24/03/2026
*MATERI 3️⃣ BULAN MARET 2026*
Obrolan yang didominasi pertanyaan seperti _“sekarang kerja di mana?”, “gajinya berapa?”, atau “kapan sukses seperti si fulan?”, "kok kamu kurus sekali?" dan lain sebagainya_ ini *bisa membuat anak merasa tidak nyaman, tertekan, bahkan minder*. Akhirnya, mereka memilih menjauh, diam di kamar, atau sibuk dengan gadget sebagai bentuk perlindungan diri.
*Jika kondisi ini terus berulang, anak akan mengasosiasikan kumpul keluarga sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan*. Bukan lagi tempat pulang yang menenangkan, tetapi ruang yang penuh penilaian.
Padahal, *yang dibutuhkan anak dalam momen seperti Idul Fitri adalah penerimaan, kehangatan, dan rasa aman*. Mereka ingin didengar tanpa dihakimi, dihargai tanpa dibandingkan, dan diterima tanpa syarat.
Maka, *penting bagi kita untuk mengembalikan esensi kumpul keluarga:* `sebagai tempat berbagi cerita, mempererat hubungan, dan menumbuhkan kasih sayang`. *_Kurangi perbincangan yang berorientasi pada pencapaian, dan perbanyak obrolan yang ringan, penuh empati, serta menguatkan._*