14/11/2021
✨ Hasil catatan Terbaik: Ukhty Asri ✨
"BENTENG PERTAHANAN DARI TIPU DAYA SETAN"
-Ustadzah Ummu Faynan Arfah Nur Laila Al- Makkiyah, Lc.M.A Hafidzahallah
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman tentang bagaimana iblis bersumpah untuk menyesatkan manusia dalam Q.S Al-A'raf : 16-17
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ,
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur ."
Walaupun setan menggoda manusia tetapi Allah dengan kasih sayangnya menjaga manusia yang senantiasa bertauhid.
Benteng pertahanan :
Berjihad dengan senjata ilmu yg bermanfaat dan kesabaran
Jihad melawan setan :
1. menolak syubhat dan keraguan, jihad dengan menolak syubhat dan keraguan diakhiri dengan keyakinan
2. Menolak syahwat dan kehendak-kehendak yg rusak yg dilempar setan kepada hamba, Jihad dg menolak syahwat dan kehendak-kehendak yg rusak diakhiri dengan takwa dan kesabaran.
Secara rinci cara kita membentengi diri dari tipu daya setan, yaitu :
1.) Beriman dan bertauhid dengan sebenar-benarnya,
yakni beribadah dengan ikhlas, bertawakal, beramal sholeh sesuai sunnah.
Seluruh kekuasan dan kesempurnaan hanya milik Allah, seorang yang ditolong oleh Allah tidak akan dicelakakan oleh siapapun,
Dalilnya :
📖QS. Shad : 82 & 83,
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,"
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
"kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka."
2. ) Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman as-salafus Sholih.
Ketika Allah menurunkan manusia ke muka bumi, sesungguhnya mereka diberi petunjuk
Dalil nya :
📖QS. Az-Zukhruf :36
وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya."
📖Al-An'am :153
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa."
📖QS. An-Nisa :115
وَمَنْ يُّشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."
3.) Berlindung kepada Allah dari godaan/gangguan setan
Allah memerintahkan agar manusia berlindung kepadaNya dari gangguan setan.
Setan ada 2 jenis yaitu ; manusia dan jin
Setan dari jenis manusia kita harus tetap berlemah lembut. Dan dari golongan jin kita
memohon perlindungan kepada Allah.
Allah berfirman,
📖 QS. Al- Mu'minun : 97 & 98
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
97.Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَّحْضُرُونِ
98.Dan aku berlindung (p**a) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku".
Istiadzah yg dimaksud yaitu secara umum, kapan saja kita dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah, adapun waktu-waktu tertentu diantaranya;
- saat di ganggu setan
- gangguan didalam solat
- saat dalam keadaan marah
- saat membaca Al-Qur'an
- saat masuk masjid
- saat masuk wc
- saat dengar suara keledai
- saat hendak berjima
- saat dzikir pagi petang
- ketika singgah di suatu tempat
- ketika tidur
- ketika mimpi buruk
4.) Membaca Al-Qur'an
Hikmah Allah menciptakan Al-Qur'an diantaranya sebagai obat dan penawar bagi orang-orang yg beriman.
Allah Ta'ala berfirman
📖 Al- Isra : 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا ،
“jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan,.”
(Hadits Riwayat Imam Ahmad)
✨janganlah jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan(menunjukkan bahwa dikuburkan tidak dianjurkan untuk baca Al-Qur'an)
✨ sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah.
Setan telah membukakan salah satu rahasianya kepada Abu Hurairah,
'Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mewakilkan padaku untuk menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Lalu ada seseorang yang datang dan menumpahkan makanan dan mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku pun sangat membutuhkan ini.” Abu Hurairah berkata, “Aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.”
Aku pun tahu bahwasanya ia akan kembali sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Aku pun mengawasinya, ternyata ia pun datang dan menumpahkan makanan, lalu ia mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Biarkanlah aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku tidak akan kembali setelah itu.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun menaruh kasihan padanya, aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya pergi.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.”Pada hari ketiga, aku terus mengawasinya, ia pun datang dan menumpahkan makanan lalu mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sudah kali ketiga, engkau katakan tidak akan kembali namun ternyata masih kembali. Ia pun berkata, “Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia pun menjawab, “Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun melepaskan dirinya dan ketika pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padaku, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311).
5.) Memperbanyak dzikir
Benteng yang sangat kokoh untuk melindungi diri dari gangguan setan yaitu dengan dzikrullah.
6.) Bergabung dengan umat islam dengan melaksanakan berbagai ibadah secara berjama'ah, seperti sholat fardhu secara jama'ah bagi laki-laki.
📌Setan akan menerkam yang sedang sendirian.
7.) Mengetahui tipu daya setan sehingga mewaspadainya
Dalilnya:
📖An-Nur : 21
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَّلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَّشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
8.) Menyelisihi setan dan menjauhi sarana-sarananya
Setan makan dengan tangan kirinya, maka kita
menyelisihinya dengan makan menggunakan tangan kanan,
Setan tidak qaiululah maka kita menyelisihinya dengan tidur siang/ qailulah.
9.) Meyakini kelemahan tipu daya setan
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
📖QS. An-Nisa : 76
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah."
Diantara kelemahannya : dia tidak masuk kerumah yang ketika memasukinya membaca bismillah, tidak makan makanan yg menyebut bismillah.
10.) Taubat dan istighfar
Selalu bertaubat dan beristighfar ketika melakukan kesalahan atau suatu dosa.