14/02/2021
"Anak Nakal" masuk Sekolah Dasar Sedunia 😉
Di suatu siang, di awal semester ini, seorang Ibu mengetuk pintu ruang guru Sedunia. Beliau datang bersama seorang anak lelaki berusia 8 tahun. Tentu saja dengan hati dan tangan terbuka kami menerima beliau.
Selepas perkenalan, sang Ibu pun menyampaikan keinginannya untuk menyekolahkan anaknya di Sedunia. Sang Ibu berkata bahwa sang Anak harus pindah Sekolah, karena di Sekolahnya yang lama anak tersebut dikategorikan sebagai Anak Nakal dan konsekuensinya ia harus dikeluarkan.
Sang Ibu pun telah mencari sejumlah sekolah untuk dijadikan tempat belajar anaknya, namun demikian tak ada satu pun Sekolah yang mau menerimanya. Alasannya 2; Kalau bukan karena ketidak-siapan memerima anak dgn latar belakang "nakal", Sekolah-Sekolah lain pun menolak sang Anak karena orang tuanya tak mampu membayar sejumlah uang yang diprasyaratkan fihak Sekolah.
Ketika kami mendengar cerita tersebut, maka kami pun bersefaham untuk menerima anak teraebut menjadi bagian dari Keluarga Besar Sedunia. Alhamdulillah, sebagai Direktur Sedunia, saya bersyukur karena Allah menyatukan saya dengan para pejuang pendidikan yang faham betul apa makna Sekolah dan faham betul tujuan mulia dari pendidikan.
Sekolah bagi kami adalah rumah bagi peserta didik. Peserta didik kami pandang sebagai anak-anak kami, kalau mereka nakal, maka seperti anak kami sendiri, mereka tentu tak boleh kami usir dari rumah kami. Sebisa mungkin mereka akan kami peluk dan kami bisiki petuah-petuah baik.
Beberapa bulan usai kejadian itu, 2 minggu terakhir ini kami melihat sang "Anak Nakal" itu tumbuh dan bergaul sebagaimana anak yang lain. Bahkan ia tumbuh jadi pribadi yang unik, ketika ia kami ajak untuk belajar berkebun, kami menyaksikan ia bersimpuh di hadapan benih tanamannya dan berkata "Ya Allah semoga ia tumbuh dan bahagia" 😁. Dan hari kemarin, ketika ia demam dan kemudian panas tinggi di Sekolah, Pak M***i Aqosiya menawarkan anak ini untuk pulang, dengan santai anak ini menjawab "Pak manusia hidup itu pasti panas tubuhnya. Aku gak mau pulang, aku mau bobo aja di perpustakaan" ... Hmmmm
Sahabat sekalian, senakal apapun anak kita atau anak didik kita, ingatlah bahwa mereka tetaplah manusia yang punya hak untuk tumbuh dan berkembang. Mereka tetap adalah mahluk mungil lucu yang pasti memiliki keunikan dan potensi untuk ditumbuhkan.
Bravo para pejuang pendidikan di Sedunia; Pak Kepala Sekolah yang baik hati Lalan Sahlani, guru-guru yang kerenzzz bingitsss Azmi Fadhila Sari, Lana Istiqomah, M***i, Raiz Hafizh Iftikar, Yusuf Bachtiar, Lela Sa'adah dan Dede Sakadang Irawan serta Mas Dodo sang pejuang kebersihan yang baik hati. Sungguh saya mencintai anda semua karena Allah!