05/12/2016
H**e, akhirnya para siswa dan siswi sekolah menengah pertama dan menengah atas bisa bernapas lega karena pemerintah akan menghapus ujian nasional (UN) di tahun 2017. Penghapusan ini bukan lagi hanya sekedar wacana tetapi kabarnya sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.
οΏΌ
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy memastikan moratorium (penangguhan) Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan mulai 2017.
Rencananya, pelaksanaan UN untuk tingkat SMA/sederajat dan SMP/sederajat akan dilimpahkan kepada pemerintah provinsi sedangkan tingkat sekolah dasar (SD) diberikan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten/kota. Itu artinya, UN tidak akan lagi terpaut dengan pusat dan soal-soal ujian akan diserahkan untuk diracik di daerah.
Selain itu nama ujian nasional (UN) juga akan diubah dan diganti dengan nama Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).
"Pada USBN semua pelajaran akan diujikan, jadi siswa tidak hanya fokus pada pelajaran yang selama ini di-UN-kan," tuturn Muhadjir Effendy dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis (1/12/2016).
Namun beberapa anggota DPR menilai bahwa USBN ini perlu dikaji ulang kembali karena ujian seluruh mata pelajaran justru malah akan semakin memberatkan para siswa.
Lantas, bagaimana dengan kelulusan ? tentunya kelulusan juga akan diserahkan pada daerah, tetapi Muhadjir Effendy memastikan bahwa Kemendikbud tetap akan berperan. Standar kelulusan siswa dilaksanakan bersama Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP), Kemendikbud juga dipastikan akan berperan dalam pengawasan ujian nantinya.
Kabar ini tentunya seperti menjadi βangin segarβ bagi para siswa tingkat akhir. Bagaimana tidak, ujian nasional yang dianggap menyeramkan akan segera dihapus sehingga hal ini bisa membuat mereka sedikit lebih tenang dan bahagia saat mengikuti ujian kelulusan.
Entah mengapa, selama ini UN menjadi momen paling menakutkan bagi siswa tingkat akhir. Mereka khawatir, takut tak mampu menjawab soal atau tidak bisa