11/03/2017
Late post
*MABIT āMenjadi Jamaah Muslim yang Tangguh di Segala Situasi dan Kondisiā*
Alhamdulillah, pada tanggal 22 ā 23 Februari 2017 telah terlaksana kegiatan Mabit yang telah diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 4 dan 5 SDIT Insantama Cilegon. Dua siswa kelas 5 berhalangan ikut dikarenakan sakit dan kepentingan keluarga sehingga kegiatan Mabit kali ini diikuti oleh 72 siswa dan siswi ditambah dengan para pendampingnya yang berjumlah 9 orang yang berasal yang berasal dari guru dan staff sekolah.
Mabit merupakan salah satu dari sekian rangkaian pembinaan kesiswaan yang harus dilalui oleh siswa-siswi SDIT Insantama. Pembinaan mabit kelas 4 dan 5 kali ini dilaksanakan di tempat terbuka dengan konsep _camping_/perkemahan di lahan milik Ustadz Ali M***i yang bekerja sehari-hari sebagai pengajar di Ponpes Al-Irsyad. Tepatnya di Jalan Tubui No.1, Taman Firdaus Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang ā Banten.
Kegiatan mabit dengan konsep _camping_/perkemahan ini merupakan mabit yang pertama kali dilaksanakan oleh kelas 4 dan 5 angkatan 2016/2017 dan baru kedua kalinya semenjak SDIT Insantama Cilegon berdiri. Mabit dengan _camping_/perkemahan ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab siswa secara mandiri maupun team building, survive, dan taqorrub ilallah.
Jam 07.00 ananda berdatangan membawa perlengkapan mabitnya. Semua PAK menyambut dan mengecek satu persatu perlengkapan yang dibawa.
Peserta mabit terbagi dalam 7 kelompok yang terdiri dari 4 kelompok ikhwan dengan setiap kelompok berjumlah 11 ā 12 siswa dan 3 kelompok akhwat dengan setiap kelompok terdiri dari 8 ā 9 siswi. Tiap kelompok didampingi oleh satu guru PAK.
Jam 07.30 ananda apel qiroati yang merupakan rutinitas setiap harinya di SDIT Insantama Cilegon.
Jam 08.00 acara Mabit kelas 4 dan 5 dibuka oleh Ustadz Ajat Sudrajat, S.Pd.I selaku kepala sekolah SDIT Insantama Cilegon.
Jam 08.30 ananda beserta para PAK-nya berangkat menuju lokasi mabit dengan 5 mobil untuk penumpang dan 1 mobil untuk barang.
Jam 09.00 ananda sampai di kecamatan Waringin Kurung.
Sebelum ke lokasi mabit, Ananda beserta PAK mengagendakan kunjungan terlebih dahulu ke Polsek Waringin Kurung. Kunjungan ini dilakukan bertujuan untuk menambah wawasan siswa mengenai tugas kepolisian beserta jajarannya juga pengenalan dari divisi-divisinya. Rombongan ananda disambut hangat oleh Bapak Suwedi selaku Bimas Polsek Waringin Kurung. Beliau menjelaskan bagian-bagian dari jajaran kepolisian. Beliau juga memperkenankan kepada Ananda melihat ruangan-ruangan yang ada di kantor tersebut beserta fungsinya. Ketika melihat ruangan sambil mengantri, ananda terlihat begitu antusias mengikuti arahan dari Bapak Suwedi. Bahkan ada yang coba masuk sel untuk merasakan bagaimana rasanya ada di penjara. Setelah melihat beberapa ruangan yang ada di Mapolsek Waringin Kurung, Ananda kembali berbaris untuk persiapan menuju lokasi mabit. Sebelum pamit, Bapak Suwedi mengingatkan kepada Ananda bagaimana cara menjaga diri dari adanya tindakan kriminalitas beserta penanganannya. Setelah itu, Ananda langsung pamit dan bersalaman terlebih dahulu kepada bapak-bapak kepolisian untuk berangkat ke lokasi mabit.
Jam 10.00 ananda sampai di lokasi mabit. Setelah sampai, ananda membawa peralatan yang sudah dibawa dan juga persiapan untuk mendirikan tenda. Setelah itu, Ananda yang dibimbing dengan para PAK-nya mulai mendirikan tenda di tempat yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Ananda begitu bersemangat dan bergotong-royong mengerjakannya. Ada pemandangan yang menarik ketika pendirian tenda sedang berlangsung, yaitu ketika ananda sudah mengetahui bahwa waktu sholat dzuhur telah tiba, mereka secara bergantian sholat dzuhur tanpa harus menunggu komando dari masing-masing PAK-nya. Alhamdulillah ternyata kesadaran akan kewajibannya sebagai seorang muslim, salah satunya kewajiban sholat sudah terbentuk pada diri ananda. Dan Alhamdulillah, pada akhirnya pada pukul 14.00 semua tenda yang berjumlah 7 tenda dan 1 tenda kecil telah didirikan.
Jam 14.00 ananda beserta para PAK-nya kembali bergotong-royong untuk memasak. Hal ini bertujuan agar ananda bisa belajar untuk menyiapkan makanan dari bahan mentah menjadi makanan yang siap untuk dimakan. Dan uniknya, ananda tidak memakai kompor minyak atau kompor gas, tetapi tungku yang saat ini sudah jarang digunakan. Hal ini bertujuan agar ananda bisa merasakan dan mampu membuat tungku yang belum pernah memakai sebelumnya agar bisa merasakan bagaimana orang-orang zaman dahulu memasak hanya dengan menggunakan tungku yang memang tidak praktis seperti kompor gas yang umum digunakan saat ini.
Ananda dengan semangat mengambil batako yang ada di lokasi untuk dijadikan tungku. Kemudian mengambil kayu bakar yang telah disiapkan sebelumnya. Dan Alhamdulillah, setelah menyala, ananda menanak nasi terlebih dahulu. Setelah menanak nasi, ananda mulai memasak pelengkapnya yaitu ada ayam, tempe, tahu, sayuran sampai bumbu-bumbunya juga disiapkan.
Jam 15.40 ketika waktu sholat Ashar sudah masuk, ananda sholat Ashar secara bergiliran. Alhamdulillah untuk kedua kalinya ananda melaksanakan sholat Ashar dengan penuh kesadaran tanpa menunggu komando dari PAK-nya.
Dan Qadarullah, pada pukul 16.30 cuaca mulai mendung dan akhirnya turun hujan yang lumayan lebat. Ananda segera memasuki tendanya masing-masing untuk berlindung. Karena hujan turun lumayan lama, maka ananda diarahkan oleh para PAK-nya ke rumah warga yang ada sekitar lokasi mabit. Alhamdulillah meskipun hujan turun, keadaan ananda tetap sehat walafiat.
Setelah keadaan mulai tenang, Ustadz Ajat Sudrajat S.Pd.I menyampaikan nasihat kepada ananda tentang acara Mabit yang sedang berlangsung agar senantiasa untuk tetap disyukuri walaupun hujan turun dan tidak bisa menginap di tenda karena hujan merupakan salah satu anugerah Allah Swt kepada makhluk-Nya.
Pukul 18.20 ananda sholat Maghrib secara berjamaah dengan imamnya Ust. Ajat Sudrajat, S.Pd.I. Setelah sholat maghrib, ananda beserta para PAK-nya makan malam bersama dengan menunya adalah nasi dan lauk-pauk hasil dari memasak ananda. Alhamdulillah makanan terasa nikmat sampai-sampai lauknya habis. Ternyata dengan menu yang seadanya dan racikan dari tangan-tangan kreatif ananda, ananda bisa menikmati hasil dari jerih payah selama memasak dimulai dari persiapan tungku, sampai masakannya matang, benar-benar dinikmati oleh kami para PAK juga ananda.
Pukul 19.30 ananda sholat Isya secara berjamaah. Setelah sholat Isya dan selesai berdzikir agenda dilanjutkan dengan Nobar (Nonton Bareng) yang kontennya mengenai kisah seorang anak muda yang awalnya berada dalam masa jahiliyyah menemukan jalan kebenaran yaitu Islam sehingga anak muda tersebut setelah mengenal Islam, selalu beraktivitas sesuai dengan aturan Allah sehingga mendapatkan ketenangan dalam hidup. Selain itu, diputar juga video bagaimana keadaan muslim saat ini beserta solusi permasalahannya yaitu kembali dengan Islam.
Pukul 22.00 ananda menuju agenda berikutnya, yaitu berlayar ke Pulau Kapuk untuk beristirahat.
Pukul 03.30 ananda dibangunkan untuk melaksanakan sholat Tahajjud secara mandiri dan Jurit Malam. Setelah sholat Tahajjud, ananda melakukan jurit malam. Agenda Jurit Malam ini tujuannya adalah untuk meningkatkan sikap keberanian ananda walaupun dalam keadaan gelap dimana pun berada dan tidak takut terhadap apa pun kecuali hanya takut kepada Allah Swt. Agenda jurit malam diawali dengan diberinya sebuah catatan kepada setiap kelompok sebagai petunjuk bagi ananda bagaimana ananda harus bersikap dan apa yang harus diucapkan ketika berjalan di tengah kegelapan malam dan ketika menemukan sesuatu yang menakutkan. Lalu ananda diarahkan ke sebuah āmakamā (simulasi) dengan niat untuk bertakziyah dan bagaimana adab yang harus dilakukan oleh seorang muslim ketika memasuki makam beserta doa yang harus ananda ucapkan ketika bertakziyah. Dan Alhamdulillah jurit malam terlaksana dengan baik meskipun ada sebagian dari ananda yang merasa ketakutan ketika menemukan āsosokā yang ada di sekitar āmakamā khususnya dari kelompok akhwat.
Setelah agenda jurit malam selesai, ananda khususnya kelompok ikhwan bergegas ke mushola yang kebetulan berada di areal kantor kecamatan Waringin Kurung untuk melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah. Setelah selesai sholat dan berdzikir, agenda dilanjutkan dengan BSI (Bina _Syakhsiyah Islamiyah_) yang disampaikan oleh Ustadz Sumantri, S.Pd.I dengan tema āBagaimana Akhlaq Seorang Muslimā.
Setelah itu, ananda kembali ke lokasi mabit untuk merapihkan tenda beserta barang-barang untuk persiapan pulang. Setelah semua barang dan tenda dirapihkan, ananda sarapan pagi bersama para PAK-nya.
Pukul 07.30 ananda berbaris untuk acara penutupan mabit yang diwakili oleh Ustadz Wildan, pengumuman kelompok yang berhasil melewati jurit malam dengan baik oleh Ustadzah Yulia Eka dan penyampain wejangan atau nasihat oleh Ustadz Ali M***i yang merupakan tokoh setempat sekaligus pemilik lahan yang digunakan untuk mabit. Setelah itu, ananda berpamitan untuk pulang dengan bersalaman satu persatu dengan beliau.
Pukul 08.30 ananda kembali pulang ke SDIT Insantama Cilegon dan menunggu jemputan dari umi/abinya di sekolah.
Alhamdulillah, banyak hikmah dan pelajaran dari mabit kelas 4 dan 5 kali ini. Meskipun cuaca sempat hujan dan tak bisa menginap di tenda sesuai dengan rencana awal, namun Alhamdulillah berkat rahmat Allah Swt. agenda mabit berjalan dengan lancar. Semoga dengan mabit ini, sikap kemandirian, kedewasaan, disiplin, tawakkal, dan qonaah ananda semakin tumbuh dan tetap istiqomah dalam menjaga ketakwaannya kepada Allah Swt di segala situasi dan kondisi dimana pun ananda berada. Aamiin!!![WS]