27/08/2015
Outing : Perkaya wawasan di kampung adat Cirendeu
Keragaman adat dan budaya indonesia seungguh luar biasa, bebagai macam adat dan budaya dari sabang sampai merauke terdapat di indonesia, salah satunya adalah di jawabarat lebih spasifiknya lagi adalah cimahi, Jl. Kerkhof (arah TPA leuwigajah) RW.10, kelurahan: Leuwigajah, kecamatan: Cimahi Selatan, terdapat sebuah desa adat yang bernama desa cirendeu, desa ini salah satu desa adat yang masih menjunjung tinngi budaya dan adat leluhurnya, selain itu hal yang unik dari desa ini adalah kebiasaan penduduknya yang tidak mengkonsumsi nasi (beras). Mereka menjadikan singkong sebagai bahan makanan pokok.
Alhamdulilah pada tanggal 25 – 26 Agustus siswa SD Juara cimahi berkesempatan untuk Outing ke kampung adat cirendeu. Lokasi kampung cirendeu yang berada di bukit membuat siswa yang berkunjung harus melewati semak belukar, hutan dan bukit untuk bisa sampai di kampung tersebut , namum hal tersebut tidak menyurutkan semangat siswa untuk mencapai lokasi. Setelah siswa tiba di lokasi siswa langsung di sambut oleh sesepuh kampung adat cirendeu di bale kampung adat cirendeu. tak lama setelah mengobrol dengan sesepuh, siswa di ajak berkeliling desa dan meliht secara langsung sekaligus mencoba membuat RASI. RASI adalah makanan pokok warga desa cirendeu yang terbuat dari singkong, terlihat siswa sangat exited saat warga menerangkan bagaimana proses pembuatan RASI, dan mereka mencoba secara langsung untuk membuatnya,selanjutnya pengalaman yang tak kalah seru lainnya adalah siswa diajak secara langsung praktik membuat eggroll yang bahan bakunya terbuat dari tepung singkong. Dan kegiatan terakhir yang sangat menarik adalah mereka diajarkan membuat mainan tradisonal yang sekarang sangat sulit dijumpai pada jaman modern saat ini, pada hari pertama outing kelas 1,2,3 diajarkan membuat Wayang mainan yang bahan bakunya dari daun singkong, dan pada hari kedua kelas 4,5,6 di ajarkan membuat keris dari janur (daun kelapa) yang dianyam , hal ini tentu saja pengalaman yang berharga bagi siswa karena bisa mencoba hal – hal yang baru, kegiatan di tutup dengan pemberian cendramata dan ucapan terimakasih bagi warga kampung cirendeu .
Dari rangkaian kegiatan tersebut mengajarkan siswa mengenai wawasan budaya tradisional dan wawasan ketahanan pangan, dimana RASI sebagai makanan pokok warga kampung cirendeu memeberikan pengetahuan tentang visi jauh kedepan mengenai alternatif makanan pokok lain, yang lebih ekonomis, mudah di proses, dan murah, selain itu siswa memperoleh wawasan bagimana membuat mainan dari bahan yang ada di sekeliling mereka hal ini mengajarkan mereka untuk berkreatifitas dan memanfaatkan yang ada, semoga dengan wawasan baru yang didapat oleh siswa di kampung cirendeu, siswa dapat terinspirasi dan mengisnpirasi.