dasar dalam Bahasa Arab! ✍️✨

Kalau huruf Hijaiyyah adalah pembentuk kata, maka Harakat adalah "bunyi" yang menghidupkannya! Tanpa harakat, kita bakal kesulitan menentukan cara membaca suatu huruf.

Berikut 4 tanda baca (harakat) dasar yang wajib kamu tahu:

Fathah ( َ ) ➔ Mewakili bunyi vokal "A" (contoh: ba)

Kasrah ( ِ ) ➔ Mewakili bunyi vokal "I" (contoh: bi)

Dhammah ( ُ ) ➔ Mewakili bunyi vokal "U" (contoh: bu)

Sukun ( ۡ ) ➔ Tanda huruf mati/konsonan (contoh: b-)

Yuk, tonton penjelasan lengkap dari Ust. Ahwazy Anhar, Lc., S.S. di cuplikan video ini! 🎬

💡 Save postingan ini buat bahan belajar kamu dan share ke teman-temanmu ya!

BahasaArabDasar EdukasiIslam HurufHijaiyyah

13/06/2026

Apa hakikat dari isim?
Sepenggal dari pembahasan dari buku Al Madkhal, Teori Ringkas Ilmu Bahasa Arab Dasar

Address

Ciputat
15441

Telephone

+628999988907

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ruwaqid posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ruwaqid:

Shortcuts

Share