22/08/2015
Halo Sahabat biMBA, saya ingin bertanya. Saya mempunyai anak berusia 4 tahun, segala aktivitasnya selalu menggunakan tangan kiri. Sebagai ibundanya, saya sudah berusaha agar dia menggunakan tangan kanannya tetapi tetap saja kembali ke tangan kiri. Hal ini membuat saya kesulitan mengajarkannya. Bagaimana cara yang tepat mengajarkan anak yang menulis dengan tangan kiri ?
Jawab.
Ayahbunda yang berbahagia, kondisi yang demikian sering kita kenal dengan sebutan kidal. Apakah kidal sesungguhnya ? Kidal adalah kecenderungan seseorang untuk lebih aktif menggunakan anggota tubuh sebelah kiri dibandingkan anggota tubuh sebelah kanan.
Dalam anggota tubuh kita, otak mempunyai 2 bagian, yaitu otak bagian kiri dan otak bagian kanan. Hampir 80-90% anak-anak pada perkembangannya mengalami dominasi belahan otak sebelah kiri, sehingga anak aktif dengan tangan kanan dalam beraktivitas. Sisanya dapat menjadi kidal. Dominasi ini menetap setelah usia 4 tahun.
Sebagai orangtua, ayahbunda tidak perlu khawatir bila buah hati memiliki kebiasaan yang berbeda dari anak lain. Misalnya kebiasaan menggunakan tangan kiri dalam setiap aktivitas, namun demikian Ayahbunda tetap harus melatih dan membiasakan anak agar dapat menggunakan tangan kanannya untuk aktivitas tertentu, misalnya makan, minum, bersalaman, memberikan sesuatu kepada orang lain, dsb. Agar tidak bertentangan dengan norma dan etika yang berlaku pada masyarakat kita. Untuk aktivitas menulis sebaiknya Ayahbunda memberikan kebebasan kepada anak untuk menggunakan tangan kirinya. Tidak dipungkiri fase paling sulit yang harus dilalui anak kidal adalah saat belajar menulis.
Berikut tips membimbing anak menulis dengan tangan kiri :
1. Perhatikan posisi kertas.
Letakkan kertas lebih ke kiri dari tubuh anak lalu miringkan, sehingga ujung atas kertas paling kanan lebih dekat ke bagian dada anak daripada ujung atas kertas paling kiri, kondisi ini membuat anak lebih nyaman dan tidak mudah lelah.
2. Cara memegang alat tulis.
Agar lebih nyaman, bimbing anak memegang alat tulis menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya. Mengapa anak kidal benar-benar harus diajari hal sederhana, seperti memegang alat tulis. Hal ini karena anak non-kidal menulis dengan menarik, sedangkan kidal melakukannya dengan mendorong.
3. Posisi tangan
Bagi anak kidal maupun non-kidal cara menulis secara otomatis berpengaruh pada kenyamanan tangan. Usahakan pergelangan tangan anak tetap lurus dengan lengannya. Posisi tersebut memudahkan anak kidal dalam menulis.
4. Posisi duduk nyaman.
Kenyamanan posisi duduk sangat penting. Jika anak kidal duduk berkelompok bersama temannya non-kidal, anjurkan untuk duduk di sebelah kiri temannya. Sehingga siku tidak saling bertabrakan.
5. Memilih meja dan kursi.
Gunakan kursi yang tidak melebih tinggi badannya, sehingga memungkinkan anak meletakkan kakinya di lantai tanpa menjinjit, pastikan meja yang digunakan tidak terlampau tinggi sehingga dapat menyangga tangan tanpa ia harus meninggikan atau membungkukkan bahunya.
6. Bimbing anak jangan dimarahi.
Umumnya anak kidal yang baru belajar menulis banyak mengalami kesalahan. Bisa jadi bentuknya terbalik dan kita baru mengerti saat menggunakan cermin. Bimbing ia untuk mengikuti bentuk huruf saja, bila salah jangan acuhkan, apalagi dimarahi, tapi ingatkan dan bimbing terus untuk menulis dengan kesabaran. Salam biMBA.