Ma'had Tahfizhul Qur’an Al-Furqon Cileungsi Bogor

Ma'had Tahfizhul Qur’an Al-Furqon Cileungsi Bogor Ma'had Tahfizhul Qur’an Al-Furqon mencetak generasi Qur'ani

15/09/2015
13/09/2015

Video detik-detik crane jatuh di Masjidil Haram, September 2015 (Dzul Qo'dah 1436 H)

13/09/2015

Tip dan trik mudah menghafal Qur'an dengan rumus 20x20 – Arrahmah.com
Ahmad, seorang santri Darul Ilmi Cendekia penasaran dengan jumlah juzu’ yang dihafalkan temannya. Alih-alih menjawab pertanyaan itu, sang hafidz hanya berkata, “[Ini] privacy,” katanya sambil tersenyum.

Namun rasa ingin tahu Ahmadd menyeretnya pada sebuah momen haru, saat ia mendapatkan informasi dari kawannya bahwa sang hafidz sudah hafal 30 juz. Tabaarakallah, sungguh tawadhu saudara kita yang baru berusia 20 tahun (tahun 2011) ini. Entah dari umur berapa dia hafal Al-Qur’an.

Dari keterharuan dan rasa iri yang positif itu, Ahmad beroleh hikmah bahwa, kita harus belajar melihat orang lain sebagai inspirasi, bukan pembanding, apalagi sebagai saingan dalam arti negatif.

Menurut Thiffal Izzah Ramadhani yang menceritakan keteladan sang hafidz bahwa, adik sang hafidz juga sudah hafal Al-Qur’an dari kecil. Yang -atas kemudahan dan kemurahan Allaahu Ta’ala- berperan besar mengantarkannya untuk masuk ke dalam agama Islam, agama yang paling mulia ini. Subhanallaah.

“Adiknya yang bernama Syafa itu hafal Al-Qur’an kurang lebih sejak umur 6 TAHUN,” ujar sang muallaf.

Allahu akbar, ternyata kisah anak usia 6 tahun hafal Al-Qur’an itu bukan hanya ada di zaman Imam Syafi’i. Sang muallaf akhirnya mulai tahu juga bahwa salah satu standar (bukan satu-satunya) seorang penuntut ilmu adalah dilihat dari seberapa jauh interaksinya dengan Al-Qur’an.

Istimewa sekali bukan? Seseorang ternyata bisa memperoleh kekuatan, kemapanan, dan kemudahan dari Allah Ta’ala dalam hafalan, terutama hafalan Al-Qur’an. Apalagi di usia muda belia. Lebih-lebih lagi kalau masih kecil imut.

Dari kebiasaan sang hafidz menghafal Qur’an, didapati beberapa cara berikut yang bisa kita terapkan dengan mudah. Insyaa Allah.

Misalnya anda menghafalkan sebuah surah dalam Al-Qur’an yang terdiri atas 6 ayat, bagi saja surah tersebut menjadi dua bagian, masing-masing 3 ayat.
3 ayat pertama diulang-ulang 20x, 3 ayat kedua diulang-ulang 20x. Jika sudah selesai, lalu 6 ayat tersebut digabung dan diulang sebanyak 20x. Teruskan begitu untuk surah-surah yang selanjutnya. Ini gambarnya agar lebih mudah dipahami.

rumus menghafal Qur’an (Foto: DIC)

Lantas bagaimana cara menambah hafalan pada hari berikutnya?

Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga. Hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

Lalu bagaimana cara mengulang Al-Qur’an (30 juz) setelah menyelesaikan muraja’ah di atas?

Mulailah mengulang Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian, anda akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an setiap dua minggu sekali. Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insyaa Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.
Apa yang dilakukan setelah menghafal Al-Qur’an selama satu tahun?

Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah Al-Qur’an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam semasa hidupnya. Beliau membagi Al-Qur’an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah berkata, “Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi Al-Qur’an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawa, “Kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat Qaaf hingga khatam (Al-Qur’an).” (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:

Hari pertama: membaca surat “Al-Fatihah” hingga akhir surat “An-Nisa'”,

Hari kedua: dari surat “Al-Maidah” hingga akhir surat “At-Taubah”,

Hari ketiga: dari surat “Yunus” hingga akhir surat “An-Nahl”,

Hari keempat: dari surat “Al-Isra'” hingga akhir surat “Al-Furqon”,

Hari kelima: dari surat “Asy Syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”,

Hari keenam: dari surat “Ash-Saffatt” hingga akhir surat “Al-Hujurat”,

Hari ketujuh: dari surat “Qaaff” hingga akhir surat “An-Naas”.

Para ulama menyingkat wirid Nabi dengan Al-Qur’an menjadi kata, ” Fami bisyauqin ( فم ي ب شوق ) “, dari masing-masing huruf tersebut menjadi simbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya, maka:

huruf “fa” simbol dari surat “Al-Fatihah”, sebagai awal wirid beliau hari pertama,

huruf “mim” simbol dari surat “Al-Maidah”, sebagai awal wirid beliau hari kedua,

huruf “ya” simbol dari surat “Yunus”, sebagai wirid beliau hari ketiga,

huruf “ba” simbol dari surat “Bani Israil (nama lain dari surat al isra)”, sebagai wirid beliau harikeempat,

huruf “syin” simbol dari surat “Asy Syu’ara”, sebagai awal wirid beliau hari kelima,

huruf “wau” simbol dari surat “Wa Shaffat”, sebagai awal wirid beliau hari keenam,

huruf “qaaf” simbol dari surat “Qaaf”, sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat “An-Naas”.
Bagaimana cara membedakan antara bacaan yang mutasyabih (mirip) dalam Al-Qur’an?

Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf, lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya. Kemudian, buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan muraja’ah hafalan perhatikan perbedaan tersebut. Ulangilah secara terus-menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

Selamat menghafal Al-Qur’an. (adibahasan/arrahmah.com)

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Donasi untuk biaya operasional bulanan dan Program Pengembangan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Furqon bisa dikirimkan ke salah satu rekening berikut:
1. BNI Syariah norek 5566990008 a.n. Yayasan Risalatuttauhid
2. BCA norek 4060364660 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Mandiri norek 9000033015901 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Muamalat norek 1250003044 a.n. Asep Saepudin
4. BRI Syariah norek 1010846265 a.n. Amin Nurokhman

Kepada Muhsinin yang telah memberikan Donasinya, kami ucapkan:

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرَ الْجَزَاءِ
Mudah-mudahan Allah memberikan balasan yang lebih baik untuk kalian.

Catatan:
# Untuk memudahkan pencatatan laporan donasi, mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke: +62 812-8103-576 (Asep Saepudin)

✉ Format konfirmasi:
Infaq Transfer

Contoh:
Infaq #17/8/2015 #50.000 #

Raih amal sholih, sebarkan informasi ini...

https://www.arrahmah.com/news/2015/09/12/tip-dan-trik-mudah-menghafal-quran-dengan-rumus-20x20.html

Khawatir Kebaikan Segera Dibalas Di DuniaOleh: Abu Hamzah(abuhamzah.web.id)Saudaraku, dunia adalah tempat untuk mengumpu...
11/09/2015

Khawatir Kebaikan Segera Dibalas Di Dunia

Oleh: Abu Hamzah
(abuhamzah.web.id)

Saudaraku, dunia adalah tempat untuk mengumpulkan bekal menghadapi perjalanan panjang di akhirat. Dunia bukan tempat tinggal abadi yang di sini kita akan mendapatkan balasan akan perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan.

Pada suatu hari dibawakan makanan untuk Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu 'anhu. Beliau berkata, “Telah terbunuh Mush'ab bin 'Umair radhiallahu 'anhu, orang yang lebih baik dariku, dan tidak didapati kain untuk mengkafaninya kecuali burdah. Hamzah ~atau orang lain~ radhiallahu 'anhu yang lebih baik dariku terbunuh dan tidak didapati kain untuk mengkafaninya kecuali burdah. Sungguh aku takut disegerakan balasan atas perbuatan-perbuatan baik kita di kehidupan dunia ini.”

Kemudian beliau menangis.

(Muqtathafat Min Mawa'izhish Shahabah)

Demikianlah kegelisahan dan ketakutan seorang sahabat mulia yang dikejar-kejar oleh dunia. Seorang sahabat yang diluaskan rezekinya oleh Allah subhanahu wata'ala. Kekayaan yang melimpah bukannya menjadikan beliau senang dan terlena dengan kenikmatan hidup dunia. Akan tetapi semua itu menjadikan beliau semakin takut jika ternyata kenikmatan dunia tersebut menjadi balasan yang disegerakan di dunia sehingga di akhirat beliau tidak mendapatkan apa-apa lagi.

Saudaraku, demikianlah akhlak sahabat mulia, Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu 'anhu dalam menyikapi nikmat dunia. Akhlak inilah yang menjadikan beliau sebagai seorang yang sangat dermawan dan ringan mengeluarkan hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah subhanahu wata'ala. Mari kita evaluasi diri kita, dimanakah posisi kita dibandingkan dengan beliau dalam menyikapi nikmat dunia?

Semoga Allah merahmati dan meridhai Abdurrahman bin 'Auf radhiallahu 'anhu dan menjadikan kita juga memiliki rasa takut terhadap kenikmatan dunia sebagaimana beliau.

* Burdah: pakaian bergaris dengan bagian bawah terbuka.

بارك الله فيكم

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Donasi untuk biaya operasional bulanan dan Program Pengembangan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Furqon bisa dikirimkan ke salah satu rekening berikut:
1. BNI Syariah norek 5566990008 a.n. Yayasan Risalatuttauhid
2. BCA norek 4060364660 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Mandiri norek 9000033015901 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Muamalat norek 1250003044 a.n. Asep Saepudin
4. BRI Syariah norek 1010846265 a.n. Amin Nurokhman

Kepada Muhsinin yang telah memberikan Donasinya, kami ucapkan:

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرَ الْجَزَاءِ
Mudah-mudahan Allah memberikan balasan yang lebih baik untuk kalian.

Catatan:
# Untuk memudahkan pencatatan laporan donasi, mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke: +62 812-8103-576 (Asep Saepudin)


Format konfirmasi:
Infaq Transfer

Contoh:
Infaq #17/8/2015 #50.000 #

Raih amal sholih, sebarkan informasi ini...


http://www.ponpes-alfurqon.com/2015/09/khawatir-kebaikan-segera-dibalas-di.html

Bekal Untuk Perjalanan JauhOleh: Abu Hamzah Dari Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah, berkata: Abu Dzat Al-Ghifari radhiallah...
10/09/2015

Bekal Untuk Perjalanan Jauh

Oleh: Abu Hamzah

Dari Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah, berkata: Abu Dzat Al-Ghifari radhiallahu 'anhu berdiri di sisi Ka'bah lalu berkata, “Wahai manusia, aku Jundub Al-Ghifari. Kemarilah kalian pada saudara yang menginginkan kebaikan dan menyayangi kalian.”

Maka manusia berkumpul di sekelilingnya.

Dia berkata, “Apa pendapat kalian jika seseorang hendak bepergian jauh, bukankah dia akan membawa bekal yang cukup dan bisa menyampaikan pada tujuan?”

“Benar,” jawab mereka.

Ilustrasi: Perjalanan Jauh

Dia berkata, “Sesungguhnya perjalanan di hari kiamat lebih jauh dari yang kalian tuju, karena itu ambillah bekal yang cukup untuk kalian!”

Mereka bertanya, “Apa bekal yang cukup bagi kami?”

Dia menjawab, “Laksanakanlah haji untuk menghadapi perkara-perkara yang besar! Berpuasalah pada hari yang sangat panas untuk menghadapi panjangnya waktu berkumpul di padang Mahsyar! Shalatlah dua rakaat di tengah gelapnya malam utk menghadapi kejamnya kubur! Ucapankanlah ucapan yang baik dan diamlah dari ucapan yang buruk untuk menghadapi situasi menakutkan ketika menghadap Allah pada hari kiamat! Bersedekahlah dengan hartamu agar kau selamat dari kesusahan pada hari kiamat! Jadikanlah dunia menjadi dua majelis: 1 majelis untuk mendapatkan akhirat dan 1 majelis untuk mendapatkan yang halal. Sedangkan yang ke-3 membahayakanmu dan tidak bermanfaat padamu lagi tidak kau inginkan. Jadikanlah hartamu 2 dirham: 1 dirham kau nafkahkan pada keluargamu dari yang halal dan 1 dirham kau persiapkan untuk akhiratmu. Sedangkan yang ke-3 membahayakanmu dan tidak bermanfaat padamu lagi tidak kau inginkan.”

Lalu dia memanggil dengan suara keras, “Wahai manusia, sungguh kalian telah dibunuh oleh keinginan yang berlebihan terhadap dunia yang tidak akan pernah kau dapatkan selamanya.”

(Al-Muqtathafat Min Mawa'izhish Shahabah)

بارك الله فيكم

http://www.ponpes-alfurqon.com/2015/09/bekal-untuk-perjalanan-jauh.html

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Donasi untuk biaya operasional bulanan dan Program Pengembangan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Furqon bisa dikirimkan ke salah satu rekening berikut:
1. BNI Syariah norek 5566990008 a.n. Yayasan Risalatuttauhid
2. BCA norek 4060364660 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Mandiri norek 9000033015901 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Muamalat norek 1250003044 a.n. Asep Saepudin
4. BRI Syariah norek 1010846265 a.n. Amin Nurokhman

Kepada Muhsinin yang telah memberikan Donasinya, kami ucapkan:

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرَ الْجَزَاءِ
Mudah-mudahan Allah memberikan balasan yang lebih baik untuk kalian.

Catatan:
# Untuk memudahkan pencatatan laporan donasi, mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke: +62 812-8103-576 (Asep Saepudin)

✉ Format konfirmasi:
Infaq Transfer

Contoh:
Infaq #17/8/2015 #50.000 #

Raih amal sholih, sebarkan informasi ini...

Hakikat ImanOleh: Abu HamzahSaudaraku, Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma menjelaskan tentang hakikat iman dari sisi...
10/09/2015

Hakikat Iman

Oleh: Abu Hamzah

Saudaraku, Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma menjelaskan tentang hakikat iman dari sisi praktik kehidupan sehari-hari:

وَهَلِ الإِيْمَانُ إِلاَّ الْحُبُّ فِي ﷲِ وَالْبُغْضُ فِي ﷲِ؟!

"Bukankah iman itu kecuali mencintai karena Allah dan membenci karena Allah?"

Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma berkata: “Demi Allah, jika aku puasa di siang hari tanpa membatalkannya, shalat malam tanpa tidur, menginfakkan hartaku di jalan Allah, dan aku mati ~pada hari aku mati~ sedangkan dalam hatiku tidak ada kecintaan pada orang-orang yang taat pada Allah dan kebencian pada orang-orang yang bermaksiat pada Allah maka semua itu tidak bermanfaat sama sekali untukku.” (Al-Muqtathafat Min Mawa'izhish Shahabah)


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ikatan iman yang paling kuat adalah loyalitas karena Allah dan memusuhi karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah 'azza wa jalla." (Shahih Al-Jami' no. 2539)

Demikianlah saudaraku, praktik iman yang dipahami oleh salafush sholih. Inilah yang setan tidak ridha ada pada diri kita sehingga dihembuskanlah dalam diri kita kebencian kepada sesama muslim hanya karena perbedaan paham dalam masalah khilafiyah, hanya karena berbeda jamaah, dan hanya karena berbeda pendapat dalam menentukan prioritas perjuangan yang harus dilakukan dalam memperjuangkan Islam yang seharusnya kita wajib bersikap toleran dan saling menghormati. Jika kita mau merenungi dalam-dalam sesungguhnya perbedaan dalam menentukan prioritas perjuangan jika disatukan akan menjadi barisan yang rapi dan kokoh, satu sama lain saling melengkapi kekurangan yang ada dan saling menguatkan.

Demikian juga setan tidak ridha, kecuali menyebar luaskan kecintaan pada para pelaku maksiat. Lihatlah bagaimana setan betul-betul telah mencetak kader-kader pelaku maksiat kemudian dicitrakan bahwa mereka adalah sosok-sosok panutan yang berkemajuan, modern, dan bergelimang harta. Sedangkan para pelaku ketaatan dicitrakan sebagai manusia bodoh, keras kepala, terbelakang, hidup penuh kekurangan, teroris, tidak menjunjung HAM, dll.

Inilah zaman yang kita dan anak-anak kita hadapi. Tentunya di zaman anak-anak kita kelak, ini akan menjadi lebih buruk lagi.

Ya Allah, tumbuh suburkanlah dalam hati kami kecintaan pada saudara-saudara kami sesama muslim & karuniakanlah sifat lemah lembut kepada kami dalam bergaul dengan mereka.

Catatan:
Membenci pelaku maksiat dari kalangan orang-orang mukmin sesuai dengan kadar maksiatnya. Kita mencintainya karena imannya dan kita membencinya karena maksiatnya. Kita tidak mencintainya secara total dan tidak p**a membencinya secara total, sesuai dengan kadar iman dan kemaksiatannya.

بارك الله فيكم

http://www.ponpes-alfurqon.com/2015/09/hakikat-iman.html

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Donasi untuk biaya operasional bulanan dan Program Pengembangan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Furqon bisa dikirimkan ke salah satu rekening berikut:
1. BNI Syariah norek 5566990008 a.n. Yayasan Risalatuttauhid
2. BCA norek 4060364660 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Mandiri norek 9000033015901 a.n. Asep Saepudin
3. Bank Muamalat norek 1250003044 a.n. Asep Saepudin
4. BRI Syariah norek 1010846265 a.n. Amin Nurokhman

Kepada Muhsinin yang telah memberikan Donasinya, kami ucapkan:

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرَ الْجَزَاءِ
Mudah-mudahan Allah memberikan balasan yang lebih baik untuk kalian.

Catatan:
# Untuk memudahkan pencatatan laporan donasi, mohon setelah transfer konfirmasi via SMS/WA ke: +62 812-8103-576 (Asep Saepudin)

✉ Format konfirmasi:
Infaq Transfer

Contoh:
Infaq #17/8/2015 #50.000 #

Raih amal sholih, sebarkan informasi ini...

Aplikasi Al-Qur'an satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikat tanda tashih dari Lajnah Pentashih Al-Qur'an In...
03/09/2015

Aplikasi Al-Qur'an satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikat tanda tashih dari Lajnah Pentashih Al-Qur'an Indonesia.

Salaam: Aplikasi Al-Qur'an Android Spesial dari Samsung Abu Hamzah 15.06 Abu Hamzah Pertama di Indonesia, aplikasi Islam dari Samsung Indonesia yang menggunakan Al-Qur’an versi digital yang telah mendapatkan Sertifikat Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Te…

KANGENUjian terberat ketika tinggal di Pondok Pesantren ternyata bukan makanan yang tidak selezat buatan Ummi di rumah. ...
25/08/2015

KANGEN

Ujian terberat ketika tinggal di Pondok Pesantren ternyata bukan makanan yang tidak selezat buatan Ummi di rumah. Juga bukan karena tempat tidurnya tidak senyaman kasur di kamar. Juga bukan karena aktivitas padat terpantau selama 24 jam. Bukan itu semua... Ternyata... ujian yang sangat berat itu adalah "kangen pada rumah". Dikala sendiri, tidak ada aktivitas, tiba-tiba kangen pada Abi dan Ummi di rumah. Bagaimana kabar mereka berdua sekarang? Siapa lagi yang membantu Ummi mengajak main adik karena adik kecilku selalu mengganggu Ummi yang sedang sibuk masak di dapur. Atau siapa lagi yang membantu Ummi bersih-bersih dan merapikan rumah di pagi hari? In syaa Allah Abi yang akan menggantikan semua tugas-tugasku membantu Ummi di pagi hari. Ah... kasihan Abi... beliau sudah sangat lelah mencari nafkah, pagi-pagi masih harus disibukkan dengan membantu Ummi mengurus adik, bersih-bersih rumah, dll.

Juga kangen pada adik dan kakakku, walaupun ketika kumpul di rumah tidak pernah absen bertengkar dan berebut sesuatu tiap hari. Sekarang mereka tidak ada di sini. Aku di sini sendiri. Tidak ada saudara.

Kakek dan nenekku, bagaimana kabar mereka berdua? Mereka sangat sayang kepadaku, bahkan cenderung sangat memanjakanku. Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi, memberi petunjuk, dan memudahkan urusan mereka semua. Aamiin.

Saudara-saudaraku, kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah. Inilah sekelumit potongan perjalanan hidup anak-anak kita di Ponpes Al-Furqon dalam menuntut ilmu. Setelah sekitar 1 bulan anak-anak mukim di Ponpes, ujian KANGEN inilah yang sedang mereka hadapi sekarang. Sebagai manusia biasa, wajar jika mereka merasakan hal itu. Dan memang demikianlah seharusnya, karena ini pertama kali mereka tinggal jauh dari rumah, jauh dari orang tua dan adik kakaknya.

Tentu para Asatidz telah berupaya dengan berbagai macam cara agar mereka betah tinggal di Ponpes Al-Furqon. Namun tentu, tidak cukup itu. Dukungan dari orang tua harus seiring dan sejalan dengan usaha yang telah dilakukan oleh para Asatidz. Intinya bagaimana caranya mereka betah dan bisa mengatasi rasa KANGENnya. Tentu, para orang tua punya harapan besar menitipkan anaknya untuk dibina di Ponpes Al-Furqon. Mudah-mudahan Allah semakin meneguhkan harapan itu sehingga orang tua pun bisa memberi motivasi kepada anak-anaknya masing-masing agar bersabar ketika menghadapi berbagai macam ujian menuntut ilmu. Semua harus dilandasi karena mengharapkan ridha Allah subhanahu wata'ala.

Marilah saudara-saudaraku, kita doakan dalam doa khusyu' kita kepada Allah, mudah-mudahan mereka, 7 orang santri tersebut diberi kemampuan oleh Allah untuk melewati masa-masa ini dengan baik. Mudah-mudahan mereka diberi keistiqomahan dalam menempuh perjalanan menuntut ilmu sehingga kelak mereka menjadi seorang muslim yang BASHTHATAN FIL 'ILMI WAL JISMI (luas ilmunya dan kuat fisiknya).

آمين يا رب العالمين

بارك الله فيكم

gambar: http://gambardp.com/kump**an-gambar-dp-bbm-kangen-kampung-halaman/

Ust. Surip Hidayat, SPd.I, seorang guru yang kreatif. Beliau tidak hanya berpikir bagaimana anak-anak didiknya memahami ...
25/08/2015

Ust. Surip Hidayat, SPd.I, seorang guru yang kreatif. Beliau tidak hanya berpikir bagaimana anak-anak didiknya memahami pelajaran yang disampaikan, tapi beliau juga berpikir bagaimana mereka selalu mendapatkan suasana baru dalam pelajaran. Mudahan-mudahan usaha beliau ini mendapatkan ridha dari Allah subhanahu wata'ala.

25/08/2015
23/08/2015

Profil Ma'had Tahfizhul Qur’an Al-Furqon Cileungsi Bogor

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Furqon didirikan oleh Yayasan Risalatuttauhid yang memiliki Akta Notaris No. 13, tanggal 20 Juli 2011 di Desa Mampir, Kampung Peundeuy RT 18/9, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk menjawab tantangan era globalisasi dengan pelbagai dampak positif dan negatifnya.

VISI:
Terwujudnya Generasi Qur’ani yang Basthatan Fil 'Ilmi Wal Jismi

MISI:
- Mewujudkan generasi penghafal Al-Qur’an
- Menciptakan generasi qur’ani yang kuat secara ilmu dan fisik
- Mencetak kader-kader Islam yang berakidah Ahlussunnah Waljamaah
- Membentuk generasi yang berakhlakul karimah.

Baca selengkapnya di: http://www.ponpes-alfurqon.com/2015/08/profil-pondok-pesantren-tahfizhul-quran.html

Alhamdulillah anak-anak santri sudah bisa belajar komputer sambil praktek walaupun dari 7 unit komputer yang ada baru 2 ...
21/08/2015

Alhamdulillah anak-anak santri sudah bisa belajar komputer sambil praktek walaupun dari 7 unit komputer yang ada baru 2 unit yang bisa dipakai karena dari beberapa monitor yang ada baru 2 monitor yang bisa dipakai.

Address

Kampung Peundeuy, RT 18 RW 9 Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor
Cileungsi
16820

Opening Hours

Monday 09:00 - 15:00
Tuesday 09:00 - 15:00
Wednesday 09:00 - 15:00
Thursday 09:00 - 15:00
Friday 09:00 - 15:00
Saturday 09:00 - 15:00
Sunday 09:00 - 15:00

Telephone

+6281281033576

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ma'had Tahfizhul Qur’an Al-Furqon Cileungsi Bogor posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ma'had Tahfizhul Qur’an Al-Furqon Cileungsi Bogor:

Shortcuts

Share

Category