19/05/2020
Ayah Sang Ahli Tega, Ibu Sang
Pembasuh luka
____
Ada Peribahasa yang masyhur dalam konsep Parenting, yang berbunyi:
"Ayah Sang Ahli Tega, Ibu Sang Pembasuh luka".
Memang benar, dalam mengasuh Anak Ayah dan ibu harus memiliki peran masing - masing. Ayah harus memerankan perannya sebagai Nadzir atau Pemberi peringatan dalam hal-hal negatif yang muncul dari kecenderungan anak-anaknya. Dan ibu menjadi Basyir, yaitu pemberi kabar gembira atau pengobatan luka bagi Anak- anaknya.
Allah Subhanahu wa ta’ala Berfirman:
إِنَّاۤ أَرۡسَلۡنَـٰكَ بِٱلۡحَقِّ بَشِیرࣰا وَنَذِیرࣰاۚ وَإِن مِّنۡ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِیهَا نَذِیرࣱ
Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.
[Surat Fathir 24]
✅ Bagi Sang Ayah dalam mendidik dan menerapkan kedisiplinan bolehkah menerapkan konsep ini, "Mendidik anak sebagai Pelayan bagi dirinya dan orang lain" ?
Judulnya seperti bercanda, benar tapi itulah esensi mendidik anak-anak pada saat sekarang ini.
✅ Mungkin tidak banyak yang setuju dengan fakta ini. Terutama orang tua yang berfikiran bahwa anak tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati.
✅ Anda pernah melihat kejadian dimana ibu sibuk bekerja di rumah, seperti mencuci, mengepel, memasak dan bahkan membereskan kamar anak. Padahal si ibu memiliki 2 sampai 3 anak gadis dan ke tiga anak gadisnya sedang asyik duduk di depan TV, atau bermain handphone atau laptop.
Dan, ketika mereka diminta untuk membantu, Apa Yang terjadi? si anak malah mengeluh, bahkan tidak mau, karena mereka malas dan beberapa alasan lainnya.
Yang lebih parah lagi, mereka malah pergi merajuk atau cuek bebek. padahal si anak hanya diminta untuk menutup kran air di dapur
Kadang sampai berteriak pun mereka tidak peduli…
Subhanallah....!
Bahkan anak laki-laki pun, tidak kalah malasnya mereka tidak mau melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh anak perempuan? Alasannya Gak macho-lah katanya. Mereka merasa terbebani bila melakukan pekerjaan itu.
Sama seperti anak-anak perempuan, anak yang laki-laki pun lengket seperti dilem saja diam dan asyik dengan rutinitas sia-sia mereka.Banyak pasangan yang terlalu sayang kepada anak-anak mereka. Keinginan anak-anak semua diikuti.
Mereka tidak diajarkan untuk memahami kesulitan dan kesulitan orang tua mereka.
Ya, orang tuanya kaya tapi ingin anak menjadi sukses tidak mudah. Bila para orang tua diberi saran agar jangan memanjakan anak-anak nya. Lalu apa jawaban mereka? Inilah jawabannya :
"Tidak apa-apa mereka kan masih anak-anak
lagian anak laki-laki itu jangan dibebani pekerjaan seperti itu cuci piring bekas makannya, merapikan tempat tidurnya, menyapu rumah seperti pelayan aja".
Jika begini alasannya, maka orang tua bersiaplah untuk menjadi “budak” bagi anak di masa tua mereka kelak?
Dan tidak hanya itu, Ada anak yang sudah sampai menikah masih menyusahkan orang tua untuk membereskan barangnya.
Hal ini banyak terjadi, dan kita sendiri telah berkali-kali melihat dengan mata kepala sendiri. Ini kenyataan.
Hal ini terjadi di dunia sekarang ini. Pakaian anak dan mantu masih ibu yang mencuci.
Padahal usia lebih dari 30 tahun, mau makan pun ibu yang masak.
✅ Anak-anak yang tidak dididik dengan melakukan pekerjaan sejak kecil, mereka akan canggung melakukannya saat mereka telah dewasa.
Kalau sudah tejadi demikian, mereka melakukannya kurang tulus dan terpaksa saja. Mereka akan melakukannya hanya saat disuruh saja.
Lalu sebagai orang tua terutama ayah saat melihat hal seperti itu malah tidak memperingati anaknya.
Orangtua harus sadar, mulai dari anak usia 2 tahun, mereka perlu dipelihara dan dididik menjadi pelayan bagi dirinya . Mengarahkan mereka melakukan sesuatu, kadang seperti MEMAKSAKANnya padahal semua itu buat kebaikan sianak kelak di masa depannya.
✅ JADI AYAH, Jangan terlalu lembut.
✅ JADI AYAH, Jangan terlalu kasihan kepada anak-anak
✅ JADI AYAH, Jangan terlalu memanjakan anak
✅ Ajari mereka banyak kerja keras sejak kecil
✅ Ajari mereka tentang pekerjaan rumah
✅ Ajari mereka arti hidup. Memupuk kesadaran di dalamnya
✅ Ajari anak perempuan untuk bekerja membersihkan rumah, sepatunya, memasak, mencuci pakaian'a ,piring-gelas dan segala jenis pekerjaan rumah.
Ajari putri Anda tentang kebersihan, terutama kebersihan pribadi.
Anak laki-laki yang dibiasakan melayani sejak dini insyaallah mereka akan mudah Dalam mengerjakan sesuatu.
Ajarkan anak laki-laki juga untuk melakukan pekerjaan seperti berenang, memperbaiki p**a air, menebang pohon dan banyak lagi.
Jika memungkinkan, ajarkan juga memasak agar mereka juga s**a dengan memasak bukankah para shefe itu laki-laki ?. Tidak ada salahnya, tapi itu akan menjadi bonus sebagai orang dewasa.
✅ Anak Kita, Belajar dari Kita. Orang tuanya rajin dan giat anak-ajak bercermin dari orang tuanya. Libatkan selalu anak-anak dalam setiap aktifitas sehari-hari.
✅ Ajarkan dan didik mereka dengan cinta tapi perlu TEGAS dan pastikan mereka mengikuti instruksinya.
✅ Biarlah bila saat ini sang Ayah mendididik mereka sedikit keras, agar kelak bila mereka besar tdk ingin leha-leha didepan orang tuanya. Dan yang paling ditakuti, anak anak berubah menjadi anak durhaka.
✅ Budaya Anak Menjadi ‘Raja’ semakin meluas saat ini. Kok bisa? Bisa saja sebab mereka tidak dididik "Melayani" sejak kecil.
Wahai Ayah, Didiklah Anak kita Sebagai Pelayan Dari Sekarang Supaya Tidak Menjadi Raja Kelak bila mereka dewasa.
____
Penerimaan Siswa Baru
0813 1700 2011