Alumni Smp N 2 Cilacap

Alumni Smp N 2 Cilacap Cara Pemesanan harus 5 jam sebelum pengiriman yaaa…
Kami menerima pesanan *PULUHAN* *RATUSAN* hin

07/10/2024

Sahabatku yang baik

NAFSU itu seperti meminum air laut... semakin diminum, semakin haus, dan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu.. cenderung tidak peduli kepada orang lain.

Dalilnya ada pada Quran Surat Sad [38] Ayat 26 :

يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَٰكَ خَلِيفَةً فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

14/02/2021

Apa saja yang bisa berubah dalam waktu satu tahun? Banyak, termasuk diri kamu sendiri. Sayangi dirimu dan mulailah dengan kebiasaan yang baik, untuk mencapai versi terbaikmu.

Terapkan Kaizen.
Pelajari dan perbaiki. Karena esok harus lebih baik dari hari ini.

Kalau Teman teman sudah mengubah kebiasaan apa saja untuk menjadi lebih baik tahun ini?

Sebesar besarnya kehilangan ialah,kehilangan diri sendiri.Dan menjadi diri sendiri,berarti siap menghadapi kesunyian.per...
21/11/2020

Sebesar besarnya kehilangan ialah,kehilangan diri sendiri.Dan menjadi diri sendiri,berarti siap menghadapi kesunyian.perjalanan menemukan dan menjadi diri sendiri,tak mungkin jika hanya bertabur tawa dan bahagia.harus lengkap,ada tangis,perih dan pedih. semua itu agar jiwa menyatu secara paripurna.😊🕊️🕊️🕊️🤍🤍 🌼🌼

JOPO MONTRO KELUARGA SAKINAHSaya di nasehati Mbah saya, jika ingin keluarganya Sakinah maka harus diamalkan Japamantera ...
18/10/2020

JOPO MONTRO KELUARGA SAKINAH

Saya di nasehati Mbah saya, jika ingin keluarganya Sakinah maka harus diamalkan Japamantera ini :

NGACENG MENGKERET
MLEBU METU
MLUMAH MENGKUREB
MEREM MELEK
MANTHUK-MANTHUK

Seketika saya tertawa terbahak-bahak Niku estu nopo guyon Mbah....?

Jawab Simbah, iki bener cong.. ,Ora mbodoni. Ngandel ora ngandel amalno ae. Insyaalloh keluargamu dadi Sakinah...

Tapi kudu ngerti maksude seng sak benere...

Nopo niku Mbah...?tanyaku.

Ngene cong..
Kang dimaksud NGACENG MENGKERET iku, naliko bojomu kenceng alias ngamok(marah), emosi, marah-marah,Monggo kowe kudu mengkeret, alias kendo, ojo dilayani kanthi ngamok-ngamok..

Oh..Ngoten to Mbah. Tiwas pikiran kulo ngeress...

Lanjut Simbah, Lah sing dimaksud MLEBU METU iku, antarane awakmu lan bojomu kudu saling memberi masukan dan menerima masukan, Saling menasehati,Wa tawashou bil haqqi wa tawashou bis shobri
Ow ngono tho..

Lajeng ingkang dipun maksud MLUMAH MENGKUREP ? Tanyaku dengan kepo...

MLUMAH iku ketok ngarepe, MENGKUREP iku katok ngurine,Maksude, antarane suami istri iku kudu saling terbuka, Gak oleh ono sing ditutup-tutup'i Gak keno ono sing diumpetake. Gak oleh ono kebohongan dan dusta diantara keduanya, Baik itu soal komunikasi, pergaulan sosial, ekonomi maupun lainnya, harus saling jujur. Kebohongan merupakan residu penghancur hubungan...
Kudu bloko suto...

Terus, MEREM MELEK artosipun menopo Mbah...?

Nah, MEREM maksudnya kita harus menutup kekurangan dan aibnya bojomu,Jangan sekali-kali kekurangan diungkit-ugkit apalagi diceritakan kepada orang lain,Cukup berdua saja yang tahu...

MELEK artinya kita harus mengakui, mengapresiasi kebaikan dan jasa bojomu. Lumrahe menungso, gara-gara kesalahan sepisan iso ngilangno kebaikan sing luwih akeh,gara-gara kekurangan sithik, iso ngilangi kelebihan sing luwih akeh.
Umpamane, bojomu sedino iki ngamok Ora opo-opo Lagi sedino, padahal wis lawase sewulan, piyambake apik sabar gak nesu. Ngono lho cong...

Ingkang terakhir Mbah, kok MANTHUK-MANTHUK...?

" MANTHUK-MANTHUK, iku tondo bahagia, tentrem, rukun lan harmonis (sakinah). Mulo yo cong, nek iso ngamalke sing papat mau, keluargamu bakal dadi (sakinah)."

Oh. Ngoten nggih Mbah
Matur nuwun nasehatipun mbah..

Nak, jangan pernah sekali2 melupakan Allah. Selalu libatkan Allah dlm segala hal, karena saat kita terus melibatkan Alla...
19/07/2020

Nak, jangan pernah sekali2 melupakan Allah. Selalu libatkan Allah dlm segala hal, karena saat kita terus melibatkan Allah dlm setiap urusan kita, maka tentu yg berat akan menjadi ringan, yg sulit akan menjadi mudah, dan yg senang akan mendamaikan. MasyaAllah Tabarakallah...

𝙎𝙚𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙐𝙢𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙝 𝙄𝙢𝙖𝙣 𝙆𝙞𝙩𝙖?Ijinkan saya berimajinasi. Andaikan saja Umar bin Khattab hadir saat ini, bisa jadi perasaann...
05/06/2020

𝙎𝙚𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙐𝙢𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙝 𝙄𝙢𝙖𝙣 𝙆𝙞𝙩𝙖?

Ijinkan saya berimajinasi. Andaikan saja Umar bin Khattab hadir saat ini, bisa jadi perasaannya campur aduk: geram, kecewa, juga sedih.

Bayangkan. Begitu banyak pesan datang soal corona. Isinya seakan membenturkan agama dan sains. Sholeh dan tidak Sholeh. Beriman dan tidak beriman.

Simak beberapa di antaranya:

"Ayooo ramaikan masjid. Virus Corona itu tentara Allah. Dengan ke masjid dia akan tunduk."

"Mati itu urusan Allah. Buat apa kita sholat di rumah. Justru harus ke masjid."

"Mengapa kita takut kepada virus Corona. Harusnya lebih takut kepada Allah. Ga perlu kita di rumah terus."

"Dengan wudhu dan doa kita akan terhindar dari corona."

"Kalau sudah takdir ya takdir aja kita mati. Ga usah lebay soal Corona."

Saya teringat kisah Umar bin Khattab pada
18 H. Saat itu, Umar melakukan perjalanan dari Madinah menuju Syam. Di perbatasan masuk wilayah Syam rombongan berhenti.
Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menjemput dan menyambut rombongan Khalifah.

Kala itu, Syam tengah tertimpa wabah tha'un, sebuah penyakit menular. Benjolan muncul di seluruh tubuh yang akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan.

Umar bermusyawarah dan meminta saran kepada sahabat muhajirin, anshar, dan orang-orang yang ikut dalam peristiwa Fathu Makkah. Apakah akan melanjutkan perjalanan masuk ke Syam atau kembali ke Madinah? Perbedaan pendapat terjadi.

Abu Ubaidah ra menginginkan agar mereka masuk ke Syam.

"Mengapa engkau lari dari takdir Allah Subhanahu Wataala? " Tanya Abu Ubaidah kepada Umar.

Lalu Umar ra menyanggahnya dan mengatakan,"Jika kamu punya kambing dan ada dua lahan yang subur dan yang kering, kemana akan engkau arahkan kambingmu? Jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah, dan jika ke lahan subur itu juga takdir Allah. Sesungguhnya dengan kami pulang, kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain."

Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadist Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam..

"Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya." (HR. Bukhari & Muslim)

Akhirnya, Umar dan rombongan kembali ke Madinah. Sementara itu, Abu Ubaidah ra, tetap ingin hidup bersama rakyatnya dan mati bersama rakyatnya. Sampai akhirnya Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amr, dan sahabat-sahabat mulia lainnya radiyallahuanhum wafat karena wabah tersebut.Total sekitar 20 ribu orang meninggal dunia. Hampir separuh penduduk Syam ketika itu.

Umar, sosok yang keimanannya tak perlu diragukan lagi, memilih untuk tidak masuk ke Syam. Padahal, dengan bekal keimanannya, beliau orang yang paling pantas berkata:

"Saya tak takut masuk Syam. Wabah Tha'un itu ciptaan Allah. Kalau sudah takdir ya pasti juga akan mati. Karena itu saya tetap akan masuk Syam."

Tapi nyatanya Umar tak melakukan itu. Beliau justru membuat analogi cerdas saat berdialog dengan Abu Ubaidah. Dan di ujung kalimatnya, terucap kata-kata indah:

"Sesungguhnya dengan kami pulang, kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain."

Plisss...iman kita belum sekuat Umar. Namun, sikap dan perilaku kita terlihat melebihi keimanan Umar. Menantang virus dan yakin akan mengatasinya.

Sudah sekhusyuk Umarkah saat kita sholat?

Sudah serajin Umarkah kita sholat berjamaah di masjid?

Sudah sedekat Umarkah kita dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam?

Sudah sekuat Umarkah iman kita?

Bukankah Umar yang sedemikian kuat imannya saja masih berikhtiar menghindari takdir. Lalu kita yang keimanannya tak ada seujung kuku, begitu percaya diri membuat pernyataan-pernyataan di atas.

Ikhtiar, doa dan tawakal. Begitu rumus seorang muslim dalam menjalani hidup. Bukan hanya doa lalu tawakal.

Bersyukur, Umar tak hadir saat ini.

Wallahua'lam bishshowab.

04/05/2020

Mata lebah VS mata lalat

MATA LEBAH VS MATA LALATMata lebah akan selalu melihat dan mencari bunga walau dilepas di tempat sampah, sedangkan mata ...
25/04/2020

MATA LEBAH VS MATA LALAT

Mata lebah akan selalu melihat dan mencari bunga walau dilepas di tempat sampah, sedangkan mata lalat akan tetap mencari kotoran walau berada di taman bunga..

Apa artinya?

Kita sebagai manusia terutama pada masa-masa pandemi Covid-19, dimana semua terlihat sulit juga akan terbagi menjadi manusia mata lebah dan mata lalat

Dimana manusia mata lebah akan terus mencari dan melihat solusi dalam kondisi yang sulit sekalipun , sedangkan manusia mata lalat akan terus melihat kesulitan dan kesusahan walau diberi solusi...

Bukankah Allah SWT telah berfirman : tidak akan berubah nasib suatu kaum, sebelum mereka merubah jiwa mereka dahulu?

Jadi tergantung kita sekarang untuk mencari solusi dari keadaan yang ada.

Menjadi mata lebah? Atau mata lalat?
Pilihan ada ditangan anda...

19/04/2020

Bismillahirrohmanirrohim
*DO'A PILIHAN*

*CUKUP DIBACA SEKALI SEUMUR HIDUP*

*MARI KITA BACA SEKARANG JUGA* *!*

Do'a keselamatan dari kematian mendadak.
Di riwayat kan dari Rasulallah SAW, bahwasanya Allah Subhana Wa Ta'alla berfirman:
*Wahai (Kekasihku) Muhammad,tidak ada seorang pun dari Ummat Mu yang membaca do'a ini walaupun sekali dalam umur nya kecuali dengan kemulyaan dan keagungan Ku,*

*Aku akan menjamin untuk nya tujuh perkara* *:*

*1*: Aku akan angkat kefakiran dari nya.

*2*: Aku akan amankan dia dari pertanyaan Mungkar dan Nakir.

*3*: Aku akan tuntun jalan nya di Shirat.

*4*: Aku akan menjaga nya dari kematian mendadak.

*5*: Aku akan haramkan neraka atasnya.

*6*: Aku akan menjaga nya dari himpitan kubur.

*7*: Aku akan melindungi nya dari kemurkaan Raja yang jahat dan dzalim.

*BERIKUT INI DO'ANYA* *:*

لَا اِلـهَ اَلٌَااللٌَهُ اَلْجَلِیْلُ الْجَبٌَارُ
*Laa ilaaha illallahul jaliilul jabbaar,*
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهٌَار
*Laa ilaaha illallahul waahidul qohhaar,*
ُلَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْکَرِیْمُ السٌَتٌَار
*Laa ilaaha illallahul kariimus sat taar,*
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ الْکَبِیّرُ الْمُتَعَال
*Laa ilaaha illallahul kabiirul m***a 'aal*
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ
*Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan rabban wa syaahidan ahadan wa shamadan wa nahnu lahu muslimuun,*
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریْکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُوْن
*Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan rabban wa syaahidan ahadan wa shamadan wa nahnu lahu 'aabiduun,*
َلَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ قَانِتُوْن
*Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan rabban wa syaahidan ahadan wa shamadan wa nahnu lahu kanituun,*
َلَا اِلهَ اِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَریکَ لَهُ اِلَهًا وَاحِدًا رَبًٌا وَ شَاهِدًا اَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ صَابِرُوْنَ
*Laa ilaahaillallahu wahdahu laa syarii ka lahu ilahan wahidan rabban wa syaahidan ahadan wa shamadan wa nahnu lahu shabiruun,*
لَا اِلهَ اِلاّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّه
*Laa ilaaha illallaahu Muhammadar rasuulullah,*
اللَّهُمَّ اِلَیْکَ فَوٌَضْتُ اَمْری،
، وَعَلَیْکَ تَوَكَّلْتُ يَا اَرْحَمَ الرٌَاحِمٍیْنَ.
*Allohumma ilaika fawadh'tu amrii,wa 'alaika tawak kaltu yaa arhamar rahimiin,*
اللَّهُمَّ صَلٌِ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَما صَلٌَیْتَ عَلَى اِبْرَاهِیْم وَآلِ اِبْرَاهِیْم اِنٌَکَ حَمِیْدٌ مَجِیْدُ
*Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa ali Muhammad kamaa shallaita 'alaa Ibrahiim wa ali Ib'rahiim innaaka hamiidum majiid,*
وَبَارِکْ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَما بَارَکْتَ عَلَى اِبْرَاهِیْم وَآلِ اِبْرَاهِیْم فِي الْعالَمينَ اِنٌَکَ حَمِیْدٌ مَجِیْدُ.
*Wa baarik 'alaa Muhammad wa ali Muhammad kamaa barakta 'alaa Ibrahiim wa ali Ibrahiim fil 'aalamina innaka hamiidum majiid.*

Kirim ke 10 orang dalam 1 jam anda telah mendapatkan pahala 10 juta sholawat pada *Baginda Muhammad SAW* dalam buku catatan amal anda dengan izin *Allah Subhana Wa Ta'alla*

06/02/2020
09/04/2019

Address

DI PANJAITAN
Cilacap Regency

Telephone

+6281210609700

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Alumni Smp N 2 Cilacap posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Alumni Smp N 2 Cilacap:

Shortcuts

Share

Category