Pon.pes Salafiyah Al Falah

Pon.pes Salafiyah Al Falah Mendidik generasi Islami menjadi generasi yang penuh cinta kepada Allah,berbakti kepada Orang tua dan keluarga,Guru,Negara dan Agama.

Mendidik generasi Islami yang berbudi pekerti yang Luhur.

15/01/2025
Mujahadah Al Asmaul Husna bersama para kyai,pemerintah desa Karangkandri,dan semua pecinta Asmaul Husna,
31/12/2023

Mujahadah Al Asmaul Husna bersama para kyai,pemerintah desa Karangkandri,dan semua pecinta Asmaul Husna,

Tidak sholawat tidak hebatKita Sholawat dapat syafaat ...Amin
21/12/2023

Tidak sholawat tidak hebat
Kita Sholawat dapat syafaat ...Amin

Terimakasih kepada seluruh hadirin yang terhormat yang telah hadir dalam upacara HSN 2023,mohon ijin dan keikhlasan bagi...
22/10/2023

Terimakasih kepada seluruh hadirin yang terhormat yang telah hadir dalam upacara HSN 2023,mohon ijin dan keikhlasan bagi yang terpotret dan kami posting gambarnya
Semoga panjang umur,kesehatan dan kebahagiaan dapat menghantarkan kita semua untuk acara yang sama di kesempatan berikutnya
Terimakasih Ya Allah Tuhan Semesta Alam,hari ini kami berbahagia berkat rahmatMu yang begitu indah
Selamat Hari Santri Nasional,semoga kita semua selalu memilih jalan yang benar,kebijaksanaan selalu menyertai,menerima dan bersyukur dalam Iman yang indah,membangun hubungan harmonis dengan keluarga dan masyarakat

Alhamdulillah PP Salafiyah Al Falah Karangkandri,kerawuhan Masayikh Al Falah Ploso, KH Fahim Ruyyani beserta Ibu Nyai.Mu...
12/08/2023

Alhamdulillah PP Salafiyah Al Falah Karangkandri,kerawuhan Masayikh Al Falah Ploso, KH Fahim Ruyyani beserta Ibu Nyai.
Mugi-mugi tambah berkah manfaat,Aamiin

21/06/2023

Assalamualaikum lur...
GEBYAR SHOLAWAT QUARY ABC & RUTINAN MAJELIS DZIKIR DAN SHOLAWAT AT TAQWA "Satu Hati"
Pada : Jumat, Malam Sabtu,30 Juni 2023
Pukul : 19.30 - Selesai

Mimin minta tolong bantu share kepada rekan sahabat sanak saudara dan kepada para pecinta Sholawat,semoga sehat dan ada waktu untuk berkenan hadir dalam acara tersebut...

Assalamu'alaikum...Sumonggo di pun rawuhiPembacaan Tahlil dan Maulid SimtuddurorDalam rangka : Haul KH. Abdul Qodir yang...
02/06/2023

Assalamu'alaikum...
Sumonggo di pun rawuhi
Pembacaan Tahlil dan Maulid Simtudduror
Dalam rangka : Haul KH. Abdul Qodir yang ke 5
Bersama grup Sholawat Asyiqul Musthafa
Al Habib Abdillah bin Hasyim Al-Jilani
Al Habib Haidar bin Ali Al Attas

Maturnuwun ingkang sanget dumateng keikhlasan panjenengan kangge Share,membagikan postingan meniko...

Suatu waktu bersama Pesantren Salafiyah Al Falah Cemburu bukan bagian dari CintaMimin : Romo Kyai,sekali sekali,pengin t...
13/05/2023

Suatu waktu bersama Pesantren Salafiyah Al Falah

Cemburu bukan bagian dari Cinta

Mimin : Romo Kyai,sekali sekali,pengin tanya arti cinta menurut romo...ben dos kawula muda lho membahas cinta 🤭

Ky M.Saefi Abdul Qodir : gayamu min,kaya esih enom bae sampean,jenggote di atur sit

Mmn : 🤣🤣🤣

KMSAQ : Tahu krungu ora,"begitulah cinta,deritanya tiada akhir"
Mmn : apal apal,niku film tongsamcong romo...korban cinta

KMSAQ : Nah,pertama kita itu harus paham apa itu cinta,jadi nanti understanding kita tentang cinta yang sudah benar,mampu membawa laku di dunia ini juga benar.

Cinta itu baik,sesuatu positif,putih suci,bukan hanya emosi dari afeksi ketertarikan kepada lawan jenis.

Cinta terbijaksana,paling tulus bisa kita pelajari dan dapatkan dari cintanya seorang ibu kepada anak saat proses kelahiran.
Rela mempertaruhkan nyawa demi sang anak dapat lahir dengan selamat meski nyawa ibu itu taruhannya.
Seperti efek proses melahirkan ada pendarahan,penurunan kesadaran,dll itu tidak adanya namanya hitung-hitungan untung rugi sebelum proses melahirkan,pun setelah melahirkan tidak menuntut pamrih atau imbalan apa-apa,hanya tahu bayinya lahir dengan selamat saja sudah sangat bahagia hati seorang ibu.

Nah ini juga yang harus selalu di ingat wanita,Cinta kasih seperti ini di tanamkembangkan saat proses mendidik anak,jadi tidak hanya pas bayi saja,ajari anak Cinta sampai dia berkeluarga sendiri kelak.

Kecintaanya seorang ibu itu memberi kita pelajaran,kita khususnya yang mau menyelidiki esensi dari suatu fenomena proses di dunia dari Yang Maha Kuasa.

Jelas ya,cinta itu rela berkorban tanpa pamrih,memberi tanpa minta balik di beri,positif kan,kita tulis huruf besar Cinta.

Sekarang cinta huruf kecil,berbeda dengan orang yang tidak paham makna Cinta,orang yang belajar setengah,atau arti cinta secara palsu,cinta imitasi yang menyebabkan dia tersesat akan pemaknaan cinta yang mana dia cuma punya imitasi cinta.

Biasanya yang imitasi ini,cintanya kerdil,penuh tuntutan,penuh kecurigaan,penuh sekat,penuh kurungan,di batasi.
Cinta yang seharusnya perasaan positif jadi negatif.

Banyak remaja yang tersesat sampai dia menikah masih tersesat,lelaku bilang mencintai istrinya.
Nyatanya,dia merampas kebebasan istrinya,tidak boleh main dengan teman-teman,membatasi kontak ponsel dengan teman,memilah mana teman yang menurut suami cocok,tidak boleh merias diri,yang mana seorang wanita s**a merias diri agar suami senang melihatnya,membatasi kontak dengan keluarga dll.
Istri bagai burung dalam sangkar,cinta yang mengerikan.

Aku cinta kamu asalkan kamu nurut.
Aku cinta kamu karna kamu cantik,kamu baik,kamu manis,kalau kamu tidak begitu maka aku marah dan aku tidak cinta lagi.
Istrinya ga boleh make up merias wajah,tapi lihat wanita yang glowing-glowing di luar ngiler,baru glowing apalagi yang seksi semok bin aduhai...bisa ora bali ngumah kayane.
Banyak sekali tuntutan atas efek samping dari cinta ini,bahkan ada ancaman dan eror mental.
Masih untung kalau istrinya ga tertekan,sering di refresing,lha kalau tidak ya...nanti jadi penuh energi negatif di rumahnya,eh banyak hantu 🤣🤣🤣

Come on bro...tidak seperti itu Cinta.
Cinta adalah putih suci positif,mana mungkin sesuatu yang suci putih positif itu melahirkan yang picik negatif gelap,jelas kecemburuan bukan bagian dari Cinta melainkan buah dari keegoisan yang kekanak-kanakan.

Justru Cinta itu pengabdian seorang suami kepada istri dalam rangka menjamin kelangsungan hidup bahagia istri,mengabdi lho ya,namanya mengabdi ya jelas tulus.
Begitu juga Cinta istri kepada suami,mengabdikan diri dalam kelangsungan hidup bahagia suaminya.
Itulah kehidupan saling menjamin,saling memberikan yang terbaik agar dapat saling menopang dan menjalani hidup bahagia yang harmonis yang nanti akan di jadikan panutan anak.

Tentang cinta bertepuk sebelah tangan,itupun sama,jika kita cinta seseorang maka tidak perlu dan tidak butuh imbal balik apapun,yang penting dia bahagia.

Maka dari itu pujangga bilang Cinta tak harus memiliki,karna yang merasa memiliki itu bukan Cinta tapi keegoisan semata atau cinta palsu yang banyak tuntutan.

Ini kaitannya dengan transformasi bathin,ketika kita menerima hadiah kita pasti seneng tapi sebatas seneng pikirannya,berbeda dengan saat kita memberi bantuan kepada yang membutuhkan,pasti akan ada rasa lapang di dada,plong.

Inilah perasaan orang yang menCintai dengan benar,meski terlihat dia berjuang mengabdi,tapi dalam hatinya pengabdianya itu merasa lapang di dada,plong.

Jangan di salah artikan
Aku s**a burung,harusnya burungnya di sayang,tapi nyatanya di kurung,kalau ngoceh ya dia s**ai,kalau tidak ngoceh ya di jual,kan lucu...dimana "s**anya"

Ini orang yang mengerikan ya,dia bilang s**a pakai mulut,tapi lakunya dia itu tidak menunjukan aksi s**anya,malah terbalik kan,itulah orang tersesat selalu terbolak-balik,harusnya malu (ngomong s**a burung) eh bangga (dengan keegoisannya).

Mmn : baru tahu ini romo,ternyata perlu pemaknaan yang mendalam tentang cinta ya,tidak seperti orang pada umumnya.

KMSAQ : Kan hidup itu seperti naik tangga,jadi ada step by step,ada tingkatan,dimana setiap tingkatan adalah kelas,dan kita hidup ya seyogyanya naik kelas secara kualitas understanding pemahaman esensi dan hikmat bijaksana,kanggo agan momong tiyang-tiyang kados sampean lho min,nek aku sering bersama sampean dan sampean ga ada peningkatan ya aku iki frustasi min,serasa gagal sebagai pamong.

Mmn : njih romo siap

Kehidupan yang saling menuntut vs kehidupan yang saling menjaminKetika dalam rumah tangga terjadi suami menuntut istri m...
13/05/2023

Kehidupan yang saling menuntut vs kehidupan yang saling menjamin

Ketika dalam rumah tangga terjadi suami menuntut istri masak enak,istri menuntut suami berpenghasilan besar,menuntut anak menjadi rangking 1,terpintar terberbakti tersholeh tersholehah,maka apa yang terjadi? Saling menuntut kesempurnaan sebagai pemuas ego adalah mengerikan,bagai jiwa gersang yang kehausan,minum air es bukannya hilang hausnya malah bertambah gersang jiwanya.

Tapi ketika suami menjamin bahwa dia akan menjaga komitmennya sebagai LELAKI bertanggung jawab dengan menafkahi lahir bathi kepada istri,istri juga menjamin untuk mendukung lelakinya dari segala sisi,makanan,dukungan fisik mental,kemudian orang tua menjamin ajaran cintakasih sayang kejujuran yang dalam rumah itu mereka berikan secara nyata,anak juga menjamin akan pemenuhan tanggung jawabnya sebagai anak agar orang tua tidak kecewa,tentu sangat indah bukan? Semua memberikan yang terbaik agar tidak saling mengecewakan satu sama lain.

Anaknya di suruh pinter operasikan komputer sementara orang tuanya tidak bisa dan tidak mau belajar..."ah...wes tua ora sanggup mikirlah lee...kow bae sing pinter ben dadi uwong".
Weleh weleh,gimana mau ngajari kalau orang tuanya ga bisa sama sekali,minimal bisa dasarnya agar formalitas mengajari di kantongi sebagai predikat orang tua yang kompeten.
Anaknya di suruh berbakti lha wong bapaknya aja ga akur sama mertua,ibunya ga akur juga sama mertua...kan lucu

Itulah pentingnya hikmat,agar apa yang ada dalam diri bisa di representasikan tanpa bias dan memberikan ilmu yang nyata,ora gur jere jere atau jarkoni...

Kehidupan saling menjamin Indah bukan?
Mari kita ciptakan keindahan itu,harmonisisasi kemakmuran yang mengayun bersama kebahagiaan super duper fantastis.

Tidak akan kekurangan satu apapun manusia,selama dia dalam keadaan bersyukur.

Rumah tangga harmonisSuami harus bisa membahagiakan istri,begitu juga istri harus bisa membahagiakan suami,kemudian suam...
13/05/2023

Rumah tangga harmonis

Suami harus bisa membahagiakan istri,begitu juga istri harus bisa membahagiakan suami,kemudian suami istri harus mengajari kasih sayang dan keharmonisan dalam runah tangga.

Semesta berisi energi.
Manusiapun terdiri dari tubuh energi,tubuh mental dan tubuh fisik.
Dimana ketika ketiga tubuh sehat maka rohaniyahnya juga sehat.

Manusia yang sehat tentu berbahagia,menjadikan dia penuh cinta dan penuh pikiran positif.

Manusia yang tidak sehat bisa kurang bahagia bahkan frustasi,depresi sehingga memiliki pikiran negatif.

Ketika tubuh mentalnya terganggu,karena tekanan kehidupan dan belum mencapai tingkat wisdom atau hikmat maka masalah seolah batu berat yang menimpa seluruh badan yang membuatnya sesak.

Dimana ketika tubuh mental ini mengalami masalah dan kecerdasan tidak bisa memilah mana yang perlu dan tak perlu,maka energinya menjadi negatif karna di penuhi rasa frustasi.

Sebagai contoh seorang istri yang dalam rumah tangga mempunyai masalah dengan suaminya tapi tidak punya tempat untuk melampiaskan bahkan sekedar cerita dengan teman agar plong dan tidak bisa mencurahkan emosinya kepada siapapun maka terkumpullah energi negatif di sekelilingnya atau di rumahnya.

Akumulasi energi tersebut bisa membentuk cermin yang kuat di kemudian hari,yaitu saat rumah tangganya tidak bisa di lanjutkan,dan mereka pergi dari rumah tersebut.

Jika rumah berada dalam keheningan cukup lama,maka energinya akan masuk pada ratio netral,yang nantinya jika ada penghuni baru yang bathinnya keruh maka akan connect ke cermin kuat yang tadi di buat wanita penghuni lama.

Suami istri hadir dalam rumah tersebut dan nyaris punya masalah yang sama,maka bisa terjadi kesurupan pada wanita yang punya masalah saat dia tertekan karna masuk frekwensi otak tertentu,atau jika hati sedang tertekan bisa muncul semacam penampakan,karna bathin yang keruh beradi di depan cermin yang kuat.
Ratio tersebut seperti amplifier yang memperbesar memperkuat apa yang di dalam bathin.

Jika si wanita tertekan di pendam sendiri tanpa pelampiasan mungkin cerita dengan orang lain,maka dia akan seperti di ganggu energi tersebut,yang mana adalah proyeksi dan menifestasi alam pikiranya.

Di namakan tempat angker.

Tapi jika dia anak kecil indigo,maka energi itu biasanya di ajak ngobrol dan teman tak nyata tidak di ganggu seperti wanita yg sedang tertekan perasaanya tadi.

Maka dari itu perlunya mencapai understanding yang mampu menjadikan hikmat atau wisdom,jadi jika ada suatu sebut saja masalah maka mampu berfikir jernih melihat dari atas bahwa senyatanya yang di bawah luas.

Jika rumah orang hikmat,biasanya sesepuh yang main berkata,"Omaeh Adem".
Itu berati rumahnya di penuhi energi positif,berkat keharmonisan dan cinta kasih para anggota keluarga.

Omah Adem yang penghuninya punya motivasi kesuksesan karir,maka dorongan energinya bisa menstimulasi langkah yang luar biasa,dia yang giat usaha biasanya akan menemukan hoki/keberuntungan.

Momentum ini bukanlah keajaiban yang sekonyong-konyong datang,tapi memang adanya usaha dan dukungan energi dari Omah Ademnya itu,semua anggota keluarga memiliki energi positif,mereka berbahagia.

Satu hal dalam rumah tangga,yaitu mengabdikan diri untuk membahagiakan dan bersama mendidik jiwa setiap anggota keluarga yang mana adalah ciptaanNya,maka sudah pasti Dia akan menjamin apa yang di butuhkan oleh penghuni Omah tersebut agar terwujud.

Bahagiakan ciptaanNya,adalah bukti bahwa anda bisa di percaya menjaga karyaNya,yaitu keluarga anda.

TersesatManusia di lengkapi dengan panca indera yang menangkap data mentah dari luar tubuh,kemudian memproses data terse...
10/05/2023

Tersesat

Manusia di lengkapi dengan panca indera yang menangkap data mentah dari luar tubuh,kemudian memproses data tersebut di otak menggunakan pikiran,selanjutnya pikiran membuat sebuah persepsi,yang kemudian emosi akan merespon apa yang ada dalam pikiran.

Data yang terproses kemudian di simpan dalam kotak ingatan,yang nantinya akan di sebut pengetahuan.

Pengetahuan membentuk "aku",dan "aku" merupakan timbunan ingatan masa lalu.

Jika data mentah yang di ambil adalah benar dan fakta serta utuh a.k.a lengkap,maka otak akan memproses dengan kecocokan antara pengetahuan yang tersimpan dengan respon emosi yang benar.

Tapi jika datanya keliru,setengah,hoax maka otak gagal merespon dan yang kemudian emosi salah menanggapi apa yang seharusnya tercurah keluar,itulah tersesat.

Pengetahuan umum tahap 1 mengajarkan bahwa memberi adalah baik,kemudian tahap 2 selanjutnya memberi yang baik adalah haruslah dengan etika agar yang di beri tidak merasa di rendahkan,tahap 3 selanjutnya adalah memberi itu baik karna sebetulnya apa yang di berikan adalah amanah rejeki dariNya untuk orang yang di beri dan orang yang di beri paham bahwa Yang Maha Memberi ingin memberikan sesuatu lewat si pemberi jadi tidak ada lagi tinggi rendah karna paham akan pengetahuan luhur.

Kemudian ada orang yang hanya belajar hanya berhenti di tahap 1 tahap dasar,tahap kulit,cangkang,memberi itu baik...otak pun hanya bisa merespon pengetahuan yang setengah itu dalam respon setengah juga,misalkan memberi sambil mengambil foto untuk di unggah di sosial media,atau memberi kepada anak yatim dengan di undang di acara keluarga yang tempat duduknya di pisah untuk memudahkan menandai anak yatim,parahnya anak yatim di suruh naik ke atas panggung untuk di beri bingkisan.
Dan semua merasa senang karna telah bisa melaksanakan kebaikan,berfoto dengan senyum indahnya yang terbaik.

Kita kupas,pernahkah kita melihat anak yatim di undang untuk di beri bingkisan di atas panggung dan di jadikan objek foto?

Dalam ilmu psikologi,anak yatim tidaklah sama manajemen emosinya di banding dengan anak yang hidup bersama orang tua lengkap mereka.

Betapa naik ke atas panggung dengan nama acara berbagi santunan untuk anak yatim,yang mana mempertegas bahwa yang naik panggung adalah yang kurang beruntung karna tidak hidup bersama kedua orang tuanya,tidak seberuntung hadirin yang datang dengan senyum yang bahagia.

Jika mereka masih kecil mungkin akan senang karena belum bisa merespon fenomena awam,tapi pernahkah anda berfikir bahwa mereka akan tumbuh dewasa,mereka akan ingat bahwa mereka pernah naik ke atas panggung dengan membawa statusnya,dan di beri bingkisan yang notabennya itu tidak bisa untuk menutup rasa malunya di kemudian hari?

Memang understanding tiap orang berbeda,justru sebagai orang hikmat,kita harus jeli bagaimana mengatasi sebab akibat yang minim resiko,apalagi yang berhubungan dengan mental anak,generasi penerus.

Pernahkah anda dengar anak orang kaya ulang tahun dan mengundang anak yatim kemudian di tempatkan di kursi yang memang sudah di siapkan agar mudah dalam pemberian bingkisan yang nantinya di panggil satu persatu dan di foto sebagai dokumentasi.

Maksudnya baik,mau berbagi,tapi anak orang kaya tersebut terlalu menyilaukan,status mereka sudah kaya lalu mama papanya baik merayakan ultah begitu indah dan mengapa anak yatim bernasib hanya sebagai undangan yang secara tidak langsung sebagai pihak yang kasihan karna orang tua mereka tidak melakukan acara seperti itu.

Dapatkah kita melihat permasalahan yang mungkin timbul?
Dapatkan kita melihat dari sudut pandang anak yatim tersebut?

Ada yang senang karna di undang dan mendapat bingkisan,tapi pernahkan ada yang berfikir bahwa mereka juga mungkin bisa malu,iri,merasa tidak beruntung saat mereka sudah bisa berfikir atas hal tersebut?

Jika kita sudah bisa melihat sudut pandang dari mereka,apakah jika ada acara berbagi lagi akan dengan bangga berfoto sambil senyum manis? Jika kita sependapat maka kita akan malu telah memperlakukan anak yatim secara demikian,memberinya baik tapi mempertegas status mereka dalam acara agaknya kurang setuju,karena pasti ada kesedihan jika keluarga dari anak yatim tersebut hanya baru menerima undangan.

Jangan sampai yang seharusnya malu,tapi malah bangga ini namanya tersesat.
Kenapa? Karena menerima data setengah,belajar dalam tahap 1 tidak lanjut ke tahap 3.

Kita boleh berbeda pendapat,tapi pernahkah kita dengar...
"Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu."

Bukan berati acara berbagi ini di sudahi,tapi caranya saja yang di ubah agar pihak yang di beri di kemudian hari tidak merasa di rendahkan jika mengingat hal tersebut dan benar bahagia tanpa trauma di masa depan.

Tangan kanan memberi,tangan kiri tidak perlu tahu,pun tidak perlu tangan memberi,sembari kaki menginjak.

Hantu 2Takut hantu adalah hal wajar,tapi jika tidak menyelidiki akar dari ketakutan itu maka tidak bijaksana namanya.Kit...
09/05/2023

Hantu 2

Takut hantu adalah hal wajar,tapi jika tidak menyelidiki akar dari ketakutan itu maka tidak bijaksana namanya.

Kita percaya dengan Yang Maha Kuasa,segala yang terjadi adalah kehendakNya,Dia adalah Maha Tahu dan Maha Sempurna yang menciptakan Bumi langit dan seisinya.

Jadi,jika sudah berbicara tentang percaya padaNya,apa lagi yang perlu kita takutkan?
Kehidupan kita dalam kehendakNya,segala macam tempaan dan ujian agar kita menjadi manusia yang hikmat bijaksana yang dapat menjadi pemimpin yang mampu mengayomi ciptaanNya yang lain,agar tercipta kehidupan yang saling menjamin,bukan kehidupan yang saling menuntut.
Bisakah menerima segala sesuatu dariNya dengan ikhlas di sebut berserah diri?
Berserah diri kepada Yang Maha Kuasa Yang Sempurna adalah yang terbaik? Maka masih perlu dan adakah rasa takut sampai lupa diri? Atau yang takut memang yang tidak percaya masih setengah setengah? Lalu bagian mana yang berserah diri?

Kita harus benar-benar menyelidiki kenapa kita memeluk sebuah agama,apa tujuan anda?
Setelah kita memeluk agama,mengapa beberapa dari kita menjadi narsistik?
Berpakaian religi bahkan setelah beribadah berfoto dan di unggah dengan niat "pamer" bahwa dia paling beriman,haus pujian,haus kekaguman orang lain,hanya merekalah yang tahu(asalkan tidak tersesat,yang seharusnya malu tapi bangga: baca tulisan sebelum ini).

Kita menjumpai hal ini,jika berfoto karna memberi motivasi,dorongan dalam niat mendukung dan mengingatkan akan kebaikan,tentu akan sangat baik dan berguna,atau untuk mengabarkan sesuatu,mengumpulkan orang dalam sebuah acara keagamaan yang bermanfaat.

Bisakah kita melihat perbedaan ini? Antara yang bertujuan Memotivasi dan yang terkena sindrom narsistik?

Seolah ada ketakutan,takut di anggap tidak religius,takut di anggap tidak berilmu,tidak beriman.
Anda masuk sebuah agama,dan anda memberitahu semua orang dengan pernak pernik religi agama tersebut tanpa anda sadari bahwa kelakuan dan tingkah laku anda bagai wajah dari agama yang anda anut,seperti menempelkan stiker agama anda di wajah.

Di sinilah kita harus berhati-hati,kita beragama untuk menjadi orang penuh hikmat dan bijaksana yang mendekatkan diri padaNya,bukan untuk merusak citra agama yang di anut.

Jadi seyogyanya,kita beragama dengan bijaksana,dengan serius,keinginan untuk bertransformasi jiwa.
Yang sebelumnya berbuat baik karna sebuah perintah,anjuran setelah memeluk agama maka bertransformasi berbuat baik karna itu memang yang sepantasnya dan seharusnya di lakukan.
Kita di beri pemahaman tentang sifatNya Maha Pengasih,maka kita harus mengembangkan welas asih kepada sesama,itulah mendekatkan diri padaNya,yaitu mempunyai sifat yang hampir mirip walau terbatasi ruang dan waktu.
Berbeda karna jauh,mirip karna dekat.
Bukan hanya sekedar memuji namanya sebatas dari mulut.

Bathin kita menjadi jernih,kemanapun mata memandang maka di situlah ciptaanNya berada,perasaan bahagia bisa di beri hidup tentu akan muncul,dan seharusnya tak ada lagi ketakutan dalam menjalani kehidupan.

Rasa takut itu wajar,tidak wajar bisa berlebihan dan lupa diri,takut mengambil hak orang lain,takut mengecewakn orang lain,membuat kita bisa memanusiakan manusia,dan itu berati memuliakan NamaNya lewat menyayangi makhlukNya,ciptaanNya.

Pencerahan itu seperti kita sedang di sebuah ruangan di kamar kosong yang gelap dan memencet saklar lampu,klik ....seketika terang.
Jangan memandang hamparan yang luas ini dari lobang kunci,karna pintu itu,kunci itu,anda sendiri yang membuatnya,anda sudah di dalam.

Address

Jalan Pisang No. 12 Karangkandri
Cilacap Regency
53274

Telephone

+6282262222475

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pon.pes Salafiyah Al Falah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pon.pes Salafiyah Al Falah:

Shortcuts

Share